BAB 17

Kembali ke restoran seafood

Ryu yang sedang melihat keakraban Elizabeth dan Ahim merasa senang sekaligus terharu. Meski iri dengan istrinya, dia sadar akan posisinya sebagai laki-laki.

Saat ini ponselnya bergetar, Ryu melihat sekilas itu dari Marvel dan membacanya. Setelah membaca isi pesannya, Ryu membalas dengan mengatakan bahwa mejanya dekat pintu keluar samping jendela.

Ryu menutup telponnya dan ikut berbicara dengan mereka berdua meski kadang dia tidak mengerti.

Saat tengah asik ikut bercerita dengan keduanya, ponsel Ryu tiba-tiba berbunyi.

"Ada apa?" tanya Ryu sesaat setelah telpon tersambung

"......"

"Baik! Kita ketemu sekarang! Ada yang ingin aku katakan juga!" ucap Ryu dan langsung mematikan teleponnya

"Ada apa?" Tanya Elizabeth setelah Ryu menutup telponnya

Ryu hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Elizabeth

"Ahim, Om ada janji sekarang. Kamu tunggu putra Om disini sendirian tidak apa-apa kan?" Ucap Ryu kepada Ahim

"Tidak apa Om! On dan Tante sibuk saja!" Ucap Ahim

Setelah mendapatkan jawaban dari Ahim, Ryu pamit dan mengajak Elizabeth keluar restoran.

"Ah! Aku lupa menanyakan nama putra Om Ryu. Ah biarlah nanti juga tau" gumam Ahim

Diluar restoran, Elizabeth masih memberontak karena masih belum puas bertemu dengan Ahim.

"Kenapa kita pergi?" tanya Elizabeth kesal

"Mereka ingin bertemu denganku!" jawab Ryu

"Mereka?" ucap Elizabeth yang paham namun masih bertanya dan Ryu hanya mengangguk sebagai jawaban.

Mendengar itu, Elizabeth mengikuti Ryu ke mobil dan mereka akan saling bertemu lagi.

"Ke hotel Moonlight" ucap Ryu kepada supirnya

Sedangkan Ahim masih menunggu di restoran dengan sabar.

"Aku kamar mandi dulu deh" monolog Ahim

Saat ini Marvel Sampai lebih cepat dari perkiraannya.

Saat memasuki restoran, Marvel bingung karena dimeja tempat yang ayahnya katakan tidak ada seorang wanita ataupun siapapun di sana.

Saat akan bertanya kepada pelayan, Marvel melihat Ahim yang keluar dari dalam restoran.

"Ahim!" panggil Marvel dan menghampiri Ahim

"Marvel?" ucap Ahim bingung

"Kamu sedang apa disini?" tanya Marvel

"Aku sedang menunggu seseorang" Jawab Ahim

"Kamu sendiri sedang apa?" tanya Ahim juga

"Kita duduk dulu saja!" Ajak Marvel dan Ahim menyetujuinya

"Jadi, kamu disini sedang apa?" Ulang Ahim

"Sejujurnya aku mau menemui orang yang dijodohkan denganku" jawab Marvel jujur

"Jadi kamu juga dijodohkan?" tanya Ahim dan Marvel mengangguk mengiyakan

"Kalau begitu kenapa masih menyatakan perasaanmu padaku?" tanya Ahim lagi

"Karena aku kemari untuk menemuinya dan mengatakan bahwa aku sudah jatuh hati kepada seseorang, yaitu kamu Ahim" Jawab Marvel

"Maaf Vel! Tapi sebelum aku tau apakah pria yang dijodohkan denganku setuju atau tidak, aku belum bisa menerimamu" Jawab Ahim

Tapi Marvel menangkap kata tabubyang membuatnya bersemangat.

"Tunggu! Jadi jika dia tidak menyukaimu, maka kamu mau bersamaku?" ucap Marvel bersemangat

"Itu juga tergantung persetujuan dari keluarga baruku dan keluargamu" Ucap Ahim

Seketika itu Marvel melafalkan doa

" Semoga dia tidak suka Ahim" doa Marvel berulang-kali

Ahim merasa tingkah Marvel sedikit lucu tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.

"Kenapa tertawa?" tanya Marvel

"Kamu berharap dia tidak suka aku, berarti menurutmu aku tidak menarik untuknya begitu" Ucap Ahim seolah dia kesal dengan sikap Marvel tadi

"Tidak! Aku hanya berharap kamu bisa bersamaku dan bukan bersamanya" ucap Marvel takut Ahim akan membencinya

Ahim yang melihat Marvel seperti itu semakin tertawa.

"Kenapa tertawa lagi?" tanya Marvel

Bukannya menjawab pertanyaan Marvel, Ahim semakin tertawa meski tidak terlalu keras.

Waktu berlalu dengan cepat, Ahim dan Marvel yang sama-sama menunggu seseorang malah asik mengobrol berdua.

Marvel juga memberanikan diri untuk meminta bertukar nomor ponsel dengan Ahim.

"Sepertinya gadis itu tidak datang" ucap Ahim

"Laki-laki itu juga tidak datang" Ucap Marvel

Sekilas mereka saling pandang dan tersenyum ringan.

"Kalau begitu aku pulang saja. Paman dan Bibi akan khawatir kalau aku pulang terlalu malam" Ucap Ahim dan berdiri beranjak pergi

"Aku antar!" ucap Marvel

Ahim tidak menolak saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 9.

Jika naik taksi, taksi tidak diperbolehkan masuk ke area perumahannya saat ini.

Akhirnya Ahim memberikan alamat villanya saat ini kepada Marvel dan mereka menaiki mobil Marvel menuju alamat yang Ahim berikan.

Di lain tempat, tepatnya di Hotel Moonlight

Di Restoran Hotel Moonlight Kotak VIP

"Lama tidak bertemu Ryu" Ucap Brian saat melihat Ryu memasuki ruangan

"Ya lama sekali!" ucap Ryu sedikit dingin

"Jangan dingin begitu! Meski tidak pernah bertukar pesan, tapi sekarang kita satu tujuan!" Ucap Nicolas

"Yah! Itu satu-satunya alasanku ada disini!" Ucap Ryu

"Apakah kalian berencana menikahkan anakmu dan anak kak Max?" Tanya Carine to the poin

"Iya! Tadi kami baru saja bertemu dengannya" Ucap Elizabeth

"Lalu apa pendapatnya?" tanya Pedro

"Dia bilang, asalkan putraku setuju dengannya dia akan setuju untuk jadi menantuku!" ucap Ryu percaya diri

Ke empat orang tua itu terlihat tidak senang dengan perkataan Ryu saat ini.

Tapi bagaimanapun itu keputusan Ahim dan Max.

"Lalu kalian mengantarnya pulang sebelum kemari?" tanya Alex

"Tidak!" Ucap Ryu membuat keempatnya menatap tajam Ryu

"Begini! Kami meminta Ahim untuk menemui putra kami terlebih dahulu. Jadi kami meninggalkan Ahim di restoran sampai putra kami datang" jelas Elizabeth

Mendengar itu Orang-orang yang tadi sempat cemas menjadi tenang.

"Lain kali bicara jangan dipotong" Ucap Alex

"Kalian yang asal berasumsi" sangkal Ryu

Para pria itu masih saja memiliki dendam dan perasaan marah satu sama lain. Sedangkan para wanita membiarkan saja, toh nanti setelah semua selesai mereka juga akan kembali seperti semula.

Disisi lain

Ahim dan Marvel sudah memasuki perumahan tempat tinggal baru Ahim.

Marvel yang mengemudikan dan berhenti di vila mewah tempat Ahim tinggal sekarang, mau tidak mau dia bertanya kepada Ahim.

"Keluargamu sekarang sangat berada ya!" kata Marvel

"Yah begitulah! Aku juga sangat bersyukur atas itu" Ucap Ahim

"Kalau begini, aku harus lebih giat mencari uang sebelum bersamamu!" Ucap Marvel

"Kenapa?" tanya Ahim

"Jika aku tidak bisa memberikan jaminan kepada mereka, mereka tidak akan menyetujui untuk aku menjadi suamimu" ucap Marvel

"Siapa yang mau jadi istrimu?" Ucap Ahim dan berlalu pergi meninggalkan Marvel

Sebelum pergi Ahim sengaja menginjak kaki Marvel karena kesal Marvel selalu bisa membuatnya salah tingkah.

"Awas kamu ya!" Ucap Marvel sambil menahan sakit di kakinya dan melihat Ahim yang kabur darinya.

Melihat Ahim sudah masuk ke dalam vila. Marvel masuk kedalam mobil dan berjalan pergi.

Namun saat akan keluar dari perumahan tersebut, Dia melihat sebuah mobil yang sangat dikenalnya.

"Tiiin"

Marvel membunyikan klakson mobilnya. Dan memberhentikan mobilnya ke samping jalan.

Orang yang didalam mobil lain melakukan hal yang sama.

Mereka turun dari mobil disaat bersamaan.

"Joe!" Seru Marvel

"Marvel" seru juga Joe

Terpopuler

Comments

Nurul Indarti

Nurul Indarti

knapa tanya nama gk d jawab

2024-07-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!