"Halo!" Ucap Ahim dan Angel yang masuk bersamaan sesuai dengan pemikiran Jeremy
Mereka yang melihat dua orang wanita masuk, secara tidak sadar menatap tajam Jeremy.
"Jeremy! Apa maksudmu dengan ini?" Ucap Pedro dengan marah
"Aku tidak menyangka kamu akan kelewat batas Jer!" Ucap Joe
Mereka yang melihat Ahim dan Angel masuk bersamaan mengira kalau keduanya adalah pacar Jeremy yang telah dinodai dan meminta pertanggung jawaban Jeremy.
Jeremy yang tidak mau ini terus berlanjut, memberi kode kepada Ahim untuk membantunya.
Ahim yang sebenarnya belum mengerti tapi dia juga paham maksud dari Jeremy untuk memperkenalkan dirinya.
"Halo semua namaku Ahim Famille dan ini sahabatku namanya Angelina Lee!" Ucap Ahim memperkenalkan dirinya dan juga Angel
"Kami tidak butuh namamu......." Ucap Pedro tertahan setelah mendengar Brian berkata
"Kamu bilang siapa namamu?" Ucap Brian
"Ahim Famille" Ucap Ahim
Seketika itu mereka semua berdiri serentak dan Carine mulai mendekati Ahim.
"Kamu Ahim? Putri mendiang Kak Max?" Ucap Carine dan dijawab anggukan oleh Ahim
Gisel, Della dan Delia ikut menghampiri Ahim setelah melihat jawaban dari Ahim.
Mereka mulai membelai lembut wajah Ahim, dan memeluk Ahim secara bergantian.
Namun saat para pria akan mendatangi Ahim, para wanita itu tidak mengijinkannya.
"Kalian berhenti di sana! Jangan membuat Ahim ketakutan!" Ucap empat wanita itu bersamaan
Mendengar itu para pria hanya pasrah dan kembali duduk di kursi masing-masing.
Ahim ditarik oleh Carine untuk duduk di sebelahnya. Gisel yang melihat Angel bingung membawanya berjalan Daan duduk disebelah Ahim.
"Bagaimana kalian bisa bersama?" Tanya Alex
"Kami bertemu di depan pintu masuk" Jawab Jeremy
Setelah Jeremy menjelaskan semuanya, mereka merasa marah.
"Sial! Berani sekali mereka!" Geram Melto
"Sepertinya kita perlu ambil alih" Ucap Luka
"Boleh dicoba" Ucap Joe sambil tersenyum sinis dan mendapat anggukan dari seluruh pria di sana
Melihat dan mendengar itu Angel dan Ahim sedikit ketakutan melihat para pria itu seolah membaca pikiran satu sama lain.
"Kalian membuat mereka takut!" Sentak Della
"Meski aku setuju dengan pendapat kalian, tapi jangan buat dia takut. Atau akan aku buat kalian semua tidur di luar" Ancam Delia
Suasana yang awalnya membuat Ahim ketakutan, sekarang menjadi sedikit membuat Ahim merasa lucu setelah melihat semua pria itu diam dan menundukkan kepalanya seketika.
"Ahim! Kamu kenal mereka?" Tanya Angel berbisik
"Besok aku jelaskan!" Ucap Ahim dan mendapat balasan anggukan dari Angel
"Maaf kak Jeremy!" Ucap Ahim membuat Joe, Luka dan Melto menatap tajam Jeremy
"Hei! Hei! Jangan melihatku begitu!" Ucap Jeremy yang menyadari tatapan ketiganya
"Ada apa Ahim? Kamu mau aku perkenalkan satu persatu?" Tanya Jeremy
Ahim mengangguk mengiyakan pertanyaan Jeremy
"Baiklah! Yuang pertama...."
"Tidak perlu!" potong Luka
"Ahim, Boleh kami perkenalan sendiri?" Tanya Luka dan Ahim pun mengiyakan
"Aku Luka Cornelis. Ini ibuku Gisel Berli dan yang ini ayahku Nicolas Cornelis" Ucap Luka sambil menunjuk Gisel dan Nicolas
Gisel dan Nicolas yang diperkenalkan pun sedikit mengangguk kearah Ahim.
"Aku Joe Gibken. Ini ibuku Delia Cellino dan ayahku Brian Gibken" Ucap Joe sambil melakukan hal yang sama dengan Luka dan orang tuanya juga melakukan hal yang sama
"Aku Melto Savero. Ibuku Della Casena dan ayahku Alex Savero" Ucap Melto disertai dengan anggukan kepala dari Della dan Alex
"Halo Paman, Bibi, dan ....." Ucap Ahim ragu-ragu saat mau memanggil Joe dan lainnya
"Kakak" Ucap Joe dan lainnya serentak
Ahim yang paham kenapa mereka menatap tajam Jeremy tadi.
"Kak Joe, kak Melto, dan kak Luka" Panggil Ahim
Mereka puas dan entah kenapa seakan kata sederhana itu mampu membuat mereka sangat bahagia.
"Oh iya! Ini ibuku Carine Famille adik ayahmu dan yang di sana ayahku Pedro Brasserie yang aku ceritakan kepadamu" Jelas Jeremy
"Kamu lihat mereka! Hanya kamu panggil kakak saja senyumnya tidak habis-habis" Ucap Carine
"Bibi!" Protes mereka
Melihat keakraban mereka Ahim merasa seperti bertemu dengan keluarga sesungguhnya.
"Maaf! Kalau boleh aku bertanya, kalian siapanya Ahim?" Ucap Angel
Lalu mereka menjelaskan semua kepada Angel dan Ahim. Setelah mendengar penjelasan tentang siapa mereka dan siapa ayah Ahim sebenarnya, Angel tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Ahim yang tidak mengetahui apapun tentang ayahnya dan keluarga ayahnya juga terlihat tidak percaya.
"Kami menunggu sampai situasi tenang dan mulai mencari dirimu" ucap Alex
"Maaf membuatmu menderita sekian lama Ahim" ucap Brian
Ahim yang mendengar permintaan maaf dari mereka tak sanggup menahan air mata dan memeluk Angel saat ini.
Mereka yang melihat itu sedikit khawatir kalau Ahim menyalahkan mereka atas semuanya.
"Sudah! Jika kamu menangis seperti ini bisa-bisa mereka akan mengira kamu tidak menginginkan mereka" Ucap Angel
"Tidak! Aku hanya bahagia" Ucap Ahim tersentak akan ucapan Angel
"Maaf! Aku hanya senang bahwa aku tidak sendirian" Ucap Ahim
Mendengar itu, mereka merasa lega dan terharu akan sikap Ahim terhadap mereka.
"Sudah! Ayo pesan lebih banyak! Biarkan Ahim makan lebih banyak!" Ucap Pedro
"Angel kamu juga makan yang banyak, kami cukup banyak mengetahui tentang kamu yang sering membantu Ahim" Ucap Delia
"Baiklah! Kalau begitu aku tidak akan sungkan " Ucap Angel
Mereka makan dengan bahagia saat ini. dengan canda tawa dan sedikit emosi mereka habiskan waktu makan malam tersebut dengan gembira.
Setelah selesai makan malam, mereka masih didalam ruangan tersebut dan kembali membicarakan kehidupan Ahim.
"Oh iya Paman! Apa paman juga kenal dengan orang bernama Ryu?" tanya Ahim
Pertanyaan Ahim membuat mereka mematung seketika
"Darimana kamu tau nama itu Ahim?" Tanya Nicolas
"Setelah kak Jeremy datang dan aku masih belum percaya dengannya, aku menghubungi satu nomor di ponsel ayahku yang lama" jelas Ahim
"Dan nomor pertama di kontak yang paling atas aku hubungi dan dia berkata bahwa dia sahabat lama ayah yang tidak pernah dihubungi oleh ayah" Ucap Ahim lagi
"Lalu apa yang dia ucapkan lagi kepadamu?" Tanya Brian
"Dia bahkan tidak tau kalau ayah sudah tiada dan dia sepertinya mengetahui tentang ayah meski 20 tahun tidak ada kabar" Ucap Ahim
"Jadi dia masih mengingat kita" Ucap Alex
"Kita yang salah saat itu dan hanya Max yang percaya tanpa syarat kepadanya " Ucap Nicolas
"Ya! Tapi setelah kita mengetahui kebenarannya, Kita kehilangan keduanya" Ucap Brian
Melihat suami-suaminya berwajah lesu membuat mereka bertanya-tanya.
"Kalian kenal siapa itu Ryu?" tanya Delia
"Dia salah satu sahabat Max sama seperti kita" jawab Brian
"Tapi karena sebuah tragedi, dia pergi" ucap Alex
"Setelah kepergiannya, tragedi yang menimpa Max terjadi" jelas Nicolas
Mereka terkejut, terutama Carine.
"Jangan bilang, dia adalah orang yang dihubungi kakakku secara diam-diam sampai Ahim lahir!" Ucap Carine membuat mereka terkejut
"Max masih menghubunginya?" Ucap mereka serempak
"Kapan terakhir kali?" Ucap Nicolas
"Kalau tidak salah, saat Ahim berusia 5 bulan. Bahkan kak Max mengirimkan foto Ahim kepadanya" Jelas Carine
"Apa? Tapi kenapa Ryu tidak kembali juga?" tanya Brian
"Benar! Saat itu tragedi telah dimulai!" ucap Pedro
"Carine, Apakah Max pernah menceritakan tentang masalahnya kepada Ryu saat mereka menelpon?" tanya Alex
"Tidak! Kakak hanya membahas tentang Ahim kepadanya" Ucap Carine
"Mungkinkah....."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments