"Mungkinkah Max akan menjodohkan Ahim dengan putra Ryu?" Ucap Brian
"Bisa jadi" jawab Alex
"Pah! Apa maksud ucapanmu?" Tanya Melto
"Ahim! Mungkin Ryu yang akan menjelaskan semuanya? Tapi untuk saat ini, maukah kamu ikut tinggal dengan kami?" Tanya Brian kek Ahim tanpa menjawab pertanyaan Melto
Ahim mendengar permintaan itu berfikir tidak ada salahnya tinggal dengan mereka. Tapi, dia juga ingin menjalani kehidupannya yang biasa.
"Apakah kalian memiliki rumah di kota S?" tanya Ahim
"Jika kamu mau tinggal dengan kami, kami akan langsung pindah ke kota S!" tegas Nicolas
"Ya" dijawab serempak oleh semuanya
"Wah kalau begitu bisa sekalian aku minta untuk tinggal di daerah perumahan dekat kalian ya" Canda Angel
"Angel!" sentak Ahim
"Bercanda Ahim" Ucap Angel sambil tersenyum
"Bagaimana Ahim? Apakah kamu setuju untuk tinggal bersama kamu?" Ucap Carine
"Iya aku setuju!" Ucap Ahim dengan mantap
Semua orang bahagia mendengar jawaban Ahim.
"Kalau begitu aku akan atur rumahnya sekarang" Ucap Joe
"Aku akan atur kantor pusat pindah ke kota S" Ucap Luka
"Aku akan suruh orang untuk membawa semua perlengkapan di kota masing-masing " Ucap Melto
"Kalau begitu, aku akan ajak Ahim berbelanja" Ucap Jeremy
"Tidak!" protes mereka
"Kau ikut aku pindahkan semua properti rumah" Ucap Melto memegang erat pundak Jeremy
Melihat keakraban mereka Angel dan Ahim hanya senyum-senyum sendiri.
"Kamu bisa tinggal di sebelah rumah kami nanti" Ucap Delia kepada Angel
"Oh tidak usah! Tadi aku hanya bercanda" ucap Angel
"Tidak apa! Biar Ahim tidak merasa sendirian saat pergi" Ucap Gisel
"mah, apa maksudmu?" Ucap Melto
"Iya bibi! Jika Ahim ingin keluar, kami siap 24 jam untuknya" Ucap Jeremy
"Apa kalian yakin?" Ledek Angel
"Kenapa tidak! Selama untuk Ahim kami siap!" Ucap Luka tidak mau kalah
Setelah perdebatan yang panjang, mereka memutuskan untuk tetap memberikan rumah di sebelah rumah mereka untuk Angel.
Para ibu-ibu itu tidak mau anak laki-laki mereka mengikuti Ahim kemana-mana.
"Terimakasih bibi! Aku akan jaga Ahim selalu" Ucap Angel meyakinkan
"Tugasmu adalah temani Ahim kemanapun! Tidak perlu pikirkan apapun!" jelas Joe
Ya mereka sejak Ahim ditemukan sudah menyebar anggotanya untuk menjaga keselamatan Ahim di manapun dan kapanpun.
"Ini sudah larut, lebih baik kalian ikut kami ke atas untuk istirahat" ucap Brian
Tanpa penolakan dari Ahim, Ahim dan Angel ikut istirahat di hotel tersebut.
Ditempat lain
Marvel yang sedang bersiap ke bandara meminta agar Zen mengantarkan dirinya ke rumah Ahim terlebih dahulu.
Sesampainya di depan rumah Ahim, rumah itu sudah gelap seakan pemilik rumah sudah terlelap.
Melihat itu, Marvel hanya pasrah dan meminta Zen mengemudi ke bandara.
"Setelah ini, Kau harus jelaskan kepadanya dan ikut ke rumahnya bersamaku" Ucap Marvel
Zen hanya mengangguk sebagai jawaban.
Pagi menjelang
Ahim dan Angel sudah bangun dan telah bersiap untuk pergi bekerja.
tok tok tok
"Ahim, bisa bibi bicara sebentar" Ucap Carine sambil mengetuk pintu kamar Ahim
"Sebentar Bibi!" teriak Ahim dari dalam kamar
"Aku berangkat duluan ya! Ada laporan yang belum aku selesaikan" Ucap Angel
"Iya" jawab Ahim
Mereka keluar dari kamar dan bertemu Carine yang sedang menunggu Ahim.
"Kamu mau pergi kerja?" tanya Carine
"Iya Bibi! Kemarin aku sudah ambil libur soalnya" jawab Ahim
"Ahim! Bisakah kamu ambil libur satu hari lagi?" Tanya Carine membuat Ahim dan Angel kebingungan
"Maaf bibi Carine, kalau boleh tahu ada urusan apa ya?" tanya Angel
"Aku mau bawa Ahim untuk ikut tes DNA di rumah sakit milik paman Nicolas" Ucap Carine
"Oh! Kalau begitu aku akan urus ijin Ahim hari ini" Ucap Angel
"Tapi..." UCap Ahim terpotong oleh Angel yang memegang tangannya
"Sudahlah biar tidak ada keraguan di hatimu Ahim!" Ucap Angel
"Terimakasih Angel! Setelah selesai jika ada tugas lembur bawa pulang ke rumahku saja, aku akan bantu kerjakan" Ucap Ahim mantap
"Sip! Kalau begitu aku pergi dulu ya. Bye Ahim! Pergi dulu Bibi Carine!" ucap Angel dan langsung pergi meninggalkan Ahim dan Carine
"Kamu tunggu dibawah dulu ya, Joe dan lainnya ada dibawah menunggumu" ucap Carine
"Baiklah Bibi Carine!" Ucap Ahim
Setelah itu Ahim dan Carine berpisah. Ahim menuju kebawah dimana Joe dan yang lain berada.
Awalnya Ahim kebingungan tidak menemukan dimana Joe dan lainnya. Hingga....
"Mencari Ku?" Tanya Joe yang tiba-tiba muncul di belakang Ahim
Ahim yang terkejut secara tidak sengaja berteriak " aaaaaa" membuat Melto, Jeremy dan Luka ikut terkejut dibuatnya.
"Ini kami!" Ucap Luka yang menyadarkan Ahim
"Maaf kak!" Ucap Ahim
"Kita yang salah, seharusnya kita tidak mengejutkanmu" ucap Melto
"Kak sambil menunggu paman dan bibi, bisakah kita pesan makanan dulu. Aku lapar" Ucap Ahim
Segera mereka membawa Ahim ke meja makan yang telah di pesan dan mulai memesan makanan.
Mereka sama sekali tidak keberatan jika itu Ahim yang memintanya.
"Ahim, apa kamu pernah bertemu dengan Om Ryu?" tanya Luka
"Belum" Jawab Ahim
Mereka tidak melanjutkan pertanyaan tentang itu lagi kepada Ahim. Karena mereka yakin Ahim tidak tau tentang kisah ayahnya dan orang yang mereka panggil Om Ryu.
Tidak menunggu lama, para orang tua telah datang menghampiri mereka.
"Paman, Bibi, maaf Ahim makan duluan" Ucap Ahim merasa tidak enak
"Makanlah sayang! Kami memang tidak selalu sarapan di pagi hari" Ucap Della
Ahim melanjutkan memakan sarapannya. Setelah selesai Ahim diajak untuk pergi ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Semua sudah siap dan mereka tinggal melakukan tes DNA.
"Hasil tes akan siap dalam 3 jam" Ucap dokter
"Terimakasih dok" Ucap mereka serempak
"Lebih baik kita pulang saja" Ucap Delia
"Ya! Biarkan Jeremy dan Pedro disini" ucap Alex
Setelah semua setuju, mereka pulang dan meninggalkan Pedro dan Jeremy yang menunggu hasil tes DNA.
Percepat
Mereka telah berada di hotel dan saat ini jam makan siang.
Mereka berkumpul dan akan membuka hasil tes yang dibawa oleh Jeremy dan Pedro.
Saat dibuka, hasilnya menyatakan bahwa Ahim dan Carine memiliki hubungan darah.
"Sekarang semuanya jelas" Ucap Brian mendapat anggukan dari semua pihak
"Ahim! meski hanya Carine dan Jeremy yang memiliki hubungan darah denganmu, tapi kamu semua adalah keluargamu juga" Ucap Brian
"iya Paman Ahim mengerti" ucap Ahim
"Kalau begitu, kita makan besar hari ini" ucap Melto dan mereka mulai memesan makanan yang cukup banyak
Sebelum makanan datang, Carine di samping Ahim memegang tangan Ahim dan bertanya
"Ahim! Bibi mau bertanya kepadamu?" ucap Carine membuat semua mata memandangnya
"Katakan Bibi Carine!" Ucap Ahim
"Bagaimana tanggapanmu jika ayahmu menjodohkan dirimu dengan anak sahabatnya?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments