BAB 20

Setelah keduanya diam di sana untuk beberapa saat, Marvel mengajak Ahim untuk menenangkan diri di mobilnya.

"Ke mobilku dulu" Ajak Marvel

"Tapi aku harus bekerja" Ucap Ahim

Marvel lalu langsung menelpon Zen.

"Zen! Buatkan ijin untuk Ahim. Hari ini dia tidak masuk karena terjadi hal tak terduga di jalan" Ucap Marvel di telpon

"Baik bos!" Jawab Zen dari sebrang telepon dan mematikan sambungan telponnya terlebih dahulu

"Sudah ku ijinkan!" Ucap Marvel

Ahim mau tidak mau mengikuti Marvel masuk kedalam mobilnya.

Marvel memberanikan diri untuk bertanya kepada Ahim.

"Apakah mantanmu masih sering mengganggumu seperti itu?" Tanya Marvel

"Beberapa hari yang lalu saat di mall. Tapi tidak sampai seperti itu, hanya meledek saja dan sedikit menghinaku" Jawab Ahim

Marvel mendengar itu merasa marah.

"Ahim! Tidak bisakah kamu bilang kepada keluarga barumu untuk tidak menerima perjodohan itu" Ucap Marvel

"Aku..." Ucap Ahim ragu-ragu

"Aku ingin menjagamu, aku ingin membahagiakanmu, aku tidak ingin pria lain atau siapapun mengganggumu seperti tadi" Ucap Marvel sedikit penuh emosi

"Marvel! Aku mengerti perasaanmu. Tapi keputusan perjodohan ini dibuat oleh ayahku saat masih hidup. Jika bukan pihaknya yang menolak, aku hanya bisa menerima perjodohan ini agar ayahku tenang di sana" Jawab Ahim

Marvel yang mendengar itu sedikit sakit di dalam hatinya. Tapi jika dia diposisi Ahim, dia juga akan melakukan hal yang sama.

Meski saat ini mereka berdua sama-sama dijodohkan, tapi Marvel masih bisa menolak karena orang tuanya memberikan kebebasan kepadanya.

Tapi Ahim berbeda, Ahim telah kehilangan kedua orangtuanya. Dan perjodohan ini awalnya dari ayahnya, jadi Ahim tidak memiliki alasan untuk menolak pertama kali.

"Aku antar kamu pulang" ucap Marvel dengan nada datar

"emm!" Ahim hanya menurut saja

Ahim mengetahui jelas tentang perasaan Marvel kepadanya. Ahim pun sejujurnya telah jatuh hati kepadanya. Tapi mengingat janji ayahnya kepada sahabatnya, Ahim tidak bisa menolak perjodohan ini, kecuali pihak sahabat ayahnya yang menolaknya.

Di kantor

Zen telah menaruh ijin Ahim di meja Marvel. Setelah keluar dari ruangan Marvel, Zen tidak sengaja melihat Angel yang bolak-balik tidak karuan.

"Kau kenapa?" Tanya Zen

Angel terkejut dengan kemunculan Zen yang tiba-tiba di hadapannya.

"Aku menunggu Ahim. Sejak tadi dia belum datang" jawab Angel setelah keterkejutannya

"Dia tidak masuk! Katanya ada sesuatu di jalan dan dia tidak jadi masuk" Ucap Zen

"Bagaimana kau tau? apa dia bersama bos Marvel? Tapi dia kenapa?" Tanya Angel bertubi-tubi sambil menggoyangkan tangan Zen

"Marvel yang bilang padaku. Tapi dia kenapa, ya kamu tanya Ahim sendiri" Jawab Zen dan melepaskan tangannya dari Angel

Angel yang mendengar itu langsung ke meja kerjanya dan mengambil ponselnya. Namun beberapa kali dia menelepon namun tidak tersambung. Angel mulai kesal tapi terus mencoba menghubungi Ahim.

Marvel mengantarkan Ahim sampai di vila. Namun setelah Ahim turun, Marvel langsung pergi dari sana.

Ahim paham akan kekecewaan Marvel terhadapnya. Ahim hanya berharap Marvel tidak melakukan hal diluar batas.

Ahim yang baru sampai, melihat ponselnya yang ternyata kehabisan daya. Ahim mengecasnya sebentar sebelum menyalakannya.

Sambil menunggu sebentar Ahim berganti pakaian. Setelah dirasa cukup, Ahim menyalahkan ponselnya dan betapa terkejutnya dia saat ponselnya menyala langsung ada panggilan masuk dari Angel.

"Halo Angel!" Ucap Ahim langsung setelah mengangkat telponnya

"Ahim! Kamu dimana sekarang? Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu bisa bersama dengan bos Marvel?" Tanya Angel bertubi-tubi tak lama setelah Ahim menjawab teleponnya

Lalu Ahim menjelaskan keseluruhan kejadian kepada Angel.

"Dasar Bejat! Apa yang dia pikirkan selama ini? Dia pikir kamu seperti Stella yang modal begituan" Ucap Angel marah setelah mendengar penjelasan Ahim

"Sudahlah! Aku hanya berharap tidak pernah bertemu dengannya lagi" Ucap Ahim

"Yasudah! Kamu istirahat dulu. Pulang kerja aku akan mampir ke vila mu. Mau dibawakan apa?" Ucap Angel

"Bisa bawakan aku kue coklat yang dulu pernah kamu beli saat pertama kali kita masuk di perusahaan" Ucap Ahim

"Siip! Aku akan pesan sekarang dan membawanya ke rumahmu setelah pulang kerja" ucap Angel

"Terimakasih beb!" Ucap Ahim senang

"Sama-sama" Ucap Angel dan langsung mematikan sambungan teleponnya

Ahim yang melihat sambungan telponnya telah terputus, dia kembali menaruh ponselnya dan mengambil ponsel ayahnya.

Ahim ingin mencoba bertemu sekali lagi dengan putra Om Ryu.

Pesan

'Om! Jika putra Om berkenan, bisakah dia menemui ku siang ini di restoran jepang di dekat perumahan Royale Village'

Sambil menunggu balasan Ahim membaringkan tubuhnya yang kelelahan di tempat tidurnya.

Disisi lain

Tempat Ryu

Ryu yang sejak pagi hanya membaca koran tiba-tiba mendengar ponselnya bergetar.

Ryu langsung melihat siapa yang mengirim pesan. Saat melihat itu dari Ahim, Ryu langsung membacanya. Setelah membaca isi pesannya, Ryu membalas dengan senang hati.

Pesan

'Tentu saja! Om akan menyuruhnya untuk menemui di sana. Oh ya jika kamu sudah sampai sana bisa beritahu Om berapa nomor mejanya'

'Baik Om! Kita akan bertemu jam 11 siang nanti'

'Baik! Om akan beritahu putra Om'

Setelah selesai berbalas dengan Ahim, Ryu langsung menelpon Marvel.

Sedangkan Ahim, setelah mendapat balasan dari Ryu, Ahim istirahat sebentar sampai jam pertemuan mereka nanti.

Ditempat Marvel

Marvel baru saja sampai ke kantor setelah mengantar Ahim.

Sebelum masuk, ponselnya berbunyi dan ayahnya yang menelpon.

Marvel menjawab teleponnya sambil berjalan menuju lift pribadinya.

"Ada apa Pah?" tanya Marvel

"Jam 11 nanti temui anak sahabatnya Papa. Dia membuat janji jam 11 di restoran jepang dekat dengan perumahan Royale Village" ucap Ryu

"Baiklah Pah! Saat papa sudah tau di meja mana dia, beritahu aku dan aku akan langsung kesana" Ucap Marvel

"Baguslah! Papa percaya kepadamu" Ucap Ryu. Dan mematikan sambungan teleponnya

Setelah telponnya mati, Marvel juga sudah sampai di lantai ruangnya.

Marvel keluar dan menghampiri Zen.

"Zen! Ingatkan aku untuk janji temu jam 11 di restoran jepang dekat perumahan Royale Village" ucap Marvel dan langsung masuk tanpa menunggu jawaban dari Zen

Zen hanya diam, melihat Bos sekaligus sahabatnya itu.

Zen yang tidak mau mengganggu Marvel dengan suasana hati yang tidak menentu memilih untuk diam dan kembali fokus pada pekerjaannya.

Tak berasa waktu berjalan begitu cepat

Ahim terbangun dari tidurnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 10.

Ahim bersiap untuk bertemu dengan putra Ryu.

Setelah selesai bersiap, Ahim keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk mencari minuman.

"Ahim!" Ucap Luka terkejut melihat Ahim ada dirumah

"Kak Luka!" ucap Ahim tak kalah terkejut melihat Luka masih ada dirumah

"Bukannya kamu sudah berangkat tadi pagi?" Tanya Luka

"I-iya Tapi ada sesuatu di jalan jadi aku pulang diantar teman" Jawab Ahim

"Kenapa? Kamu sakit?" Tanya Luka

"Tidak kak! Ada sedikit insiden tadi tapi sudah selesai" Jawab Ahim

"Lalu sekarang mau kemana rapi sekali?" Ucap Luka mengalihkan pembicaraan

Luka sadar Ahim menghindari topiknya dan tidak mau menjelaskan semuanya jadi dia mengubah topik dan akan mencari tahu sendiri.

"Ah ini! Aku ingin bertemu putranya Om Ryu kak!" Jujur Ahim

Mendengar ini, jiwa posesif Luka tiba-tiba muncul.

"Mau diantar? Mau ditemani?" Ucap Luka

"Tidak usah khawatir kak! Aku bisa sendiri" Ucap Ahim

"Kalau begitu setidaknya bolehkan kakak yang antar. Kakak sekalian akan ke perusahaan " Ucap Luka

"Emm!" Jawab Ahim sambil mengangguk lucu

Lalu mereka pergi menaiki mobil Luka, sampai di restoran Ahim turun dan Luka membiarkan Ahim menemui orang itu sendiri.

Karena bagi Luka, insiden yang disebutkan Ahim tadi jauh lebih penting.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!