"Loe kenapa Rel ?" Tanya Jarvis
"HP gue hilang"
"Kayaknya ada yang gak bener nih" Ucap Clay kemudian.
Serempak kelima lelaki tampan diruangan itu menoleh pada Frey yang sedang asyik bermain game iPad nya.
"Iya iya, bentar gue cari tau" Ucap Frey setelah mendapat tatapan dari teman-temannya.
Benar,,Ponsel milik Arel terjatuh saat setelah mengunjungi apartemen Cheri. Sepertinya Arel tanpa sadar memasukkan ponselnya tidak tepat ke dalam kantong jaketnya.
"HP loe posisinya sama seperti HP Cheri. Dari apartemen Cheri menuju ke Hotel X. Trus gak ada pergerakan lagi." Jelas Frey
"Hotel X ? Ngapain Cheri ke hotel ? Bawa HP si Arel ?" Tanya Jarvis bingung.
Hening beberapa saat. Sampai akhirnya Arel tiba-tiba bangkit.
"Anggara!" Geram Arel sambil mengepalkan kedua tangannya.
Arel berjalan cepat menuju garasi rumahnya dan memutuskan mengendarai mobilnya menuju hotel X. Kelima sahabat Arel pun turut serta demi membantu Arel. Arel melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Membuat kelima lainnya yang berada di dalam mobil itu hanya bisa berdoa dalam hati ya masing-masing agar bisa selamat.
Setelah sampai di di lobby hotel, Ansel yang menuju resepsionis untuk bertanya letak kamar yang di huni Anggara. Awalnya rumit, karena sang resepsionis tidak mau memberitahukan dengan alasan privasi. Namun setelah menunjukkan sebuah card berlambang Black Eagle yang asli dan beralasan untuk mencegah tindak kejahatan, sang resepsionis akhirnya memberitahukannya.
Arel dan kelima lainnya segera menuju kamar yang di beritahukan. Tanpa basa-basi lagi, Arel mendobrak pintu suite room hotel itu. Dan betapa terkejutnya Arel mendapati gadisnya yang akan di lecehkan oleh Anggara. Napas Arel seketika memburu, amarahnya tak terbendung lagi.
- Flashback Off -
"Bedebah !" Ucap Clay penuh emosi saat melihat Anggara mengeluarkan pistol dari balik jasnya.
Clay berlari cepat dan menendang tangan Anggara yang akan menodongkan pistol itu. Dan berhasil, pistol itu terlempar jauh ke arah pintu. Jarvis lah yang mengamankan pistol itu. Clay kembali memberi pukulan keras tepat pada rahang Anggara. Cairan merah segar pun mengalir Dati mulut bahkan hidung Anggara.
"Bawa ke markas !" Titah Arel sambil melempar kunci mobilnya pada Darian.
Arel kembali menatap Cheri yang sedang belingsatan diatas kasur. Lalu dengan cepat menghampiri Cheri setelah membiarkan para sahabatnya menyeret tubuh Anggara keluar dari kamar itu dan akan membawanya ke markas Black Eagle.
"Cheri, sayang" Ucap Arel lembut.
"Ar....tolong. Panas banget rasanya" ucap Cheri sendu.
"Ada yang sakit, hm?"
"Ar....tolong, aku butuh kamu"
Cheri dengan cepat melingkarkan tangannya di leher Arel dan menarik Arel untuk mendekat padanya. Cheri menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Arel dan menghirupnya dalam. Tak sampai disitu, Cheri menarik wajahnya dan memberi kecupan pada rahang Arel.
"Shit !"
Arel menggeram marah saat menyadari ada yang aneh pada tingkah laku Cheri. Lalu tak sengaja Arel melihat sebuah suntikan bekas pakai diatas nakas. Arel melepas paksa pelukan Cheri dan meraih suntikan, memperhatikannya dengan seksama.
"Bajing*n !"
Arel kembali dipenuhi amarah saat tau bahwa Anggara telah memberikan obat per*ngs*ng pada kekasihnya itu. Kembali Arel menghampiri Cheri dan segera menggendongnya menuju toilet dikamar itu. Cheri benar-benar tidak bisa menahan diri, kesadarannya sudah hilang. Cheri tanpa sadar mengecup seluruh wajah Arel, bahkan tangannya menyelinap menyentuh dada bidang Arel.
Arel memejamkan matanya, dirinya adalah laki-laki normal. Jelas saja tubuhnya bereaksi saat sentuhan Cheri mendarat di dada bidangnya. 'Sial ! Gue harus tahan ! Ini gak boleh !' batin Arel.
Dengan perlahan Arel mendudukkan tubuh Cheri diatas Closet, kemudian mengguyur Cheri dengan air dingin untuk meredam reaksi obat itu. Awalnya Cheri terus berteriak tak jelas, namun lama kelamaan Cheri mulai tenang bahkan sudah memejamkan matanya.
***
"Bagaimana keadaannya ?"
"Nona Cheri selamat , tuan muda Anzaga menyelamatkan tepat pada waktunya" Seseorang menjawab pertanyaan lawan bicaranya di sebrang sana.
"Bagaimana dengan Anggara ?"
"Tuan Taniel sedang di sekap di markas Black Eagle. Kabar terbarunya saya belum mengetahui." Jawabnya lagi.
"Terus pantau , dan update informasi apapun !"
"Baik !"
Tuttt
Sambungan telepon itupun terputus. Seseorang yang sedang duduk dikursi kemudi sebuah mobil itupun tersenyum simpul. Pandangannya kembali memindai sekitar hotel X. Tanpa melakukan apapun, hanya memantau lalu kemudian pergi.
***
Sinar matahari pagi menembus tirai sebuah kamar, memaksa sang penghuni untuk segera membuka mata. Cherika ! Ya, gadis cantik itu sedang mengerjapkan matanya karena silau terkena pantulan sinar matahari. Membuka matanya perlahan, dan meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku.
Sshhhh
Cheri meringis memegangi kepalanya yang terasa amat sangat sakit. Cheri bersandar pada headboard kasur king-size itu sambil memijat kepalanya. Namun, menit berikutnya,,
"Astaga !" Cheri memekik ketika mengingat kejadian terkahir malam tadi.
Cheri juga melotot saat melihat pakaiannya sudah berganti. Cheri berusaha mengingat-ingat lagi apa yang sebenarnya terjadi semalam. Namun, ingatannya hanya sampai pada saat Anggara menggodanya. 'Apa Anggara beneran udah ngelecehin gue ?' batin Cheri.
Seketika seluruh tubuh Cheri bergetar hebat, rasa takut, kesal, benci, dan tak percaya akan apa yang terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments