"Sial gara-gara kebanyakan minum, kepala gwe jadi sakit" Azka yang telah bangun dari tidurnya.
"Apakah dia yang menyiapkan ini?" melihat semangkuk bubur diatas meja.
"Peduli amat.... gwe gak sudi makan buatan dia, lebih baik gwe siap-siap berangkat kekantor."
"tok tok tok" zahra mengetuk pintu
"Mas...mas Azka..." zahra mencoba memanggil. Tidak ada respon. Terpaksa Zahra masuk untuk mengantarkan minuman herbal padanya.
"Kreett" suara pintu kamar mandi terbuka.
"Siapa yang mengizinkan lo masuk??" ucap Azka yang keluar dari kamar mandi.
"Saya tadi sudah mengetuk dan memanggil Mas, tapi gak ada jawaban makanya saya terpaksa masuk untuk mengantarkan ini untuk Mas." jelas Zahara
"Gak usah sok perhatian deh, gwe gak butuh perhatian dari lo. Bagi gwe pernikahan ini cuma pura-pura jadi lo gak usah terlalu serius dan ngarep lebih dari gwe. Kita urusi urusan masing-masing, gak perlu ikut campur. Tapi ada satu hal yang perlu lo inget, didepan keluarga dan orang-orang terdekat kita harus tetap berpura-pura selayaknya pasangan suami istri. Selain itu lo bebas nglakuin apa aja, mau pacaran, bersenang-senang, cari simpanan, terserah lo. Yang penting jangan sampai ketahuan keluarga dan yang lainya. apa lo udah ngerti sekarang?"
"Iya mas..." Zahra tak bisa berbicara apa-apa. hanya bisa menyetujuinya.
"Sebaiknya sekarang lo pergi, dan lain kali jangan masuk sebelun gwe izinin masuk."
Zahra melangkah pergi dengan perasaan hancur. sudah tak ada tempat bagi Zahra didalam hatinya. Mungkin ini sudah jadi Takdir yang harus diterimanya.
Hari ini Zahra sudah mulai masuk kuliah. Zahra sedikit senang karna ia tak bosan lagi hanya berdiam diri didalam rumah. Setidaknya ia dapat merasakan udara luar dan dapat bersosialisasi dengan orang lain.
"Bruk" zahra menabrak seseorang.
"Maafkan saya, saya tidak sengaja" sambil memunguti buku yang berjatuhan.
"Is okey, no problem" mengambil bukunya kembali.
"Maaf saya buru-buru, jadi saya harus pergi sekarang. sekali lagi saya minta maaf." ucap Zahra
"Iya gak papa"
"tunggu nona kau menjatuhkan ini." ucap seseorang yang ditabrak Zahra, namun terlambat zahra sudah berlari pergi.
"ya sudahlah"
"Alhamdulilah belum terlambat, kelasnya belum dimulai."batin Zahra.
" Permisi bolehkah saya duduk denganmu." ucap zahra.
"Oh tentu saja, silahkan"
"terima kasih"
"Sepertinya baru kali ini aku melihatmu, apakah kamu mahasiswi baru disini?"
tanya seseorang yang duduk disebelahnya.
"iya, saya pindahan dari Bandung. Ini hari pertama saya masuk kuliah disini." jawab zahra.
"Oh kalau gitu kenalin aku Sisi" mengulurkan tangan
"Aku Zahra" membalas uluran tangan Sisi.
"Sepertinya kita akan cepat akrab." tersenyum dengan menggaruk-garuk kepala.
"Semoga saja, karna aku juga belum terlalu punya banyak teman saat ini."
"Selesai kuliah kamu ada acara gak?" tanya sisi.
"Sepertinya gak ada."
"Gimana kalau entar selesai kuliah kamu ikut aku?"
"Ikut kamu?? emang kamu mau ajak aku kemana?"
"Mau ngajak kamu bersenang-senang anggep ajak kita lagi ngrayain kedatangan kamu kekampus. okey kan??"
"Baiklah, tapi sore aku sudah harus pulang."
"Sip deh, ntar aku yang anterin pulang. heheh"
Setelah beberapa jam selesai kampus, akhirnya Zahra dan Sisi keluar.
"Kita makan dulu gimana?" ajak Sisi
"Heem, aku juga udah lapar" ungkap Zahra.
"Mau makan apa?"
"Apa aja boleh deh."
"Okey.. kalau gitu ketempat biasanya aku makan aja. aku jamim ntar kamu jadi ketagihan buat makan disana ."tutur Sisi
"Hem...okey" Zahra tersenyum mengajukan jempolnya.
Sampailah mereka disebuah cafe. Mereka memilih duduk didekat jendela kaca. Memesan 2 porsi makanan dan minuman.
Mengobrol dengan santai.
"Jadi kamu udah nikah.?" Sisi yang terkesan kaget.
"Iya, makanya aku pindah kekota ini mengikuti suami."
"Wah... kirain kamu masih jomblo. Trus sekarang kamu tinggal didaerah mana???"
"Dicilandak jakarta selatan"
"Wah itu kan kawasan elit. Pasti suamimu bukan orang sembarangan iya kan.?"
"Kamu itu lo ada-ada aja. suamiku itu sama seperti kebanyakan orang, punya hidung,mata,mulut dan lainnya."
"Yah... kamu zah...malah bercandak."
"Habisnya kamu aneh-aneh aja." tertawa pelan.
"Okey kalau gitu kita buruan habisin nie makanan, selanjutnya kita akan pergi kemall."
Sisi yang begitu antusias. Zahra hanya tersenyum melihat sisi yang begitu bersemangat.
Hari sudah semakin sore Zahra dan Sisi cukup bersenang-senang hari ini. mereka akhirnya memutuskan untuk pulang. Sisi mengantarkan Zahra pulang kerumah.
"Wah..wah..wah.. rumah disini besar-besar pantesan aja disebut kawasan elit. Yang mana rumahmu Zah..?"
"Didepan masih melewati dua rumah lagi setelah ini."
"Apakah yang ini??" tanya Sisi
"Iya yang itu.."
"Gila... besar banget rumahmu Zah...kelihatanya rumahmu yang paling mewah dari semuanya." ucap Sisi
"Gak usah berlebihan seperti itu, lagian ini rumah juga bukan punyaku. ini semua milik suamiku."
"yah kamu zah... harta suamimu kan sama saja punya kamu juga kan. semua sama saja."
"Udah-udah kog malah jadi bahas rumah, kamu mau mampir dulu??" tawar Zahra
"Gak deh... makasih. Kapan-kapan aja soalnya mamah udah nyuruh pulang cepet nie." jawab Sisi.
"Oh kalau gitu makasih ya buat hari ini udah ngajak aku jalan-jalan, makasih juga buat tumpanganya."
"Okey sama-sama, sampai ketemu lagi besok dikampus. Daaa...." melambaikan tangan
"Eem... daaa..." Zahra membalas lambaian tangan sisi.
"Alhamdulilah sampai rumah." Zahra memasuki kamar. Merebahkan sebentar tubuhnya diatas tempat tidur. Ia merasa bersukur hari ini dia mendapatkan seorang teman yang baik. Setidaknya dia dapat sedikit membuatnya tenang dari perasaannya yang terluka.
"Tring..tring..tring..." handpone zahra berbunyi.
"Halo, Assalamualaikum zahra."
"Waalaikumsalam ada apa mah?"
"Jadi begini malam ini papa mama dan Ratna sepakat akan kesana dan sepertinya kami akan menginap untuk beberapa hari apakah kamu gak keberata untuk itu Zahra??" ucap mamah ditelepon.
"Tentu saja tidak mah, aku dan Mas azka malah seneng kita sekeluarga bisa kumpul bersama."
"Syukur lah kalau begitu. Kamu memang menantu mamah yang paling baik. Oh ya mama belum sempet ngabarin Azka soal ini, jadi tolong kamu yang kasih tau Azka ya."
"iya mah, mamah gak usah hawatir nanti biar Zahra yang kasih tau Mas Azka."
"Terima kasih sayang, mama tutup dulu teleponya ya."
"iya mah, sama-sama."
"Assalammualaikum."
"Waalaikumissalam" zahra menutup teleponya.
"Aduh gimana ini, mama papa mau kesini, aku harus secepnya kasih tahu mas Azka nih."
Zahra menelepon Azka.
"Asalamualaikum Mas."
"Waalaikumsalam, ada apa lo telepon gwe?"
"Tadi mama telpon, katanya mama papa dan Ratna mau datang kerumah malam ini. Rencananya mereka juga mau nginep beberapa hari. Trus aku harus gimana mas?"
"Wah gawat klau gitu. Lo beresin kamar gwe. terus taruh beberapa setel pakaian gwe jadi satu dikamar lo. Jangan lupa beresinya yang detil jangan sampai ada sesuatu yang bisa mencurigakan kalau kita gak satu kamar. Gwe secepetnya akan balik."
"Iya Mas, saya tutup teleponya.
"Assalamualakum."
"Waalaikumsalam."
Zahra bergegas mengerjakan apa yang dikatakan Azka ditelepon. Tak lupa ia juga menyiapkan makan malam buat kedatangan mereka semua. Hari ini hari yang cukup menyibukkan bagi Zahra. Zahra mencoba menyiapkan segala sesuatunya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Andhina
lanjut tin
2020-09-13
2
Foni Trisnawati
manggilnya jgn lo guwe dong rada aneh ....
2020-09-09
7
Mira Putri Putry
q yakin suatu saat tuh si azka bkl suka m zahra
2020-05-21
2