"Sebenarnya, aku sudah menikah dengan perempuan lain. Dan tidak ada yang tau kecuali pekerja rumah ini." Tutur Arsen. Berusaha memilih kata yang mudah dicerna oleh Reyna.
",Apa ?" Bukan main kagetnya Reyna setelah Arsen mengatakan itu. Bagaimana mungkin dia menikah dengan laki-laki yang sudah punya istri.
Dihempaskan tangan Arsen dengan nafas yang naik turun. Wajahnya berubah, pandangan matanya menjadi tajam. Bola mata cokelatnya seakan mampu membelah tubuh Arsen. Dan Arsen akui nyalinya menjadi ciut oleh tatapan sang istri .
"Jadi, aku menikah dengan suami orang. Jadi, aku yang kedua ?" Ucap Reyna masih dengan nafas yang memburu.
Dia bangkit dari sofa diikuti oleh Arsen. Arsen mencoba menyentuh tangan Reyna yang langsung ditepis dengan kasar oleh wanita itu.
Plak
Suara tamparan terdengar menggema dilantai atas ini. Arsen memegangi pipinya yang baru saja dapat pukulan maut dari sangat istri. Rasanya sakit juga pikir Arsen. Tenaga istrinya ini tidak bisa diremehkan.
"Aku minta maaf. Semuanya terjadi begitu saja. Dan aku ." Belum selesai Arsen berbicara Reyna sudah mendebatnya
,"Teganya kamu menjadikan aku perempuan hina dengan menjadi yang kedua. Aku sama sekali tidak tertarik padamu Arsen. Kalo saja kamu bilang dari awal aku tidak akan terjebak dengan situasi rumit ini. Ternyata kamu dan Haris itu sama saja. Semua laki-laki egois kecuali suamiku dulu. Aku bahkan sekarang merasa muak melihat mu. Kamu menunjukkan rasa bahagia dari kemarin. Kamu tersenyum padaku seakan mulai menerima ku. Kamu bisa lakukan semua itu sementara ada perempuan lain yang menunggu kamu dirumah." Ucap Reyna dengan pelan namun penuh penekanan. Air matanya pun ikut jatuh bersama suara hatinya.
"Dimana dia ? Atau jangan-jangan dia juga ada dirumah ini?"
Arsen merasa begitu bersalah pada Reyna. Baru tadi dia bisa melihat senyuman wanita ini dan sekarang dia membuatnya menangis. Dia memang merasa sudah keterlaluan. Apalagi ketika Reyna menyinggung suaminya yang dulu. Benarkah tidak ada laki-laki sebaik suaminya itu pikir Arsen.
"Iya, dia juga tinggal disini. Tapi sekarang dia sedang tidak dirumah." Ujar Arsen mencoba berlemah lembut .
Reyna tertawa sinis. " Begitu cintanya kah kamu sama dia sampai kamu menyembunyikannya dari keluargamu ? Kenapa tidak jujur saja ?" Reyna benar tak habis pikir, jika memang Arsen sudah punya istri lalu kenapa masih menikahinya.
Setelah pertanyaan itu terlontar, Reyna baru sadar. Bukankah ia juga melakukan hal yang sama. Sangat mencintai Doni dan rela keluar dari kemegahan keluarganya hanya untuk bisa hidup bersama kekasih hatinya.
"Aku tidak mau seperti ini. Aku mau cerai sekarang juga!" Tegas Reyna.
"Apa ? Reyna aku mohon jangan seperti ini. Ada alasan kenapa aku menikahinya. Oke aku akui aku memang pengecut tidak bisa berkata jujur pada orang tuaku. Tapi Papa akan lakukan sesuatu yang buruk jika kita bercerai." Mohon Arsen yang masih berusaha menggapai tangan Reyna.
"Itu masalah mu." Kata Reyna membuang pandangannya.
" Bahkan untuk melihat mu saja sekarang aku merasa jijik." Lanjut Reyna dengan tatapan mencemooh.
Arsen sampai tersentak kaget mendengar ucapan Reyna.
Jadi ini nona arogan yang dinikahinya. Tapi Arsen tidak memasukkan ucapan Reyna kedalam hatinya.
Sebenarnya Reyna juga tidak benar-benar ingin bercerai sekarang. Ia mengenal sifat Haris Mahendra seperti apa. Ia tidak akan benar- benar peduli pada putri nya itu.
Sebelumnya ia merasa akan bahagia hidup berpisah dari keluarganya. Sebab itu adalah kebebasan baginya
Tapi sekarang ia terjebak dalam hubungan yang rumit.
"Apa istri mu tau kamu menikah lagi ?" Tanya Reyna.
"Iya dia tau." Jawab Arsen singkat.
"Laki-laki serakah." Gumam Reyna. Ia merasa lelah hati dan fikirannya menghadapi masalah yang datang setelah kepergian Doni.
"Dimana kamarku ?" Putus Reyna kemudian.
Dia memutuskan menjalani saja kedepannya seperti apa. Tapi dia akan mengajukan berkas perceraian beberapa bulan dari sekarang. Ia tidak Sudi menjadi orang ketiga dalam rumah tangga wanita lain.
"Disini kamar kita. Ayo aku antar." Kata Arsen menunjuk kamar didepan sofa yang mereka tempati.
"Tidak perlu. Aku bisa sendiri. Suruh orang untuk mengantar koper ku." Ucap Reyna melangkahkan kakinya kearah kamar tersebut.
Brakk..
Reyna membanting pintu dengan keras membuat Arsen terlonjak kaget.
"Maafkan aku Anita, Reyna. Tidak seharusnya aku menyakiti kalian." Gumam Arsen sambil mengusap wajahnya dengan gusar.
Didalam kamar, Reyna menjatuhkan dirinya keatas ranjang king size nya. Ia memejamkan mata. Perlahan air matanya turun sendiri tanpa diminta.
"Aku rindu kamu Doni." Gumamnya sambil memeluk guling.
Tangisannya menggema di dalam kamar. Tapi Arsen tidak akan mendengarnya karena ruangan yang kedap suara.
.
.
.
Happy reading ♥️♥️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments