Disebuah rumah yang mewah nan besar. Yang memiliki luas bangunan yang begitu luas. Berisikan berbagai macam perabotan mewah dan mahal. Hendra tengah duduk santai sambil melihat kolam ikan yang berisikan beberapa jenis-jenis ikan. Dia mulai melamunkan sosok Zahra yang beberapa hari ini tidak dapat dia temui. Beberapa hari ini Zahra memang tidak datang berkunjung di Panti Asuhan. Dan itu membuat Hendra sedikit terusik. Hendra tahu bahwa Zahra telah menikah, tapi sosoknya yang begitu menarik perhatiannya membuat dia tidak menghiraukan setatusnya yang sebagai istri orang. Dia sudah berusaha untuk membuang pemikirannya tentang Zahra, namun tetap saja bayanganya terus saja mengusik ketenangannya. Bahkan rasa yang ia rasakan melebihi perasaannya pada Rere waktu dulu. Perasaannya saat ini lebih besar, dari yang dulu pernah dia rasakan kepada Rere.
"Mungkin aku bisa bertemu dengannya bila aku datang kekampusnya." Pemikiran yang terlintas dikepalanya.
Hendra beranjak dari tempat duduknya dan berjalan pergi. Dia akan pergi kekampusnya Zahra. Berharap bisa bertemu dengannya.
Sampai didepan kampus dia menantikan kemunculan Zahra. Beberapa menit kemudian, Zahra muncul bersama dengan Sisi. Hendra pun menghampirinya.
"Zahra" Panggil Hendra.
"Mas Hendra." Ucap Zahra.
"Apakah kamu ada waktu." Tanya Hendra.
"Aku pergi dulu deh. Kalian lanjutin aja ngobrolnya." Ucap Sisi.
Zahra hanya mengangguk kepada Sisi.
"Ada apa Mas?" tanya Zahra.
"Em... Begini, akhir-akhir ini Laras terlihat sedikit murung. Aku ingin mengajaknya keluar untuk sedikit menghiburnya. Bisakah kamu ikut menemaninya bersamaku? Selain itu Laras juga sudah sedikit nyaman bersamamu. Maka dari itu aku hanya bisa mengajakmu. Bagaimana? Apakah kamu mau?"
Zahra terdiam sejenak mencoba mempertimbangkanya.
"Baiklah, saya akan ikut."
"Baguslah jika kamu bersedia. Kalau gitu kita langsung kePanti saja."
"Iya, Mas"
Mereka berdua menuju Panti untuk menjemput Laras. Saat dijemput memang benar Laras sedikit terlihat lesu dan murung. Mereka pun mengajak Laras masuk kedalam mobil
Hendra menginjak gas melaju menuju tempat yang sudah dia rencanakan.
Disebuah Kebun Binatang akhirnya mereka sampai. Hendra selalu menggandeng tangan Laras saat berada dikebun binatang. Mereka melihat berbagai macam binatang disana. Laras begitu senang. Terlihat sebuah senyum terlukis diwajah Laras. Zahra yang melihatnya juga ikut tersenyum bahagia. Begitu pula dengan Hendra. Dia selalu mencuri pandang untuk memperhatikan Zahra. Jika dilihat mereka tampak seperti sebuah kelurga bahagia yang sedang bersenang-senang.
Laras yang melihat ada seorang penjual es krim, menarik lengan baju Hendra untuk membelikannya.
"Apakaha kamu ingin es krim?" tanya Hendra sambil mentap Laras.
"Hmm" Jawab laras sambil mengangguk.
"Zahra kamu tunggu disini sebentar dengan Laras. Aku akan membeli es krim untuknya." Pinta Hendra
"Baik Mas." Balas Zahra.
Beberapa menit kemudian Hendra datang dengan membawakan Es krim dikedua tangannya.
"Maaf membutmu menunggu lama." Ucap Hendra.
"Gak kok Mas. Belum ada setahun jadi belum bisa dibilang lama. Lagi pula Mas Hendra juga baru beberapa menit meninggalkan kita." Balas Zahra sambil tersenyum
"Kamu ini lucu sekali. Ini untukmu." Hendra tersenyum sambil memberikan Zahra sebuah es krim.
"Terima kasih Mas."
"Sama-sama. Dan ini untuk Laras yang manis." Hendra mengulurkan sebuah
es krim
"Terima kasih." Ucap Laras.
"Sama-sama."
Mereka menikmati es krim sambil duduk melihat para pengunjung lain yang berlalu lalang.
Hendra melihat wajah Zahra yang meninggalka bekas es krim disekitar mulutnya.
"Zahra diwajahmu." Ucap Hendra.
"Memangnya ada apa dengan wajahku?" Zahra menyentuh wajahnya
"Itu ada sisa es krim diwajahmu." Sambil menunjuk wajah Zahra yang meninggalkan sisa es krim.
"Disini? Sudah hilang?" Mengusapnya sembarangan.
"Masih ada."
"Apakah disini?" Zahra mengusap kembali.
"Sudahlah, sini biar ku bantu." Mengusap wajah Zahra dengan tisu.
"Terima kasih" Ucap Zahra.
"Sama-sama."
Setelah cukup lama dikebun binatang. Mereka bertiga mencari tempat untuk makan. Direstoran rose line menjadi pilihan mereka. Laras begitu menyukai makanannya, sampai dia begitu lahap memakannya. Zahra yang melihat prilaku laras hanya tersenyum.
"Apakah makanan itu begitu enak?" tanya Zahra.
"Hmm" jawab Laras sambil mengangguk.
"Jika seperti ini, sepertinya kita harus
sering-sering mengajaknya keluar." Ucap Hendra sambil tertawa kecil
"Dia terlihat begitu menyukainya. Aku jadi ikut senang melihatnya." Zahra yang menatap Laras makan.
Setelah makan mereka kembali ke Panti. Mungkin karena kelelahan Laras jadi ketiduran dimobil.
"Sebaiknya kamu tunggu dimobil saja, aku yang akan membawa Laras masuk. Setelah ini aku akan mengantarmu pulang." Ucap Hendra sambil menggendong Laras yang tertidur.
"Baiklah." Balas Zahra.
Hendra pun kembali setelah membawa masuk Laras.
"Dimana rumahmu, aku akan ngantarkanmu." Tanya Hendra
"Rumah saya........" Zahra tidak meneruskan ucapannya.
Zahra tiba-tiba teringat Azka. Mungkin saja dia akan semakin marah kalau tahu Hendra mengantarkannya.
"Kenapa kamu tidak melanjutkan bicaramu, apakah ada sesuatu?" Tanya Hendra
"Tidak Mas, hanya saja sepertinya Mas Hendra tidak perlu mengantarkan saya pulang. Saya akan turun disini saja" Jelas Zahra
"Tapi saya sudah merepotkamu hari ini dengan mengajakmu keluar. Jadi sudah menjadi tanggung jawabku untuk mengantarkanmu pulang. Aku akan merasa tidak enak bila kamu menolak dan pulang sendiri."
"Tidak apa-apa. Lagi pula hari ini saya juga bisa bersenang-senang berkat Mas Hendra. Jadi jangan merasa tidak enak karena saya. Saya akan naik taksi. Terima kasih Mas Hendra sudah mengajak saya hari ini."
"Kamu serius tidak ingin aku mengntarmu?" tanya Hendra .
"Iya Mas, saya pergi dulu."
"Sepertinya aku tidak bisa memaksamu, kalau begitu baiklah. Hati-hati dijalan. Dan terima kasih juga untuk hari ini."
"Sama-sama Mas."
Hendra menjalankan mobilnya pergi meninggalkan sisi. Sisi menghentikan taksi lalu kembali pulang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Suri Ani
sisi,zahra dan rere knp sering ketukar namanya thor 🙏🙏🏻🙏🏻😄
2021-03-24
0
Nona Cherry Jo
semoga zahra jadian sama hendra ian jodoh di tangan athoor😀🙏
2021-03-22
0
Raidoh Salmaz
jgn ditukar nama pemerannya thor jd bingung bacanya
2021-02-06
0