Setelah malam malam dan puas tertawa melihat tingkah konyol Angel kepada Ahim, mereka akhirnya pulang.
Sesampainya di vila,, Angel pergi lebih dulu.
"Gak masuk dulu?" Tawar Melto
"Gak! Nanti kalian ledek lagi!" Ucap Angel sebal
Sebab sedari tadi di dalam mobil, Melto terus menggodanya dengan apa yang dia ucapkan kepada Joe tanpa tau saldo di kartu tersebut.
"Ahim, besok ke kantor kan?" tanya Angel manja kepada Ahim
"Iya, iya" jawab Ahim
"Baiklah! Besok aku jemput ya" Ucap Angel
"Em" jawab Ahim sambil mengangguk dan tersenyum
Setelah Angel pergi, Ahim, Joe dan lainnya masuk kedalam rumah.
Saat didalam rumah, Ahim melihat para orang tua sudah berada di ruang keluarga.
"Paman, Bibi!" Sapa Ahim
"Bagaimana sayang? Seru jalan-jalannya?" Tanya Alex
"Seru Paman! Oh ya!" Ucap Ahim sambil mengambil beberapa paper bag dari tangan pengawal
"Yang ini punya Paman dan yang ini punya Bibi" Ucap Ahim sambil memberikan beberapa paper bag
"Untuk apa membelikan untuk kami juga? Selama kamu senang, belanjakan untuk dirimu sendiri sayang" Ucap Delia
"Kalian memberiku banyak sekali, ini tidak seberapa dari yang kalian beri, tapi mohon diterima" Ucap Ahim
Mereka satu persatu mengambil paper bag itu dan membukanya.
Ahim kembali mengambil barang di tangan pengawal dan berjalan menuju Joe dan yang lain.
"Ini untuk kak Joe, kak Luka kak Melto dan kak Jeremy" Ucap Ahim sambil memberikan satu persatu paper bag kepada mereka
Setelah melihat isinya, mereka bergegas ke lantai atas dan langsung masuk ke kamar masing-masing.
"Apa mereka sudah punya yang sama ya?" gumam Ahim
Ahim yang melihat mereka belum juga keluar, takut mereka tidak menyukainya.
Namun saat akan kembali ke kamarnya, suara langkah kaki dari lantai atas terdengar.
"Ahim, Bagaimana?" Ucap Joe yang melangkah turun kebawah
"Bagus kak Joe! Apa kebesaran? Aku belum tahu ukuran baju kalian" ucap Ahim
"Pas! Tidak terlalu besar" Ucap Joe
Ahim sangat senang mendengarnya. Lalu detik berikutnya, satu persatu dari mereka menunjukkan hasil pakaian yang Ahim berikan kepada mereka.
"Kamu senang?" ucap Della
"Ya aku senang! Meski aku membelinya dengan uang kalian, tapi kalian..." Ucap Ahim terputus tidak kuasa menahan haru atas apa yang mereka lakukan.
"Hei jangan nangis!" Ucap para pria bersamaan
Ahim yang tidak sanggup menahan air mata bahagianya memeluk Della dan menangis di pelukannya.
"Tidak apa! Dia hanya bahagia" Ucap Gisel kepada para pria
"Bahagia? Tapi kenapa menangis?" tanya Melto dan mendapat cubitan dari Carine
"Apa Bi? Kan bertanya?" Ucap Jeremy sambil mengusap pinggangnya yang di cubit
"Sudah, sudah! Biarkan Ahim seperti ini dulu, dia menangis bahagia iya kan Ahim" Ucap Della sambil mengusap punggung Ahim dengan lembut
Ahim yang dipeluknya hanya bisa mengangguk.
Mereka tersenyum dengan jawaban Ahim, tidak pernah mereka pikirkan apa yang telah dilalui gadis itu. Hanya dengan mengenakan pakaian yang dia belikan membuatnya sangat bahagia seperti itu.
Sesaat berlalu, Ahim mulai tenang dan tidak menangis lagi.
"Sudah?" Tanya Della sambil melepas pelukannya
"Sudah Bibi Della! Maaf membuat kalian cemas" Ucap Ahim
"Selama kamu tidak sedih lagi, tidak masalah buat kami" Ucap Pedro
Setelah mereka berbincang sebentar, mereka kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat karena hari sudah larut malam.
Keesokan paginya, Angel menjemput Ahim di depan vila. Dan Ahim telah siap untuk berangkat bekerja bersamanya.
"Paman, Bibi, kakak aku pergi dulu ya" ucap Ahim
"Tunggu! Bawa sarapannya" Ucap Carine sambil menyerahkan tas yang berisi kotak bekal
"Makasih Bibi Carine, aku pergi dulu" pamit Ahim dan meninggalkan mereka yang sedang sarapan
"Siap!" ucap Angel dan Ahim mengangguk sebagai jawaban dan mereka langsung pergi menaiki mobil Angel
"Apa tidak sebaiknya kita biarkan Ahim bekerja di perusahaan kita?" Tanya Melto
"Biarkan Ahim mau bekerja dimana pun" Ucap Brian
"Benar, selama dia bahagia dan selalu senang Biarkan!" ucap Nicolas
Semua setuju dengan pendapat Brian dan Nicolas. Karena sekarang yang terpenting adalah Ahim bisa menikmati hidupnya dengan bahagia.
Di lain tempat
Bandara internasional X
Sebuah pesawat pribadi mendarat pagi ini
"Akhirnya sampai juga" Ucap Ryu
Ya! Ryu dan istrinya telah sampai di negara X tepatnya di kota S
"Apa kamu akan langsung menemuinya?" Tanya Elizabeth
"Entahlah Elza! Aku bingung!" ucap Ryu
"Bagaimana jika kita menemuinya setelah berbicara dengan Marvelous?" ucap Elizabeth
"Baiklah" Ucap Ryu dan mereka menuju mobil yang telah menunggu mereka
Di mobil Ryu mengirim pesan kepada Marvel.
Di tempat Marvel
Marvel yang masih di negara M fokus dengan pekerjaannya.
Marvel saat ini sedang rapat membahas proyek di negara tersebut.
Setelah selesai Marvel berpamitan dengan para investor di sana.
"Terimakasih atas kepercayaannya" Ucap Marvel
"Kami juga berterima kasih atas kesempatan ini tuan Marvel" ucap salah satu investor
Setelah beberapa kata mereka berpisah
"Zen, Kita kembali sekarang!" Ucap Marvel
"Baik bos" Ucap zen
Saat telah masuk ke dalam mobilnya, Marvel mendapat pesan dari ayahnya.
"Zen, kita pakai jet pribadi" Ucap Marvel
"Kenapa?" tanya Zen
"Ayahku sudah sampai di negara X" jawab Marvel
Zen yang mendengar jawaban dari Marvel langsung mengaturnya. saat Marvel sampai di bandara, mereka langsung menuju jet pribadi Marvel.
Tak berselang lama, Setelah semua pengaturan selesai, jet pribadi Marvel lepas landas.
Di tempat Ahim saat ini
Ahim yang sudah berada di kantor mulai disibukkan dengan dokumen kliennya.
Angel yang tidak terlalu sibuk mulai mengganggu Ahim dengan pertanyaannya.
"Ahim!" panggil Angel
"Apa?" jawab Ahim sambil masih fokus dengan dokumennya
"Apa kamu masih ingat dengan bos kita?" Tanya Angel random
"Marvel maksudmu?" Ucap Ahim
"Iya! Bos Marvel akan pulang beberapa hari lagi" ucap Angel
"Entahlah Angel! Aku tidak memikirkannya" Ucap Ahim
"Bagaimana mungkin?" Ucap Angel terkejut
"Menurut info yang aku dapat, Bos kita itu tampan, kaya, pewaris tunggal, apa kamu tidak tertarik" lanjut Angel
"Sejujurnya aku menyukainya sejak dia menolongku didepan Dion, Tapi..." Ucap Ahim
"Tapi kenapa?" tanya Angel
"Menurut Paman dan Bibiku, Ayahku telah memilih orang untuk menjadi pendamping hidupku" Jawab Ahim
"Apa?" teriak Angel dan mendapat lemparan kertas dari Ahim
"Jangan keras-keras!" Ucap Ahim kesal
"Siapa?" Tanya Angel
"Tidak tau! Tapi jika menurut Paman dan Bibiku, itu adalah anak dari Om Ryu yang pernah aku telpon setelah bertemu dengan kak Jeremy" jawab Ahim
"Kamu tidak bisa menolak?" Tanya Angel lagi
"Jika itu permintaan ayahku, Aku lebih memilih menurut" ucap Ahim
"Iya juga sih, lagi pula sahabat ayahmu tidak mungkin memperlakukan mu dengan buruk" Ucap Angel dan mendapat anggukan dari Ahim
"Terlebih lagi, ayahku tidak mungkin menyakiti ku" ucap Ahim dan Angel pun setuju
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments