Episode 9 Kilas Balik

Azka terbangun dari tidurnya. Dia terkejut, kenapa bisa dia tidur dikamar zahra.

"Bagaimana bisa gwe tidur disini." mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi kemarin.

*flash back*

Hari sudah semakin sore, Azka mengantar Rere pulang kembali kehotel tempatnya menginap. Setelah mengantarkan Rere, Azka kembali kehotel penginapanya sendiri. Saat dikamarnya, hati Azka merasa cemas.

Tiba-tiba saja bayangan zahra terlintas dalam fikiranya.

"Kira-kira cewek kampung itu udah pulang apa belum ya." batin Azka.

Dia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 5 sore.

"Sebaiknya gwe ngecek kekamarnya deh." beranjak pergi kekamar zahra.

Didepan pintu kamar "tok....tok...tok.." Azka mengetuk pintu. Tapi tidak ada respon. Dia kembali mengetuk pintu namun masih tidak ada respon sama sekali. Azka mulai cemas, dia pun meminta kunci cadangan ke resepsionis.

Benar saja saat pintu kamar terbuka, kamar tersebut kosong. Zahra tidak ada disana.

"Dia tidak ada dikamar, terus kemana dia sekarang." Azka menelepon pemandu tur yang menemani zahra. Namun jawaban yang diterimanya tidak memuaskan.

Pemandu tur menjelaskan bahwa dia berpisah dengan zahra saat dijalan. Tiba-tiba saja zahra berlari meninggalkannya ditempat. Saat pemandu tur mengejarnya ia sudah kehilangan jejaknya. Ia mencoba menunggunya selama 2 jam, tapi zahra tak kunjung datang. Pemandu tur berfikir kalau zahra sudah kembali kehotel jadi dia putuskan untuk pulang. Pemandu tur itu bilang bahwa tempat ia berpisah dengan zahra dicaffe Florian dekat dengan Piazza San Marco. Tanpa pikir panjang Azka lansung menuju tempat tersebut. Sampai ditempat, Azka mencari keberadaan zahra. Ada suatu hal yang membuat Azka tersadar. Tempat ini berdekatan dengan tempat ia bertemu dengan Rere.

"Mungkinkah dia tau kalau aku bersama dengan Rere?"pertanyaan yang

tiba-tiba muncul dalam benaknya.

"Sudahlah yang terpenting sekarang gwe harus menemukannya." ucap azka.

Azka sudah menelusuri tempat tersebut namun tetap saja ia tak dapat menemukannya. Ia mencari dengan jarak yang lebih jauh dari tempat tersebut, tiba tiba saja ia mendengar suara ribut dari sebuah gang. Azka penasaran hingga menghampiri asal suara keributan tersebut. Dan akhirnya digang tersebut ia menemukan zahra yang sedang diganggu oleh sekelompok pemuda. Azka langsung melesat melepaskan tangan pemuda yang memegang paksa tangan Rere. Tanpa memerlukan waktu lama sekelompok pemuda tersebut melarikan diri meninggalkan azka dan zahra. Melihat kondisi zahra yang kurang baik, azka menggendong zahra dipunggungnya, membawa zahra kembali kehotel. Sampai dikamar zahra, azka menurunkannya diatas ranjang.

"Loe bodoh atau apa. Kan gwe udah bilang sama loe, sebelum jam 4 sore loe sudah harus kembali kehotel. Tapi loe masih berkeliaran diluar sana sampai diganggu pemuda brengsek tadi. Sebenarnya apa sie mau loe?"

ucap azka yang sedang marah.

"Maafkan saya" zahra menangis dengan tangan yang masih gemetar.

"Loe tau kan, kalau sampai terjadi sesuatu sama loe, gwe juga yang repot."

"maaf."

"Maaf, maaf, maaf gak bisa kah lo bicara selain kata itu." Azka melihat tubuh zahra yang gemetaran sehingga ia jadi tidak tega. melihatnya yang seperti ini membuat azka sedikit merasa agak bersalah.

"Sudahlah, gwe ambil obat dulu buat ngobatin loe." beranjak pergi mengambil obat.

Sementara zahra masih merasa sedikit tergunjang dengan kejadian tadi. ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya kalau saja mas azka tidak datang waktu itu. Namun ia merasa bersyukur dia masih bisa selamat.

Azka kembali dengan membawa kotak obat ditangannya.

"Biar gwe lihat dulu luka loe." ucap azka.

memegang kaki zahra yang terluka.

"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa loe bisa sampai terpisah dengan pemandu tur?." tanya azka

"Saya hanya mencoba menolong seorang anak kecil yang sedang terjatuh."

"Jika itu penyebabnya, kenapa sampai bisa pemandu tur tak dapat menemukanmu. Bukankah seharusnya kamu masih di sekitar sana." sambil mengobati kaki zahra.

"Mungkin saya berlari terlalu cepat makanya dia tak dapat menemukan saya." jelas zahra.

"Sebaiknya lain kali loe dapat sedikit berhati-hati. Loe tau kan kalau loe bisa saja tersesat."

"Iya mas, lain kali saya akan lebih berhati-hati. Apakah mas baik-baik saja?"

"Bukanya pertanyaan itu lebih tepat untuknya, kenapa malah menanyakanya kepadaku." ucap azka dalam hati.

"Tentu aku baik-baik saja, memang ada apa denganku."

"Itu... Bibir mas berdarah, mungkin karna terkena pukulan pemuda tadi."

"Ini.... cuma luka kecil. Gak perlu khawatir."

"Tapi... tetap saja harus diobati. Bisakah mas

azka agak sedikit lebih mendekat, biar saya mengobatinya." mengambil obat dalam kotak.

Azka pun tak bisa menolak zahra. dengan perlahan dan hati-hati zahra mengobati luka azka. Sambil meniup-niupi lukanya zahra tak menyadari wajahnya yang begitu dekat dengan wajah azka. Azka dapat melihat kedua bola mata indah milik zahra. Wajahnya yang kecil, dengan bulu mata yang panjang dan hitam. Membuat azka tanpa sadar telah mengamati wajah zahra dengan sendirinya. Pipinya yang merona, hidung yang mancung serta bibir mungil yang berwarna pink membutnya seperti putri tidur yang menantikan seorang pangeran datang untuk menciumnya.

"Sudah selesai mas" Azka tak menyadari bahwa zahra sudah selesai mengobatinya.

"Mas... Mas Azka.." Azka masih saja memandangi wajah zahra.

"Mas...."

"Ya...ada.. apa?" azka menjawab dengan gagap.

"Sudah selesai mas."

"Oh ya...baiklah begitu. Sepertinya kita belum sempat makan malam, jadi gwe akan pesan makanan buat dianter kekamar." mencoba mengalihkan situasi.

Pesanan makanan telah datang. mereka menikmati makan malam bersama sama. setelah makan malam Azka tertidur disofa. sementara zahra tak tega untuk membangunkanya. Akhinya Azka bermalam dikamar zahra.

Setelah selesai mengingat dan kesadarannya telah kembali.

"Sebaiknya gwe kembali kekamar gwe sendiri." Azka beranjak pergi.

Azka baru saja selesai mandi, ia berencana memesan makanan untuk diantar kekamar zahra. Mengingat kemarin dia sedang terluka. Meski dia selalu bersikap buruk kepada zahra, namun sebenarnya azka memiliki hati yang lembut. Ia tak tega melihat seorang perempun yang terluka.

Kring..kring ada telepon masuk.

"Rere" azka mengangkat teleponnya.

"Ada apa Re?"

"Kok ada apa sie. Kamu gak seneng ya aku telepon?"

"Bukan begitu, aku hanya...." tidak meneruskan bicara.

"Hanya apa?? Kamu lupa ya? Kemarin kita kan sudah janjian akan bertemu hari ini.?"

"Oh iya gwe kemarin kan udah janjian sama Rere. Sial kenapa gwe bisa lupa." batin azka.

"Enggak kok,  ini aku juga udah mau berangkat jemput kamu." Ucap azka

"Serius..., kalau gitu aku tunggu didepan hotel. Jangan lama-lama ya."

"Iya sayang, sampai nanti." memutus telepon.

"Gimana ini gwe udah terlanjur janji gak mungkin kan gwe batalin. Terus masak gwe ninggalin zahra yang lagi sakit, gak punya perasaan donk gwe. Aaahh....bingung gwe." mengacak acak rambutnya.

Azka mendatangi kamar zahra.

"Tok...tok...tok.." zahra membuka pintu.

"Mas Azka....silahkan masuk mas."

"Bagaimana keadanmu??"

"Alhamdulilah mas jadi lebih baik ketimbang kemrin."

"Syukur deh kalau gitu."

"Oh ya mas,saya mau berterima kasih kemarin mas Azka sudah menolong saya. Kalau gak ada mas, saya gak tau apa yang akan terjadi kepada saya. Dan terima kasih juga untuk sarapan yang mas pesen pagi ini." tersipu malu.

"Gak perlu bertrimakasi selama kita disini loe jadi tanggung jawab gwe. Jadi wajar aja gwe nolongin loe. Hari ini loe istirahat saja dihotel. Kalau mau keluar tunggu besok saja. Setelah loe benar-benar sembuh, jika loe perlu sesuatu telopon saja pada pelayanan hotel.

" Iya mas."

"Hari ini gwe mau pergi keluar. Loe perlu sesuatu untuk nanti gwe belikan?" tanya azka.

"Tidak ada mas."

"Loe gak apa-apa kan gwe tinggal.?"

"Gak apa-apa kog mas, mas azka pergi aja."

"Baiklah kalau gitu gwe pergi dulu."

"iya mas, hati-hati."

Azka berjalan pergi.

Tepat didepan hotel Rere sudah menunggu azka. Sebuah mobil berhenti. Dan itu adalah azka.

"Azka.... akhirnya kamu datang juga." masuk kedalam mobil.

"Mana mungkin aku gak datang, aku kan sudah janji sama kamu."

"Ya udah, kita langsung jalan aja."

Saat didalam mobil.

"Azka 2 hari lagi akan ada festival topeng. Maukah kamu pergi menemaniku?" Rere mencoba mengajak azka.

"Festival topeng?"

"Iya festival topeng. Kebetulan kita datang kesini pada hari mendekati festival jadi kita bisa berkesempatan untuk melihat festival itu. Gimana kalau kita beli costum dulu buat festivalnya."

"Oke tuan putri, saya akan menemani tuan putri untuk membeli costum. Tapi sebagai gantinya maukah tuan putri mencium pangeran ini?" tersenyum menggoda.

"Ih... dasar pangeran nakal." Rere mendekat lalu mencium pipi azka.

"Sudah. Itu sebagai pembayaran dimuka. Kalau kamu berhasil membuat tuan putri ini merasa puas hari ini, kamu akan mendapatkan hadiah yang lebih istimewa lagi." jelas Rere.

"Benarkah itu tuan putri?"

"Tentu saja."

"Kalau begitu saya sudah tak sabar untuk menunggu."

Akhirnya mereka pun bersenang senang memilih costum untuk festival. Mereka menikmati hari ini dengan penuh suka cita. Tanpa merasakan rasa bersalah karena meninggalkan zahra sendiri dihotel.

Hari sudah mulai malam. Membuat Rere dan azka kembali untuk pulang. Sesampainya didepan hotel Rere. Didalam mobil.

"Azka terimakasih untuk hari ini. Aku merasa sangat bahagia bisa bersamamu."

"Aku juga bahagia bila kamu bahagia."

Rere mendekatkan diri kearah azka. Meraih wajah azka lalu kemudian mencium bibirnya.

"Cup...."

Azka membalas ciuman dari Rere, membuat ciuman itu terasa panas.

"Itu hadiah untuk hari ini. Karna kamu berhasil membuat tuan putri puas."

"Terima kasih tuan putri atas hadiahnya." tersenyum manis.

"Baik lah kamu hati-hati dijalan."

"Siap tuan putri".

Azka meninggalkan tempat Rere.

Pagi harinya Azka mengajak zahra sarapan diluar.

"Hari ini kita akan belanja sekalian buat

oleh-oleh yang ada dirumah. Tapi kaki loe beneran udah sembuh kan?" tanya azka.

"Iya mas, alhamdulilah."

"Kalau gitu sehabis sarapan kita langsung berangkat saja."

"Iya mas."

Ditengah-tengah disaat mereka berdua sedang sarapan, Rere tiba-tiba saja muncul.

"Azka..Zahra... Kalian disini?"

"Rere?" azka sedikit terkejut.

"Iya Mbk."

"Kebetulan sekali bisa bertemu kalian disini. Apakah kalian datang kemari untuk berbulan madu?"

"Uhuk..." Azka tersedak.

"Kita hanya sedang berlibur kog mbak. Sedangkan mbak Rere sendiri?"

"Oh aku..., hanya menemani seorang teman datang kemari. Kalau begitu bolehkah aku bergabung dengan kalian.?" tanya Rere

"Tentu saja mbk, silahkan." zahra mempersilahkan untuk bergabung.

"Kamu bilang kamu sedang menemani seorang teman tapi dimana temanmu sekarang?" tanya Azka.

"Temanku..? dia sedang PDKT dengan seseorang jadi aku tak mau mengganggunya."

jelas Rere.

"Tentu saja." ucap azka.

"Setelah ini rencana kalian mau kemana??"

"Kita mau belanja oleh-oleh buat dibawa pulang." jawab Azka.

"Kebetulan aku juga ada sesutu yang ingin aku beli, belehkah aku bersama kalian?"

"Tentu saja. Mbk Rere kan juga temanya mas Azka jadi gak masalah kalau mbk Rere ikut bergabung. Saya juga butuh pendapat dari Mbk Rere untuk nanti barang yang akan saya beli." jelas zahra.

"kamu terlalu polos zahra, bagaimana bisa kau membiarkan seseorang yang dicintai suamimu untuk bergabung. lihat saja nanti.. kamu akan melihat seberapa suamimu mencintaiku" batin Rere.

"Kamu baik sekali zahra." puji Rere.

"Terima kasih mbk." sambil tersenyum

"Sebenarnya apa yang kamu rencanakan Re?" batin Azka.

Disalah satu pusat perbelanjaan mereka pergi untuk berbelanja. Rere sengaja menunjukkan baju dengan warna kesukaan Azka. Ia memcoba menserasikan ukuranya kepada tubuh azka. Zahra yang sadar akan hal itu hanya mampu diam tanpa berkata-kata. Karna ia juga tau hubungan mas azka dengan Rere. Zahra bahkan sengaja menjauh dari mereka berdua. Ia tak ingin hatinya semakin terluka melihat kebersamaan mereka.

Azka menarik tangan Rere ketempat yang sedikit sepi.

"Apa yang kamu lakukan?" tanya azka dengan suara lirih.

"Kamu lihat sendiri kan aku sedang apa."Rere mebalikkan pertayaan.

"Aku minta agar kamu bisa sedikit untuk menahan diri, biasanya kamu gak kayak gini sebenarnya ada apa denganmu?"

"Ada apa denganku?? bukankah sudah sangat jelas untukmu tahu, kalau aku gak suka kamu deket-deket sama zahra. Ya..walau pun aku tahu dia istri kamu. Tapi tetep saja aku gak bisa menahanya kalau aku gak suka."

"Ayolah Re, jangan seperti ini. Kamu kan tahu sendiri bahwa hubungan kita jangan sampai diketahui oleh zahra maupun keluarga. Kalau itu sampai terjadi sumuanya bakalan jadi runyam. Aku mohon padamu ya?"

"Baiklah akan aku fikirkan."

Semuanya telah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Membeli barang-barang sesuai keinginan. Mereka melanjutkan dengan mencari tempat untuk makan siang. Setelah itu, Mereka berjalan-jalan sebentar mengelilingi kota venesia.

Rere mengajak Azka untuk menaiki gondola. Zahra hanya bisa mengikuti kemana mereka pergi. Azka mengulurkan tangan untuk membantu Rere menaiki gondola. Begitu pula kepada Zahra. Namun saat menaiki gondola tubuh zahra kehilangan keseimbangan. Sepontan Azka menarik tubuh zahra agar tidak jatuh. Sekarang terlihat Azka dan zahra seperti seorang yang sedang berpelukan. Melihat itu Rere sedikit cemburu. Sesaat mereka saling bertatapan. Mata Azka melihat kedua mata zahra yang dalam. Mereka pun tersadar dan mulai melepaskan diri.

"ehem..ehm... kamu gak apa-apa?" tanya Azka.

"Saya gak apa-apa mas. Terima kasih." balas zahra

"Sama-sama"

Terlihat Azka dan Zahra yang masih terlihat malu-malu akan kejadian tadi. Rere tidak tinggal diam, dia pun mendekati Azka. Mencoba mengalihkan perhatian Azka kepadanya. Zahra pun hanya bisa mengalihkan pandanganya untuk melihat pemandangan disekelilingnya.

Sampai akhirnya mereka mengakhiri

perjalanan mereka untuk hari ini.

Rere diantar pulang kehotelnya. sedangkan Azka dan zahra kembali juga kehotel tempatnya menginap. Azka tak bisa

berkata-kata untuk apa yang telah terjadi hari ini. Mereka berdua sama sama diam. Walau pun sudah sampai dikamar hotel mereka tetap saja diam.

Saat Zahra memasuki kamarnya. Entah kenapa dadanya terasa sesak. Hatinya pun merasakan sakit yang luar biasa. Membuat air mata keluar membasahi pipinya. Malam itu pun menjadi malam yang panjang untuknya meratapi kesedihanya.

Terpopuler

Comments

Suri Ani

Suri Ani

buatlah azka menyesal , serta buatlah zahra melawan dong thor 🙏🏻🙏🙏🏼

2021-03-23

0

Nona Cherry Jo

Nona Cherry Jo

apa hendra yg di maksud waktu di panti asuhan itu adlah teman aska yg di amrik ya thoor...

2021-03-22

0

elisabeth sembiring

elisabeth sembiring

dikehidupan nyata, pelakor banyak, sudah tau ada istri nasih mendekat ke suami orang, alasan cinta, makan tuh cinta.
gantian posisi, kalau pelakor diselingkuhi, suka kali ya. miris memang, saya pernah lihat seorang perempuan pelakor tanpa rasa malu menjadi istri kesekian dan istri pertama oh masih bertahan

2021-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Pesta Pernikahan
2 Episode 2 Sarapa Pagi
3 Episode 3 Perayaan Penyambutan
4 Episode 4 Teman Baru
5 Episode 5 Kunjungan Papa Mama
6 Episode 6 Panti Asuhan
7 Episode 7 Membeli Kue
8 Episode 8 Bulan Madu
9 Episode 9 Kilas Balik
10 Episode 10 Festival Topeng
11 Episode 11 Jalan-jalan
12 Episode 12 Pulang ke Rumah
13 Episode 13 Suara Petir
14 Episode 14 Makan Siang
15 Episode 15 Pergi Ke Mall
16 Episode 16 Azka yang kembali Marah
17 Episode 17 Teraktiran
18 Episode 18 Rencana Hendra
19 Episode 19 Zahra yang Ingin bicara
20 Episode 20 Pesta Opening Resort
21 Episode 21 Zahra yang Menghilang
22 Episode 22 Anting-anting
23 Episode 23 Sikap Zahra
24 Episode 24 Kemarahan Azka
25 Episode 25 Kabar dari Desa
26 Episode 26 Menanam Padi
27 Episode 27 Candaan Azka
28 Episode 28 Malam penyatuan
29 Episode 29 Ayunan
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 30
41 Episode 31
42 Episode 32
43 Episode 33
44 Episode 34
45 Episode 35
46 Episode 36
47 Episode 37
48 Episode 38
49 Episode 39
50 Episode 40
51 Episode 41
52 Episode 42
53 Episode 43
54 Episode 44
55 Episode 45
56 Episode 46
57 Episode 47
58 Episode 48
59 Episode 49
60 Episode 50
61 Episode 51
62 Episode 52
63 Episode 53
64 Episode 54
65 Episode 55
66 Episode 56
67 Episode 57
68 Episode 58
69 Episode 59
70 Episode 60
71 Episode 61
72 Episode 71
73 Episode 63
74 Episode 64
75 Episode 65
76 Episode 66
77 Episode 67
78 Episode 68
79 Episose 69
80 Episode 70
81 Episode 71
82 Episode 72
83 Episode 73
84 Episode 74
85 Episode 75
86 Episode 76
87 Episode 77
88 Episode 78
89 Episode 79
90 Episode 80
91 Episode 81
92 Episode 82
93 Episode 83
94 Episode 84
95 Episose 85 Perjuangan Azka
96 Episode 86 Nafsu Makan
97 Episode 87 Menyelinap Masuk
98 Episode 88 Hari pertama Check Up
99 Episode 89
100 90 Pengakuan Milea
101 Episode 91 Pembicaraan Azka dan Leo
102 Episode 92 Tamu
103 Episode 93 Rere
104 Episode 94 Kembalinya ingatan Zahra
105 Episode 95 Membalut luka Azka
106 Episode 96 Aksi Nekat Azka
107 Episode 97 Azka yang Merasa Kesal
108 Episode 98 Kejutan Reka
109 Episode 99 Bercandak
110 Episode 110 Mama Sisi
111 Episode 111 Kecemasan Zahra
112 Episode 112 Kena Batunya
113 Episode 113 Kabar buruk
114 Episode 114 Pulang ke Rumah
115 Episode 115 Kesal karena Cemburu
116 Episode 116 Menelepon Kak Reka
117 Episode 117 Akhirnya Zahra yang mau cerita
118 Episode 118 Krim Kue
119 Episode 119 Menjenguk
120 Episode 120 Pembicaraan
121 episode 121 Area Permainan
122 Episode 122 Sisi yang bersembunyi
123 Episode 123 Anak Kecil yang Menggemaskan
124 Episode 124 Kebiasaan Azka
125 episode 125 Pagi
126 Episode 126 Pencarian Sisi 1
127 Episode 127 Pencarian Sisi 2
128 Episode 128 Azka yang Merasa Tergoda
129 Episode 129 Es krim
130 Episode 130 Es Krim part 2
131 episode 131 Pesta Part 1
132 Episode 132 Pesta Part 2
133 Episode 133 Pesta Part 3
134 Episode 134 Mengikuti Sisi
135 Episode 135 Berbicara dengan Milea
136 Episode136 Telepon
137 Episode 137
138 Episode 138 Terbongkarnya Rahasia Milea
139 Episode 139 Pengejaran Milea
140 Episode 140
141 Episode 141 Kekalahan Milea
142 Episode 142 Membawa Sisi ke rumah sakit
143 Episode 143 Di Rumah Sakit
144 Episode 144 Azka Zahra
145 Episode 145 Keadaan Sisi
146 Episode 146 Rahasia
147 Episode 147
148 Episode 148 Sel Penjara
149 Episode 149 Sel Penjara 2
150 Episode 150 Berkumpul Bersama
151 Episode 151 kopi panas
152 Episode 152 Mengobati luka
153 Episode 153 Kedatangan Ibu yang Mendadak
154 Eoisode 154 Kucing dan Tikus
155 Episode 155 Permintaan Terakhir
156 Episode 156 Akhir Cerita (the end)
157 Episode tambahan
158 (Musim Ke 2)
159 Mabuk
160 Pertikaian
161 Teringat Masa Lalu
162 Pembicaraan
163 Makan Siang
164 Ingatan Masa Lalu
165 Rumah Sisi
166 Ice Skating
167 Alasan di balik semuanya
168 Wanita yang kemarin
169 Marah
170 Apartemen
171 Kembali teringat
172 Mengendap-ngendap
173 video
174 Hukuman di batalkan
175 Kelakuan aneh Clara
176 Meminta Motor
177 Toilet wanita
178 Menggambar seseorang
179 Tak sengaja menguping
180 Ruang Kesehatan
181 Pergi Ke Kantor
182 Hubungan yang semakin membaik
183 Salah paham
184 Kalung
185 Tak terkendali
186 Ditolong Rio kembali
187 Keganjilan
188 Aisyah 1
189 Aisyah 2
190 Pesan dari Rio
191 Bipolar
192 Bertolak belakang
193 Makan Malam
194 EPISODE 194
195 Pemaksaan
196 Ke perusahaan Relive
197 Anak Kecil Penjual Bunga
198 Cafetaria kantor
199 Kejadian yang di alami Milea
200 Mencari seorang Wanita
201 Tante Bunga
202 Pernyataan Cinta Rio
203 Pernikahan
204 Tidak sesuai ekspektasi
205 Amplop coklat
206 Pembahasan tentang Zahra
207 Bulan Madu
208 Sebuah titik terang
209 Melapor ke Kantor Polisi
210 Kembali ke hotel
211 Yanti yang kembali
212 Orang-orang mencurigakan
213 Pulang ke Rumah
214 Penjelasan Yanti
215 Kiss
216 Bertemu seseorang
217 Clara yang memasak
218 Brangkas Rahasia
219 Apakah sebuah pilihan yang benar?
220 Clara yang pergi
221 Sambal
222 Kelaparan
223 Masuk ke kamar Adam
224 Reza mengenal Arum?
225 Prasangka Rio kepada Paman Sam
226 Panti Asuhan Palangi
227 Vidio Call
228 Kejujuran yang memperburuk
229 Hobi Clara yang suka ngilang
230 Siapa laki-laki itu?
231 Azka yang tahu, siapa Rio sebenarnya?
232 Kecoa vs Cicak
233 Diawasi
234 Meminta bantuan
235 Berunding
236 Terbawa mimpi masa lalu
237 Mogok Makan
238 Kabur
239 Hati yang kembali berdebar
240 kedatangan yang tak diinginkan
241 Ciuman kejutan
242 Azka yang tergesa-gesa
Episodes

Updated 242 Episodes

1
Episode 1 Pesta Pernikahan
2
Episode 2 Sarapa Pagi
3
Episode 3 Perayaan Penyambutan
4
Episode 4 Teman Baru
5
Episode 5 Kunjungan Papa Mama
6
Episode 6 Panti Asuhan
7
Episode 7 Membeli Kue
8
Episode 8 Bulan Madu
9
Episode 9 Kilas Balik
10
Episode 10 Festival Topeng
11
Episode 11 Jalan-jalan
12
Episode 12 Pulang ke Rumah
13
Episode 13 Suara Petir
14
Episode 14 Makan Siang
15
Episode 15 Pergi Ke Mall
16
Episode 16 Azka yang kembali Marah
17
Episode 17 Teraktiran
18
Episode 18 Rencana Hendra
19
Episode 19 Zahra yang Ingin bicara
20
Episode 20 Pesta Opening Resort
21
Episode 21 Zahra yang Menghilang
22
Episode 22 Anting-anting
23
Episode 23 Sikap Zahra
24
Episode 24 Kemarahan Azka
25
Episode 25 Kabar dari Desa
26
Episode 26 Menanam Padi
27
Episode 27 Candaan Azka
28
Episode 28 Malam penyatuan
29
Episode 29 Ayunan
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 30
41
Episode 31
42
Episode 32
43
Episode 33
44
Episode 34
45
Episode 35
46
Episode 36
47
Episode 37
48
Episode 38
49
Episode 39
50
Episode 40
51
Episode 41
52
Episode 42
53
Episode 43
54
Episode 44
55
Episode 45
56
Episode 46
57
Episode 47
58
Episode 48
59
Episode 49
60
Episode 50
61
Episode 51
62
Episode 52
63
Episode 53
64
Episode 54
65
Episode 55
66
Episode 56
67
Episode 57
68
Episode 58
69
Episode 59
70
Episode 60
71
Episode 61
72
Episode 71
73
Episode 63
74
Episode 64
75
Episode 65
76
Episode 66
77
Episode 67
78
Episode 68
79
Episose 69
80
Episode 70
81
Episode 71
82
Episode 72
83
Episode 73
84
Episode 74
85
Episode 75
86
Episode 76
87
Episode 77
88
Episode 78
89
Episode 79
90
Episode 80
91
Episode 81
92
Episode 82
93
Episode 83
94
Episode 84
95
Episose 85 Perjuangan Azka
96
Episode 86 Nafsu Makan
97
Episode 87 Menyelinap Masuk
98
Episode 88 Hari pertama Check Up
99
Episode 89
100
90 Pengakuan Milea
101
Episode 91 Pembicaraan Azka dan Leo
102
Episode 92 Tamu
103
Episode 93 Rere
104
Episode 94 Kembalinya ingatan Zahra
105
Episode 95 Membalut luka Azka
106
Episode 96 Aksi Nekat Azka
107
Episode 97 Azka yang Merasa Kesal
108
Episode 98 Kejutan Reka
109
Episode 99 Bercandak
110
Episode 110 Mama Sisi
111
Episode 111 Kecemasan Zahra
112
Episode 112 Kena Batunya
113
Episode 113 Kabar buruk
114
Episode 114 Pulang ke Rumah
115
Episode 115 Kesal karena Cemburu
116
Episode 116 Menelepon Kak Reka
117
Episode 117 Akhirnya Zahra yang mau cerita
118
Episode 118 Krim Kue
119
Episode 119 Menjenguk
120
Episode 120 Pembicaraan
121
episode 121 Area Permainan
122
Episode 122 Sisi yang bersembunyi
123
Episode 123 Anak Kecil yang Menggemaskan
124
Episode 124 Kebiasaan Azka
125
episode 125 Pagi
126
Episode 126 Pencarian Sisi 1
127
Episode 127 Pencarian Sisi 2
128
Episode 128 Azka yang Merasa Tergoda
129
Episode 129 Es krim
130
Episode 130 Es Krim part 2
131
episode 131 Pesta Part 1
132
Episode 132 Pesta Part 2
133
Episode 133 Pesta Part 3
134
Episode 134 Mengikuti Sisi
135
Episode 135 Berbicara dengan Milea
136
Episode136 Telepon
137
Episode 137
138
Episode 138 Terbongkarnya Rahasia Milea
139
Episode 139 Pengejaran Milea
140
Episode 140
141
Episode 141 Kekalahan Milea
142
Episode 142 Membawa Sisi ke rumah sakit
143
Episode 143 Di Rumah Sakit
144
Episode 144 Azka Zahra
145
Episode 145 Keadaan Sisi
146
Episode 146 Rahasia
147
Episode 147
148
Episode 148 Sel Penjara
149
Episode 149 Sel Penjara 2
150
Episode 150 Berkumpul Bersama
151
Episode 151 kopi panas
152
Episode 152 Mengobati luka
153
Episode 153 Kedatangan Ibu yang Mendadak
154
Eoisode 154 Kucing dan Tikus
155
Episode 155 Permintaan Terakhir
156
Episode 156 Akhir Cerita (the end)
157
Episode tambahan
158
(Musim Ke 2)
159
Mabuk
160
Pertikaian
161
Teringat Masa Lalu
162
Pembicaraan
163
Makan Siang
164
Ingatan Masa Lalu
165
Rumah Sisi
166
Ice Skating
167
Alasan di balik semuanya
168
Wanita yang kemarin
169
Marah
170
Apartemen
171
Kembali teringat
172
Mengendap-ngendap
173
video
174
Hukuman di batalkan
175
Kelakuan aneh Clara
176
Meminta Motor
177
Toilet wanita
178
Menggambar seseorang
179
Tak sengaja menguping
180
Ruang Kesehatan
181
Pergi Ke Kantor
182
Hubungan yang semakin membaik
183
Salah paham
184
Kalung
185
Tak terkendali
186
Ditolong Rio kembali
187
Keganjilan
188
Aisyah 1
189
Aisyah 2
190
Pesan dari Rio
191
Bipolar
192
Bertolak belakang
193
Makan Malam
194
EPISODE 194
195
Pemaksaan
196
Ke perusahaan Relive
197
Anak Kecil Penjual Bunga
198
Cafetaria kantor
199
Kejadian yang di alami Milea
200
Mencari seorang Wanita
201
Tante Bunga
202
Pernyataan Cinta Rio
203
Pernikahan
204
Tidak sesuai ekspektasi
205
Amplop coklat
206
Pembahasan tentang Zahra
207
Bulan Madu
208
Sebuah titik terang
209
Melapor ke Kantor Polisi
210
Kembali ke hotel
211
Yanti yang kembali
212
Orang-orang mencurigakan
213
Pulang ke Rumah
214
Penjelasan Yanti
215
Kiss
216
Bertemu seseorang
217
Clara yang memasak
218
Brangkas Rahasia
219
Apakah sebuah pilihan yang benar?
220
Clara yang pergi
221
Sambal
222
Kelaparan
223
Masuk ke kamar Adam
224
Reza mengenal Arum?
225
Prasangka Rio kepada Paman Sam
226
Panti Asuhan Palangi
227
Vidio Call
228
Kejujuran yang memperburuk
229
Hobi Clara yang suka ngilang
230
Siapa laki-laki itu?
231
Azka yang tahu, siapa Rio sebenarnya?
232
Kecoa vs Cicak
233
Diawasi
234
Meminta bantuan
235
Berunding
236
Terbawa mimpi masa lalu
237
Mogok Makan
238
Kabur
239
Hati yang kembali berdebar
240
kedatangan yang tak diinginkan
241
Ciuman kejutan
242
Azka yang tergesa-gesa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!