Setelah perdebatan panjang, mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.
Setelah makan siang selesai, Ahim kembali ke kamar untuk bersiap dan menelpon Angel.
"Ada apa Ahim?" Tanya Angel di sebrang telepon
"Ikut aku nanti sore!" ucap Ahim
"Kemana?" tanya Angel
"Aku akan mentraktir mu apapun!" Ucap Ahim
"Jam berapa?" Semangat Angel
"2 siang" Ucap Ahim
"Siap meluncur!" ucap Angel dan langsung mematikan teleponnya
"Dasar! Tidak bisa dengar kata traktir" gumam Ahim
Setelah Ahim menelpon Angel, Ahim mandi dan bersiap-siap. Setelah selesai bersiap Ahim kembali ke bawah, di sana Joe, Luka, Melto, dan Jeremy sudah siap untuk mengantarnya.
"Cepat sekali Kak" Ucap Ahim
Mereka terlihat salah tingkah karena mereka tidak sabar untuk segera pergi dengan Ahim.
"Tidak cepat! Hanya kamu lebih lama dari kami" Ucap Melto
"Kita pergi sekarang?" tanya Jeremy
"Tunggu! Aku menunggu Angel" ucap Ahim
Mereka hanya mengangguk sebagai jawaban.
Tak berselang lama, Angel datang dengan tergesa-gesa.
"Maaf aku telat!" ucap Angel
"Gak juga! Kenapa terburu-buru?" Tanya Joe
"Ahim bilang akan mentraktir ku, jadi jika terlambat dia akan membatalkannya" Ucap Angel
"Angel!" sentak Ahim
"Emang bener!" Ucap Angel
Ahim yang marah dengan Angel tapi membenarkan apa yang dia katakan.
"Tenang saja! Hari ini Ahim pasti mentraktir mu" ucap Luka
"Beneran Ahim! Kamu lagi banyak uang ya" ledek Angel
Joe dan yang lain hanya senyum-senyum mendengar perkataan Angel.
"Sudah ayo jalan!"Ucap Ahim menghindari ledekan dari Angel
Mereka akhirnya pergi ke sebuah mall terbesar di kota S.
Setelah sampai di mall, Ahim dan Angel yang baru turun dari mobil terkejut dengan jejeran orang di depannya.
"Ini...?" Tanya Angel
"Tidak usah pedulikan mereka! Kalian nikmati saja waktu belanja kalian! Tidak perlu membawa belanjaan, Setelah kalian membayar mereka akan mengambilnya" ucap Luka
"Bisakah aku belanja sepuasnya?" tanya Angel
Tuk
Kepala Angel mendapat pukulan pelan dari Ahim.
"Ahim!" teriak Angel tidak terima
"Sudah, sudah! Jika kamu bisa menghabiskan satu saja saldo di kartu yangbdi pegang Ahim, aku akan memberikan bonus 500.000 Dollar setelah pulang nanti" ucap Joe
Angel yang kegirangan tanpa basa basi menyetujuinya
"Deal! Jangan tarik kembali ucapannya!" Ucap Angel
Joe hanya mengangguk sambil tersenyum. Ahim hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Angel.
"Ayo Ahim! Kita habiskan isi kartu itu!" Ajak Angel dan langsung menarik Ahim ke arah toko baju
Sampai di toko baju, Ahim melihat Angel yang tersenyum lebar sambil melihat-lihat baju di depannya.
"Angel! Kamu yakin bisa menghabiskan isi satu kartu ini?" Tanya Ahim tiba-tiba
"Kenapa tidak!" yakin Angel
"Satu baju disini harganya sudah puluhan ribu dollar, kita masih bisa beli ponsel terbaru dengan harga yang sama. Lalu kita bisa beli tas, perhiasan dan masih banyak lagi. Tidak mungkin tidak habis!" jelas Angel
"Terserah padamu!" Ucap Ahim
Mereka pun memilih beberapa baju yang mereka berdua suka dan keluar dari toko itu setelah membayar.
Mereka berjalan lagi dan melihat toko tas bermerek yang dulu tidak mungkin mereka beli.
"Lihatlah Ahim! Satu tas saja harganya 80.000 dollar!" Ucap Angel
"Jika suka ambil saja" Ucap Ahim
"Berapa sisa uang di kartu itu?"!l Tanya Angel
"Ku pikir masih banyak!" jawab Ahim
Mereka akhirnya memilih beberapa tas yang harganya fantastis.
Setelah membayar Ahim melihat toko pakaian pria dan mengajak Angel masuk.
"Untuk apa kita di sini?" tanya Angel
"Aku mau beli buat paman dan kakak-kakak ku!" Jawab Ahim dan Angel hanya ber'oh' ria
Ahim memilih beberapa baju tapi tidak mengetahui ukuran kakaknya dan pamannya. Dia bingung harus bagaimana mana.
"Aku baru mengenal mereka, aku belum tau ukuran baju mereka" tutur Ahim
"Dasar!" Ledek Angel
Angel meninggalkan Ahim Yuang sedang termenung dan berjalan kearah kasir.
"Maaf kak, bisa kasih rekomendasi setelan jas untuk usia 30an dan untuk usia 50-60an" Ucap Angel
"Bisa kak! Tapi maaf untuk siapa ya kak?" Tanya kasir itu
" Teman saya ingin memberikan hadiah untuk keluarga barunya, tapi tidak mengetahui ukurannya" Jawab Angel
"Baik kak tunggu sebentar saya akan pilihkan terlebih dahulu" Ucap kasir itu
Angel hanya mengangguk dan meninggalkan meja kasir kembali ke pada Ahim.
"Sudahlah! Percuma hanya diam" Ucap Angel
Tak lama beberapa petugas di toko membawa beberapa baju ke arah Ahim dan Angel.
"Ini kak pilihannya" ucap kasir yang tadi
"Ini apa?" Tanya Ahim kebingungan
"Aku yang minta" ucap Angel
"Kamu lihat dulu! Kamu tidak tau ukuran mereka bukan berarti tidak tau bentuk tubuh mereka. Jadi aku minta mereka untuk membawakan baju sesuai usia yang aku minta. coba lihat ada yang cocok tidak" Jelas Angel
Ahim langsung melihat baju dan benar kata Angel, mungkin tidak terlalu pas tapi dia bisa memilih beberapa yang sedikit lebih besar.
Setelah lama memilih, Ahim mendapatkan beberapa setelan jas untuk paman dan kakaknya.
Setelah membayar Ahim menarik Angel ke sebuah toko perhiasan.
"Tumben kamu mau beli perhiasan" Ucap Angel
"Bukan untukku! Tapi untuk Bibi" ucap Ahim
"Sekalian juga gak apa-apa kan" ucap Angel dan Ahim pun menyetujuinya
Mereka melihat set perhiasan yang sangat indah. Namun saat mereka sedang memilih, ada yang memanggil mereka.
"Ahim! Itu kamu....?" Ucap Stella yang baru masuk ke toko tersebut bersama Dion
Angel yang terganggu oleh kehadiran mereka memilih tetap melihat perhiasan di depannya.
"Hei Angel! Jangan kira kau bisa membelinya!" sinis Dion
"Kenapa aku tidak bisa membelinya?" Tanya Angel dengan kesal
"Aduh Angel, lihatlah harga di kotaknya! 300.000 dollar! Bisakah kau membelinya?" ucap Stella sambil tersenyum
Angel yang kesal menggenggam erat tangannya. Ahim yang melihat sahabatnya diremehkan, secara diam-diam memberikan kartunya kepada Angel.
Angel yang mengetahui itu segera mulai bertindak.
"Gesek kartunya! Aku ambil set yang ini!" ucap Angel kepada penjaga toko
Penjaga toko yang melihat kartu itu segera mengambilnya dan melihat keasliannya.
"Jangan berbohong Angel! Itu Black card! Jika ketahuan black card palsu kamu akan masuk penjara" Ucap Dion
"Kak, kami tidak ada hubungan dengan mereka. Jika black card itu palsu hanya mereka yang menanggungnya." Ucap Stella
Namun yang tidak disangka oleh Dion dan Stella, penjaga toko itu menggesek black card dan pembayaran berhasil.
Dengan wajah tidak percaya, Dion dan Stella mulai membantah apa yang dilihatnya.
"Tidak mungkin!" Ucap Dion dan Stella bersamaan
"Nona, simpan kartu anda dengan aman! saya akan mengemasi set perhiasan anda" Ucap penjaga toko itu dengan ramah sambil memberikan black card-nya.
"Tidak mungkin! Apakah mesinnya rusak? Atau kau salah memasukkan angkanya?" Bantah Dion tidak percaya
"Iya! lihat lagi! Mana mungkin mereka memiliki uang sebanyak itu?" Ucap Stella
"Maaf Tuan, Nona! Jika anda mengganggu kenyamanan konsumen lain, kami terpaksa harus menyuruh kalian keluar dari toko ini" Tegas penjaga toko tersebut
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments