Episode 5 Kunjungan Papa Mama

Malam yang begitu menegangkan. Semuanya berkumpul dimeja makan. Mama dan papa yang datang secara mendadak membuat Azka dan Zahra cemas. Mereka berdua belum cukup persiapan untuk ini semua. Apalagi mereka berencana untuk menginap, sunggguh merepotkan.

"Sayang, apakah kamu sendiri yang memasak semua ini??" tanya ibu dengan melihat semua makanan yang telah tersaji.

"Iya ma, jadi mohon maaf kalau saja masakanya tidak seenak makanan yang ada direstoran-restoran."

"Apa kamu bercandak sayang, ini semua sudah lebih dari masakan restoran. Semua masakanmu ini begitu istimewa, mengingatkan mama pada saat dikampung halaman dulu." jelas mama

"Iya nak Zahra. Menurut kami makanan enak tidak datang dari restoran ternama atau termahal. Tapi masakan yang enak itu, bila dimasak penuh cinta dan dimakan bersama orang yang kita sayang itu sudah cukup membuat makanan itu terasa enak. Jadi kamu gak perlu merendah begitu." Tambah papa.

"Iya bener itu Pa. Lagian masakan mbak Zahra juga gak kalah sama masakan restoran. Bisa-bisa gendut Ratna bila tiap hari mbak Zahra yang masak. hehehe" Ucap Ratna yang tertawa pelan.

"Terima kasih papa mama dan juga Ratna. saya senang sekali kalian semua bisa menikmati masakan saya." Jawab Zahra sambil tersenyum senang.

Azka yang mendengar itu semua merasa tak senang. Namum dia tak dapat memperlihatkan ketidak senanganya didepan mereka semua. Dia berusaha untuk tetap tersenyum.

"Masakan apaan ini semua, begitu kampungan. Mendinangan juga masakan restoran lah. Trus ngapain mama papa

muji-muji dia segala, ini lagi si Ratna ikut-ikutan ." kata Azka dalam hati.

Namun apalah daya demi kesuksesan sandiwaranya Azka terpaksa memakan masakan Zahra, walau pun didalam pemikirannya penuh dengan penolakan.

Tapi saat satu suapan mendarat pada mulutnya, Azka merasakan ada sesuatu yang meledak dalam mulutnya.

Ia baru pertama kali merasakan masakan yang seperti ini.

"Sepertinya aku menarik kembali kata-kataku tadi untuk makanan ini. Sebenarnya makananya memang pantas untuk mendapatkan pujian." batin Azka yang meneruskan makan.

"Sepertinya kak Azka harus bersyukur mendapatkan istri seperti kak Zahra, bener kan kak??" goda Ratna

"Em... tentu saja. Aku begitu beruntung mendapatkan istri yang seperti zahra. Tak cuma cantik, dia juga jago memasak pula. Sungguh suatu hal yang patut untuk disyukuri." ucap Azka sambil meraih tangan Zahra yang berada disampingnya.

Sedangkan Zahra hanya tersenyum malu mencoba mengimbangi peranan yang dimainkan Azka.

"Oh ya sayang, bagaimana suasana dilingkungan sekitar sini? apakah kamu menyukainya?" tanya mama.

"Alhamdlilah ma, suasananya sangat enak, apalagi para tetangga juga lumayan

ramah-ramah. Cuman..." berhenti berbicara.

"Cuman..... apa sayang??"

"Cuman.... apa gak terlalu berlebihan rumah yang kami tempati sekarang ini? maksud zahra, yang tinggal kan cuman mas Azka dan saya, apa gak terlalu berlebihan memberikan hadiah rumah yang sebesar ini??" Terang Zahra.

"Oh tentu tidak sayang. Ini semua sudah kami persiapkan untuk kalian berdua jauh-jauh hari sebelum kalian menikah. Jadi buatlah

banyak-banyak cucu biar rumah ini tidak nampak besar untuk kalian berdua. hehehe" mama dengan senyuman jailnya.

"Sepertinya mama terlalu berharap berlebihan, apakah mama gak kasian kalau zahra kelelahan karna memiliki banyak anak?"

Ucap Azka.

"Begitukah menurutmu, kalau gitu mama akan

mempekerjakan setidaknya 100 orang untuk membatu kalian merawat calon cucu-cucuku bagaimana menurut kalian.?" Ide mama.

"Terima kasih untuk perhatian mama. Tapi sepertinya saya dan Mas Azka belum kepikiran sampai kesana. Jadi saya mohon untuk pengertiannya." jelas Zahra

"Baiklah mama mengerti. Mama akan bersabar untuk itu." balas mama

"Azka... kamu kan baru saja menikah, jadi menurut papa kamu akhir-akhir ini tak perlu terlalu serius dengan urusan kantor. Papa ingin kamu dan zahra pergi untuk berbulan madu, terserah kalian mau kemana. Sementara soal pekerjaan gak usah kuwatir, serahkan itu semua kepada sekertaris Roby. Papa yakin kamu gak kebetatan untuk itu?" kata-kata papa.

"Tapi pa, ada pekerjaan yang semestinya tidak aku tinggalin." Azka yang beralasan.

"Sudahlah...kamu tenang saja, papa percaya kalau Roby dapat mengatasi itu semua. Yang perlu kamu pikirkan sekarang adalah kemana kalian akan pergi untuk berbulan madu. Cukup simpelkan...?"

"Kalau itu yang papa inginkan, sepertinya aku sudah tak dapat untuk menolaknya. Baiklah Zahra dan aku akan memikirknya."

Acara makan malam telah selesai, mereka pun semua sudah cukup lama untuk mengobrol. Sedangkan sekarang, malam sudah semakin larut. Mereka putuskan untuk memasuki kamar masing-masing. Azka dan Zahra terpaksa tidur dikamar yang sama.

"Kalau bukan karna papa dan mama disini,

gwe gak bakalan mau satu kamar sama lo.

Jadi gwe harap lo dapat berhati-hati.

Berhubung gwe masih punya hati nurani, lo boleh tidur dikasur sedangkan gwe akan tidur disofa." jelas Azka.

"Iya Mas. Saya juga ngerti, jadi mas gak perlu kuwatir. Terima kasih juga mas sudah membiarkan saya untuk tidur diranjang."

"Sudahlah cepetan tidur sana." perintah Azka.

"Baik Mas."

Zahra merebahkan tubuhnya diatas ranjang. membiarkan rasa lelah memakan semua pemikiran dalam benaknya. Melepaskan beban dalam tidurnya. Bertahan dengan doa yang selalu ia panjatkan kepada tuhan yang selalu berada disisinya. Semoga mimpi indah tak segan untuk menghampirinya dalam tidur lelapnya.

Sedangkan Azka yang tidur disofa mulai kepikiran permintaan ayahnya sewaktu makan malam tadi. Menurutnya itu bukan perjalanan bulan madu tapi lebih tepatnya perjalanan madu beracun.

"Semakin lama semakin merepotkan" ucap Azka pelan.

"Kreet" suara pintu yang terbuka

"Apa kalian sudah tidur??"

"Mama ngapain malam-malam kesini? terus kenapa gak mengetuk dulu sebelum masuk?" ucap Azka yang sedikit terkejut dengan kedatangan mama.

"Mama tadi udah ngetuk pintu tapi kamunya aja yang gak denger. Mama kesini mau nanya dimana zahra menyimpan selimut. Badan mama terasa kedinginan jadi mau minta tambahan selimut. Trus kamu ngapain malah tiduran disofa?"

"Em.....soal itu. Azka tadi lagi baca buku trus gak tau malah jadi ketiduran. Mama mau cari selimutkan, sebentar biar Azka ambilin." berjalan mengambil selimut.

"Ini ma selimutnya." sambil mengulurkan selimutnya.

"Okey mama mau kembali kekamar dulu.

Oh ya...buat kamu Azka jangan keseringan ketiduran disofa, nanti mama gak bisa

cepet-cepet nimang cucu, inget itu." peringatan dari mama.

"Iya...ma..."

"Selamat tidur sayang"

"Selamat tidur ma"

Mama berjalan keluar meninggalkan kamar Azka. Disaat itu juga Azka merasa begitu lega. Mamanya tidak mencurigainya. Untuk berjaga-jaga, Azka memutuskan untuk tidur diatas ranjang bersama Zahra.

