Alunan musik seakan menyambut orang yang baru saja datang.
Hiasan dekorasi yang begitu menarik untuk dipandang, berikan nuansa kehangatan yang terasa nyaman untuk berbincang dengan santai. Suguhan hidangan mewah tampil cantik diatas meja. Semua yang datang terlihat menawan dengan tampilan berkelas mereka.
Apalagi untuk 4 pemuda tampan pewaris dari keluarga-keluarga terkaya yang begitu terpandang.
Mereka seakan memiliki daya tarik magnet yang begitu kuat. Membuat semua hati begitu mudahnya terpikat.
Tak bosan rasanya mata berlama-lama menatap mereka. Yang memiliki julukan The Leader. Tapi satu anggota dari mereka kelihatanya masih belum datang.
The Leader terasa tak sempurna tanpa sosok kehadirannya.
"Kemana dia, kenapa belum datang juga?" keluh Leo anggota The Leader yang paling gak sabaran.
"Mungkin dia lagi main-main sama istri barunya, hahaha." jawab Alex anggota The Leader yang paling suka bercanda.
"Bukankah itu dia?" Ucap Hendra anggota The Leader yang terkenal paling baik hati sambil menunjuk seseorang yang baru saja masuk dari pintu.
"Tapi dengan siapa dia?sepertinya bukan istrinya". Leo yang menatap kearah kedua temanya.
" Dia datang bersama Rere." jawab Hendra menatap seorang gadis yang bersama Azka.
" Sepertinya akan menjadi hal menarik kali ini." Alex tersenyum licik.
"Sorry gwe telat" ucap Azka yang baru saja datang.
"Is okey, Tapi sepertinya lo membawa tamu yang cukup menarik hari ini.?" Alex dengan pandangannya yang menyelidik.
"Oh kebetulan istri gwe gak bisa dateng jadi gwe ajak Rere buat nemenin gwe."
"Kalian gak keberatan kan, aku juga ikut datang?" tanya Rere yang sedikit canggung.
"Tentu, kita malah senang kamu disini. Anggap saja kita sedang bernostalgia. Bukan begitu kawan?" Balas Alex.
"Bener banget Lex, lagian udah lumayan lama juga kita gak ketemu." Ujar Leo.
"Em... sudah lama tak bertemu, kamu semakin cantik aja Re." goda Alex.
"Benarkah...? sepertinya aku harus
berterima kasih untuk itu." ucap Rere
"Ha..ha..ha... sepertinya ucapan
terima kasihmu tidak cukup. Bagaimana kalau kamu menikah saja denganku.?" tersenyum jail.
"Boleh juga, Tapi sepertinya kamu harus lebih berusaha lagi."
"Bukanya Azka sudah menikah. Jadi apakah masih ada seseorang lagi yang kamu harapkan?" Tanya Alex dengan pandangan menyelidik
"Apa kamu sudah beralih pekerjaan menjadi reporter sekarang Alex? begitu banyak pertanyaan yang kamu ajukan, sungguh merepotkan." Azka yang memotong perbincangan.
" Ha...ha..ha aku hanya bercanda, jangan terlalu serius." ucap Alex.
"Sepertinya begitu sibuk lo Hen di Amerika, sampai gak sempet kumpul-kumpul sama kita.?" tanya Azka
"Oh itu, gara-gara bisnis disana ada sedikit masalah, jadi gwe gak sempet ketemu sama kalian. Tapi tenang aja, sekarang gwe bakal tebus itu semua." jelas Hendra.
"Ha..ha..ha, akhir-akhir ini kita semua juga sibuk dengan urusan masing-masing jadi jarang ada waktu, jadi malam ini kita harus bersenang-senang okey." tegas Leo.
"Bersulang" semuanya mengangkat gelas masing-masing. Bersenang-senang sampai mabuk. Hanya Rere dan Hendra yang masih memiliki sedikit kesadaran.
"Aku mau kebelakang sebentar." izin Rere, berjalan meninggalkan mereka.
Setelah beberapa menit Rere keluar dari toilet, ia dikejutkan dengan keberadaan Hendra yang ada didepannya.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Hendra
"Seperti yang kamu lihat sekarang, aku begitu sangat baik."
"Azka sudah menikah, sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku rasa itu gak ada hubunganya denganmu. Kalau tidak ada yang lain, aku balik dulu." ucap Rere yang sedikit tak senang.
Sesaat Rere sudah kembali, semua temannya telah mabuk berat. Tak memungkinkan lagi harapan Rere untuk diantar Azka pulang saat ini. Begitu pula sebaliknya Rere yang tak bisa mengantarkan Azka pulang. Akhirnya Hendra yang mengantar Rere pulang.
Sementara itu Zahra yang berada dirumah begitu mengkwatirkan suaminya yang belum pulang-pulang.
"Dimana mas Azka? Sudah selarut ini kenapa belum pulang-pulang. Semoga tidak terjadi sesuatu kepadanya." kecemasan dalam hati Zahra.
Ting tong....ting tong... Suara bel rumah berbunyi. "Mungkin itu mas Azka." zahra bergegas pergi membukakan pintu.
"Krett" suara pintu terbukak.
"Astagfirulahhaladim, Maz Azka? Apa yang terjadi padamu mas.?" raut wajah Zahra yang masih terkejut.
"Pak Azka tadi kebanyakan minum, jadi saya disuruh untuk mengantarkannya sampai rumah." ucap seseorang setengah baya yang telah mengantar Azka.
"Terima kasih banyak ya pak, sudah mengantarkan suami saya dan saya minta maaf sudah merepotkan bpk". Balas Zahra.
"Tidak apa-apa buk, sudah jadi tugas saya. Kalau begitu saya pamit pulang dulu."
"iya, sekali lagi terima kasih pak."
"Sama-sama buk".
Zahra berjalan masuk sambil memapah Azka yang sedang mabuk. Selama dipapah Azka slalu berbicara nglantur.
"G..we.. gak mau pulang. Gwe ma...sih pingin minum. Hay.... kemana kalian se..mua.." ocehan Azka yang tak jelas.
"Harusnya mas gak minum." ucap Zahra yang masih memapah Azka.
"Gi...mana.. gwe... gak minum, udah ter..lalu ba...nyak beban kebe...cian yang gwe...tanggung. Capek...gwe..." Azka yang masih bisa menjawab.
"Tapi kan gak harus minum kan mas."
"Tum...ben ba..nget kamu cerewet si Re. Kamu... mau... aku hukum ya...ha..." Azka tersenyum aneh.
"Re.... kenapa mas Azka memanggil Re.. mungkinkah itu mbak Rere. Apa hubungan mereka sebenarnya." pertanyaan dalam hati Zahra.
"Nah.... akhirnya kamu... bisa diem juga. Kalau ...gitu... aku akan mem..beri..kan hadiah... untukmu..." tangan kanan Azka meraih wajah Zahra yang begitu dekat dengannya.
"Cup" sebuah ciuman Azka mendarat dibibir Zahra.
"Aku...men..cintaimu..Rere." suara Azka yang terdengar lirih.
"Kenapa dadaku terasa sesak mendengar Mas Azka memnyebut nama mbak Rere. Mengapa harus menganggapku adalah dia. mengapa....??" batin Zahra. Dengan tanpa sadar buliran bening berjatuhan membasahi pipi merahnya.
Zahra merebahkan tubuh Mas Azka ditempat tidur tamu. Dia takut mas Azka marah kalau dibawa kekamar utama. Jadi hanya pilihan itu yang bisa ia pilih. Melepaskan sepatu dan jas Azka. Menyelimutinya dengan hangat. Kemudian ia berlalu pergi. Zahra kembali kekamarnya dengan membawa sebuah kenyataan yang menyakitkan. Kenyataan bahwa suaminya mencintai orang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
fitriani
y allah sakitnya jadi zahra
2022-11-25
0
Kris Wanti
Azka minta di kasih karma berat ini 😤😤😤
2020-10-17
0
susi naini
gue /gwe Thor.
2020-10-16
3