Marvel berjalan maju dan menghampiri Ahim.
"Ahim!" Panggil Marvel
"Marvel!" sapa Ahim
Sebenarnya Ahim terkejut dengan kehadiran Marvel di sana. Meski Ahim tau dia adalah pemilik perusahaan tempat dia bekerja, tapi bagaimana dia ada di sana saat seseorang menyatakan cinta padanya.
"Wah tampannya" Pujian sekeliling mereka mulai terdengar sahut menyahut
"Bagaimana dengan ku?" Tanya Marvel tiba-tiba
Ahim yang mengetahui situasi tidak kondusif segera berjalan ke arah Marvel. Namun dia tidak lupa memberikan kartunya kepada Angel untuk membayar makanannya.
Ahim langsung menarik Marvel keluar dari restoran.
"Wah, wah, Ahim luar biasa! Jika dia mendapatkan bos Marvel, bukankah dia akan menjadi nyonya bos" Gumam Angel dan kembali membungkus makanannya sebelum kembali ke kantor
Sedangkan Marvel yang di tarik oleh Ahim hanya mengikuti Ahim sampai di sebuah tempat yang sepi.
"Bagaimana kamu bisa ada disini?" Tanya Ahim
"Perusahaan tempatmu bekerja adalah perusahaan ku" jawab Marvel
"Iya aku tau itu dari Angel" ucap Ahim
"Jadi bagaimana dengan ku?" tanya Marvel
"Bagaimana apanya?" tanya Ahim balik
"Aku menyatakan perasaanku kepadamu terlebih dahulu, tapi kamu belum menjawabnya" Ucap Marvel
"Maaf! Tapi sepertinya aku tidak bisa menerimamu" Jawab Ahim
"Kenapa?" Tanya Marvel
"Sebelum ayahku pergi dia menjodohkan ku dengan anak sahabatnya. Agar ayahku tidak khawatir dengan kondisiku dan hidupku, aku akan menerima perjodohan ini jika anak sahabatnya mau menerimaku" Jelas Ahim
"Apa?" teriak Marvel
"Maaf Vel! Jujur, aku menyukaimu sejak saat kamu menolongku di apartemen. Tapi aku tidak mau ayahku kecewa di alam sana" Ucap Ahim dan pergi meninggalkan Marvel yang sedang patah hati
namun sebelum sempat pergi, Marvel menahan tangan Ahim.
"Apakah kamu tidak bisa menolaknya?" tanya Marvel
"Aku hanya akan menolak jika anak dari sahabatnya ayahku tidak setuju dengan ku" ucap Ahim dan melepaskan tangannya dari Marvel
Marvel yang ditolak oleh Ahim seakan menjadi patung di tempat.
Zen yang melihat wajah Ahim yang sedih saat melewatinya, merasa ada kejanggalan diantara mereka.
"Ada apa Marvel?" tanya Zen saat Marvel mendekat
"Dia dijodohkan!" jawab Marvel
Zen terkejut dan menepuk pundak sahabatnya itu.
"Sabar saja! Jika memang kalian ditakdirkan, dengan siapapun Ahim bertemu maka dia akan tetap bersatu denganmu" ucap Zen
Marvel yang mendengar itu sedikit bersemangat lagi.
"Ya! Lagi pula mereka belum saling bertemu" ucap Marvel
"Zen, Tolong minta nomor sahabat Ahim untukku!" pinta Marvel
"Untuk apa?" Tanya Zen bingung
"Tanyakan saja!" perintah Marvel
Zen yang bingung hanya mengangguk sebagai jawaban.
Tak lama Ahim kembali ke kantor dengan wajah lesu. Angel yang melihat Ahim lesu mendekatinya.
"Kenapa?" tanya Angel
"Aku menolak Marvel" jawab Ahim
Angel yang tau posisi Ahim hanya diam dan menepuk pundak Ahim menenangkan.
"Sudahlah! Jika itu sudah menjadi pilihanmu, kuatkan dirimu" ucap Angel
Angel mencoba membuat Ahim kembali ke suasana hati yang senang. Tapi masih belum berhasil.
Saat Angel kembali untuk mengerjakan pekerjaannya, dia melihat Zen asisten Marvel melambai ke arahnya.
"Aku?" ucap Angel sambil menunjuk dirinya sendiri dan melihat Zen menganggukkan kepalanya di kejauhan
"Apa yang aku lakukan?" Angel mendekat ke arah Zen sambil bertanya-tanya dalam hati
"Ada apa ya pak?" tanya Angel
"Oh tidak ada apa-apa! Hanya saja bos Marvel meminta nomor ponselmu" Jawab Zen
"Untuk apa ya? Lagi pula bukannya perusahaan memiliki nomor saya" ucap Angel
"Bos yang akan memberitahu mu. Bos mau dengan ijinmu untuk mengirim pesan secara pribadi tanpa embel-embel pekerjaan" jelas Zen
"Apa ada hubungannya dengan Ahim?" tanya Angel dan Zen hanya mengangguk
"Baiklah! Tapi jika pertanyaan tentang Ahim yang tidak Ahim ijinkan untuk diberitahukan kepada orang lain, saya tidak akan memberitahu apapun meski terancam dipecat" Jelas Angel
"Setuju!" ucap Zen sambil berjabat tangan dengan Angel
Setelah mendapatkan nomor ponsel Angel, Zen langsung menuju ruangan Marvel.
Angel yang merasa Ahim perlu tau akan hal itu, dia pun memilih memberitahu Ahim tentang hal tadi.
"Ahim! Asisten Zen tadi menemui ku dan meminta nomor ponsel ku" ucap Angel
"Terus? Apa hubungannya dengan ku?" tanya Ahim
"Mungkin Bos Marvel ingin mengetahui tentang mu dariku" jawab Angel
"Jika dia memang ingin tahu tentang ku tidak masalah!" ucap Ahim
Angel merasa lega setelah mendengar perkataan Ahim.
"Apa kalian tidak bertukar nomor?" tanya Angel dan Ahim hanya menggeleng
Angel tidak habis pikir dengan keduanya. Tapi mengetahui tentang Ahim yang menolak Marvel, dia mengerti kenapa mereka tidak bertukar nomor.
Di kantor Marvel
Zen masuk keruangan itu dan Marvel sudah menunggunya dengan cemas.
"Bagaimana?" tanya Marvel
Zen hanya diam dan mengirim nomor Angel ke ponsel Marvel.
"Diijinkan!" ucap Zen
Marvel senang dan dia bisa mengetahui apa saja kegiatan Ahim.
Lalu Marvel dengan segera mengirim pesan singkat ke nomor Angel.
Pesan
'Ini aku Marvel'
'Oh bos'
'beritahu aku jika Ahim akan bertemu dengan orang yang dijodohkan dengannya'
'jika Ahim ijinkan'
Marvel terkejut membaca balasan dari Angel
"Bukankah berarti Ahim tau jika aku meminta nomor sahabatnya" gumam Marvel
"Zen! Apa kamu tidak memberitahu dia untuk tidak memberitahu Ahim?" tanya Marvel
"Tidak!" jawab Zen singkat
Marvel langsung mengerti kenapa balasan Angel seperti itu.
Seketika Marvel marah dengan Zen, tapi dia tidak bisa tunjukkan secara langsung.
"Zen! Hari ini lembur sampai pagi" perintah Marvel
Zen yang bingung kenapa Marvel marah, ingin bertanya tapi tatapan mata Marvel setajam pisau saat ini. Jadi Zen mengurungkan niatnya dan hanya mengangguk pasrah.
"Salah apa lagi aku" gumam Zen dan kembali berkutik dengan dokumennya
Di tempat Angel
Setelah membalas beberapa pesan dari Marvel, Angel sedikit tersenyum saat pesan terakhirnya tidak dibalas oleh Marvel.
Ahim yang melihat itu sedikit curiga dengan tingkah Angel.
"Kamu kenapa beb?" Tanya Ahim
"Aku hanya ingin tau bagaimana wajah terkejut bos besar kita?" ucap Angel semakin lebar senyumannya
"Apa yang kamu lakukan dengan bos besar kita?" Tanya Ahim menyelidik
"Dia memintaku untuk memberitahunya jika kamu bertemu dengan orang yang dijodohkan denganmu" jawab Angel
"Lalu aku membalas pesannya dengan jawaban kalau kamu mengijinkannya, lalu sampai saat ini dia tidak lagi membalas pesanku" lanjut Angel dan masih saja tersenyum
"Dasar jahil!" Ucap Ahim
"Siapa suruh memintaku menjadi mata-matanya?" Ucap Angel
Ahim hanya bisa menggeleng pelan melihat tingkah Angel yang mengerjai bosnya.
"Ahim, sepertinya bos memang sangat menyukaimu" ucap Angel
"Ya, dia memberitahu ku bahkan saat dia belum mengenalku" ucap Ahim
Angel mengerti dan mengirim pesan kepada Marvel.
Pesan
'Aku akan menjadi mata-mata untukmu. Tapi jika Ahim menyukai orang yang di jodohkan untuknya, kamu tidak boleh mengganggu kehidupannya lagi. Oke?'
Marvel yang sedang fokus dengan dokumennya melihat notifikasi di ponselnya lalu membalasnya.
Pesan
'Deal!'
Setelah melihat balasan dari Marvel, Angel bertekad jika Ahim tidak menyukai anak teman ayahnya, dia akan memberi kesempatan kepada Marvel untuk terus mengejar Ahim.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Anindia Zhahira
lanjuut
2024-08-19
0