Kembali ke Perusahaan

  Hari ini Reyna akan kembali bekerja. Sejak tadi ia sudah bersiap-siap. Karena ini hari pertama setelah libur panjangnya dari Perusahaan.

Bukan tanpa alasan kembalinya Reyna ke Perusahaan HK Grup. Tuan Haris berkali-kali memaksanya untuk secepatnya kembali. Sebab HK Grup akan menjalin kerjasama dengan Perusahaan luar, dalam proyek pembangunan Hotel dan tempat wisata.

 Karena peluang bagus inilah, Tuan Haris gencar memberikan ultimatum nya pada Reyna agar segera menduduki kursi kebesarannya sebagai wakil CEO.

"Malas sekali rasanya, kembali bertemu dengan banyak orang ..." Gerutu Reyna sambil mengenakan kemeja kerja nya.

Sebelumnya hal ini sudah ia bicarakan dengan Arsen. Dan Arsen setuju-setuju saja. Arsen juga mengatakan 'asal itu membuatmu senang, lakukan saja.'

Tidak taukah Arsen jika Reyna sangat terpaksa melakukannya.

Dan sejak pembicaraan itu dua hari yang lalu, Reyna selalu memasang wajah jutek tiap kali bertemu Arsen. Bukan wajah dingin tidak peduli seperti biasanya.

Hal itu membuat Arsen bingung. Karena menurutnya ia tidak melakukan kesalahan apapun.

"Selamat pagi Reyna..." Sapa Anita saat Reyna baru muncul di dapur.

Reyna hanya tersenyum simpul. Anita menatap Reyna beberapa saat. Ia nampak cantik dengan setelan kerjanya.

Rok span hitam selutut dipadu dengan kemeja ice blue panjang, serta blazer hitam tersampir di lengannya. Rambutnya ia biarkan tergerai dan high heels hitam melengkapi penampilannya. Untuk beberapa saat Anita dibuat takjub dan minder sekaligus.

Ia akui Reyna memang sangat cantik tiap harinya dengan baju apapun. Namun saat pertama kali melihat Reyna dengan baju kerjanya, aura ketegasan menyelimuti wanita itu.

Setelah membalas sapaan Anita dengan seulas senyuman, ekspresi Reyna langsung berubah saat matanya bertabrakan dengan pandangan Arsen yang berdiri di sebelah Anita dengan membawa secangkir kopi yang masih terlihat mengepulkan asap.

"Non Reyna, ini sudah Bibi siapkan minuman yang mau Non bawa ke Kantor. Semoga rasanya sama seperti buatan Non biasanya." Kata Bi Ningsih menghampiri Reyna dengan membawa sebotol minuman yang berisi beberapa buah-buahan potong.

"Oh iya Bi, makasih banyak ya." Kata Reyna menerima botol tersebut dan diiringi senyum manisnya.

" Kamu mau bawa infus water ke Kantor Rey ? Kenapa tidak minta tolong aku aja. Aku bisa kok buatin untuk kamu." Kata Anita.

"Oh, tidak usah repot-repot Kak. Sebenarnya aku bisa sendiri. Tapi terlalu pagi di dapur buat aku males." Kata Reyna sambil beranjak dari tempatnya dan menuju keluar.

" Mas, kamu tidak antar Reyna ke Kantor?" Tanya Anita yang melihat Arsen masih duduk manis dengan kopinya.

"Tidak. Sepertinya dia tidak mau." Jawab Arsen singkat, padat.

Dan Anita langsung mengerti. Sebab dua hari ini ia merasa Reyna malas berdekatan atau hanya berpandangan mata dengan Arsen.

Karena semenjak Arsen mengantar Reyna periksa ke Rumah Sakit, sikap Reyna sedikit mencair. ia sudah mau bicara bertiga meskipun sedikit. Setidaknya itu yang Anita rasakan.

"Kan kamu bisa coba tawarin. Kali aja dia mau. Inikan hari pertama dia ke Kantor lagi " Kekeh Anita sambil menarik kursi di sebelah Arsen.

"Justru karena ini hari pertamanya, aku tidak mau merusak moodnya. Kalau dari pagi moodnya berantakan, bukan tidak mungkin kerjaannya berantakan juga. Dan pastinya akan banyak bawahannya yang terkena dampaknya." Tutur Arsen sambil menyuapkan sepotong roti ke mulutnya.

Anita terdiam mendengarkan penjelasan Arsen. Apa ini sebabnya tadi pagi Arsen melarang Anita untuk menyuruh Reyna sarapan seperti biasanya. Arsen mengatakan 'kalau memang Reyna ingin sarapan, biar niat itu berasal dari hatinya. Jangan paksa dia.'

'Apa Mas Arsen sudah mencintai Reyna. Sampai memperhatikan hal sedetail ini." Gumamnya dalam hati.

Ia pandangi Arsen yang masih sibuk dengan sarapan nya. 'Apa Mas Arsen pernah melakukan ini padaku?' Tanyanya dalam hati. Kemudian ia tersenyum.

Memang benar, mau sebaik apapun perempuan, perasaan cemburu itu pasti ada. Saat laki-lakinya menaruh perhatian pada yang lain. Meski ia tau, wanita lain itu adalah istrinya juga.

'Ya Allah, apa yang aku pikirkan. Bukankah bagus jika Mas Arsen mulai mencintai Reyna. Dengan begitu, semakin berkurang lah rasa bersalah dalam diri ini.'

"Aku sudah selesai. Aku berangkat ya. Kamu hati-hati dirumah." Pesan Arsen tiap kali akan pergi.

Anita bangkit dan membawakan tas kerja Arsen. Di depan pintu Anita mencium tangan Arsen. Dan Arsen menggantinya dengan mencium kening Anita.

"Nanti Mas makan siang dirumah?" Tanya Anita.

" Sepertinya tidak. Nanti akan ada meeting dengan petinggi HK Grup. Perusahaan keluarga Reyna. Karena ini membahas proyek besar, jadi sepertinya akan lama. " Jawab Arsen tanpa menyadari perubahan raut di wajah istrinya itu.

'Jadi nanti mereka akan bertemu.' Lagi-lagi batin Anita berperang.

" Aku pergi ya. Assalamu'alaikum."

"Waalaikumsalam." Balas Anita sambil melambaikan tangan sampai mobil Arsen hilang dibalik gerbang.

Happy Reading BESTie 🙏

Terpopuler

Comments

Norahsikin Ismail

Norahsikin Ismail

Jgn sikit2 lanjutkan cite nye

2024-11-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!