Tentu saja Azka tak mau melakukan itu, tapi mau bagaimana lagi. Dia tak mau ambil resiko bila

sewaktu-waktu mamanya datang dengan

tiba-tiba. Memang hanya dengan mengunci pintu kelihtanya cukup menyelesaikan masalah. Tapi dengan sifat mama yang begitu sangat dikenal Azka.

Tidak suatu hal yang mungkin untuk mama memiliki duplikat kunci kamar. Jadi dia putuskan untuk tidak ambil resiko dan tidur satu ranjang dengan Zahra.

Dimalam ini dikamar yang sama dan diranjang yang sama pula, mereka berdua menghabiskan malam.

Terpopuler

Comments

Muhayati Imuh

Muhayati Imuh

ga segitu juga kali ampe 100 pekerja , ???

2021-03-08

0

Khusnul Maratus Soliah

Khusnul Maratus Soliah

bucin ntar lama2 si azka mah...

2020-09-16

2

Andhina

Andhina

lanjut

2020-09-13

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Pesta Pernikahan
2 Episode 2 Sarapa Pagi
3 Episode 3 Perayaan Penyambutan
4 Episode 4 Teman Baru
5 Episode 5 Kunjungan Papa Mama
6 Episode 6 Panti Asuhan
7 Episode 7 Membeli Kue
8 Episode 8 Bulan Madu
9 Episode 9 Kilas Balik
10 Episode 10 Festival Topeng
11 Episode 11 Jalan-jalan
12 Episode 12 Pulang ke Rumah
13 Episode 13 Suara Petir
14 Episode 14 Makan Siang
15 Episode 15 Pergi Ke Mall
16 Episode 16 Azka yang kembali Marah
17 Episode 17 Teraktiran
18 Episode 18 Rencana Hendra
19 Episode 19 Zahra yang Ingin bicara
20 Episode 20 Pesta Opening Resort
21 Episode 21 Zahra yang Menghilang
22 Episode 22 Anting-anting
23 Episode 23 Sikap Zahra
24 Episode 24 Kemarahan Azka
25 Episode 25 Kabar dari Desa
26 Episode 26 Menanam Padi
27 Episode 27 Candaan Azka
28 Episode 28 Malam penyatuan
29 Episode 29 Ayunan
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 30
41 Episode 31
42 Episode 32
43 Episode 33
44 Episode 34
45 Episode 35
46 Episode 36
47 Episode 37
48 Episode 38
49 Episode 39
50 Episode 40
51 Episode 41
52 Episode 42
53 Episode 43
54 Episode 44
55 Episode 45
56 Episode 46
57 Episode 47
58 Episode 48
59 Episode 49
60 Episode 50
61 Episode 51
62 Episode 52
63 Episode 53
64 Episode 54
65 Episode 55
66 Episode 56
67 Episode 57
68 Episode 58
69 Episode 59
70 Episode 60
71 Episode 61
72 Episode 71
73 Episode 63
74 Episode 64
75 Episode 65
76 Episode 66
77 Episode 67
78 Episode 68
79 Episose 69
80 Episode 70
81 Episode 71
82 Episode 72
83 Episode 73
84 Episode 74
85 Episode 75
86 Episode 76
87 Episode 77
88 Episode 78
89 Episode 79
90 Episode 80
91 Episode 81
92 Episode 82
93 Episode 83
94 Episode 84
95 Episose 85 Perjuangan Azka
96 Episode 86 Nafsu Makan
97 Episode 87 Menyelinap Masuk
98 Episode 88 Hari pertama Check Up
99 Episode 89
100 90 Pengakuan Milea
101 Episode 91 Pembicaraan Azka dan Leo
102 Episode 92 Tamu
103 Episode 93 Rere
104 Episode 94 Kembalinya ingatan Zahra
105 Episode 95 Membalut luka Azka
106 Episode 96 Aksi Nekat Azka
107 Episode 97 Azka yang Merasa Kesal
108 Episode 98 Kejutan Reka
109 Episode 99 Bercandak
110 Episode 110 Mama Sisi
111 Episode 111 Kecemasan Zahra
112 Episode 112 Kena Batunya
113 Episode 113 Kabar buruk
114 Episode 114 Pulang ke Rumah
115 Episode 115 Kesal karena Cemburu
116 Episode 116 Menelepon Kak Reka
117 Episode 117 Akhirnya Zahra yang mau cerita
118 Episode 118 Krim Kue
119 Episode 119 Menjenguk
120 Episode 120 Pembicaraan
121 episode 121 Area Permainan
122 Episode 122 Sisi yang bersembunyi
123 Episode 123 Anak Kecil yang Menggemaskan
124 Episode 124 Kebiasaan Azka
125 episode 125 Pagi
126 Episode 126 Pencarian Sisi 1
127 Episode 127 Pencarian Sisi 2
128 Episode 128 Azka yang Merasa Tergoda
129 Episode 129 Es krim
130 Episode 130 Es Krim part 2
131 episode 131 Pesta Part 1
132 Episode 132 Pesta Part 2
133 Episode 133 Pesta Part 3
134 Episode 134 Mengikuti Sisi
135 Episode 135 Berbicara dengan Milea
136 Episode136 Telepon
137 Episode 137
138 Episode 138 Terbongkarnya Rahasia Milea
139 Episode 139 Pengejaran Milea
140 Episode 140
141 Episode 141 Kekalahan Milea
142 Episode 142 Membawa Sisi ke rumah sakit
143 Episode 143 Di Rumah Sakit
144 Episode 144 Azka Zahra
145 Episode 145 Keadaan Sisi
146 Episode 146 Rahasia
147 Episode 147
148 Episode 148 Sel Penjara
149 Episode 149 Sel Penjara 2
150 Episode 150 Berkumpul Bersama
151 Episode 151 kopi panas
152 Episode 152 Mengobati luka
153 Episode 153 Kedatangan Ibu yang Mendadak
154 Eoisode 154 Kucing dan Tikus
155 Episode 155 Permintaan Terakhir
156 Episode 156 Akhir Cerita (the end)
157 Episode tambahan
158 (Musim Ke 2)
159 Mabuk
160 Pertikaian
161 Teringat Masa Lalu
162 Pembicaraan
163 Makan Siang
164 Ingatan Masa Lalu
165 Rumah Sisi
166 Ice Skating
167 Alasan di balik semuanya
168 Wanita yang kemarin
169 Marah
170 Apartemen
171 Kembali teringat
172 Mengendap-ngendap
173 video
174 Hukuman di batalkan
175 Kelakuan aneh Clara
176 Meminta Motor
177 Toilet wanita
178 Menggambar seseorang
179 Tak sengaja menguping
180 Ruang Kesehatan
181 Pergi Ke Kantor
182 Hubungan yang semakin membaik
183 Salah paham
184 Kalung
185 Tak terkendali
186 Ditolong Rio kembali
187 Keganjilan
188 Aisyah 1
189 Aisyah 2
190 Pesan dari Rio
191 Bipolar
192 Bertolak belakang
193 Makan Malam
194 EPISODE 194
195 Pemaksaan
196 Ke perusahaan Relive
197 Anak Kecil Penjual Bunga
198 Cafetaria kantor
199 Kejadian yang di alami Milea
200 Mencari seorang Wanita
201 Tante Bunga
202 Pernyataan Cinta Rio
203 Pernikahan
204 Tidak sesuai ekspektasi
205 Amplop coklat
206 Pembahasan tentang Zahra
207 Bulan Madu
208 Sebuah titik terang
209 Melapor ke Kantor Polisi
210 Kembali ke hotel
211 Yanti yang kembali
212 Orang-orang mencurigakan
213 Pulang ke Rumah
214 Penjelasan Yanti
215 Kiss
216 Bertemu seseorang
217 Clara yang memasak
218 Brangkas Rahasia
219 Apakah sebuah pilihan yang benar?
220 Clara yang pergi
221 Sambal
222 Kelaparan
223 Masuk ke kamar Adam
224 Reza mengenal Arum?
225 Prasangka Rio kepada Paman Sam
226 Panti Asuhan Palangi
227 Vidio Call
228 Kejujuran yang memperburuk
229 Hobi Clara yang suka ngilang
230 Siapa laki-laki itu?
231 Azka yang tahu, siapa Rio sebenarnya?
232 Kecoa vs Cicak
233 Diawasi
234 Meminta bantuan
235 Berunding
236 Terbawa mimpi masa lalu
237 Mogok Makan
238 Kabur
239 Hati yang kembali berdebar
240 kedatangan yang tak diinginkan
241 Ciuman kejutan
242 Azka yang tergesa-gesa
Episodes

Updated 242 Episodes

1
Episode 1 Pesta Pernikahan
2
Episode 2 Sarapa Pagi
3
Episode 3 Perayaan Penyambutan
4
Episode 4 Teman Baru
5
Episode 5 Kunjungan Papa Mama
6
Episode 6 Panti Asuhan
7
Episode 7 Membeli Kue
8
Episode 8 Bulan Madu
9
Episode 9 Kilas Balik
10
Episode 10 Festival Topeng
11
Episode 11 Jalan-jalan
12
Episode 12 Pulang ke Rumah
13
Episode 13 Suara Petir
14
Episode 14 Makan Siang
15
Episode 15 Pergi Ke Mall
16
Episode 16 Azka yang kembali Marah
17
Episode 17 Teraktiran
18
Episode 18 Rencana Hendra
19
Episode 19 Zahra yang Ingin bicara
20
Episode 20 Pesta Opening Resort
21
Episode 21 Zahra yang Menghilang
22
Episode 22 Anting-anting
23
Episode 23 Sikap Zahra
24
Episode 24 Kemarahan Azka
25
Episode 25 Kabar dari Desa
26
Episode 26 Menanam Padi
27
Episode 27 Candaan Azka
28
Episode 28 Malam penyatuan
29
Episode 29 Ayunan
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 30
41
Episode 31
42
Episode 32
43
Episode 33
44
Episode 34
45
Episode 35
46
Episode 36
47
Episode 37
48
Episode 38
49
Episode 39
50
Episode 40
51
Episode 41
52
Episode 42
53
Episode 43
54
Episode 44
55
Episode 45
56
Episode 46
57
Episode 47
58
Episode 48
59
Episode 49
60
Episode 50
61
Episode 51
62
Episode 52
63
Episode 53
64
Episode 54
65
Episode 55
66
Episode 56
67
Episode 57
68
Episode 58
69
Episode 59
70
Episode 60
71
Episode 61
72
Episode 71
73
Episode 63
74
Episode 64
75
Episode 65
76
Episode 66
77
Episode 67
78
Episode 68
79
Episose 69
80
Episode 70
81
Episode 71
82
Episode 72
83
Episode 73
84
Episode 74
85
Episode 75
86
Episode 76
87
Episode 77
88
Episode 78
89
Episode 79
90
Episode 80
91
Episode 81
92
Episode 82
93
Episode 83
94
Episode 84
95
Episose 85 Perjuangan Azka
96
Episode 86 Nafsu Makan
97
Episode 87 Menyelinap Masuk
98
Episode 88 Hari pertama Check Up
99
Episode 89
100
90 Pengakuan Milea
101
Episode 91 Pembicaraan Azka dan Leo
102
Episode 92 Tamu
103
Episode 93 Rere
104
Episode 94 Kembalinya ingatan Zahra
105
Episode 95 Membalut luka Azka
106
Episode 96 Aksi Nekat Azka
107
Episode 97 Azka yang Merasa Kesal
108
Episode 98 Kejutan Reka
109
Episode 99 Bercandak
110
Episode 110 Mama Sisi
111
Episode 111 Kecemasan Zahra
112
Episode 112 Kena Batunya
113
Episode 113 Kabar buruk
114
Episode 114 Pulang ke Rumah
115
Episode 115 Kesal karena Cemburu
116
Episode 116 Menelepon Kak Reka
117
Episode 117 Akhirnya Zahra yang mau cerita
118
Episode 118 Krim Kue
119
Episode 119 Menjenguk
120
Episode 120 Pembicaraan
121
episode 121 Area Permainan
122
Episode 122 Sisi yang bersembunyi
123
Episode 123 Anak Kecil yang Menggemaskan
124
Episode 124 Kebiasaan Azka
125
episode 125 Pagi
126
Episode 126 Pencarian Sisi 1
127
Episode 127 Pencarian Sisi 2
128
Episode 128 Azka yang Merasa Tergoda
129
Episode 129 Es krim
130
Episode 130 Es Krim part 2
131
episode 131 Pesta Part 1
132
Episode 132 Pesta Part 2
133
Episode 133 Pesta Part 3
134
Episode 134 Mengikuti Sisi
135
Episode 135 Berbicara dengan Milea
136
Episode136 Telepon
137
Episode 137
138
Episode 138 Terbongkarnya Rahasia Milea
139
Episode 139 Pengejaran Milea
140
Episode 140
141
Episode 141 Kekalahan Milea
142
Episode 142 Membawa Sisi ke rumah sakit
143
Episode 143 Di Rumah Sakit
144
Episode 144 Azka Zahra
145
Episode 145 Keadaan Sisi
146
Episode 146 Rahasia
147
Episode 147
148
Episode 148 Sel Penjara
149
Episode 149 Sel Penjara 2
150
Episode 150 Berkumpul Bersama
151
Episode 151 kopi panas
152
Episode 152 Mengobati luka
153
Episode 153 Kedatangan Ibu yang Mendadak
154
Eoisode 154 Kucing dan Tikus
155
Episode 155 Permintaan Terakhir
156
Episode 156 Akhir Cerita (the end)
157
Episode tambahan
158
(Musim Ke 2)
159
Mabuk
160
Pertikaian
161
Teringat Masa Lalu
162
Pembicaraan
163
Makan Siang
164
Ingatan Masa Lalu
165
Rumah Sisi
166
Ice Skating
167
Alasan di balik semuanya
168
Wanita yang kemarin
169
Marah
170
Apartemen
171
Kembali teringat
172
Mengendap-ngendap
173
video
174
Hukuman di batalkan
175
Kelakuan aneh Clara
176
Meminta Motor
177
Toilet wanita
178
Menggambar seseorang
179
Tak sengaja menguping
180
Ruang Kesehatan
181
Pergi Ke Kantor
182
Hubungan yang semakin membaik
183
Salah paham
184
Kalung
185
Tak terkendali
186
Ditolong Rio kembali
187
Keganjilan
188
Aisyah 1
189
Aisyah 2
190
Pesan dari Rio
191
Bipolar
192
Bertolak belakang
193
Makan Malam
194
EPISODE 194
195
Pemaksaan
196
Ke perusahaan Relive
197
Anak Kecil Penjual Bunga
198
Cafetaria kantor
199
Kejadian yang di alami Milea
200
Mencari seorang Wanita
201
Tante Bunga
202
Pernyataan Cinta Rio
203
Pernikahan
204
Tidak sesuai ekspektasi
205
Amplop coklat
206
Pembahasan tentang Zahra
207
Bulan Madu
208
Sebuah titik terang
209
Melapor ke Kantor Polisi
210
Kembali ke hotel
211
Yanti yang kembali
212
Orang-orang mencurigakan
213
Pulang ke Rumah
214
Penjelasan Yanti
215
Kiss
216
Bertemu seseorang
217
Clara yang memasak
218
Brangkas Rahasia
219
Apakah sebuah pilihan yang benar?
220
Clara yang pergi
221
Sambal
222
Kelaparan
223
Masuk ke kamar Adam
224
Reza mengenal Arum?
225
Prasangka Rio kepada Paman Sam
226
Panti Asuhan Palangi
227
Vidio Call
228
Kejujuran yang memperburuk
229
Hobi Clara yang suka ngilang
230
Siapa laki-laki itu?
231
Azka yang tahu, siapa Rio sebenarnya?
232
Kecoa vs Cicak
233
Diawasi
234
Meminta bantuan
235
Berunding
236
Terbawa mimpi masa lalu
237
Mogok Makan
238
Kabur
239
Hati yang kembali berdebar
240
kedatangan yang tak diinginkan
241
Ciuman kejutan
242
Azka yang tergesa-gesa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!