BAB 18

Mereka turun dari mobil disaat bersamaan.

"Joe!" Seru Marvel

"Marvel" seru juga Joe

Mereka berdua berpelukan

"Sudah lama sekali!" ucap Joe

"Ya! Sejak lulus kuliah, kau langsung mengambil alih perusahaan ayahmu" ucap Marvel

"Kau juga sama! Bahkan ku dengar, kau membuka perusahaan sendiri di bidang yang berbeda. Luar biasa!" Ucap Joe

"Tidak-tidak! Perusahaan yang kamu pimpin saja sudah terjun di dunia internasional. Aku mana bisa dibandingkan dengan mu" Ucap Marvel dan keduanya tertawa

"Mau kemana kau?" Tanya Joe

"Aku mau pulang!" jawab Marvel

"Pulang?" Ucap Joe kebingungan

"Oh itu! Aku baru saja mengantarkan calon pacarku!" Ucap Marvel sambil menggoda Joe

"Oh" seru Joe dan mereka saling tertawa lagi

"Kalau begitu aku pulang dulu" Ucap Marvel

"Tunggu! Ini kartu namaku! Ada nomor ponsel ku di sana" Ucap Joe dan Marvel mengangguk sambil memberikan kartu namanya kepada Joe

Setelah bertukar nomor dan berbincang sedikit, mereka kembali ke mobil masing-masing dan pergi dari sana.

Tak lama Joe sampai di vila dan langsung masuk ke dalam.

Saat masuk ke dalam, Joe melihat Ahim yang turun dari lantai atas.

"Baru pulang?" tanya Joe

"Iya kak Joe! Kakak sendiri?" ucap Ahim

"Ya! Aku juga baru kembali" ucap Joe

"Lalu yang lain?" Tanya Ahim

"Luka dan yang lainnya belum selesai dengan pekerjaannya. Sedangkan ayahku dan paman lainnya sedang berkumpul di hotel" jawab Joe dan Ahim hanya ber'oh' ria

"Kalau begitu aku istirahat dulu ya Kak Joe! Kakak jangan begadang!" ucap Ahim dan berjalan menuju kamarnya

Joe yang diperhatikan oleh Ahim merasa senang.

"Ada bahan untuk membuat iri mereka" pikir Joe dan berjalan ke kamarnya untuk beristirahat

Di Hotel Moonlight

Para orang tua masih membahas tentang Ahim. Para ibu-ibu bertukar nomor dan membicarakan putra mereka dan Ahim bergantian.

Sedangkan untuk para pria, mereka membandingkan ketegasan mereka dalam mendidik anak-anak. Perdebatan itu berlanjut hingga malam tiba.

Setelah selesai berdebat, Ryu beranjak dari duduknya.

"Lain kali kau harus ikut berkumpul lagi bersama kami" ucap Brian

"Ya itulah yang Max inginkan dulu" Ucap Ryu

Setelah beberapa kata lagi, mereka keluar dari hotel dan pulang ke rumah masing-masing.

Di tempat Ahim

Ditengah malam, Ahim tiba-tiba terbangun karena teringat dia belum memberi kabar kepada Ryu.

Ahim pun mengirim pesan singkat kepada Ryu

Pesan

'Om maaf! Aku sudah menunggu putra Om tapi sepertinya dia tidak datang. Dan aku sudah menunggu lebih dari satu jam dan tidak bisa tinggal lebih lama untuk menunggunya. Aku takut Paman, Bibi dan kakak-kakak akan khawatir. Maaf Om! Belum bisa bertemu dengan putra Om'

Setelah pesan terkirim, Ahim melanjutkan tidurnya. Bukan tidak mau menunggu, tapi nahim benar-benar lelah hari ini.

Di tempat Ryu

Ryu yang masih dalam perjalanan pulang, melihat sebuah pesan masuk ke ponselnya. Ryu melihat bahwa pesan itu dari Ahim d an langsung membukanya.

Setelah membaca pesan dari Ahim, Ryu langsung menekan sebuah nomor.

"Marvel! Pulang sekarang!" ucap Ryu marah dan langsung menutup telponnya tanpa menunggu jawaban

Melihat perubahan suasana hati suaminya, Elizabeth tidak tahan untuk bertanya.

"Ada apa Pah?" tanya Elizabeth

"Marvel tidak bertemu dengan Ahim" jawab Ryu sambil menyerahkan ponselnya sambil memperlihatkan pesan dari Ahim

Elizabeth tidak percaya jika putranya seperti itu. namun Elizabeth hanya diam, dia akan mendengar langsung dari putranya.

Ditempat Marvel

Marvel yang masih menyetir melihat ponselnya berbunyi dan terlihat kalau ayahnya yang menelpon.

Marvel mengambil headset dan menekan tombol jawab di ponselnya.

"Marvel! Pulang sekarang!" sebelum Marvel menjawab sambungan telponnya telah terputus

Marvel yang tidak mengerti dengan sikap ayahnya, tidak mempedulikan yang lain dan bergegas pulang ke rumah.

Di sepanjang jalan, Marvel masih memikirkan perkataan Ahim saat di restoran.

Tak lama kemudian Marvel sampai di rumah dan orangtuanya juga baru sampai.

Marvel yang berpapasan dengan orangtuanya sedikit merasa takut akan perubahan wajah ayahnya.

"Masuk!" perintah Ryu

Marvel hanya bisa mengikuti ayahnya dan Elizabeth mengunci pintu.

Sekarang mereka telah berada di ruang keluarga.

"Marvel! Kemana kamu tadi?" pertanyaan itu bukan berasal dari Ryu tapi dari Elizabeth

"Aku ke restoran yang ayah berikan alamatnya" jawab Marvel

"Tapi kenapa tidak menemuinya?" tanya Ryu sedikit marah

"Aku menuju meja yang ayah bilang. Tapi tidak ada siapapun di sana" ucap Marvel

"Dia bilang, Dia menunggumu satu jam" Ucap Ryu

"Aku juga menunggunya satu jam" ucap Marvel

"Lalu bagaimana kalian tidak bertemu?" tanya Elizabeth

"Kamu tidak berbohong Marvel?" selidik Ryu

"Tidak! Bahkan aku bertemu dengan temanku dan aku selalu melihat kearah meja itu. Tapi tidak ada gadis yang kembali ke meja itu" jelas Marvel

"Apakah ada kesalahan?" gumam Elizabeth

"Baiklah! Kalau begitu istirahatlah! Besok Papa akan tanyakan lagi kepadanya" Ucap Ryu dan Marvel mengikuti perintahnya dan berjalan menuju kamarnya

"Apa mungkin Ahim pindah tempat duduk Pah?" tebak Elizabeth

"Entahlah! Besok saja kita bertanya kepadanya" Ucap Ryu

Lalu mereka berdua berjalan ke kamar mereka berdua.

Didalam kamar Marvel mengirim pesan singkat kepada Zen

Pesan

'Maaf! Aku tidak bisa kembali!'

Setelah terkirim Marvel langsung mandi dan beristirahat.

Pagi hari di vila

Ahim yang sudah bangun bersiap untuk pergi ke kantor.

Setelah selesai bersiap, Ahim menuju kebawah namun tidak melihat siapapun.

Saat akan pergi tanpa pamit, Ahim melihat Jeremy yang turun dari lantai atas.

"Pagi kak Jeremy!" Ucap Ahim

"Pagi Ahim! Sudah mau berangkat?" ucap Jeremy

"Iya Kak! Tapi...." Ucap Ahim terputus

"Kamu mau bertanya kenapa tidak ada orang?" tebak Jeremy dan di anggukki oleh Ahim

"Semalam mereka pulang larut malam. Sedangkan Luka dan Melto bahkan belum pulang" jelas Jeremy

"Oh begitu! Kalu begitu aku pergi dulu ya kak Jeremy" ucap Ahim dan berjalan menuju pintu

Namun saat akan membuka pintu, Ahim terkejut saat melihat pintu terbuka dari luar.

Luka dan Melto yang baru kembali juga terkejut melihat Ahim berada di belakang pintu.

"Maaf! Kakak tidak tau kamu dibelakang pintu" Ucap Luka

"Kamu baik-baik saja" Ucap Melto

"Tidak apa kak! Tapi maaf aku terburu-buru" Ucap Ahim dan langsung keluar meninggalkan Luka dan Melto yang hanya bisa geleng-geleng kepala

"Baru pulang?" tanya Jeremy

Namun Luka dan Melto tidak mempedulikannya dan terus berjalan menuju kamar masing-masing.

Jeremy yang melihat itu sangat kesal.

"Awas kalian berdua!" gumam Jeremy

Dirumah Marvel

"Marvel! Nanti Papa akan atur pertemuan lagi dengannya" Ucap Ryu

"Terserah Papa" ucap Marvel pasrah

"Jika sudah bertemu, kamu pasti menyukainya" ucap Elizabeth

Marvel hanya mengangguk. Marvel tau menolak sekarang juga akan percuma.

Terpopuler

Comments

Giantini

Giantini

terlalu bertele-tele....dah saling knl .kok GK tau

2024-07-31

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!