Episode 13 Suara Petir

"Mama sama papa yakin gak nunggu mas Azka pulang dulu."

"Gak perlu, dia juga lagi ngambek sama Papa Mama. Jadi biarkan saja dia." Ucap Mama

"Iya nak Zahra, kami sudah paham betul sikap Azka yang seperti ini. Dia gak akan pulang kalau masih ngambek seperti itu. Paling-paling nanti malam juga dia nginep dirumah temannya. Jadi kamu tidak perlu menunggunya." Jelas Papa

"Iya sayang, benar yang dikatakan Papa. Dia selalu bersikap seperti itu bila sedang ngambek atau marah. Jadi kamu tidak perlu menunggunya malam ini. Kalau sudah hilang ngambeknya pasti dia pulang sendiri kerumah. Jadi jangan terlalu mengkhawatirkannya. Kamu mengerti?"

"Iya ma, Zahra paham."

"Oh iya soal Ratna, nanti ada sopir yang menjeputnya untuk mengambil barang-barangnya. Kalau kamu merasa kesepian, kamu bisa meminta Ratna untuk menemanimu malam ini. Sekarang Papa Mama mau pergi dulu ya sayang."

"Iya mah, hati-hati dijalan."

"Kamu juga baik-baik dirumah. Kami pergi dulu ya. Daaa... Sayang."

"Daaa ma...."

Sekarang Zahra sendirian dirumah. Setelah kepergian Papa Mama rumah terasa sepi kembali. Padahal Zahra sudah sangat senang bila mereka bisa tinggal disini. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi keputusannya Mas Azka. Jadi Zahra tidak bisa untuk menentangnya. Zahra kepikiran tentang perkataan Mama tadi.

"Akankah Mas Azka tidak pulang malam ini?" Pertanyaan yang muncul didalam benaknya.

"Mungkin dia hanya membutuhkan waktu untuk sendiri. Sebaiknya aku tidak terlalu berpikiran yang aneh-aneh." Zahra yang sedikit gelisah.

Mungkin nanti setelah Ratna datang dia terpikir untuk meminta Ratna menemaninnya malam ini.

Jadi untuk mengisi waktu luangnya Zahra ingin membuat kue.

"Lumayan untuk cemilan nanti malam  bersama Ratna. Lagian Ratna kan paling suka kue." Dalam pikiran Zahra

Didapur, Zahra begitu bersemangat membuat kue. Terlihat tidak ada beban pikiran saat ia membuat kue. Mungkin memasak memang cara jitu untuk Zahra menghilangkan beban pikirannya.

Setidaknya dapat sejenak untuk melupakannya. Setelah 1 jam lebih Zahra bergulat didapur. Akhirnya kuenya matang juga.

"Tung ting" Suara nada pesan masuk.

Pesan dari Ratna. "Tadi Mama sudah menelepon Ratna kak, dan memintaku untuk menemani Kak Zahra malam ini. Tapi maaf Kak Zahra, aku ada tugas kelompok jadi aku nginep dirumah teman. Aku harap Kak Zahra tidak apa-apa untuk ini?"

"Tentu saja tidak apa-apa. Tugas kamu lebih penting. Jadi belajarlah dengan rajin. Kakak juga sudah terbiasa dirumah sendiri. Jadi kamu tidak perlu khawatir." Membalas pesan Ratna.

"Terima kasih kak. Kak Zahra memang yang terbaik." Pesan dari Ratna.

Zahra sedikit merasa kecewa. Tapi apa boleh buat. Ratna memang tidak bisa datang. Tiba-tiba saja dia teringat Sisi. Zahra pun menelponnya.

"Assalamualikum Sisi" Zahra

"Waalaikumsalam. Tumben kamu meneleponku, ada apa? Kangen ya?" ucap Sisi.

"Udah gak usah bercandak. Kamu sibuk gak malam ini?"

"Malam ini?? Em.....Kalau gak salah, mama minta aku buat nganterin kerumah nenek. Mungkin juga aku nginep disana. Memangnya ada apa kamu nanya itu?"

"Begitu ya. Gak apa-apa sie cuma nanya aja. Tapi besok kamu masuk kuliah kan?"

"Tentu saja. Tapi sebenarnya ada apa sie, kamu nanya kayak gitu? Kamu lagi ada masalah ya?"

"Oh gak, gak kok. Sebenernya aku lagi masak kue. Niatnya mau kasih kamu juga. Tapi kelihatanya kamu gak bisa kesini untuk ngambilnya. Jadi aku akan bawakan besok kekampus."

"Oh....kamu baik banget. Aku jadi sedikit merasa bersalah."

"Kamu gak salah kenapa harus merasa bersalah. Kamu memang aneh."

"Ya....soalnya aku gak bisa kesana. Padahal kamu pasti udah susah payah buat kuenya."

"Apaan sie, kamu terlalu lebay. Lagian aku juga cuma iseng-iseng buat kuenya. Tahu gini jadinya, aku gak telpon kamu tadi. Ya sudah aku titip salam saja, untuk mama dan nenekmu. Semoga mereka sehat selalu. Dan sampai ketemu besok dikampus."

"Iya, pasti aku sampaiin keMama. Sampai ketemu besok."

"Assalamualaiku."

"Walaikusalam" Memutuskan telepon.

"Sepertinya aku memang harus sendirian malam ini." Batin Zahra.

Zahra pun membereskan dapur dan kembali kekamarnya.

Sementara diCaffe milik Rere.

Azka sedang mengobrol dengan Rere.

"Re.... sebaiknya kamu jujur deh sama aku."

"Memanganya aku bohong apa kekamu?" Rere yang memutar balikkan pertanyaan.

"Saat kamu di Venesia, itu bukan untuk menemani seorang teman liburan bukan? Apa yang sebenarnya kamu lakukan disana?" Tanya Azka

"Aku memang menemani seorang teman kog disana." Rere yang mencoba mengeles

"Sudahlah kamu gak usah berbohong lagi. Aku sudah tau semuanya." Ungkap Azka

"Okey...akan aku katakan yang sebenarnya. Aku memang sengaja kesana untuk gangguin rencana bulan madu kalian. Aku gak ingin kalian bersama. Apa lagi berduaan. Itu yang membuatku mengikuti kalian kesana." Jelas Rere

"Sebenarnya apa sih yang kamu fikirkan. Kamu tau sendiri kan, yang aku cintai cuma kamu. Sedangkan aku dan Zahra cuma bersandiwara sebagai pasangan. Aku kesana cuma untuk menuruti permintaan orang tua aku, gak lebih.

Apakah sekarang kamu mulai gak percaya dengan cintaku?"

"Bukan begitu. Aku cuma cemburu melihat kalian bersama. Dan aku takut semakin sering kalian bersama membuat cintamu kepadaku memudar. Aku gak mau kehilangan kamu."

"Baiklah aku mengerti perasaanmu. Tapi lain kali jangan melakukan sesuatu yang sejauh itu. Aku tidak ingin semuanya menjadi kacau. Kamu mengerti?" Pinta Azka

"Em... Aku mengerti." Rere memeluk erat tubuh Azka.

"Sepertinya akan turun hujan. Sebaiknya aku pulang sekarang." Ucap Azka

"Tapi aku masih ingin bersamamu." Rere yang mulai bersikap manja.

"Situasi dirumah sedang gak enak. Jadi aku gak bisa berlama-lama disini. Lain kali saja. Aku akan datang kerumahmu agar kita bisa lebih lama bersama."

"Benarkah itu...?"

"Tentu, mana mungkin aku membohongimu." Jawab Azka.

"Baiklah, aku akan melepasmu hari ini." Rere melepaskan pelukannya.

"Terima kasih sayang." Azka mengecup kening Rere.

"Ingat ..... Jangan sampai lupa apa yang kamu ucapkan tadi."

"Baik Boss." Azka mulai melangkah pergi.

"Azka.... Tunggu!" Tahan Rere

"Apa lagi?"

"Aku melupakan seauatu."

"Melupakan apa?"

Dengan tiba-tiba Rere mencium bibir Azka.

"Aku lupa untuk ciumanku. Baiklah sekarang kamu boleh pergi."

"Kamu ini..... Sungguh nakal." Mencubit hidung Rere.

"Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Azka

"Hati-hati dijalan." Pesan Rere.

Azka pun pergi meninggalkan Rere.

Dengan cuaca yang sangat mendung. Perlahan-lahan tetesan air hujan mulai turun. Hujan semakin lebat disertai angin yang sangat kencang. Kilatan petir menyambar terdengar begitu menggelegar. Hingga membuat terkejut orang yang mendengar. Azka yang masih dalam perjalanan pulang. Berusaha berhati-hati saat menyetir agar tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Sampailah azka didepan rumah. Tetapi ada yang aneh. Rumahnya terlihat begitu gelap, tanpa ada satu pun cahaya lampu yang menyala.

"Kenapa begitu gelap sekali. Apakah tidak ada orang dirumah?" Pikir Azka.

Azka melangkah memasuki rumah.

"Pintunya....kenapa tidak dikunci." Azka mulai sedikit cemas .

Dia mencari saklar lampu dengan dibantu cahaya dari HPnya.

"Ternyata listriknya sedang padam." Ucapnya dengan suara pelan.

"Tunggu dulu.....terus kemana si zahra?"

Pertanyaan yang tiba-tiba saja muncul.

"Zahra..." Azka yang mencoba memangil Zahra.

"Zahra, loe dimana?"

"Zahra" Azka memanggil kembali. Tapi tidak ada tanda-tanda respon darinya.

Sementara suara petir yang menyambar semakin menggelegar. Azka naik kelantai atas menuju kamarnya.

Samar-samar ia mendengar suara seseorang menangis. Azka mengikuti asal suara tangisan tersebut. Sampai dikamarnya, suara tangisan itu semakin jelas. Azka buru-buru masuk kedalam kamar. Ia melihat Zahra yang menangis sambil memeluk kedua kakinya dipojok lemari.

"Zahra" Ucap Azka.

Dia berlari menghampiri Zahra.

"Zahra, apa yang terjadi padamu?" Tanya Azka

"Jdaaaarrr" Suara keras petir yang menyambar.

"Aaaa...Abah Zahra ta...kut." Suara Zahra yang terdengar begitu ketakutan.

Zahra sangat ketakutan akan suara petir. Sampai tak menyadari keberadaan Azka yang ada didepannya. Melihat kondisi Zahra yang saat ini sangat ketakutan. Dengan sendirinya Azka langsung memeluk tubuh Zahra.

"Tenanglah, gwe ada disini. Loe gak perlu takut lagi." Mencoba menenangkan Zahra dalam pelukanya.

"Jdaaaarrr" Suara petir yang kembali terdengar.

"Aaaa...." Suara teriakan Zahra.

Dan tanpa sadar Zahra juga memeluk Azka dengan sangat erat.

"Jangan takut. Gwe akan jagain loe.

Jadi udah jangan menangis lagi." Tangan Azka mulai mengelus kepala Zahra.

Semakin lama tangisan Zahra sudah berhenti. Dan Akhirnya Zahra pun tertidur dalam pelukan Azka. Hujan juga sudah mulai reda. Lampu kembali menyala. Namun Azka masih tetap terjaga. Dia menatap Zahra yang tetidur dalam pelukanya. Azka mulai merasakan perasaan yang aneh didalam hatinya. Perasaan hangat dan nyaman saat ia memeluk Zahra. Dia menggendong Zahra kemudian merebahkanya diatas ranjang. Dia kembali menatap Zahra.

"Dasar wanita bodoh. Kenapa gak bilang kalau loe takut petir. Gwe gak tahu kalau loe bisa setakut itu. Ternyata loe gak sekuat yang gwe kira." Merapikan selimut Zahra.

Terpopuler

Comments

Lenny Marlina

Lenny Marlina

tapi saya juga sangat penakut, trutama takut sama hantu🤫🤭

2021-04-04

0

Suri Ani

Suri Ani

ternyata zahralah yang bodoh S2 knp pikiran tdk S2 mau saja dipecundangi si Aska yg dama bodohx 😄😃😁

2021-03-24

0

Leska Puspita

Leska Puspita

takut itu bukan berarti manja.
manusia emang ada yang penakut.
jiwa penakut itu sangat susah di buang...

2021-02-09

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Pesta Pernikahan
2 Episode 2 Sarapa Pagi
3 Episode 3 Perayaan Penyambutan
4 Episode 4 Teman Baru
5 Episode 5 Kunjungan Papa Mama
6 Episode 6 Panti Asuhan
7 Episode 7 Membeli Kue
8 Episode 8 Bulan Madu
9 Episode 9 Kilas Balik
10 Episode 10 Festival Topeng
11 Episode 11 Jalan-jalan
12 Episode 12 Pulang ke Rumah
13 Episode 13 Suara Petir
14 Episode 14 Makan Siang
15 Episode 15 Pergi Ke Mall
16 Episode 16 Azka yang kembali Marah
17 Episode 17 Teraktiran
18 Episode 18 Rencana Hendra
19 Episode 19 Zahra yang Ingin bicara
20 Episode 20 Pesta Opening Resort
21 Episode 21 Zahra yang Menghilang
22 Episode 22 Anting-anting
23 Episode 23 Sikap Zahra
24 Episode 24 Kemarahan Azka
25 Episode 25 Kabar dari Desa
26 Episode 26 Menanam Padi
27 Episode 27 Candaan Azka
28 Episode 28 Malam penyatuan
29 Episode 29 Ayunan
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 30
41 Episode 31
42 Episode 32
43 Episode 33
44 Episode 34
45 Episode 35
46 Episode 36
47 Episode 37
48 Episode 38
49 Episode 39
50 Episode 40
51 Episode 41
52 Episode 42
53 Episode 43
54 Episode 44
55 Episode 45
56 Episode 46
57 Episode 47
58 Episode 48
59 Episode 49
60 Episode 50
61 Episode 51
62 Episode 52
63 Episode 53
64 Episode 54
65 Episode 55
66 Episode 56
67 Episode 57
68 Episode 58
69 Episode 59
70 Episode 60
71 Episode 61
72 Episode 71
73 Episode 63
74 Episode 64
75 Episode 65
76 Episode 66
77 Episode 67
78 Episode 68
79 Episose 69
80 Episode 70
81 Episode 71
82 Episode 72
83 Episode 73
84 Episode 74
85 Episode 75
86 Episode 76
87 Episode 77
88 Episode 78
89 Episode 79
90 Episode 80
91 Episode 81
92 Episode 82
93 Episode 83
94 Episode 84
95 Episose 85 Perjuangan Azka
96 Episode 86 Nafsu Makan
97 Episode 87 Menyelinap Masuk
98 Episode 88 Hari pertama Check Up
99 Episode 89
100 90 Pengakuan Milea
101 Episode 91 Pembicaraan Azka dan Leo
102 Episode 92 Tamu
103 Episode 93 Rere
104 Episode 94 Kembalinya ingatan Zahra
105 Episode 95 Membalut luka Azka
106 Episode 96 Aksi Nekat Azka
107 Episode 97 Azka yang Merasa Kesal
108 Episode 98 Kejutan Reka
109 Episode 99 Bercandak
110 Episode 110 Mama Sisi
111 Episode 111 Kecemasan Zahra
112 Episode 112 Kena Batunya
113 Episode 113 Kabar buruk
114 Episode 114 Pulang ke Rumah
115 Episode 115 Kesal karena Cemburu
116 Episode 116 Menelepon Kak Reka
117 Episode 117 Akhirnya Zahra yang mau cerita
118 Episode 118 Krim Kue
119 Episode 119 Menjenguk
120 Episode 120 Pembicaraan
121 episode 121 Area Permainan
122 Episode 122 Sisi yang bersembunyi
123 Episode 123 Anak Kecil yang Menggemaskan
124 Episode 124 Kebiasaan Azka
125 episode 125 Pagi
126 Episode 126 Pencarian Sisi 1
127 Episode 127 Pencarian Sisi 2
128 Episode 128 Azka yang Merasa Tergoda
129 Episode 129 Es krim
130 Episode 130 Es Krim part 2
131 episode 131 Pesta Part 1
132 Episode 132 Pesta Part 2
133 Episode 133 Pesta Part 3
134 Episode 134 Mengikuti Sisi
135 Episode 135 Berbicara dengan Milea
136 Episode136 Telepon
137 Episode 137
138 Episode 138 Terbongkarnya Rahasia Milea
139 Episode 139 Pengejaran Milea
140 Episode 140
141 Episode 141 Kekalahan Milea
142 Episode 142 Membawa Sisi ke rumah sakit
143 Episode 143 Di Rumah Sakit
144 Episode 144 Azka Zahra
145 Episode 145 Keadaan Sisi
146 Episode 146 Rahasia
147 Episode 147
148 Episode 148 Sel Penjara
149 Episode 149 Sel Penjara 2
150 Episode 150 Berkumpul Bersama
151 Episode 151 kopi panas
152 Episode 152 Mengobati luka
153 Episode 153 Kedatangan Ibu yang Mendadak
154 Eoisode 154 Kucing dan Tikus
155 Episode 155 Permintaan Terakhir
156 Episode 156 Akhir Cerita (the end)
157 Episode tambahan
158 (Musim Ke 2)
159 Mabuk
160 Pertikaian
161 Teringat Masa Lalu
162 Pembicaraan
163 Makan Siang
164 Ingatan Masa Lalu
165 Rumah Sisi
166 Ice Skating
167 Alasan di balik semuanya
168 Wanita yang kemarin
169 Marah
170 Apartemen
171 Kembali teringat
172 Mengendap-ngendap
173 video
174 Hukuman di batalkan
175 Kelakuan aneh Clara
176 Meminta Motor
177 Toilet wanita
178 Menggambar seseorang
179 Tak sengaja menguping
180 Ruang Kesehatan
181 Pergi Ke Kantor
182 Hubungan yang semakin membaik
183 Salah paham
184 Kalung
185 Tak terkendali
186 Ditolong Rio kembali
187 Keganjilan
188 Aisyah 1
189 Aisyah 2
190 Pesan dari Rio
191 Bipolar
192 Bertolak belakang
193 Makan Malam
194 EPISODE 194
195 Pemaksaan
196 Ke perusahaan Relive
197 Anak Kecil Penjual Bunga
198 Cafetaria kantor
199 Kejadian yang di alami Milea
200 Mencari seorang Wanita
201 Tante Bunga
202 Pernyataan Cinta Rio
203 Pernikahan
204 Tidak sesuai ekspektasi
205 Amplop coklat
206 Pembahasan tentang Zahra
207 Bulan Madu
208 Sebuah titik terang
209 Melapor ke Kantor Polisi
210 Kembali ke hotel
211 Yanti yang kembali
212 Orang-orang mencurigakan
213 Pulang ke Rumah
214 Penjelasan Yanti
215 Kiss
216 Bertemu seseorang
217 Clara yang memasak
218 Brangkas Rahasia
219 Apakah sebuah pilihan yang benar?
220 Clara yang pergi
221 Sambal
222 Kelaparan
223 Masuk ke kamar Adam
224 Reza mengenal Arum?
225 Prasangka Rio kepada Paman Sam
226 Panti Asuhan Palangi
227 Vidio Call
228 Kejujuran yang memperburuk
229 Hobi Clara yang suka ngilang
230 Siapa laki-laki itu?
231 Azka yang tahu, siapa Rio sebenarnya?
232 Kecoa vs Cicak
233 Diawasi
234 Meminta bantuan
235 Berunding
236 Terbawa mimpi masa lalu
237 Mogok Makan
238 Kabur
239 Hati yang kembali berdebar
240 kedatangan yang tak diinginkan
241 Ciuman kejutan
242 Azka yang tergesa-gesa
Episodes

Updated 242 Episodes

1
Episode 1 Pesta Pernikahan
2
Episode 2 Sarapa Pagi
3
Episode 3 Perayaan Penyambutan
4
Episode 4 Teman Baru
5
Episode 5 Kunjungan Papa Mama
6
Episode 6 Panti Asuhan
7
Episode 7 Membeli Kue
8
Episode 8 Bulan Madu
9
Episode 9 Kilas Balik
10
Episode 10 Festival Topeng
11
Episode 11 Jalan-jalan
12
Episode 12 Pulang ke Rumah
13
Episode 13 Suara Petir
14
Episode 14 Makan Siang
15
Episode 15 Pergi Ke Mall
16
Episode 16 Azka yang kembali Marah
17
Episode 17 Teraktiran
18
Episode 18 Rencana Hendra
19
Episode 19 Zahra yang Ingin bicara
20
Episode 20 Pesta Opening Resort
21
Episode 21 Zahra yang Menghilang
22
Episode 22 Anting-anting
23
Episode 23 Sikap Zahra
24
Episode 24 Kemarahan Azka
25
Episode 25 Kabar dari Desa
26
Episode 26 Menanam Padi
27
Episode 27 Candaan Azka
28
Episode 28 Malam penyatuan
29
Episode 29 Ayunan
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 30
41
Episode 31
42
Episode 32
43
Episode 33
44
Episode 34
45
Episode 35
46
Episode 36
47
Episode 37
48
Episode 38
49
Episode 39
50
Episode 40
51
Episode 41
52
Episode 42
53
Episode 43
54
Episode 44
55
Episode 45
56
Episode 46
57
Episode 47
58
Episode 48
59
Episode 49
60
Episode 50
61
Episode 51
62
Episode 52
63
Episode 53
64
Episode 54
65
Episode 55
66
Episode 56
67
Episode 57
68
Episode 58
69
Episode 59
70
Episode 60
71
Episode 61
72
Episode 71
73
Episode 63
74
Episode 64
75
Episode 65
76
Episode 66
77
Episode 67
78
Episode 68
79
Episose 69
80
Episode 70
81
Episode 71
82
Episode 72
83
Episode 73
84
Episode 74
85
Episode 75
86
Episode 76
87
Episode 77
88
Episode 78
89
Episode 79
90
Episode 80
91
Episode 81
92
Episode 82
93
Episode 83
94
Episode 84
95
Episose 85 Perjuangan Azka
96
Episode 86 Nafsu Makan
97
Episode 87 Menyelinap Masuk
98
Episode 88 Hari pertama Check Up
99
Episode 89
100
90 Pengakuan Milea
101
Episode 91 Pembicaraan Azka dan Leo
102
Episode 92 Tamu
103
Episode 93 Rere
104
Episode 94 Kembalinya ingatan Zahra
105
Episode 95 Membalut luka Azka
106
Episode 96 Aksi Nekat Azka
107
Episode 97 Azka yang Merasa Kesal
108
Episode 98 Kejutan Reka
109
Episode 99 Bercandak
110
Episode 110 Mama Sisi
111
Episode 111 Kecemasan Zahra
112
Episode 112 Kena Batunya
113
Episode 113 Kabar buruk
114
Episode 114 Pulang ke Rumah
115
Episode 115 Kesal karena Cemburu
116
Episode 116 Menelepon Kak Reka
117
Episode 117 Akhirnya Zahra yang mau cerita
118
Episode 118 Krim Kue
119
Episode 119 Menjenguk
120
Episode 120 Pembicaraan
121
episode 121 Area Permainan
122
Episode 122 Sisi yang bersembunyi
123
Episode 123 Anak Kecil yang Menggemaskan
124
Episode 124 Kebiasaan Azka
125
episode 125 Pagi
126
Episode 126 Pencarian Sisi 1
127
Episode 127 Pencarian Sisi 2
128
Episode 128 Azka yang Merasa Tergoda
129
Episode 129 Es krim
130
Episode 130 Es Krim part 2
131
episode 131 Pesta Part 1
132
Episode 132 Pesta Part 2
133
Episode 133 Pesta Part 3
134
Episode 134 Mengikuti Sisi
135
Episode 135 Berbicara dengan Milea
136
Episode136 Telepon
137
Episode 137
138
Episode 138 Terbongkarnya Rahasia Milea
139
Episode 139 Pengejaran Milea
140
Episode 140
141
Episode 141 Kekalahan Milea
142
Episode 142 Membawa Sisi ke rumah sakit
143
Episode 143 Di Rumah Sakit
144
Episode 144 Azka Zahra
145
Episode 145 Keadaan Sisi
146
Episode 146 Rahasia
147
Episode 147
148
Episode 148 Sel Penjara
149
Episode 149 Sel Penjara 2
150
Episode 150 Berkumpul Bersama
151
Episode 151 kopi panas
152
Episode 152 Mengobati luka
153
Episode 153 Kedatangan Ibu yang Mendadak
154
Eoisode 154 Kucing dan Tikus
155
Episode 155 Permintaan Terakhir
156
Episode 156 Akhir Cerita (the end)
157
Episode tambahan
158
(Musim Ke 2)
159
Mabuk
160
Pertikaian
161
Teringat Masa Lalu
162
Pembicaraan
163
Makan Siang
164
Ingatan Masa Lalu
165
Rumah Sisi
166
Ice Skating
167
Alasan di balik semuanya
168
Wanita yang kemarin
169
Marah
170
Apartemen
171
Kembali teringat
172
Mengendap-ngendap
173
video
174
Hukuman di batalkan
175
Kelakuan aneh Clara
176
Meminta Motor
177
Toilet wanita
178
Menggambar seseorang
179
Tak sengaja menguping
180
Ruang Kesehatan
181
Pergi Ke Kantor
182
Hubungan yang semakin membaik
183
Salah paham
184
Kalung
185
Tak terkendali
186
Ditolong Rio kembali
187
Keganjilan
188
Aisyah 1
189
Aisyah 2
190
Pesan dari Rio
191
Bipolar
192
Bertolak belakang
193
Makan Malam
194
EPISODE 194
195
Pemaksaan
196
Ke perusahaan Relive
197
Anak Kecil Penjual Bunga
198
Cafetaria kantor
199
Kejadian yang di alami Milea
200
Mencari seorang Wanita
201
Tante Bunga
202
Pernyataan Cinta Rio
203
Pernikahan
204
Tidak sesuai ekspektasi
205
Amplop coklat
206
Pembahasan tentang Zahra
207
Bulan Madu
208
Sebuah titik terang
209
Melapor ke Kantor Polisi
210
Kembali ke hotel
211
Yanti yang kembali
212
Orang-orang mencurigakan
213
Pulang ke Rumah
214
Penjelasan Yanti
215
Kiss
216
Bertemu seseorang
217
Clara yang memasak
218
Brangkas Rahasia
219
Apakah sebuah pilihan yang benar?
220
Clara yang pergi
221
Sambal
222
Kelaparan
223
Masuk ke kamar Adam
224
Reza mengenal Arum?
225
Prasangka Rio kepada Paman Sam
226
Panti Asuhan Palangi
227
Vidio Call
228
Kejujuran yang memperburuk
229
Hobi Clara yang suka ngilang
230
Siapa laki-laki itu?
231
Azka yang tahu, siapa Rio sebenarnya?
232
Kecoa vs Cicak
233
Diawasi
234
Meminta bantuan
235
Berunding
236
Terbawa mimpi masa lalu
237
Mogok Makan
238
Kabur
239
Hati yang kembali berdebar
240
kedatangan yang tak diinginkan
241
Ciuman kejutan
242
Azka yang tergesa-gesa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!