🍓🍓🍓
Ternyata saat ini Reyna tidak tau kalau Arsen juga bagian dari kerjasama ini.
" Kenapa ada Arsen juga ?" Bisik Reyna pada Angga.
" Yaa.. Karena Tuan Arsen yang memulai proyek ini dan melimpahkannya pada HK Grup untuk memimpin". Jawab Angga berbisik juga.
Reyna melotot. Tidak tau kalau Arsen yang memberikan proyek besar ini padanya.
Itu artinya, Arsen memang ingin Reyna kembali bekerja. Dan fikiran itu membuat moodnya seketika memburuk.
Sekitar empat jam meeting baru selesai. Diskusi yang berjalan alot membuat sulit memutuskan hasil.
Setelah semuanya keluar, ada seorang lelaki muda mendekati Reyna untuk berjabat tangan.
"Nona Reyna, anda sangat cantik. Apa mau jadi kekasih ku ?". Tanya Fernando tanpa basa-basi sembari mengedipkan sebelah matanya.
Membuat seseorang yang sedari tadi memperhatikan Reyna mendidih darah nya. Namun tetap bisa mengendalikan ekspresi di wajahnya.
Pertanyaan itu membuat Reyna dan Angga saling berpandangan. Namun setelah itu Angga berusaha mengalihkan perhatiannya dengan membereskan file-file yang berserakan di hadapan Reyna.
"Apa yang kau punya ?". Tanya Reyna dengan santai sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.
"Aku punya mansion mewah, Apartemen, beberapa vila dan koleksi mobilku juga banyak". Jawab Fernando dengan percaya diri sambil membenarkan letak dasinya.
Sengaja ia duduk disebelah Reyna untuk memperhatikan wajah yang sedari tadi mencuri perhatian nya.
Reyna tersenyum. Senyuman yang lagi-lagi membuat Arsen melotot tidak percaya kalau pemilik senyum itu adalah Reyna. Istrinya sendiri.
"Kalau hanya itu yang kau punya. Aku tidak mau. Aku pun juga memiliki apa yang kau sebutkan tadi".
"Memang apa yang Nona Reyna mau ?" Tanya Fernando penuh minat.
Reyna melirik Angga yang juga sedang menatap nya.
"Tuan Fernando, jika anda ingin jadi kekasih Nona Reyna, saya bisa beri tahu syarat nya!" Jelas Angga bersungguh -sungguh sembari menarik kursi disebelah Fernando untuk ia duduki.
"Apa-apaan mereka ini. Apa tidak ada yang melihat ku disini. Dan apa yang dikatakan Asisten sialan itu. Awas saja nanti". Geram Arsen dalam hati dengan tangan yang mulai mengepal.
"Baik Tuan. Mohon dengarkan ya karena saya tidak mau mengulang lagi". Kata asisten Angga membuat kedua lelaki disana membuka kedua telinga mereka lebar-lebar.
Berbeda dengan Reyna. Ia melanjutkan acara menggambar di kertas yang sempat tertunda sebelumnya. Wajah nya datar seperti biasanya.
"Syarat yang pertama, anda harus membuat kolam berbentuk bulat yang diisi dengan air susu. Yang kedua, anda harus membuat patung lilin yang sama persis dengan Nona Reyna sebanyak seribu patung. Dan semua itu harus dikerjakan dalam satu malam. Bagaimana Tuan Fernando? Anda bersedia?" Tanya Asisten Angga dengan senyuman yang menyebalkan.
Fernando memicingkan matanya. Benarkah apa yang dikatakan Asisten Reyna tersebut.
"Hei Asisten! Apa benar Nona Reyna memberikan syarat itu. Kau pikir aku ini Bandung Bondowoso yang punya pengikut dari bangsa lelembut!" Sungut Fernando.
Karena menurut nya semua itu sangat tidak masuk akal. Meski sebanyak apa para pekerja yang diperintahkan untuk membuat semua itu. Rasanya tidak akan selesai hanya dalam semalam.
"Yasudah kalau tidak mau. Saya kan cuma memberi tau". Jawab Asisten Angga dengan santai tanpa dosa.
"Memang nya kau bisa ? Itu sangat mustahil!". Kekeh Fernando.
"Nah itu Tuan tau kalau mustahil. Kenapa masih berniat menjadi kekasih Nona ?"
Reyna yang melihat perdebatan Partner dan Asisten nya tersebut hanya diam tidak berminat ikut campur.
Sedangkan Arsen yang sudah merasakan panas hati dan telinga mendengar keduanya berdebat, akhirnya memutuskan menghampiri ketiganya.
"Tuan Fernando, perkenalkan.. Saya Arsen Megantara. Suami sah dari Nona Reyna Megantara. Sekarang anda sudah tau kenapa mustahil menjadi kekasih nya kan ?" Kata Arsen sambil mengulurkan tangan kearah Fernando.
Fernando yang merasa terkejut hanya diam memandang kearah Arsen dan tidak sadar jika ia membalas uluran tangan Arsen.
"Benarkah anda suami Nona Reyna? Saya fikir Nona Reyna belum menikah". Kata Fernando saat sudah sadar dari keterkejutan nya.
"Mungkin saat itu anda berada di luar negeri Tuan. Makanya tidak tau berita itu". Kata Asisten Angga sambil berdiri.
"Kau.. Asisten sialan. Kau mau mengerjai ku ya...!" Seru Fernando sudah mengambil ancang-ancang untuk bersiap mengejar Asisten Angga yang sudah berlalu dari ruangan.
Kini di dalan ruangan itu hanya tinggal Reyna dan Arsen yang saling melirik.
Arsen sudah duduk disebelah Reyna.
"Rey, kita makan siang bersama ya. Ini sudah lewat jam makan siang sebenarnya". Kata Arsen mencoba memulai pembicaraan lebih dulu.
"Kamu tidak pulang? Biasanya siang pulang kan !" Tanya Reyna memandang Arsen dengan curiga.
"Tidak. Sudah jam dua. Lebih baik makan diluar setelah itu menyelesaikan pekerjaan dan pulang. Kalau kamu mau pulang jam berapa?"
"Aku mau pulang sekarang saja". Kata Reyna memutus kontak mata dengan Arsen.
"Baiklah kita pulang bersama". Putus Arsen setelah beberapa saat berfikir.
"Tidak mau. Aku mau pulang sendiri". Kekeh Reyna.
Arsen hanya diam. Dilihatnya Reyna tengah memasukkan barang-barangnya kedalam tas.
"Rey..." Panggil Arsen setelah beberapa saat.
Reyna terkejut. Arsen menggenggam tangan nya. Tangan itu merasakan hangatnya genggaman sang suami. Dan kehangatan itu menjalar hingga ke hatinya.
Ia ingin melepaskan paksa tangan Arsen. Tapi hatinya merasa tidak rela.
"Kenapa kamu beberapa hari ini seolah ngambek sama aku ? Apa aku buat salah sama kamu ?" Tanya Arsen dengan lembut. Bermaksud agar tidak menyinggung perasaan istri nya itu. Sebab yang Arsen tau, Reyna tidak bisa diajak bicara baik-baik seperti Anita.
Tatapan Reyna menghujam tepat kearah Arsen. Bersamaan dengan genggaman tangan yang dilepas paksa oleh Reyna.
"Dasar tidak peka". Gerutu Reyna. Dan Arsen hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
🍓🍓🍓
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments