BAB 6

Saat ini, Marvel sedang melakukan pertemuan dengan para pemegang saham perusahaan Vergara.

Sejak masuk ke Hotel Star Marvel selalu menampakkan wajah yang tidak senang. Mereka yang melihatnya langsung tidak berani bersuara.

"Abaikan dia! Kalian lanjutkan saja kerjanya" Ucap Zen kepada seluruh orang yang ada didepannya

Setelah mendengar perkataan Zen, mereka mulai kembali ke pekerjaan masing-masing.

"Bisakah wajahmu dikondisikan Vel?" Ucap Zen

"Diam Zen! Aku akan memarahi mereka semua malam ini!" Ucap Marvel

"Hentikan! Jika kamu melakukan itu, bisa-bisa mereka semua kabur dan tidak ada yang bisa membantumu mengurusi cabang" Jelas Zen

Marvel hanya diam dan mempercepat langkahnya menuju ke ruangan yang telah di pesan.

Sesampainya di ruangan, Marvel yang masih dalam suasana hati yang buruk memilih Diam dan membiarkan Zen yang berbicara.

Sekian lama mereka berdiskusi, 1 jam dan para pemegang saham akhirnya ke pokok permasalahan.

"Tuan Marvel! Besok anda diminta oleh investor Negara M untuk langsung terjun dalam awal pembangunan proyek kita di sana" Ucap pemegang saham 1

"Apa?" Ucap Marvel terkejut

"Benar Tuan Marvel! Mereka menelpon dan meminta anda untuk ke negara mereka mengontrol langsung awal mulainya proyek di sana" Ucap pemegang saham 2

"Tidak mau! Aku harus.....mmm" Ucap Marvel terpotong karena Zen langsung menutup mulutnya.

"Baik! Kami akan berangkat ke Negara M besok" Ucap Zen dan di anggukki oleh seluruh pemegang saham tersebut

Setelah rapat selesai, para pemegang saham tersebut sudah pergi dan menyisakan Marvel dan Zen di ruangan itu.

"Apa maksudmu menyetujuinya Zen?" Ucap Marvel

"Lalu? Kamu akan menolak dan membuat mereka tahu kelemahanmu? Jangan bodoh Vel!" ucap Zen

"Apa maksudmu?" tanya Marvel

"Kamu sadar posisimu. Kamu bukan hanya pemilik 2 perusahaan besar, Kamu juga adalah pewaris tunggal keluarga Vergara" Ucap Zen

Marvel yang masih belum mengerti akan maksud Zen, hanya memiringkan kepalanya tanda dia masih bingung.

"Aku heran kapan kamu jadi bodoh Vel?" Ucap Zen yang sukses membuat Marvel melotot kearahnya

"Jika kamu bilang kamu akan mengejar seorang wanita dan diantara mereka ada yang tidak suka denganmu atau ada mata-mata musuh yang mendengar, itu akan berbahaya untukmu dan juga wanita itu. Sekarang paham!" jelas Zen

Seketika itu Marvel mengerti maksud Daan tujuan Zen menghentikannya menolak usulan para pemegang saham.

"Baiklah aku mengerti!" Ucap Marvel

setelah itu Marvel dan Zen keluar dari hotel dan menuju rumah untuk bersiap.

Di lain tempat

Ahim dan Angel sudah siap untuk pergi makan malam. Mereka keluar dari rumah dan menaiki mobil Angel ke restoran yang di pesan Ahim. Mereka asik menonton sampai lupa waktu dan mereka baru keluar rumah jam 8 malam.

Setelah sampai Angel yang heran kenapa berhenti di depan hotel bukannya restoran ragu untuk memarkirkan mobilnya.

"Ayo Angel!" Ucap Ahim tidak sabar karena Angel tidak memarkirkan mobilnya dengan benar

"Kamu tidak salah Ahim? Kenapa kita berhenti di hotel?" tanya Angel

"Aku sudah bebas dari pria tidak berguna, berarti seluruh uangku adalah milikku sendiri. Jadi, aku akan menikmati malam ini bersamamu" Ucap Ahim

"oh sayangku" Ucap Angel sambil memeluk Ahim

Setelah berpelukan Angel memarkirkan kendaraan dengan mantap di depan hotel Garden Sky.

Dengan penuh rasa kagum Angel melihat sekeliling hotel bintang lima tersebut.

Namun yang mereka tidak sangka, mereka bertemu kembali dengan Dion dan Stella di hotel tersebut.

"Wah, wah, wah, siapa ini?" Ucap Dion

"Ahim untuk apa kamu disini?" Ucap Stella sambil bergelayut manja di tangan Dion

"Bukan urusan kalian!" ketus Angel

"Oh tunggu sebentar! Jangan bilang padaku kau ingin makan disini?" Ucap Dion

Melihat sikap Dion, Ahim merasa janggal.

"Kalau iya kenapa?" Ucap Angel

"hahahaaha" Dion dan Stella tertawa

"Apa yang salah? Sekarang uangku hanya milikku lalu kenapa?" tantang Ahim

"Sayang, mungkin dia belum melihat saldo di rekeningnya?" Ucap Stella manja

"oh kau benar sayang! Dia kan bodoh!" Ucap Dion dan mereka berdua tertawa

Mendengar itu, Ahim yang sejak kemarin hanya berbelanja dengan uang di dompetnya dan belum melihat saldo rekening banknya mulai mengambil ponsel dan melihatnya.

"Apa?" teriak Ahim

"ada apa Ahim?" tanya Angel

Ahim hanya menyerahkan ponselnya kepada Angel.

"Dasar pasangan tak beradab!" marah Angel kepada Dion dan Stella

"Dia yang bodoh! Memberitahukan semuanya kepadaku" Ucap Dion

"Ahim! Terimakasih! Dengan uangmu Dion membelikan semua yang aku mau" ucap Stella dan menggandeng Dion

"Kalian lebih baik keluar sekarang dari pada malu" Ucap Dion

Ahim dan Angel sangat marah. Namun jika mereka tetap di sana dan memesan, mereka tidak memiliki uang.

Namun saat mereka akan berbalik dan pergi, seseorang dari dalam berjalan menuju mereka.

"Ahim!" panggilnya

"Kak Jeremy?" Ucap Ahim tapi masih nada bertanya

"Senangnya kamu masih mengenalku" Ucap Jeremy

"Tapi?" ucap Ahim terputus saat Jeremy mendekat dan berbisik ke telinganya

"jika ada pertanyaan nanti saja" Bisiknya

"Tentu kenal kak!" Ucap Ahim

"Oh iya! Kamu tidak bilang kalau datang dengan teman" ucap Jeremy mengetahui situasi Ahim

"Tadi Angel dirumah bersamaku, dan sekalian saja aku ajak" ucap Ahim yang tau jika Jeremy menolongnya

"mereka?" Jeremy seolah bertanya

"Tidak kenal!" ketus Ahim dan Angel bersamaan

Melihat mereka bertiga akan pergi, Dion yang melihat Ahim bersama pria lain seolah tidak terima.

"Ahim! Sejak kapan kamu bersamanya?" teriak Dion

Stella mendengar dan melihat sikap Dion menarik baju Dion kesal.

"Bukan urusanmu!" ketus Jeremy tanpa melihat Dion

Mereka pergi meninggalkan Dion dan Stella yang merasa marah entah apa yang membuat mereka marah.

Setelah itu, Jeremy membawa Ahim dan Angel ke ruang makan VIP dimana keluarganya berada.

"Kejutan besar! Bakal heboh nih!" ucap Jeremy dalam hati

Saat mereka bertiga ada di depan pintu ruangan itu, Jeremy memberhentikan Ahim dan Angel untuk tidak masuk terlebih dahulu.

"Tunggu dulu ya! Di dalam ada keluarga ku" Ucap Jeremy membuat ke duanya terkejut

"Tenang mereka tidak gigit kok!" canda Jeremy membuat Ahim dan Angel sedikit tersenyum tanpa suara

Melihat itu, Jeremy langsung membuka pintu ruangan VIP tersebut dan membuat seluruh orang di dalamnya memperhatikannya.

"Sedang apa kamu? Semua sudah menunggumu" Ucap Joe

"Ada seseorang yang aku bawa" Ucap Jeremy dengan nada seolah dia sedang takut

"Siapa lagi?" ucap Pedro

"Kamu sudah berapa kali Ibu bilang, Jangan pernah bermain-main dengan wanita-wanita itu!" Ucap Carine

"Tapi wanita ini berbeda Bu!" Ucap Jeremy membuat Ibunya geleng-geleng

"Sebelum dia masuk, katakan dulu apa maunya menemui kami?" Ucap Pedro

"Kalian ini! Jeremy sepertinya memang menyukainya, kenapa kalian larang?" Ucap Nicolas

Mereka mengetahui semua tentang Jeremy. Jadi saat Nicolas bilang seperti itu, maka mereka akan mendengarkan permintaan Jeremy.

"Baiklah! Suruh dia masuk" Ucap Pedro

"Yakin kalian tidak akan kena penyakit?" Ucap Jeremy membuat semua orang tua itu melihat tajam kearahnya

"Oke oke. Aku bawa dia masuk" Ucap Jeremy

"Masuklah!" perintah Jeremy kepada Ahim dan Angel

Mereka yang berada didalam menunggu dengan takut dan gelisah. Ucapan Jeremy yang terakhir membuat mereka berfikir yang tidak-tidak.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!