Membalas Anggara !

Ceklek

Arel membukakan pintu untuk gadisnya itu dan mempersilahkan nya masuk lalu Arel mengikutinya dari belakang. Sedangkan anggota Black Eagle yang lain menunggu di luar dan memilih menyaksikan dari balik jendela besar dengan tralis besi.

"Lepasin gue, brengsek !" Geram Anggara saat melihat Arel masuk keruangan itu.

"Loe minta dilepasin ? Trus setelah dilepas loe mau bikin onar lagi ? Jangan harap, bajingan !" Bukan Arel, tapi Cheri yang berkata dengan nada emosi.

Dugghh

 Bugghh....bugghh

 Jeduakkk

 Aaarrrkkkk

Cheri yang sudah tiba menahan emosinya saat melihat wajah Anggara, langsung saja melayangkan satu tendangan di perut, 2 pukulan di wajah, dan satu tendangan lagi tepat di alat vital Anggara yang saat ini tak bisa melawan Karna kedua tangannya sedang terikat menggantung. Suara erangan kesakitan pun terdengar dari mulut Anggara.

"Bitch! Kau wanita yang sudah kubeli dengan harga mahal....."

Buggghh.... buggghhh

Kretekk

Belum sempat Anggara menyelesaikan kalimatnya, Cheri kembali menghajarnya dengan membabi buta sampai tubuh Anggara lemas bahkan tak sadarkan diri. Namun Cheri masih tak ingin berhenti, Tatapannya mulai berubah dan emosinya sudah tidak bisa dikendalikan. Arel menyadari ada yang aneh dari kekasihnya itu, perlahan Arel mendekat ke arah Cheri

"Cukup, sayang !" Ujar Arel lembut sambil melingkarkan tangannya di pinggang Cheri dari arah belakang.

Ajaibnya, Cheri seketika merasakan kehangatan. Emosinya mulai stabil dan Cheri mulai bisa mengontrol dirinya sendiri. Cheri menghembuskan nafasnya, bersyukur Karna dirinya bisa sadar secepat mungkin. Arel tidak boleh tau sisi lain Cheri, Cheri takut jika Arel akan menjauhinya.

"Kenapa, hm?" Tanya Arel lagi.

"Gak apa kok"

"Udah bisa kontrol emosinya ?"

"Hmmm, udah ! Aku udah sedikit tenang." Jawab Cheri lagi.

Arel melepaskan rengkuhan tangannya di pinggang Cheri dan memutar tubuh Cheri agar berhadapan dengannya. Ada aura aneh yang Arel rasakan saat memandang gadisnya saat ini, entah apa Arel juga tidak mengerti.

"Sekarang mau di apakan ?" Arel bertanya kembali sambil melirik Anggara.

"Cari dokter, rawat sampai sembuh !" Tutur Cheri.

Arel menyatukan alisnya merasa heran dengan jawaban Cheri. Jelas saja tadi Arel melihat emosi Cheri yang menggebu-gebu saat melihat Anggara, tapi kenapa sekarang justru ingin menyembuhkan Anggara ?

"Nanti setelah sembuh, tolong seret ke polisi dan pastikan hukumannya berat. Bisa gak ?"

Arel menarik sudut bibirnya sekilas lalu mengangguk tanda setuju dengan keputusan Cheri. Setelah selesai dengan Anggara, Arel mengajak Cheri untuk kembali ke mansion dan beristirahat.

Diluar ruangan itu, masih setia kelima anggota Black Eagle lainnya menyaksikan semua kejadian di dalam sana.

"Gila ! Ngeri juga si Cheri" Celetuk Clay melihat keganasan Cheri.

"Salah dikit, langsung patah tulang tuh kalo punya cewe modelan Cheri" Frey menimpali.

"Diam jadi cewe super cantik, bergerak jadi badass !" Kali ini Jarvis yang berkata.

"Ckk, gue jijik liat Arel Bucin !" Tiba-tiba Ansel berkomentar.

"Eh propesor ! Makanya nyari cewe, trus jatuh cinta, biar gak sirik aja loe. Buku terus yang loe peluk !" Ejek Clay

Kemudian tawa mereka pun pecah. Ansel yang pendiam, akhirnya berkomentar masalah percintaan dan kebucinan sang ketua Black Eagle.

***

"Nginep sini !"

Saat ini Cheri berada di kamar Arel. Sejak kembali dari ruang bawah tanah, Arel membawanya ke kamar pribadinya dan memaksa Cheri untuk menginap. Cheri jelas menolak, rasanya sangat sungkan dan lagi apa kata ayah Arel jika anaknya menyembunyikan seorang gadis dikamarnya.

"Aku pulang aja, Ar "

"Gak aman"

"Tapi aku gak enak kalo nginep disini. Apa kata orang tua kamu"

"Yang lain juga nginep disini, sayang. Dan daddy, justru ingin berkenalan denganmu."

"Tapi......"

"Istirahat ! Nanti waktunya makan aku bangunin. Sekalian kenalan sama mertua."

"Areliano...." Geram Cheri

"Iya, sayang ?"

"Isshhh,,yaudah iya ! Sana keluar dulu" Usir Cheri setelah memutuskan untuk menurut saja kepada Arel.

Lebih baik Cheri mengikuti kemauan Arel, daripada mereka harus berdebat terus menerus. Lagi pula anak-anak Black Eagle lainnya juga menginap di mansion Arel, pasti akan ramai kan?

Cheri memilih merebahkan tubuhnya yang lelah setelah Arel keluar dari kamar itu. Kamar Arel begitu nyaman, dengan bertema abu-abu putih dan begitu rapi. Suasana kamar Arel membuat mata Cheri cepat sekali mengantuk, menit berikutnya Cheri sudah terlelap di atas kasur king size itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!