Setelah lama berkutat dengan kerjaannya, akhirnya Ahim melihat watu sudah menunjukkan pukul 5.
"Angel, Aku pulang dulu ya!" Pamit Ahim
"Ya! Hari ini aku lembur, jadi tidak bisa pulang denganmu" Jawab Angel
Ahim hanya mengangguk dan langsung pergi. Karena Ahim telah berjanji kepada Ryu untuk bertemu pukul 5.30.
Ahim keluar dari kantor dan memberhentikan taksi.
"Ke taman kota pak!" ucap Ahim
Pengemudi taksi pun langsung tancap gas kek tujuan Ahim.
Tak lama perjalanan, Ahim telah sampai di taman kota kurang dari 20 menit.
"Terimakasih pak" ucap Ahim setelah membayar dan keluar dari taksi tersebut.
Ahim melihat restoran seafood di seberang taman kota sesuai dengan perkataan Ryu.
"Apakah Om Ryu sudah datang ya?" tanya Ahim kepada dirinya sendiri
Ahim memasuki restoran tersebut sambil menekan nomor Ryu di ponsel ayahnya.
"Halo Om!" ucap Ahim saat telponnya telah tersambung
"......"
"Aku sudah masuk ke restoran Om. Apa Om sudah sampai?" Ucap Ahim
"....."
Melihat sambungan telponnya telah terputus, Ahim memutuskan untuk mencari tempat duduk terlebih dahulu.
Ahim duduk di meja dekat dengan jendela sambil menunggu Ryu datang.
Beberapa menit sebelumnya dirumah Ryu
"Mah, mana Marvel? Dia jadi ikut kan?" Tanya Ryu
"Papa saja yang telpon, aku masih mencari hadiah untuk pertemuan pertama kita" Jawab Elizabeth
Ryu langsung menelpon Marvel dengan perasaan kesal.
"Marvel cepat pulang!" ucap Ryu langsung saat telponnya terhubung
"Maaf Pah! Hari ini aku gak bisa!" jawab Marvel
"Ada apa?" tanya Ryu
"Ada dokumen yang harus diselesaikan hari ini. Jika selesai sebelum malam aku akan menemuinya sendiri" Ucap Marvel
"Oke! Papa akan bilang kepadanya untuk menunggu mu nanti" ucap Ryu dan memutuskan sambungan telponnya
"Bagaimana Pah?" tanya Elizabeth menghampiri Ryu
"Dia menyusul nanti" Jawab Ryu
"Kalau begitu kita pergi dulu. jangan sampai dia datang dulu dan menunggu terlalu lama" ucap Elizabeth dan mendapat anggukan dari Ryu
Mereka berdua masuk ke mobil dan langsung pergi menuju restoran tempat janji mereka.
Ditengah perjalanan, ponsel Ryu berbunyi dan saat dilihat itu dari Ahim.
"....."
"Ahim, Kamu sudah dimana?" tanya Ryu
"......"
"Pilihlah tempat dulu. Om akan sampai sebentar lagi" ucap Ryu dan mengakhiri telponnya
"Percepat!" perintahnya kepada supirnya
"Apa dia sudah sampai?" Tanya Elizabeth
"Ya! Dia baru saja sampai" jawab Ryu
"Aku tidak sabar ingin melihat bagaimana wajahnya" Ucap Elizabeth
"Pasti secantik ibunya" imbuh Elizabeth
Ryu hanya mengangguk dan mendengarkan perkataan Elizabeth.
Tak berselang lama, Ryu dan Elizabeth sampai di restoran seafood.
"Pah, dimana dia?" Tanya Elizabeth
"Aku telpon dulu" Ucap Ryu
Ryu mengeluarkan ponselnya dan menelepon nomor Ahim.
Di saat yang sama, Ahim melihat ponsel ayahnya bergetar dan terlihat bahwa Ryu yang menelponnya.
"Halo Om!" ucap Ahim saat mengangkat telponnya
"Kamu dimana Ahim? Om sudah di depan pintu restoran" Ucap Ryu
Ahim diam sejenak dan melihat kearah pintu restoran. Dia bisa melihat dua sosok yang sangat berwibawa.
"Aku akan menghampiri Om!" Ucap Ahim dan mematikan teleponnya
Ryu yang mendengar itu sedikit gugup dan senang disaat bersamaan.
Ahim mendekati mereka berdua. Namun Ryu maupun Elizabeth belum menyadari hal itu.
"Halo Om!" sapa Ahim membuat Ryu dan Elizabeth langsung melihat kearahnya
"Ahim?" Ucap Ryu dan Elizabeth bersamaan
Ahim hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Ya ampun sayang! Kamu cantik sekali" puji Elizabeth dan langsung memeluk Ahim seperti ibu yang memeluk anak perempuannya.
"Tante juga cantik!" Ucap Ahim yang wajahnya sudah tersipu
"Ah! Kamu bisa saja!" Ucap Elizabeth yang juga tersipu dengan pujian Ahim
"Sudah! Kita duduk dulu" Ucap Ryu
Ahim langsung menunjukkan meja yang dia duduki tadi.
"Bagaimana kabar mu Ahim?" Tanya Ryu hati-hati
"Sekarang baik Om!" jawab Ahim
"Apakah mereka memperlakukan mu dengan baik?" Tanya Ryu
"Oh! Ayolah Pah!" Tegur Elizabeth
"Mereka juga menantikan Ahim seperti dirimu, hanya saja dulu hanya kamu yang boleh melihatnya" lanjut Elizabeth
"Aku hanya..." ucap Ryu gugup
"Tidak apa Tante!" ucap Ahim mencoba menenangkan Elizabeth yang terlihat sedikit kesal
"Om, mereka memperlakukan ku dengan baik. Bahkan mereka memberiku sebuah pengalaman yang mungkin akan selalu aku ingat" Ucap Ahim kepada Ryu
"Selama kamu senang!" Ucap Ryu kepada Ahim
Ryu puas jika Ahim bahagia, karena satu-satunya hal yang pernah Max bilang kepadanya adalah 'selama putriku bahagia, nyawaku pun akan aku pertaruhkan'
"Kalau begitu, kita pesan makanan dulu" Ucap Elizabeth mencairkan suasana
Setelah memesan makanan yang cukup banyak, Elizabeth mengeluarkan hadiah yang tadi di bawa.
"Sayang! Ini hadiah pertemuan dari Tante! Tidak banyak, tapi kamu terima ya!" Ucap Elizabeth sambil memberikan kotak hadiah kepada Ahim.
"Tidak perlu Tante!" Ahim mencoba menolak tapi Elizabeth terus menekan kotak kecil itu ke tangan Ahim
Mau tidak mau akhirnya Ahim menerimanya.
"Terimakasih Tante,Om!" Ucap Ahim
"Ahim, Om ingin bertanya kepadamu?" ucap Ryu tiba-tiba
Namun sebelum Ahim menjawab ataupun Ryu kembali berbicara, Elizabeth menendang kaki Ryu dari bawah.
"Duk!"
"Kenapa El?" tanya Ryu yang tiba-tiba di tendang kakinya
"Makan dulu! Jangan buat Ahim tidak berselera makan karena pertanyaan darimu" Jawab Elizabeth sinis
Ryu hanya pasrah dan menunggu makanan disediakan.
"Sayang! Jangan hiraukan Om mu itu! Kita makan dulu ya!" Ucap Elizabeth dan Ahim pun hanya bisa mengangguk
Pelayan datang dan menyiapkan pesanan mereka dimeja.
Setelah mereka makan dan meminta pelayan untuk membereskan mejanya, akhirnya Ryu kembali memberanikan dirinya untuk berkata kepada Ahim.
"Ahim!" ucap Ryu gugup
"Iya Om!" jawab Ahim
Ryu masih gugup, dia takut Ahim akan marah kepadanya dan tidak mau menemui dirinya lagi.
"Kenapa Om?" tanya Ahim karena melihat Ryu tidak berbicara
Setelah menarik nafas panjang, Ryu memberanikan dirinya.
"Om dan ayahmu pernah berjanji, bahwa kami akan menjodohkan putra dan putri kami saat dewasa" ucap Ryu
Melihat Ahim masih setia mendengarkan, Ryu melanjutkannya.
"Dulu aku pernah berjanji kepada ayahmu Max, jika keduanya setuju kami akan menikahkan anak-anak kami. Tapi jika salah satu tidak setuju, Aku berjanji kepada ayahmu jika terjadi sesuatu kepadanya aku akan menjaga putrinya dengan status apapun juga" Jelas Ryu
"Jadi sayang! Maksud Om dan Tante saat ini ingin mempertemukan kamu dengan putra Om dan Tante dulu. Apakah kamu mau bertemu dengannya?" Tanya Elizabeth
Ahim berpikir sejenak lalu menjawab
"Jika memang itu keinginan ayahku, aku akan mencoba menerimanya. Tapi jika dia tidak setuju denganku, maka Om dan Tante tidak boleh memaksanya. Oke!" Ucap Ahim dengan senyuman
Ryu dan Elizabeth setuju. Dan Ryu langsung mengirim pesan kepada Marvel untuk datang ke restoran seafood favoritnya.
Pesan
'Datang ke restoran seafood depan taman kota sekarang!'
Setelah mengirim pesan, Ryu, Elizabeth dan Ahim mengobrol dengan santai.
Ditempat Marvel
Marvel sudah selesai dengan proposal untuk rapat besok.
Tiba-tiba ponselnya bergetar, Marvel melihat bahwa itu pesan singkat dari ayahnya. Dia pun membalas dengan santai.
Pesan
'Aku sampai di sana dalam 20 menit'
Setelah membalas pesan ayahnya, Marvel menuju meja Zen.
"Pinjami aku mobilmu" ucap Marvel
"Mau kemana?" Tanya Zen
"Ayahku menyuruhku menemui anak sahabatnya itu di restoran" Jawab Marvel
Zen yang mengerti langsung mengeluarkan kunci mobilnya dann diberikan kepada Marvel.
"Balik kantor lagi?" tanya Zen dan Marvel mengangguk
Setelah itu Marvel langsung pergi menuju restoran tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments