Di bandara
Marvel dan Zen baru saja mendarat di kota S setelah 3 jam penerbangan menggunakan jet pribadi.
Marvel langsung menaiki mobil yang sudah menunggu di depan bandara.
"Langsung pulang Bos?" Tanya Zen
"Ya, aku harus menemui orang tuaku dulu" Ucap Marvel
Mobil itupun langsung berjalan menuju rumah Marvel.
Di dalam mobil, Marvel mengirim pesan ke ayahnya bahwa dia telah sampai di kota S.
Dirumah Marvel
Ryu dan Elizabeth sedang bersantai di ruang keluarga. Ryu yang sedang meminum kopinya melihat ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk dan itu dari putra tunggalnya yaitu Marvel.
"Mah, Marvel sebentar lagi akan sampai di rumah" Ucap Ryu kepada Elizabeth
"Kalau begitu, aku akan masak sekarang" Ucap Elizabeth dan di setujui oleh Ryu
Mereka masih asik dengan kegiatan masing-masing.
Tak lama Marvel datang dan langsung menghampiri mereka.
"Pah, Mah," panggil Marvel
"Ya sudah pulang! Makanan sebentar lagi siap" Ucap Elizabeth
"Marvel kemarilah" Ucap Ryu
"Ada apa Pah?" Tanya Marvel
"Papa mau mendiskusikan sesuatu denganmu" Jawab Ryu
"Katakan Pah!" Ucap Marvel
"Kamu ingat papa pernah bercerita tentang sahabat papa di kota ini?" Tanya Ryu dan mendapat anggukan dari Marvel
"Dia sudah tiada!" Ucap Ryu membuat Marvel terkejut
Pasalnya, ayahnya itu setiap kali bercerita tentang sahabatnya itu, senyumnya dan kekagumannya terhadap sahabatnya itu bisa Marvel lihat dari wajah ayahnya.
"Lalu, Apa itu alasan papa pulang?" Tanya Marvel
"Ya, Tapi ada yang lain juga"" Jawab Ryu
"Apa itu Pah?" Tanya Marvel lagi
"Marvel, Papa mau menjodohkan mu dengan putri tunggal sahabat Papa" Jawab Ryu
Marvel seketika terkejut dengan jawaban ayahnya.
"Tidak!" Tegas Marvel
"Tapi kenapa? Kamu juga dari dulu tidak ada gadis yang kamu perkenalan kepada kami" Ucap Ryu
"Dulu tidak, Sekarang ada" ucap Marvel
"Siapa?" Tanya Elizabeth yang buru-buru datang dari dapur mendengar perdebatan antara mereka
"Aku belum resmi dengannya, tapi aku sudah menyatakan perasaanku padanya" Ucap Marvel
"Kalau begitu, Bagaimana kalau kamu ketemu dulu dengan anak teman Papa?" Usul Elizabeth
"Tapi Mah" bantah Marvel
"Ketemu dulu, Jika kalian berdua sama-sama tidak suka atau kamu masih tidak suka dengannya, maka Papa sama Mama akan mencari solusi lain untuk anak temannya Papa. Bagaimana?" jelas Elizabeth
Marvel berpikir sejenak dan mengangguk setuju.
Bagaimanapun sahabat ayahnya adalah salah satu orang yang berjasa bagi keluarganya meski Marvel tidak tau bagaimana.
"Baguslah! Papa akan atur pertemuan mu dengannya" Ucap Ryu dan berjalan ke kamarnya
"Mah, Lihat Papa!" Rengek Marvel
"Kamu tau sendiri sifat papamu jika menyangkut tentang sahabatnya itu" Ucap Elizabeth dan Marvel membenarkan ucapan mamanya itu
Didalam kamar, Ryu langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Ahim.
Ditempat Ahim
Ahim sedang bersiap untuk makan siang, dan pekerjaannya telah selesai.
Saat Ahim akan menghampiri Angel untuk mengajaknya makan siang, ponsel ayahnya berbunyi.
Ahim melihat ponsel itu dan tertulis bahwa Om Ryu menelponnya. Segera Ahim pergi ke kamar mandi untuk mengangkat telponnya.
Di kamar mandi Ahim menjawab telepon Ryu
"Halo Om! Maaf lama, Ahim masih di kantor jadi cari tempat dulu" Ucap Ahim menjelaskan
"Tidak apa! Om yang salah" Ucap Ryu
"Ahim, Bisakah nanti Om bertemu denganmu?" tanya Ryu
"Tentu Om! Tapi Ahim bisanya setelah pulang kantor" Jawab Ahim
"Tidak masalah! Jam berapa kamu pulang?" tanya Ryu
"Aku pulang jam 5 sore" jawab Ahim
"Baguslah! Kita ketemu jam 5.30 di restoran seafood yang ada di sebelah taman kota" Ucap Ryu
"Baiklah Om!" Ucap Ahim
Mendengar jawaban Ahim Ryu dengan senang dan menutup telponnya.
Ahim yang mendengar telpon ditutup lalu bergegas kembali ke tempat kerjanya untuk mengajak Angel makan siang.
"Angel, Makan di restoran depan yuk" Ajak Ahim
"Kamu traktir" Ucap Angel
"Siip!" ucap Ahim
Lalu keduanya segera pergi ke restoran depan kantor untuk makan siang.
Kembali ke Ryu
Ryu yang senang sudah membuat janji dengan Ahim langsung bergegas ke meja makan.
"Bagaimana?" Tanya Elizabeth
"Nanti sore jam 5.30 kita akan bertemu dengannya" jawab Ryu
"Kau ikut Marvel" ucap Ryu menatap putra tunggalnya itu
"Iya Pah" jawab Marvel dengan terpaksa
"Baguslah! Sekarang makan dan selesaikan pekerjaanmu sebelum jam 5, Paham!" Ucap Ryu tegas
Marvel hanya mengangguk pelan, pasrah akan keadaannya sekarang.
Namun sebelum acara makan mereka di mulai ponsel Marvel berdering.
Sebuah pesan dari Zen muncul, dan membuat Marvel langsung gembira.
"Pah, Mah, aku makan dengan Zen. Ada yang harus dibicarakan" Ucap Marvel langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari orang tuanya
"Haiis! Dasar anak itu!" Kesal Ryu dan Elizabeth hanya tersenyum melihat tingkah keduanya
Marvel menghampiri Zen yang sudah menunggu nya di depan gerbang.
"Kau yakin dengan info ini?" Tanya Marvel
"Tidak! Meski namanya sama tapi belum tentu orangnya sama" Jawab Zen
"Kita pastikan sekarang!" ucap Marvel dan langsung masuk mobil bersama dengan Zen
Mereka berdua langsung pergi meninggalkan rumah Marvel
Didalam mobil, Marvel membuka mab yang diberikan oleh Zen dan benar saja informasi tentang Ahim kecuali foto ada disana.
"Bagaimana aku lupa tentang itu?" gumam Marvel
Di lain tempat
"Apakah tidak sebaiknya ayah menelpon Om Ryu?" Ucap Joe
"Ya Ayah! Kenapa ayah atau paman tidak mencoba menelpon Om Ryu itu?" Tanya Luka
"Ada masalah dulu dan kami lepas kontak" jawab Nicolas
"Lalu siapa yang salah saat itu?" Tanya Luka lagi
"Kami mengira itu salahnya, Tapi setelah selesai kami sadar itu salah kami" Jawab Alex
Mereka terdiam dan tidak membahas tentang itu lagi.
Ditempat Ahim
Ahim dan Angel sudah memesan makanan yang lumayan banyak.
"Pasan sebanyak ini apa habis?" Tanya Ahim
"Tenang! Aku membawa ini" ucap Angel sambil mengeluarkan beberapa kotak makan dari tasnya
"Ini untuk apa?" Tanya Ahim
"Aku harus lembur hari ini. Jadi aku akan membungkus beberapa untuk aku makan nanti sore" Ucap Angel sambil cengengesan
"Dasar kamu ya!" Ucap Ahim pura-pura kesal
Saat mereka sedang makan, ternyata Marvel dan Zen sudah berada di tempat yang sama.
"Itu karyawan kita yang bernama Ahim dan sebelahnya bernama Angel" Ucap Zen sambil menunjuk Ahim di dalam restoran
"Ya! Itu dia!" Ucap Marvel bersemangat
"Apakah dia dekat dengan karyawan pria di kantor?" Tanya Marvel
"Jika benar dia maka...." Jawab Zen berpikir sejenak
"Katakan!" Ucap Marvel sedikit kesal
"Saingan mu cukup banyak" Jawab Zen
"Apa?" teriak Marvel
"Yah, Ahim terkenal cantik, pintar meski yatim piatu tapi banyak yang menginginkan Ahim untuk jadi pasangannya" Ucap Zen
Marvel yang mendengar itu sedikit emosi tapi juga senang.
"Tidak bisa! Aku harus mendapatkannya terlebih dahulu" Ucap Marvel dan langsung bergegas menuju restoran tersebut
Saat Marvel hampir sampai di restoran, Marvel melihat seorang pria mendekat ke arah Ahim sambil membawa bunga.
Diam-diam Marvel mendengar pembicaraan mereka dari jauh.
"Ahim, Aku sudah lama menyukaimu. Tapi dulu kamu sudah memiliki kekasih. Sekarang kamu sendiri, jadi aku beranikan diri untuk mengungkapkan perasaanku" Ucap pria itu
"Ahim, maukah kamu menjadi istriku?" Ucapan pria itu mengejutkan Ahim dan Angel
Marvel yang dari jauh mendengar itu pun sangat marah, tapi dia berusaha diam sampai dia mendengar jawaban dari Ahim.
"Maaf, tapi aku masih ingin sendiri" Jawaban Ahim tidak membuat pria itu mundur
"Baiklah! Aku akan menanyakan kepadamu lagi nanti" Ucap pria itu tanpa menyerah
Marvel yang melihat kegigihan pria itu membulatkan tekadnya.
Marvel berjalan maju dan menghampiri Ahim.
"Ahim!" Panggil Marvel
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments