"tok...tok..tok.." Zahra membuka pintu.
"Loe udah siap apa belum, keburu siang nie?" ucap Azka.
"Iya mas... ini udah kog, sebentar saya ambil tas dulu." zahra pergi mengambil tas kedalam.
Kali ini azka menemani zahra untuk berkeliling kota venesia.
"Loe mau kemana dulu?" tanya azka.
"Em... gimana kalau ke Doge's Palace?"
"Ha...Doge's Palace? apa selama disini loe belum pernah kesana?"
"Selama saya disini hanya sempat mengunjungi St Mark's Square dan tempat yang dikunjungi mas sama mbk Rere waktu itu."
"Jadi... ternyata selama disini loe hanya membuang-buang waktu berdiam diri dihotel begitu. Sungguh loe memang orang yang gak bisa diharepin. Sayang sekali tiket pesawat yang gwe beliin buat loe."
"Saya memang gak tau mau berkeliling kemana saja saat saya disini. Pemandu tur waktu itu saja hanya mengkuti kemana langkah saya pergi jadi saya bingung mau kemana. Jadi itu semua bukan sepenuhnya kesalahan saya."
"Baiklah kalau begitu kita mulai dari Doge's Palace terlebih dahulu."
Doge's Palace adalah sebuah musium yang terkenal di St Mark's Square. Musium ini merupakan istana megah yang bergaya Gotik Venesia. Doge's Palace ini pula merupakan kediaman Doge's Venesia yang merupakan otoritas tertinggi Republik Venesia. Tak cuma itu, dimusium ini juga menyimpan karya-karya seniman terkenal untuk dipamerkan.
Zahra begitu kagum dengan karya seni yang dipamerkan di musium ini. Memberikan kesan kemewahan sama seperti musium ini.
"Bagaimana masih mau lanjut?" tanya Azka.
"Tentu mas, kita mau kemana lagi?" zahra yang balik bertanya.
"Kita akan ke Carror Museum, memang sie sama sama musium tapi musium ini lebih banyak karya seni yang dipamerkan disana."
"Kalau begitu, saya tak sabar untuk melihatnya."
Mereka berdua menuju Carror Museum. Saat disana pandangan zahra tak bisa terlepas dari melihat lukisan yang dipamerkan. Terlihat dia begitu mengagumi lukisan-lukisan tersebut.
Sementara Azka yang tak bosan-bosannya memandangi wajah zahra yang tetlihat begitu imut saat melihat lukisan-lukisan tersebut.
"Oke, kita lanjutkan untuk pergi ke Rialto Bridge."
"Tapi kondisi mas baik-baik saja kan?" zahra yang sedikit mencemaskan azka.
"Loe gak perlu khawatir, gwe baik-baik aja kog. Lihat badan gwe seger buger kayak gini apa yang kamu cemaskan."
"Baiklah kalau begitu mas, aku rasa mas juga sudah sagat sehat hari ini."
"Tentu saja."
Selanjutnya Mereka menuju ke Rialto Bridge yang merupakan salah satu jembatan yang terkenal di Venesia. Jembatan ini merupakan jembatan permanen pertama di Venesia yang dibangun untuk melewati kanal besar di Venesia-Italia. Jembatan Rialto Bridge ini menghubungkan dua jalan yang paling ramai dikota yaitu San Marco ke San Polo. Keindahan jembatan ini pun sudah banyak yang diabadikan oleh para seniman lewat lukisan mereka. Tak heran banyak turis yang datang hanya sekedar untuk berfoto.
Begitu juga yang dilakukan zahra dan azka saat ini. Mereka berfoto bersama sebagai tanda bukti untuk mama dan papa dirumah.
Mereka berdua begitu tampak terlihat bahagia. Bahkan mereka berdua bisa tertawa bersama. Merupakan suatu hal kemajuan untuk mereka brdua.
Tempat yang terakhir yaitu Burano. Untuk dapat kesana mereka membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan menggunakan perahu.
Tempat ini merupakan sebuah pulau di Laguna Venesia Utara. Pulau ini begitu terkenal akan pembutan rendanya begitu pula dengan banyaknya bangunan yang
berwarna-warni dan air disekitarnya yang berwarna kehijauan.
Zahra begitu terpesona dengan pulau Burano ini. Tak cuma kanal-kanalnya yang terlihat indah namun bangunanya yang penuh warna warni menarik perhatian zahra. Ia tak mau ketinggalan untuk bisa mengabadikan keindahan pulau ini.
"Mas Azka...!"
"Hem..."
"Bisakah mas azka memfoto saya disana?"
"Tentu saja, tapi harga untuk foto karya gwe sangat mahal. Gimana masih mau??" gurau Azka.
"Jika itu sangat mahal maka saya akan mempertimbangkanya untuk berbicara dengan mama." zahra yang pura-pura mengancam.
"Tak disangka ternyata loe sudah mulai berani menggunakan ancaman kepadaku. Kalau begitu okelah...untuk hari ini gratis." azka tersenyum.
"Karna tidak punya pilihan makanya mas azka mau." Zahra tertawa kecil.
Zahra dan azka berjalan menelusuri pulau tersebut. Disepanjang perjalanan warna warni dan corak bangunan begitu sangat menggemaskan membuat zahra tak bisa menahan diri untuk tidak berfoto. Azka yang diam-diam memotret zahra dengan smartponenya berhasil mengambil foto tanpa diketahui oleh zahra.
"Bagaimana menurut loe untuk hari ini?" tanya Azka
"Em... menurut saya hari ini adalah hari yang menyenangkan bagi saya. Karna mas sudah menunjukkan tempat-tempat yang indah kepada saya. Saya rasa ucapan terima kasih saya tak akan cukup untuk membayar ini semua."
"Jadi apa yang akan loe berikan agar cukup untuk membayarnya.?"
"Bagaimana dengan sebuah masakan yang sepesial, apakah itu cukup?"
"Em....jika itu memang benar masakan yang sepesial, mungkin bisa untuk dipertimbangkan." berpura-pura sok jual mahal.
"Baiklah saya akan menebus kebaikan mas azka hari ini dengan sebuah masakan yang sepesial setelah kita pulang ketanah air."
Azka hanya membalas senyuman dengan tertawa kecil.
"Sepertinya sudah waktunya untuk kita pulang" ucap azka.
"Iya mas, Kita juga perlu beristirahat, besok kan kita akan kembali ke Indonesia."
"Loe bener juga."
Mereka pun kembali kehotel. Didepan kamar Azka, Rere sudah menunggu lama kedatangan azka.
"Oh.... jadi kalian berdua
bersenang-senang hari ini. Sungguh kejadian yang sangat langka untuk dilihat."
"Apa yang sedang kamu bicarakan Re?"
"Sepertinya bulan madu kalian berjalan lancar. Selamat semoga kalian cepat diberikan momongan. Sepertinya juga itu aja yang pengen aku sampaikan, kalau begitu selamat malam untuk kalian." Rere berjalan pergi.
"Sepertinya mbk Rere salah paham mas." ucap zahra.
"Untuk apa dia salah paham. gwe sama dia kan gak ada hubungan apa-apa. Jadi untuk apa dia salah paham."
"Sudahlah mas, gak usah berpura-pura lagi. Saya sudah tau hubungan mas dengan mbk Rere. Jadi sebaiknya mas kejar saja mbak Rere dan menjelaskan tentang apa yang terjadi."
"Jadi kamu sudah tahu hubunganku dengan Rere. Tapi sejak kapan?"
"Itu gak penting. Yang terpenting sekarang mas gak mau kan kehilangan mbk Rere, jadi mas kejar mbk Rere sekarang sebelum terlambat." tegas zahra.
"Maafkan gwe zahra" berlari meninggalkan zahra sendiri untuk mengejar Rere.
"Meskipun hati saya sakit mas, namun demi melihat mas bahagia saya rela. Dan untuk hari ini yang sudah mas berikan kepada saya, saya sungguh-sungguh bahagia. Itu pun sudah cukup untuk saya." Ucap zahra dari dalam hati. Zahra pun hanya bisa menangis didalam kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Rahmaditha
menyakitkan sekali
2021-05-15
0
Lenny Marlina
kalau saya jadi zahrah, saya tidak mau sakit hati, lebih baik pisah dan memilih jalan masing masing, toh didunia novel bukan Azka saja cowo yang lebih baik dari Azka😝😝
2021-04-04
0
Nona Cherry Jo
bego tiada duanya si zahra....
2021-03-22
0