🍓🍓🍓
Keinginan Arsen untuk membiarkan Reyna yang mengajukan gugatan cerai padanya tentu saja ditolak mentah-mentah oleh sang Papa.
Papa Alex bahkan tidak habis pikir dengan pikiran anak semata wayangnya ini. Ia begitu cerdas dan tegas selama ini. Tapi kenapa sekarang mendadak plin plan dan sangat gampang mengambil keputusan.
"Apa kamu belum bisa menerima Reyna ?" Tanya Papa Alex mencoba meredam emosi.
"Arsen tidak tau Pa. Arsen sudah mencoba mengakrabkan diri tapi Reyna seolah menjaga jarak." Terang nya .
"Tentu saja dia menjaga jarak. Reyna wanita terhormat yang tidak mau mengambil milik orang lain." Papa Alex bertambah emosi.
"Itulah mengapa lebih baik kami berpisah saja." Putus Arsen. Meskipun sebenarnya hatinya tidak rela, tapi ada janji dengan Anita yang tetap harus di tepati nya.
"Arsen, dengarkan Papa. Papa tau kamu sangat baik. Dan Papa yakin jika bisa, kamu ingin menolong semua orang yang kesusahan. Tapi konsep dunia tidak seperti itu nak. Kita hanya bisa menolong sesuai kemampuan kita. Jika kita mencoba melampaui kemampuan itu, bisa-bisa kita malah merugikan diri kita sendiri dan orang yang kita tolong. Lagipula, Papa rasa perasaan kamu padanya sekarang bukanlah cinta sungguhan. Tapi hanya sekedar perasaan nyaman setelah beberapa waktu bersama." Tutur Papa Alex dengan bijak. Ia ingin memastikan agar Arsen hanya mencintai Reyna.
Arsen terdiam. Sudut hatinya membenarkan sedikit ucapan sang Papa. Apa benar ini hanya rasa nyaman sesaat dan bukan cinta ?
"Apa Papa tidak menerima nya karena keadaannya dan latar belakang nya ?" Tanya Arsen.
"Picik sekali pikiran kamu pada Papa Arsen. Kamu tau, kalau Papa tidak pernah menilai orang dari latar belakang atau apalah. Tapi memang Papa berharap kamu menikah dengan Reyna dan hidup bahagia. Itu saja." Papa Alex meminta dengan wajah memelas.
"Pa, ayo kita pulang." Suara Mama Maria mengalihkan atensi keduanya.
"Loh kenapa buru-buru Ma ? Kita kan belum makan malam." Kata Arsen.
Tapi Mama Maria hanya diam saja seakan tidak menganggap Arsen ada.
"Ma, Arsen minta maaf. Arsen janji akan selesaikan ini." Ujar Arsen yang tau Mamanya tidak mau bicara dengannya segera memeluk Mama Maria dengan manja.
"Arsen, kamu sudah dewasa." Sungut Mama Maria.
"Kamu sebaiknya cepat menyelesaikan ini. Papa dan Mama tidak mau kalau Tuan Haris sampai tau masalah ini. Dan lagi, dengan kamu melepaskan Anita Mama yakin dia bisa bertemu dengan jodoh nya. Kalau kamu selalu bersikap tidak tegas seperti ini itu sama saja seperti kamu memberi harapan cinta untuknya. Mama mohon pikirkan itu." Nasihat Mama Maria sebelum mereka meninggalkan rumah Arsen.
Kini tinggal Arsen yang merenung sendiri di kamar Anita. Rasanya ia malas makan malam dan menghabiskan waktu rebahan saja setelah sholat.
Cklek..
Pintu terbuka dari luar dan masuklah Anita. Ia melepas hijab beserta cadar nya.
"Mas sudah sholat?" Tanyanya yang melihat pantulan Arsen di cermin rias.
"Sudah. Kamu belum ya ?"
"Sudah. Aku sholat di mushola bawah sama Reyna." Jawab Anita melangkah kearah Arsen.
Arsen mendudukkan tubuhnya saat Anita mendekat.
"Mama tadi bicara apa sama kamu ?" Tanya Arsen ingin tau.
"Tidak aneh-aneh kok. Hanya beliau mengutarakan kata hatinya agar anak lelaki satu-satunya menuruti keinginannya." Kata Anita lembut seperti biasanya.
Arsen memicingkan mata. Benarkah Mamanya tidak mengatakan sesuatu yang menyakiti istri pertamanya itu. Sedangkan padanya saja sikapnya terlihat sangat marah.
"Mas Arsen. Aku merasa sangat berdosa karena membuat kamu dan orang tua kamu bertengkar. Sudah saatnya kamu melepaskan aku Mas. Aku sudah menyusun rencana kehidupanku kedepannya. Insya Allah, Allah akan selalu melindungi ku. Kamu tidak perlu lagi melanjutkan janji itu. Karena sesungguhnya kamu sudah menepati nya." Kata Anita dengan sorot mata yang dibuat tegar. Tidak ada air mata yang mewarnai cerita nya.
Meski ia tidak yakin dengan kata-katanya, tapi ia merasa sudah terlalu jauh merampas kehidupan seorang pria.
"Maaf kan aku. Tapi aku tidak bisa berpikir sekarang ini. Kepalaku pusing." Arsen sengaja mengalihkan pembicaraan, karena sekarang memang pikirannya sedang benar-benar buntu.
"Kamu pusing mas ? Aku buatkan teh hangat ya." Anita bangkit untuk membuat kan teh tapi secepatnya Arsen menariknya hingga Anita terjatuh diatas tubuh Arsen. Dengan cepat pula, Arsen membalikkan posisi hingga Anita yang berada dibawahnya.
Jantung keduanya berdebar kencang. Berada di posisi seintim ini membuat wajah mereka sama-sama merah. Tapi Arsen mencoba mengikuti nalurinya. Dengan perlahan mengecup bibir Anita. Melihat bagaimana reaksinya. Setelah Anita membalasnya, dengan senang hati Arsen melumatnya lebih dalam. Kedua tangan Anita digenggamnya.
Meski awalnya tubuh Anita memberikan reaksi seperti ketakutan, tapi pada akhirnya ia luluh juga dengan buaian suaminya.
Setelah puas melumat bibir, kini ciuman Arsen berpindah pada leher dan telinga Anita. Harum shampo dari rambut sang istri semakin membangkitkan gairah nya.
Aah
Satu lenguhan terdengar dari bibir Anita membuat Arsen semakin bersemangat.
"Bolehkah aku melakukan?" Tanya Arsen dengan suara serak. Matanya sudah berkabut gairah. Dan anggukan dari Anita membuat hatinya semakin berdebar hebat .
Tidak lama mereka sudah sama-sama polos. Akhirnya malam itu, untuk pertama kalinya Arsen menyentuh Anita dan menjadi kan Anita sebagai istri seutuhnya.
Arsen melakukan dengan lembut dan penuh kasih. Sebentar - sebentar ia labuhkan kecupan di kening Anita, yang membuat Anita merasa dicintai. Ia bahkan melupakan trauma sebagai alasan pernikahan nya dengan Arsen.
🍓🍓🍓
Hari ini up 2 bab ya gaes. Tinggalkan jejak kalian sekalian komen ya..✌️
Berikan love dan gift juga biar Author makin semangat up nya. Makasih 🫰🫰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Aida
Makasih ✌️
2024-07-22
0
Norahsikin Ismail
Oo.. Jln cite nye sudh menarik, lanjutkan lg cite nye
2024-07-22
0