Saat Ahim sedang mengagumi vila didepannya, ada yang memanggilnya dengan penuh semangat dari arah sebelah vila.
"Ahim.....!" Teriaknya
"Angel!" Ucap Ahim terkejut melihat sahabatnya itu
"Bagiamana kamu ada disini?" Tanya Ahim
"Kamu lupa mereka memberikan ku rumah tepat di sebelah vila ini" jawab Angel
"Kamu tau? Pagi tadi ada yang menjemput ku dan membawa ku ketempat ini" jelas Angel
"Baguslah! Berarti kita masih bisa berangkat bersama" Ucap Ahim
Sejenak Angel berfikir
"Kamu masih mau kerja di tempat itu?" tanya Angel
"Apa maksudmu? Tentu saja aku masih akan bekerja!" jawab Ahim
"Bukan! Kamu sekarang memiliki keluarga yang bisa memenuhi semua kebutuhan mu. Jadi ku pikir kamu tidak akan bekerja lagi" Ucap Angel
"Omong kosong! Meski mereka orang berada aku ingin tetap bekerja. Bukan hanya menjadi ikan asin di rumah" Ucap Ahim
Saat keduanya tengah bercanda didepan vila melihat mobil Joe dan Luka yang baru saja kembali dari kantor.
Angel dan Ahim yang tidak mengetahui mobil siapa itu menjaga jarak. Namun mobil itu berhenti di samping mereka.
"Siapa?" Tanya Angel kepada Ahim dan Ahim hanya menggelengkan kepala
Saat melihat pemilik mobil keluar Ahim langsung menyapanya
"Kak Joe! Kak Luka!" panggil Ahim
Joe dan Luka sangat senang dengan panggilan tersebut dan menghampiri keduanya.
"Kenapa diluar?" tanya Luka lembut
"Saat sampai langsung bertemu Angel jadi belum sempat masuk" jawab Ahim
"Masuk!" Ucap Joe santai dan memegang koper Ahim
"Aku bisa sendiri kak Joe" ucap Ahim melihat Joe memegang kopernya
"Tugasku" ucap Joe
"Angel juga masuk!" Ucap Luka
" Tidak, tidak! Aku ada janji dengan orang pagi ini. Bye Ahim! Nanti sore aku mampir lagi" ucap Angel dan langsung pergi
"Sahabatmu lucu" ucap Joe
Ahim hanya mengangguk dan mengikuti Joe dan Luka masuk ke dalam vila.
Di dalam vila Ahim tak henti-hentinya mengagumi interior didalamnya.
"Antar barangnya ke kamar yang sudah disediakan" ucapan Joe kepada seorang pelayan dan pelayan itu langsung mengambil koper dan membawanya ke lantai atas
"Ahim! Kenalkan ini kepala pelayan di sini namanya butler Dani" Ucap Luka
"Halo Pak Dani!" sapa Ahim
"Halo nona Ahim!" balas Dani
"Istirahatlah dulu! Mereka semua sedang pergi mengurus urusan masing-masing" ucap Joe
"Kak Joe dan kak Luka?" tanya Ahim
"Kami baru saja selesai dan pulang lebih dulu" jawab Luka
Ahim hanya ber'oh' ria.
Mereka memasuki kamar masing-masing di lantai dua. Mereka beristirahat hingga siang tiba.
Di lain tempat
Marvel yang masih sibuk dengan urusan perusahaannya di negara M mulai tidak sabar menunggu seluruh pekerjaannya selesai.
"Zen, Kapan kita kembali ke negara X?" tanya Marvel
"Setelah semua selesai kita akan langsung pulang" jawab Zen santai
"Tapi aku merindukan nya!" ucap Marvel
Zen hanya bisa menarik nafas dengan tingkah Marvel yang dilanda asmara.
Saat mereka kembali fokus ke dokumen yang ada, ponsel Marvel berbunyi. saat dilihat itu dari ayahnya.
"Halo Pah!" ucap Marvel saat menjawab teleponnya
"Marvel kamu dimana sekarang?" tanya Ryu
"Aku masih di negara M. Beberapa hari lagi baru kembali ke negara X" jawab Marvel
"Ada apa Pah?" tanya Marvel
"Papa akan kembali ke negara X satu minggu lagi. Setelah kamu kembali langsung temui Papa, ada yang ingin Papa tanyakan kepadamu" Jawab Ryu
"Baik Pah" ucap Marvel dan sambungan telponnya terputus
"Bukankah Papa tidak mau kembali? Kenapa sekarang kembali dan ingin berbicara kepadaku?" gumam Marvel
"Kenapa Vel?" tanya Zen
"Tidak ada! Papa hanya memberi tahu kalau dia akan pulang ke negara X" jawab Marvel
"Bukannya Papa mu tidak mau kembali?" ucap Zen dan Marvel hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Sudahlah! Cepat selesaikan semuanya! Setelah Papaku kembali dia ingin aku langsung bertemu dengannya" Ucap Marvel
Mereka pun kembali fokus dengan dokumen yang ada.
Di tempat Ahim
Ahim mulai bangun saat jam menunjukkan pukul 11.30 dan Ahim langsung bergegas ke kamar mandi dan bersiap.
Sedangkan untuk para orang tua sudah berada di ruang keluarga setelah selesai dengan urusan mereka.
Joe dan Luka yang keluar dari kamar berpapasan dengan Ahim dan langsung mengajaknya turun ke bawah.
"Ahim sudah bangun?" ucap Carine
"Maaf Bibi Ahim ketiduran" ucap Ahim
"Tidak masalah sayang! Selama kamu nyaman di sini" Ucap Brian dan mendapat anggukan dari semua orang
"Ahim! Bagaimana kalau sore ini kita jalan-jalan?" tanya Jeremy
"Tapi kemana kak Jeremy?" tanya Ahim
"Kemanapun? Belanja? Makan? Main game? Apapun yang kamu suka?" ucap Jeremy
"Tapi ...." Ucap Ahim ragu-ragu
"Tenang! Aku traktir!" ucap Jeremy percaya diri
"Tidak!" ucap Joe, Luka dan Melto bersamaan
"Kenapa?" tanya Jeremy
Ahim juga menatap mereka bertiga seolah bertanya hal yang sama.
"Kami ikut!" Ucap mereka bertiga bersamaan lagi
"Tidak akan aku biarkan kau menguasainya sendiri Jeremy!" ucap Melto
Joe dan Luka setuju dengan Melto. Bukan hanya Jeremy yang ingin memanjakan Ahim, mereka juga ingin.
Jeremy yang seakan ketahuan niatnya menatap tajam kearah ketiganya. Ketiganya pun tak mau kalah.
Ahim yang melihat itu merasa lucu.
"Kalian ini seperti anak kecil yang memperebutkan permen" ucap Ahim sambil tertawa
Melihat tawa Ahim mereka merasa senang.
"Bolehkah kami membawamu jalan-jalan?" Tanya Joe
"Baiklah! Tapi siapa yang akan membayarnya?" tanya Ahim
Mereka lantas mengeluarkan black card-nya masing-masing. Ahim terkejut melihat itu.
"Pilihlah!" Ucap Melto
"Atau kamu mau belanjakan semua juga tidak masalah" ucap Luka
"Benar! Kami siap membawa belanjaan mu" ucap Jeremy
Melihat itu, para orang tua tidak mau kalah.
"Atau mau pakai kartu Paman?" Ucap Brian
"Atau kartu Bibi?" Ucap Delia
Para orang tua juga mengeluarkan black card-nya masing-masing membuat Ahim merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ayah, Ibu, Jangan ikut-ikutan dong!" rengek Jeremy
"Biarkan Ahim yang memilih! Kami juga mau ikut andil" Ucap Alex dan semua orang tua mengangguk setuju
"Ini..." Ucap Ahim tertahan
"Kenapa? Kamu bingung memilih" Ucap Luka
"Kalau begitu begini saja" Ucap Nicolas
Mereka melihat Nicolas mengambil satu persatu black card mereka dan menyusunnya sesuai urutan.
"Ahim! Kamu tidak perlu takut menggunakannya. Semua ini tidak akan menghabiskan kekayaan kami" ucap Joe yang seakan tahu pemikiran Ahim
"Benar sayang! Kami hanya mau kamu nyaman bersama kami" ucap Gisel
"Jika kamu bingung begini saja!" Ucap Nicolas sambil menunjukkan sebuah dompet penuh dengan semua kartu mereka
"Kamu bisa berganti kartu setiap hari. Atau kamu menghabiskan saldo kartu yang satu baru mengambil kartu yang baru. Terserah dirimu" jelas Nicolas
Mereka setuju dengan usulan Nicolas lalu melihat kearah Ahim. Ahim yang tidak bisa menolak mengambil dompet itu.
"Baiklah! Tapi Ahim punya syarat" Ucap Ahim
"Katakan!" Ucap Brian
"Sebelum semua uang di kartu ini habis, Kalian tidak boleh mengisinya lagi" Ucap Ahim dan mereka setuju
"Jadi bisakah kita jalan-jalan sore ini?" Tanya Melto
"Bolehkah aku membawa Angel?" Tanya Ahim
"Tentu!" ucap mereka berempat setuju
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments