"Punya pacar?" Tanya Marvel lagi
Namun sebelum Ahim menjawab, pintu lift terbuka...
Ahim yang malu langsung keluar dari lift tanpa melihat Marvel.Bukan Marvel namanya jika tidak berhasil mendapatkan jawaban darinya.
Marvel mengejar Ahim pelan namun pasti. Karena di lantai 10 ini hanya ada beberapa apartemen.
Marvel yang melihat Ahim dari jauh sedang mengetuk pintu sebuah apartemen.
Ahim memberanikan diri untuk mengetuk pintu didepannya.
Tok tok tok
Tak berselang lama pintu terbuka.
"Oh kamu kembali rupanya!" Ucap Dion
"Masuk dan masaklah, Aku dan Stella lapar" ucap Dion memerintah Ahim sambil memeluk pinggang Stella
"Maaf aku hanya ingin mengambil pakaianku" Ucap Ahim dan berjalan menuju pintu kamarnya.
"Oh lupakan Ahim sayang" Ucap Stella
"Aku sudah membuang semua pakaianmu kemarin malam. Itu atas ijin Dion" ucap Stella mengejek
"Kalian!" Ucap Ahim menahan amarahnya
"Berhentilah bertingkah! Kamu masih bisa kembali padaku. Asal kamu mau menurut dan melakukan semua yang biasa kamu lakukan. Itu sudah cukup! Benarkan Stella sayang?" Ucap Dion sambil mencium bibir Stella
"Menjijikkan!" Ketus Ahim membuat Stella dan Dion marah
"Apa kau bilang?" Ucap Dion marah
"Aku tidak akan kembali kesini lagi!" Tegas Ahim dan berjalan menuju pintu
"Oh satu lagi" ucap Ahim dan berbalik badan menghadap Dion dan Stella
"Stella, ambil saja sampahku ya tidak berguna! Aku harap kalian bahagia dan memiliki anak cucu yang banyak" lanjut Ahim dan berbalik pergi
Merasa direndahkan olah Ahim, Dion yang tidak terima menarik tangan Ahim didepan pintu apartemennya.
"Lepas Dion!" Teriak Ahim
"Tidak akan!" Ucap Dion dan kembali menarik Ahim masuk kedalam apartemennya
Namun sebelum Ahim masuk kembali kedalam, tangan Ahim yang satu lagi di pegang oleh seseorang
"Maaf bisa lepaskan tanganmu dari pacarku" ucap Marvel membuat Dion dan Ahim memandanginya
Melihat ada bantuan, Ahim langsung memanfaatkannya dan menghempaskan tangan Dion
"Siapa kamu?" Tanya Dion yang masih dalam keadaan terkejut
"Dia kekasihku!" Ucapan Ahim membuat Marvel senang
"Ya! Aku kekasihmu sayang" Ucap Marvel memeluk pinggang Ahim
Merasa tidak mau kalah didepan Dion dan Stella yang melihatnya, Ahim dengan berani membalas pelukan Marvel.
"Bajuku sudah dibuang oleh mereka" adu Ahim pada Marvel
Melihat Ahim seperti ini meski hanya acting dia sangat senang
"Jangan khawatir! Aku siap membelikan yang baru untukmu baby!"" Ucap Marvel menunjukkan black card-nya dan mengayunkannya di depan Dion dan Stella
Marvel yang masih mengikuti acting Ahim menarik Ahim untuk pergi dari sana.
"Tunggu! Kau sama saja denganku Ahim" Ucap Stella membuat Ahim dan Marvel berhenti
"Hei wanita jalang! Jangan samakan cantikku dengan dirimu!" Tegas Marvel sambil kembali membawa Ahim pergi.
Setelah kepergian Ahim, Stella dan Dion masih terdiam.
"Apakah itu mungkin?" Ucap Dion
"Ada apa? Kamu menyesal berpisah dengannya?" Tanya Stella dengan manja
"Tentu tidak sayang!" Jawab Dion membalas pelukan manja dari Stella
"Lalu apa yang kamu pikirkan?" Ucap Stella
"Hanya saja? Sepertinya aku pernah melihat pria tadi?" Ucap Dion bertanya-tanya
"Sudahlah! Jangan pikirkan tentang mereka!" Ucap Dion sambil menatap nafsu Stella
"Lebih baik kita memadu kasih sayang" lanjut Dion
"Kamu..." Ucap manja. Stella sambil memukul pelan dada Dion
Setelah pergi dari apartemen Dion, Ahim yang masih berjalan bersama Marvel mulai berbicara
"Terimakasih telah membantuku" Ucap Ahim
Marvel yang mendengar itu langsung berhadapan dengan Ahim
"Dia siapa?" Tanya Marvel
"Mantan pacar!" Ucap Ahim
"Kalau begitu kamu sendiri?" Tanya Marvel
Ahim hanya mengangguk
"Bisakah aku mulai mengejar mu?" Tanya Marvel sungguh-sungguh
Ahim terkejut dengan pengakuan Marvel
"Kamu suka aku?" Tanya Ahim
Marvel menjawab dengan anggukan
"Bagaimana bisa?" Tanya Ahim lagi
"Apakah ada alasan untuk menyukaimu?" Tanya Marvel
Ahim hanya menggeleng
Dengan yakin Marvel mendekati Ahim
"Aku Marvelous Vergara. Belum pernah menjalin hubungan apapun dengan wanita manapun" jelas Marvel
"Tapi kamu bahkan belum tahu siapa aku?" Ucap Ahim
"Kalau begitu katakan tentangmu sebagai jawaban kalau kamu memperbolehkan aku mendekatimu" ucap Marvel
"Tapi..." Ucap Ahim ragu
Marvel menggenggam tangan Ahim
"Aku tahu kamu baru saja terluka. Aku tidak akan memaksamu" ucap Marvel
"Tapi ijinkan aku mengobati lukamu. Jika bukan sebagai kekasih, bisakah aku mendekatimu sebagai teman?" Lanjut Marvel
"Ahim Famille. Seorang yatim piatu. Tinggal di sebuah rumah kecil di komplek perumahan brand Z nomor 07. Bekerja di Perusahaan Zaren Internasional sebagai desainer perhiasan" ucapan Ahim membuat Marvel senang dan tanpa sadar memeluknya
"Tuan Marvel!" Ucap Ahim sambil mendorong tubuh Marvel
"Oh maaf! Maafkan aku!" Ucap Marvel
Keduanya diam untuk beberapa saat dan Marvel menawarkan untuk mengantar Ahim pulang ke rumah dann disetujui oleh Ahim.
Sesampainya di rumah Ahim, Marvel langsung pulang setelah melihat Ahim masuk kedalam rumah.
Di sebuah hotel bintang lima di kota S
Empat keluarga kaya raya sedang berkumpul
"Apakah kalian sudah tahu dimana dia tinggal?" Ucap Alex Savero
"Lokasi ponselnya ditemukan, tapi kami belum kesana yah" ucap Melto
"Aku sangat ingin bertemu dengannya" seru Carine
"Tenanglah Bu! Aku janji akan membawanya ke hadapanmu hari ini" Ucap Jeremy
"Jangan salahkan ibumu Jeremy! Bagaimanapun dia adalah bibi untuknya. Aku pun saat ini merasakan apa yang ibumu rasakan meski aku tidak ada hubungan darah dengannya" Ucap Gisel
"Sudah, sudah! Jika kalian sudah mengetahui alamat dia tinggal, siang nanti kita menuju kesana" ucap Brian
"Jika semua kesana bisa-bisa dia yang kabur" tutur Joe menanggapi perintah ayahnya
Meski mendapat tatapan tajam dari ayahnya Joe hanya mengangkat bahu.
"Joe benar Om! Bagaimanapun dia tidak mengetahui bahwa dia memiliki kita! Meski bukan saudara kandung tapi ayahnya adalah sahabat kalian." Ucap Melto
"Aku setuju denganmu Mel!" Ucap Luka
Setelah mendengar penuturan dari Melto semua terdiam memikirkan hal itu.
"Lalu apa yang harus dilakukan agar dia mau bersama kita?" Tanya Della
"Iya! Sekarang semua sudah berbeda! Kita bisa membuatnya bahagia meski tanpa orang tuanya" ucap Gisel
"Bagaimana kalau begini?" Ucap Jeremy seketika membuat mereka semua menunggu kelanjutan rencana Jeremy
"Aku akan pergi sebagai sepupunya, bagaimanapun darahnya dan darahku pasti ada kecocokan" lanjut Jeremy
"Kalau begitu biar aku saja, aku pasti lebih cocok untuk itu" ucap Carine memotong ucapan Jeremy
"Apakah ayahnya memberitahu bahwa dia memiliki seorang adik?" Tanya Alex
Carine menggeleng
"Bu, biar aku yang menemuinya dulu! Sebab usia aku dan dia tidak jauh berbeda. Jadi aku usahakan dia akan mengerti dan mempercayaiku" ucap Jeremy
"Benar yang dikatakan Jeremy Tante! Saat ini kita serahkan pertemuan pertama kita dengan Jeremy." Ucap Luka menengahi
"Baiklah Nak! Usahakan agar kami bisa bertemu dengannya secepatnya" Ucap Carine
"Iya Bu! Pasti!" Ucap Jeremy
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments