Episode 12 Pulang ke Rumah

Keesokan harinya setelah kejadian semalam. Azka dan Zahra sudah bersiap untuk pergi ke Bandara. Hari ini Mereka akan kembali ke Indonesia.

"Tunggu sebentar. Ada sesuatu yang ingin gwe omongin sama loe." Menghentikan langkah zahra.

"Apa yang ingin Mas bicarakan?"

"Tentang kejadian semalam. Gwe minta sama loe jangan kasih tau mama sama papa soal hubungan gwe sama Rere. Gwe tahu apa yang gwe lakuin ini gak bener. Tapi kita sama-sama tahu bahwa pernikahan kita hanyalah hubungan atas dasar keterpaksaan. Jadi sangat tidak memungkinkan untuk kita bisa dapat bersatu. Aku harap loe bisa mengerti untuk hal ini." jelas azka.

"Iya mas, saya mengerti tentang apa yang Mas katakan. Tapi cuma satu yang ingin saya luruskan untuk Mas. Didunia ini tidak ada yang namanya tidak mungkin. Jika allah sudah menghendaki maka yang tak mungkin pasti akan menjadi mungkin. Soal hubungan mas dengan mbk Rere, Mas tenang saja. Saya akan merahasiakanya. Jadi mas gak perlu khawatir. Sebaiknya sekarang kita segera pergi. Kalau tidak bergegas, takutnya akan ketinggalan pesawat."

"Baiklah jika begitu, aku harap aku bisa memegang kata-katamu."

Meraka akhirnya bergegas pergi kebandara.

Selama dipesawat mereka hanya saling diam tanpa berbicara satu sama lain. Mereka berdua sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing. Sampai setelah pesawat mendararat, Azka baru mulai angkat bicara.

"Saat sampai dirumah, kita harus bersikap normal seperti biasanya didepan mereka. Jangan sampai mama papa mencurigai hubungan kita."

"Saya mengerti Mas."

Sesampainya dirumah.

"Ma.... Pa....kami pulang."  Suara Azka saat memasuki rumah.

"Assalamualikum Ma...Pa..." Ucap zahra.

Terlihat sekali perbedaan kepribadian mereka. Antara Azka dan Zahra. Zahra yang selalu mengucapkan salam ketika memasuki rumah dan Azka yang selalu sesuka hatinya sendiri.

"Walaikumsalam, kalian sudah pulang rupanya. Kenapa gak telpon Mama dulu.

Mama kan bisa jemput kalian dibandara."

"Untuk apa Mama susah-susah peegi ke Bandara, kalau kita sudah sampai disini." Azka tersenyum menggoda sang Mama.

"Uu.... Anak Mama yang satu ini, sudah pintar bicara ternyata. Ya sudahlah, kalian pasti lelah. Sebaiknya istirahat dulu dikamar. Besok baru kita bicara." Ucap Mama

" Iya ma"

"Kakak." Suara Ratna yang tiba-tiba muncul sambil berlari menghampiri Azka.

"Ternyata kakak sudah pulang. Mana oleh-olehnya?"

"Emang dasar kamu setan kecil. Kakaknya baru dateng gak disambut.

Eh.... Ini malah nagih oleh-oleh. Gak ada perhatiannya sama sekali."

"Iya iya Kakak. Selamat datang kembali Kakakku yang tercinta.

I miss you. Udah kan, sekarang mana oleh-olehnya.?"

"Gak ada oleh-oleh. Sudah sana kembali tidur!"

"Ihh.... Dasar kakak kejam, kakak jelek, kakak gak punya perasaan. Nyesel tadi Ratna bilang kayak gitu kekakak."

Ratna berjalan dengan

menghentak-hentakkan kakinya dengan keras.

"Kamu itu lo, suka sekali kalau gangguin adekmu."

"Hehehe.... Soalnya dia lucu mah, makanya Azka suka gangguin dia." ucap azka sambil tersenyum.

"Tapi kan kasian mas, Ratnanya."

"Gak apa-apa dia udah tahan banting. Tenang aja."

"Ya sudah kalian istirahat sana, mama juga udah ngantuk nie mau tidur."

"Iya ma."

Azka dan zahra kembali kekamar mereka.

"Gwe mau mandi dulu. Kalau loe ngantuk tidur aja duluan." Ucap Azka

"Iya Mas."

Setelah pulang kerumah semuanya kembali normal. Zahra pun melakukan rutinitas kegiatan hariannya. Dia bangun pagi untuk membuat sarapan pagi. Tapi kali ini dia tidak sendiri, dia ditemani seorang asisten cantik. Siapa lagi kalau bukan Ratna, yang begitu antusias untuk belajar memasak.

"Wah... Sepertinya kamu sudah lumayan jago masak Ratna." Puji Zahra.

"Yah kak Zahra, mana bisa dibilang jago. Kalau cuma bisa masak sayur sederhana kayak gini."

"Tapi, walau pun sederhana setidaknya rasanya enakkan. Jadi untuk membuat masakan yang lainnya kan bisa menyusul. Menurut kakak kamu sudah cukup baik."

"Terima kasih sudah memujiku kak. Oh ya kakak cerita donk, sewaktu kakak diluar negri kemarin."

"Cerita apa yang harus kakak ceritakan padamu."

"Ya apa aja, kakak jalan-jalan kemana, trus nglakuin apa aja, dan hal menarik apa aja yang bisa dilakuin disana."

"Jika seperti itu, malah terdengar seperti sebuah laporan bukan. Baiklah kakak akan sedikit bercerita. Waktu kakak disana, banyak sekali tempat-tempat indah yang kakak kunjungi. Yang paling membuat kakak kagum waktu disana, ada sebuah pulau yang sangat terlihat indah dan menawan. Ya walau pun hanya pulau kecil tapi,

bangunan-bangunan disana penuh dengan warna yang membuat mata tak bosan untuk terus melihatnya. Apalagi dengan sungainya yang berwarna kehijauan menambah kesan menawan untuk pulau itu."

"Wah kelihatanya mengasikkan. Ratna jadi pengen kesana."

"Ya lain kali bila keluarga kita ada waktu, kita bisa membujuk Mas Azka untuk liburan keluarga kesana."

"Em...Ide bagus itu kak."

"Tapi sewaktu Kak zahra ada disana, apakah kak Azka bersikap romantis kepada kakak?"

"Kamu ini ya, kalau nanya suka yang aneh-aneh."

"Bukan begitu, Ratna hanya penasaran saja. Karena kak Azka kan orang yang nyebelin apa mungkin kakak juga bisa bersikap romantis dengan seorang wanita. Itu saja."

"Sudahlah sebaiknya kamu, panggil yang lainnya untuk sarapan. Biar ini kak zahra yang beresin."

"Baiklah kak. Ratna tinggal dulu."

"Iya"

Mereka sekeluarga telah berkumpul diruang makan untuk sarapan.

"Seperti yang kita sepakati tempo hari. Setelah kalian pulang bulan madu, Papa sama Mama akan kembali kerumah. Mungkin nanti siang Papa sama Mama akan pergi. Jadi Papa berharap akan segera menerima kabar baik dari kalian." Ucap Papa

"Kabar baik? Apa yang Papa maksud." Tanya Azka

"Begini, kalian kan baru saja berbulan madu jadi, kami pikir menantu kami zahra tercinta ini pasti akan segera memberikan cucu untuk papa sama mama. Makanya kami gak sabar untuk menantikan kabar baik dari kalian."Jelas Mama

"Kenapa Papa sama Mama membahas persoalan ini lagi. Kita kan sudah sepakat tempo hari untuk tidak

terburu-buru. Ini sama saja Mama sama Papa menekan aku dan Zahra."

"Papa sama Mama tidak menekan kalian berdua. Kami cuma bilang, jika kami menantikan kabar baik dari kalian. Apakah itu salah." Ucap Mama

"Sudahlah Azka mau berangkat sekarang."

"Tapi Mas, Mas Azka kan baru makan sedikit." tahan Zahra.

"Tiba-tiba saja Mas sudah kenyang. Mas berangkat dulu."

"Iya Mas." Zahra mencium tangan suaminya. Sementara Azka tertegun melihat Zahra yang melakukan hal itu.

"Ehem...hem..." Ratna yang sengaja pura-pura batuk.

Karena batuknya Ratna, Azka pun tersadar.

"Oh ya untuk kamu setan kecil. Oleh-oleh yang kamu inginkan ada dikamar, minta saja zahra untuk menunjukkannya. Kalau begitu aku pergi dulu."

"Hore.... Terima kasih Kakak."

Azka melangkah pergi meninggalkan kelurganya yang masih duduk diruang makan.

"Kenapa harus sebegitu marahnya dia, cuma gara-gara kita membahas itu." Ucap Mama.

"Maafkan sikap Mas Azka Ma. Akhir-akhir ini perasaanya sedang tidak enak, makanya Mas Azka sedikit sensitif."

"Uuuh.... Kamu memang menantu Mama yang paling perhatian. Buat Mama sikap Azka itu sudah biasa. Jadi Mama gak terlalu khawatir. Sebaiknya kamu memikirkan dirimu sayang. Lihatlah kamu mulai agak kurusan sekarang. Jadi makanlah lebih banyak."

"Baik Ma."

Zahra sudah datang ke Kampus. Yang pertama kali ia lakukan adalah mencari keberadaan temannya Sisi. Akhirnya ia bertemu sisi di Kantin.

"Sisi." Panggil Zahra sambil menghampiri Sisi.

"Zahra, akhirnya kamu sudah masuk kampus juga. Aku kangen tau, gak bertemu kamu beberapa hari ini."

"Maaf deh, membuatmu merindukanku."

Zahra tersenyum.

"Is okey, Tapi gimana hasil dari bulan madu kalian. Apakah berjalan sukses.?"

"Apaan sie kamu. Tau-tau nanya kayak gitu."

"Ya penasaran aja, karna aku kan belum menikah." Sisi tertawa senang.

"Dasar kamu. Oh iya Sisi nanti sepulang kuliah temenin aku lagi kepanti yuk!"

"Siap boss. Aku juga udah rindu sama anak-anak manis itu."

"Sama aku juga. Udah yuk kekelas sudah hampir masuk nie."

"Okey baby. Let's go."

Selesai kuliah Zahra dan Sisi pergi ke Panti Asuhan. Saat mereka tiba sudah banyak anak yang mengrubungi mereka. Zahra mencari keberadaan Laras. Ia hampir mengelilingi panti, namun tak dapat menemukannya, sampai ia melihat seorang anak perempuan bersama seorang laki-laki yang duduk dibawah pohon besar dibelakang panti.

Anak perempuan itu adalah Laras dan ia sedang bersama Mas Hendra. Apa yang sedang mereka lakukan disana? Pertanyaan yang muncul dibenak Zahra.

Zahra pun menghampiri mereka.

"Assalamualaikum." Zahra memberikan salam.

"Walaikumsalam" Jawab Hendra

"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Zahra.

"Kita sedang mencoba menggambar alam. Kebetulan juga cuacanya sedang bagus jadi sayang kalau dilewatkan begitu saja. Bergabunglah dengan kami." Ajak Hendra.

"Apakah boleh?"

"Tentu saja, kemarilah!" Ucap Hendra.

Mereka bertiga terlihat begitu akrab. Laras pun mulai mau berintetaksi dengan Zahra. Sambil mengawasi Laras yang masih menggambar, Zahra dan Hendra mengobrol.

"Zahra bolehkah aku bertanya padamu?"

Ucap Hendra.

"Tentu saja, apa yang ingin Mas Hendra tanyakan?"

"Apa yang membutmu untuk datang ke Panti Asuhan ini?"

"Sebernarnya untuk bisa berbuat baik itu tidak memerlukan sebuah alasan. Begitu juga untuk hal yang saya lakukan sekarang ini. Saya hanya ingin berbagi sedikit kebahagian kepada mereka. Mengingat Abah saya yang selalu mengajakan saya untuk selalu berbagi dengan sesama. Apakah itu cukup untuk menjawab pertanyaan Mas Hendra tadi?"

"Tentu saja. Tidak hanya sekedar cantik, hatimu juga sangat baik Zahra. Aku kagum padamu."

"Mas Hendra ini terlalu memuji. Bagaimana dengan Mas Hendra sendiri. Apa yang membuat Mas Hendra kemari?"

"Aku hanya ingin berterima kasih kepada seseorang yang telah berjasa untukku. Maka dari itu aku ada disini."

"Bila seperti itu Mas Hendra juga termasuk orang baik, karena Mas tidak melupakan seseorang yang berjasa dalam hidup Mas Hendra."

"Terima kasih untuk pujianmu. Tapi bolehkah aku untuk mentraktirmu makan sianng?"

"Em....bagaimana ya?"

"Ayolah, hanya sekedar makan siang. Anggap saja sebaigai tanda terima kasihku karena hari ini kamu mau menemani aku dan laras."

"Baiklah saya mau, tapi dilain waktu gak apa-apa kan? Soalnya sekarang ini saya harus segera pulang."

"Is okey. Lain kali bila kamu sudah ada waktu kabari aku. Tapi sepertinya kita belum bertukar no telepon. Bolehkah aku tau no teleponmu?"

"Oh iya Mas, tentu saja." Zahra memberikan no teleponnya.

Saat zahra hendak berdiri kakinya tidak sengaja tergelincir. Dia pun hampir saja terjatuh. Namun Hendra berhasil menangkap tubuhnya sebelum menyentuh tanah. Tanpa sengaja Hendra bertatapan dengan Zahra. Dia melihat kedua mata cantik Zahra dengan jarak dekat. Sejenak Hendra terpesona dengan kedua matanya. Zahra yang menyadarinya segera bangun dan berdiri.

"Maaf Mas Hendra, tadi saya tidak sengaja. Kalau begitu, saya pamit pulang dulu."

"Oh iya, hati-hati dijalan."

"Asalamualaikum."

"Walaikumsalam."

Sisi mengantarkan Zahra pulang kerumah.

Tapi selama diperjalanan Zahra banyak melamun. Sisi pun menyadarinya dan mulai mengkhawatirkan Zahra.

"Kamu gak apa-apa Zahra?"

"Ha...tentu saja. Aku tidak apa-apa."

"Kamu yakin?"

"Tentu saja. Aku masuk dulu.

Dan terima kasih untuk hari ini."

"Sama-sama. Nanti kalau ada apa-apa, kamu bisa telepon aku. Aku akan siap datang buat kamu."

"Iya terima kasih, kamu begitu perhatian padaku."

"Tentu saja, kita kan teman."

"Iya iya, aku tahu. Kalau begitu aku masuk dulu."

"Em...."

Sisi pun pergi meninggalkan rumah Zahra.

Terpopuler

Comments

evita19

evita19

penasaran ini Hendra sahabatnya Azka bukan sich

2021-04-07

0

Andhina

Andhina

lanjut

2020-09-13

2

Adam Adam

Adam Adam

buat Azka cemburu Thor...

2020-09-08

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Pesta Pernikahan
2 Episode 2 Sarapa Pagi
3 Episode 3 Perayaan Penyambutan
4 Episode 4 Teman Baru
5 Episode 5 Kunjungan Papa Mama
6 Episode 6 Panti Asuhan
7 Episode 7 Membeli Kue
8 Episode 8 Bulan Madu
9 Episode 9 Kilas Balik
10 Episode 10 Festival Topeng
11 Episode 11 Jalan-jalan
12 Episode 12 Pulang ke Rumah
13 Episode 13 Suara Petir
14 Episode 14 Makan Siang
15 Episode 15 Pergi Ke Mall
16 Episode 16 Azka yang kembali Marah
17 Episode 17 Teraktiran
18 Episode 18 Rencana Hendra
19 Episode 19 Zahra yang Ingin bicara
20 Episode 20 Pesta Opening Resort
21 Episode 21 Zahra yang Menghilang
22 Episode 22 Anting-anting
23 Episode 23 Sikap Zahra
24 Episode 24 Kemarahan Azka
25 Episode 25 Kabar dari Desa
26 Episode 26 Menanam Padi
27 Episode 27 Candaan Azka
28 Episode 28 Malam penyatuan
29 Episode 29 Ayunan
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 30
41 Episode 31
42 Episode 32
43 Episode 33
44 Episode 34
45 Episode 35
46 Episode 36
47 Episode 37
48 Episode 38
49 Episode 39
50 Episode 40
51 Episode 41
52 Episode 42
53 Episode 43
54 Episode 44
55 Episode 45
56 Episode 46
57 Episode 47
58 Episode 48
59 Episode 49
60 Episode 50
61 Episode 51
62 Episode 52
63 Episode 53
64 Episode 54
65 Episode 55
66 Episode 56
67 Episode 57
68 Episode 58
69 Episode 59
70 Episode 60
71 Episode 61
72 Episode 71
73 Episode 63
74 Episode 64
75 Episode 65
76 Episode 66
77 Episode 67
78 Episode 68
79 Episose 69
80 Episode 70
81 Episode 71
82 Episode 72
83 Episode 73
84 Episode 74
85 Episode 75
86 Episode 76
87 Episode 77
88 Episode 78
89 Episode 79
90 Episode 80
91 Episode 81
92 Episode 82
93 Episode 83
94 Episode 84
95 Episose 85 Perjuangan Azka
96 Episode 86 Nafsu Makan
97 Episode 87 Menyelinap Masuk
98 Episode 88 Hari pertama Check Up
99 Episode 89
100 90 Pengakuan Milea
101 Episode 91 Pembicaraan Azka dan Leo
102 Episode 92 Tamu
103 Episode 93 Rere
104 Episode 94 Kembalinya ingatan Zahra
105 Episode 95 Membalut luka Azka
106 Episode 96 Aksi Nekat Azka
107 Episode 97 Azka yang Merasa Kesal
108 Episode 98 Kejutan Reka
109 Episode 99 Bercandak
110 Episode 110 Mama Sisi
111 Episode 111 Kecemasan Zahra
112 Episode 112 Kena Batunya
113 Episode 113 Kabar buruk
114 Episode 114 Pulang ke Rumah
115 Episode 115 Kesal karena Cemburu
116 Episode 116 Menelepon Kak Reka
117 Episode 117 Akhirnya Zahra yang mau cerita
118 Episode 118 Krim Kue
119 Episode 119 Menjenguk
120 Episode 120 Pembicaraan
121 episode 121 Area Permainan
122 Episode 122 Sisi yang bersembunyi
123 Episode 123 Anak Kecil yang Menggemaskan
124 Episode 124 Kebiasaan Azka
125 episode 125 Pagi
126 Episode 126 Pencarian Sisi 1
127 Episode 127 Pencarian Sisi 2
128 Episode 128 Azka yang Merasa Tergoda
129 Episode 129 Es krim
130 Episode 130 Es Krim part 2
131 episode 131 Pesta Part 1
132 Episode 132 Pesta Part 2
133 Episode 133 Pesta Part 3
134 Episode 134 Mengikuti Sisi
135 Episode 135 Berbicara dengan Milea
136 Episode136 Telepon
137 Episode 137
138 Episode 138 Terbongkarnya Rahasia Milea
139 Episode 139 Pengejaran Milea
140 Episode 140
141 Episode 141 Kekalahan Milea
142 Episode 142 Membawa Sisi ke rumah sakit
143 Episode 143 Di Rumah Sakit
144 Episode 144 Azka Zahra
145 Episode 145 Keadaan Sisi
146 Episode 146 Rahasia
147 Episode 147
148 Episode 148 Sel Penjara
149 Episode 149 Sel Penjara 2
150 Episode 150 Berkumpul Bersama
151 Episode 151 kopi panas
152 Episode 152 Mengobati luka
153 Episode 153 Kedatangan Ibu yang Mendadak
154 Eoisode 154 Kucing dan Tikus
155 Episode 155 Permintaan Terakhir
156 Episode 156 Akhir Cerita (the end)
157 Episode tambahan
158 (Musim Ke 2)
159 Mabuk
160 Pertikaian
161 Teringat Masa Lalu
162 Pembicaraan
163 Makan Siang
164 Ingatan Masa Lalu
165 Rumah Sisi
166 Ice Skating
167 Alasan di balik semuanya
168 Wanita yang kemarin
169 Marah
170 Apartemen
171 Kembali teringat
172 Mengendap-ngendap
173 video
174 Hukuman di batalkan
175 Kelakuan aneh Clara
176 Meminta Motor
177 Toilet wanita
178 Menggambar seseorang
179 Tak sengaja menguping
180 Ruang Kesehatan
181 Pergi Ke Kantor
182 Hubungan yang semakin membaik
183 Salah paham
184 Kalung
185 Tak terkendali
186 Ditolong Rio kembali
187 Keganjilan
188 Aisyah 1
189 Aisyah 2
190 Pesan dari Rio
191 Bipolar
192 Bertolak belakang
193 Makan Malam
194 EPISODE 194
195 Pemaksaan
196 Ke perusahaan Relive
197 Anak Kecil Penjual Bunga
198 Cafetaria kantor
199 Kejadian yang di alami Milea
200 Mencari seorang Wanita
201 Tante Bunga
202 Pernyataan Cinta Rio
203 Pernikahan
204 Tidak sesuai ekspektasi
205 Amplop coklat
206 Pembahasan tentang Zahra
207 Bulan Madu
208 Sebuah titik terang
209 Melapor ke Kantor Polisi
210 Kembali ke hotel
211 Yanti yang kembali
212 Orang-orang mencurigakan
213 Pulang ke Rumah
214 Penjelasan Yanti
215 Kiss
216 Bertemu seseorang
217 Clara yang memasak
218 Brangkas Rahasia
219 Apakah sebuah pilihan yang benar?
220 Clara yang pergi
221 Sambal
222 Kelaparan
223 Masuk ke kamar Adam
224 Reza mengenal Arum?
225 Prasangka Rio kepada Paman Sam
226 Panti Asuhan Palangi
227 Vidio Call
228 Kejujuran yang memperburuk
229 Hobi Clara yang suka ngilang
230 Siapa laki-laki itu?
231 Azka yang tahu, siapa Rio sebenarnya?
232 Kecoa vs Cicak
233 Diawasi
234 Meminta bantuan
235 Berunding
236 Terbawa mimpi masa lalu
237 Mogok Makan
238 Kabur
239 Hati yang kembali berdebar
240 kedatangan yang tak diinginkan
241 Ciuman kejutan
242 Azka yang tergesa-gesa
Episodes

Updated 242 Episodes

1
Episode 1 Pesta Pernikahan
2
Episode 2 Sarapa Pagi
3
Episode 3 Perayaan Penyambutan
4
Episode 4 Teman Baru
5
Episode 5 Kunjungan Papa Mama
6
Episode 6 Panti Asuhan
7
Episode 7 Membeli Kue
8
Episode 8 Bulan Madu
9
Episode 9 Kilas Balik
10
Episode 10 Festival Topeng
11
Episode 11 Jalan-jalan
12
Episode 12 Pulang ke Rumah
13
Episode 13 Suara Petir
14
Episode 14 Makan Siang
15
Episode 15 Pergi Ke Mall
16
Episode 16 Azka yang kembali Marah
17
Episode 17 Teraktiran
18
Episode 18 Rencana Hendra
19
Episode 19 Zahra yang Ingin bicara
20
Episode 20 Pesta Opening Resort
21
Episode 21 Zahra yang Menghilang
22
Episode 22 Anting-anting
23
Episode 23 Sikap Zahra
24
Episode 24 Kemarahan Azka
25
Episode 25 Kabar dari Desa
26
Episode 26 Menanam Padi
27
Episode 27 Candaan Azka
28
Episode 28 Malam penyatuan
29
Episode 29 Ayunan
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 30
41
Episode 31
42
Episode 32
43
Episode 33
44
Episode 34
45
Episode 35
46
Episode 36
47
Episode 37
48
Episode 38
49
Episode 39
50
Episode 40
51
Episode 41
52
Episode 42
53
Episode 43
54
Episode 44
55
Episode 45
56
Episode 46
57
Episode 47
58
Episode 48
59
Episode 49
60
Episode 50
61
Episode 51
62
Episode 52
63
Episode 53
64
Episode 54
65
Episode 55
66
Episode 56
67
Episode 57
68
Episode 58
69
Episode 59
70
Episode 60
71
Episode 61
72
Episode 71
73
Episode 63
74
Episode 64
75
Episode 65
76
Episode 66
77
Episode 67
78
Episode 68
79
Episose 69
80
Episode 70
81
Episode 71
82
Episode 72
83
Episode 73
84
Episode 74
85
Episode 75
86
Episode 76
87
Episode 77
88
Episode 78
89
Episode 79
90
Episode 80
91
Episode 81
92
Episode 82
93
Episode 83
94
Episode 84
95
Episose 85 Perjuangan Azka
96
Episode 86 Nafsu Makan
97
Episode 87 Menyelinap Masuk
98
Episode 88 Hari pertama Check Up
99
Episode 89
100
90 Pengakuan Milea
101
Episode 91 Pembicaraan Azka dan Leo
102
Episode 92 Tamu
103
Episode 93 Rere
104
Episode 94 Kembalinya ingatan Zahra
105
Episode 95 Membalut luka Azka
106
Episode 96 Aksi Nekat Azka
107
Episode 97 Azka yang Merasa Kesal
108
Episode 98 Kejutan Reka
109
Episode 99 Bercandak
110
Episode 110 Mama Sisi
111
Episode 111 Kecemasan Zahra
112
Episode 112 Kena Batunya
113
Episode 113 Kabar buruk
114
Episode 114 Pulang ke Rumah
115
Episode 115 Kesal karena Cemburu
116
Episode 116 Menelepon Kak Reka
117
Episode 117 Akhirnya Zahra yang mau cerita
118
Episode 118 Krim Kue
119
Episode 119 Menjenguk
120
Episode 120 Pembicaraan
121
episode 121 Area Permainan
122
Episode 122 Sisi yang bersembunyi
123
Episode 123 Anak Kecil yang Menggemaskan
124
Episode 124 Kebiasaan Azka
125
episode 125 Pagi
126
Episode 126 Pencarian Sisi 1
127
Episode 127 Pencarian Sisi 2
128
Episode 128 Azka yang Merasa Tergoda
129
Episode 129 Es krim
130
Episode 130 Es Krim part 2
131
episode 131 Pesta Part 1
132
Episode 132 Pesta Part 2
133
Episode 133 Pesta Part 3
134
Episode 134 Mengikuti Sisi
135
Episode 135 Berbicara dengan Milea
136
Episode136 Telepon
137
Episode 137
138
Episode 138 Terbongkarnya Rahasia Milea
139
Episode 139 Pengejaran Milea
140
Episode 140
141
Episode 141 Kekalahan Milea
142
Episode 142 Membawa Sisi ke rumah sakit
143
Episode 143 Di Rumah Sakit
144
Episode 144 Azka Zahra
145
Episode 145 Keadaan Sisi
146
Episode 146 Rahasia
147
Episode 147
148
Episode 148 Sel Penjara
149
Episode 149 Sel Penjara 2
150
Episode 150 Berkumpul Bersama
151
Episode 151 kopi panas
152
Episode 152 Mengobati luka
153
Episode 153 Kedatangan Ibu yang Mendadak
154
Eoisode 154 Kucing dan Tikus
155
Episode 155 Permintaan Terakhir
156
Episode 156 Akhir Cerita (the end)
157
Episode tambahan
158
(Musim Ke 2)
159
Mabuk
160
Pertikaian
161
Teringat Masa Lalu
162
Pembicaraan
163
Makan Siang
164
Ingatan Masa Lalu
165
Rumah Sisi
166
Ice Skating
167
Alasan di balik semuanya
168
Wanita yang kemarin
169
Marah
170
Apartemen
171
Kembali teringat
172
Mengendap-ngendap
173
video
174
Hukuman di batalkan
175
Kelakuan aneh Clara
176
Meminta Motor
177
Toilet wanita
178
Menggambar seseorang
179
Tak sengaja menguping
180
Ruang Kesehatan
181
Pergi Ke Kantor
182
Hubungan yang semakin membaik
183
Salah paham
184
Kalung
185
Tak terkendali
186
Ditolong Rio kembali
187
Keganjilan
188
Aisyah 1
189
Aisyah 2
190
Pesan dari Rio
191
Bipolar
192
Bertolak belakang
193
Makan Malam
194
EPISODE 194
195
Pemaksaan
196
Ke perusahaan Relive
197
Anak Kecil Penjual Bunga
198
Cafetaria kantor
199
Kejadian yang di alami Milea
200
Mencari seorang Wanita
201
Tante Bunga
202
Pernyataan Cinta Rio
203
Pernikahan
204
Tidak sesuai ekspektasi
205
Amplop coklat
206
Pembahasan tentang Zahra
207
Bulan Madu
208
Sebuah titik terang
209
Melapor ke Kantor Polisi
210
Kembali ke hotel
211
Yanti yang kembali
212
Orang-orang mencurigakan
213
Pulang ke Rumah
214
Penjelasan Yanti
215
Kiss
216
Bertemu seseorang
217
Clara yang memasak
218
Brangkas Rahasia
219
Apakah sebuah pilihan yang benar?
220
Clara yang pergi
221
Sambal
222
Kelaparan
223
Masuk ke kamar Adam
224
Reza mengenal Arum?
225
Prasangka Rio kepada Paman Sam
226
Panti Asuhan Palangi
227
Vidio Call
228
Kejujuran yang memperburuk
229
Hobi Clara yang suka ngilang
230
Siapa laki-laki itu?
231
Azka yang tahu, siapa Rio sebenarnya?
232
Kecoa vs Cicak
233
Diawasi
234
Meminta bantuan
235
Berunding
236
Terbawa mimpi masa lalu
237
Mogok Makan
238
Kabur
239
Hati yang kembali berdebar
240
kedatangan yang tak diinginkan
241
Ciuman kejutan
242
Azka yang tergesa-gesa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!