Penculikan (Lagi)

  Brummmm 

  Brummmm

  Brummmm

   Atensi seluruh murid Bina Nusantara teralih saat enam motor sport memasuki gerbang dan menuju parkiran sekolah itu. Siapa lagi ? Sudah pasti Anggota inti Black Eagle selalu bisa mencuri perhatian perhatian mereka.

   Kali ini ada yg berbeda, bukan enam orang yg datang melainkan tujuh. Dengan reflek seluruh murid membicarakan kedatangan satu orang yg berada di antara cogan itu. Lebih tepatnya berada di atas motor berboncengan dengan Arel sang ketua Black Eagle.

'Mereka udah officially tentang hubungan mereka.'

'Yah,,patah hati gue.'

'Suami berjamaah kita udah diambil.'

'Tapi kalau pasangannya cheri, gue rela deh.'

 'Si cheri pake pelet apaan dah?'

   Jelas Cheri mendengar bisikan-bisikan itu, tapi dirinya sungguh tak peduli. Asal jangan membuat masalah saja padanya. Selama perjalan dari parkiran sampai menuju kelasnya, cheri tidak henti mendengar bisikan-bisikan yg membicarakan dirinya dan juga Arel. Apalagi posisinya sekarang cheri berjalan di tengah-tengah cogan most wanted sekolah ini. Serasa satu putri yg di kawal enam bodyguard.

   Cheri meminta ke enam lelaki yg sedari tadi mengelilinginya untuk tidak mengikutinya sampai ke kelas. Namun sudah pasti nihil, mana mau mereka menuruti cheri. Hingga berakhir seperti sekarang ini, cheri di antarkan sampai ke depan kelasnya. Setelah Cheri memasuki kelasnya, barulah ke enam lelaki tampan tadi menghilang.

   Tatapan dari banyak pasang mata menyerang cheri sampai gadis itu duduk di tempatnya. Mulai dari tatapan tanya, tatapan iri, tatapan benci, tatapan memuja, dan banyak lainnya.

"Ekhem, udah official nih ?" Tanya Aurel saat Cheri telah berada di sampingnya.

"Seperti biasa,,gue gak bisa nolak !"

"Yaudah sih Cher, loe gak rugi juga jadi pacar special nya Arel." Ucap Aurel sedikit keras sengaja agar teman-teman kelasnya mendengar.

"Gak rugi apaan, gue gak bisa jalan kemaren loe bilang gak rugi ?"

"Anggep ajah ujian cinta kalian." Lagi Aurel mendramatisir.

"Cih,,ujian cinta nenek moyang loe ?" Cheri semakin sewot saja.

   Lagi, percakapan mereka harus berhenti ketika pelajaran harus dimulai. Sudah pasti seluruh murid kelas itu hening dan bersiap menerima pelajaran.

   Tempat yg berbeda, Arel dan kelima sahabatnya tengah duduk di tempat ternyaman mereka selama disekolah. Bolos pada jam pelajaran sudah menjadi ciri khas mereka, tapi untuk menegur mereka pun tak ada yg berani. Terlebih lagi, nilai pelajaran mereka selalu memuaskan walaupun selalu absen di kelas.

"Gue gak bisa nemuin petunjuk lain, Rel." Frey memulai pembicaraan.

"Ada apaan nih ?" Jarvis menyela

"Cheri inget orang yg ada di CCTV kemaren itu ternyata orang yg pernah kerja jadi bodyguard bokapnya selama beberapa bulan." Jelas Frey kepada sahabatnya.

"Wah lampu nih..." Seru clay girang.

"Lampu apaan ?" Tanya Darian bingung.

"Dasar Pentium setengah ! Maksud gue, kayanya kita Nemu titik terang ini."

"Trus trus gimana Frey ?" Tanya Jarvis lagi.

"Setelah gue hack handphone bokapnya cheri, trus gue pulihkan datanya sampai 10 tahun lalu, gue nemuin pesan mencurigakan. Entah apa maksudnya, yg pasti intinya bokap cheri nyewa pembunuh bayaran. Dan kuat dugaan gue pembunuh bayaran yg di maksud adalah orang yg ada di  CCTV itu. Terbukti dr mutasi rekening bokapnya cheri juga." Frey menjelaskan detailnya.

"Frey,, loe menggemaskan." Ujar Clay dengan senyum merekah.

"Najis ! Mengagumkan ege,,ngapa jadi menggemaskan?" Sela Darian

"Ohh,,udah ganti pujiannya ?"

"Bedebah !" Sewot Frey yg di susul dengan suara tawa lainnya.

"Selidiki pembunuh bayaran itu !" Kali ini arel yg bersuara.

"Iyaa, gue lagi nyelidikin dr nomer handphone pembunuh bayaran itu. Nomor handphone nya udah gak terpakai, tapi setidaknya gue bisa lacak tempat terakhirnya. Kalau gue berhasil, kita bisa nemuin kunci kasus ini." Terang Frey kepada yg lainnya.

"Gue bantu !" Jawab Arel.

"Gue akan minta bantu bokap buat cari channel ngehubungin klan Governate. Jadi untuk urusan salvatrucha, biar mereka yg nanganin. Kita cukup sampai mereka yg berada di Indonesia. Dokter bedah, pembunuh bayaran, dana penculiknya, itu urusan kita dan kepolisian." Ansel menambahkan

"Siplah,, gue mulai percaya diri. Kasus ini pasti cepet selesai." Ucap Clay penuh semangat.

"Ayo ke lapangan, jadwal kita nge-basket." Ajak Darian

   Tiga di antara mereka adalah pentolan tim basket bina Nusantara. Kapten tim basket seharusnya adalah Arel, tapi Arel menolak dan memberikan posisi kapten tersebut kepada Darian. Soal kemampuan jangan ditanya, Arel seolah sudah menguasai permainan basket walaupun hanya dengan menutup mata, tapi memang dilihat dari kebiasaannya Arel lebih memilih menjadi anggota basket bersama Frey. Bermain atau tanding basket pun hanya jika dia mau.

   Sedangkan Clay, Ansel, dan Jarvis, mereka adalah pentolan tim futsal di Bina Nusantara dengan Ansel menjadi kapten nya. Mereka memiliki pesonanya masing-masing yg mampu menghipnotis banyak pasang mata.

***

"Cher, loe pulang sendiri ?" Tanya Aurel ketika suara bel pulang berbunyi.

"Pengennya sih, tapi....." Cheri menggantung omongannya, tapi pandangannya mengedar ke luar kelas.

   Aurel spontan mengikutin arah pandang Cheri ke arah jendela kelas. Dengan jelas disana terlihat Arel dan Clay berdiri dan bersandar di pembatas menghadap arah lapangan basket. Tentu saja Aurel berbinar Karna sang kekasih ada di sana. Dengan cepat Aurel beranjak dari duduknya dan berlari riang menghampiri kekasih bermata sipitnya itu.

"Aaaaa.....pacar gue yg gantengnya nomer 2." Teriak Aurel seraya berlari kecil ke arah Clay

"Sialan ! Gue ditinggal." Gumam Cheri. Kemudian dirinya juga beranjak menyusul Aurel yg sudah bergelayut manja.

   Arel yg melihat cheri berjalan mendekat ke arahnya, menggerakkan tangannya cepat untuk meraih pinggang ramping Cheri.

"Ar,,ini disekolah ! Lepas gak ?" Cheri melotot terkejut mendapat perlakuan seperti itu.

"Kalau bukan di sekolah, boleh ?" Bukan melepas tangannya, Arel justru menggoda cheri dengan suara lirihnya.

  Ssshhhh.....Aaarrkkhhh.....

   Arel meringis manakala mendapat cubitan kecil di pinggangnya. Rasanya panas dan nyeri ! Arel melepaskan pelukannya di pinggang Cheri dan cepat mengusap pinggangnya itu.

"Rasain loe,, mesum sih." Ejek Clay sambil cekikikan bersama Aurel.

  Plakk

"Bangsut ! Eh kulkas, ngapa loe balesnya ke gue sih?" Sungut clay dengan mengusap kepalanya yg dipukul oleh Arel.

"Langsung pulang ?" Tanya Arel kepada cheri.

"Iyalah,, masa mau ke motel ?" Sinis Cheri

"Boleh." Jawab Arel dengan menaikkan salah satu sudut bibirnya.

"Astaga ! Gue tampol juga nih cowo." Pekik Cheri kemudian cepat berjalan meninggalkan ketiga manusia yg saat ini sedang menatap punggung cheri.

   Arel dengan cepat menyusul cheri, sedangkan Aurel dan Clay sedang memuaskan diri menertawakan tingkah Cheri dan Arel.

"Baru kali ini aku liat Arel lembut, ngomong, bahkan ngerayu cewe." Ujar Aurel setelah puas dengan tertawanya.

"Cuma sama cheri sayang,,sama kita-kita yg sahabatnya ajah tetep kulkas."jawab Clay sambil menggandeng tangan Aurel mengajaknya berjalan menuju parkiran.

"Hebat si Cheri, bikin kulkas mencair." Aurel kembali cekikikan

"Sepengatahuan kita, Arel dr dulu sampai sekarang emang bucin parah sama cheri. Dulu waktu ditinggal cheri, udah persis ODGJ ."

"Ssttt,,kamu yaa ! Ntr Arel denger, dipukul lagi deh kamu." Aurel memperingatkan kekasihnya itu. Sedetik kemudian mereka kembali terkekeh bersama.

   Di parkiran, anggota inti Black Eagle masih terlihat berkumpul. Tak lama, hanya sekedar membuat janji untuk berkumpul di markas setelah Clay mengantarkan Aurel pulang dan Arel juga mengantarkan cheri pulang.

   Tapi nyatanya Arel tak langsung mengantarkan cheri pulang, melainkan mengajaknya ke sebuah cafe untuk mampir makan siang yg sudah terlewat. Cheri juga tidak menolak, karna kebetulan perutnya meronta minta di isi. Jadilah mereka saat sedang duduk berhadapan menikmati santapan yang ada di hadapan mereka.

"Gue mau balapan ntar malem." Ucap Cheri memulai obrolan setelah mereka selesai makan

"Hmmm."

"Boleh ? Serius ?" Antusias cheri membuat Arel tersenyum singkat lalu mengangguk.

   Sebenarnya cheri bukan meminta ijin Arel, melainkan hanya untuk cari aman. Karena cheri tau betul bagaimana Arel. Kalau sampai dirinya balapan tanpa sepengetahuan Arel, sudah dipastikan lelaki tampan itu akan merajuk.

"Bareng gue !" Ucap Arel kemudian

"Hah ? Loe ikut balapan juga ?" Pekik Cheri dengan memelototkan matanya.

"Engga."

"Trus ngapain sama loe ? Gue bisa sama bang Rey."

"Bareng gue,,gue jemput,,balapan pake motor gue !" Ujar Arel terjeda-jeda per kata

   Cheri menganga di tempat, tapi dengan cepat ia menetralkan raut wajahnya. Detik berikutnya cheri kembali menggelengkan kepalanya. Benar-benar tak habis fikir, kenapa Arel bisa seposesif ini ? Sepertinya dulu biasa saja, kenapa sekarang begini ? Pertanyaan itu berputar-putar di kepala Cheri.

   Tapi bagaimanapun cheri akhirnya mengangguk, dirinya tak ingin berdebat.

"Sudah ?" Tanya Arel

"Heemmm, udah nih. Yuk ah, balik !" Ajak Cheri

   Arel mengikuti cheri bangkit dari duduknya dan kemudian berjalan keluar dari cafe. Tak lagi kemana-mana, Arel langsung mengantarkan cheri pulang ke apartemennya.

***

"Ar,,lihat ke sebrang kanan deh. Anak kecil yg lagi ngobrol sama pria berkacamata. Insting gue, gerak-gerik mereka mencurigakan." Ucap Cheri.

   Saat ini keduanya sedang berhenti Karna lampu lalu lintas sedang berwarna merah. Cheri tidak sengaja memperhatikan gerak-gerik seorang anak beranjak remaja yg tengah mengobrol dengan pria tegap berkaca mata hitam. Arel mengikuti arah pandang Cheri, untung saja mereka menggunakan helm fullface, sehingga pergerakan mata mereka tidak terlihat.

   Lampu telah berganti berwarna hijau, Arel melajukan motornya agak sedikit melambat dan mencari jalan untuk putar balik. Dr kejauhan, Arel dan Cheri melihat sepasang manusia berbeda usia berjalan dan melewati gang kecil dan sepi.

"Kita gak ngejar, Ar ?" Tanya Cheri saat Arel hanya memberhentikan motornya agak jauh dr gang.

   Bukan menjawab, Arel justru mengeluarkan handphone nya dan bergegas menelepon seseorang

"Cek CCTV  sekitar jalan mawar ! Sekarang juga !" Titah Arel saat teleponnya tersambung.

"Kita pulang !" Ucap Arel selanjutnya yg di arahkan kepada cheri.

"Tapi itu ? Gue curiga...." Cicit Cheri

"Masih di diselidiki." Jawab Arel singkat dan kemudian melakukan motornya pulang ke apartemen cheri.

   Cheri tak lagi membantah, dirinya menurut dan diam selama diatas motor. Cheri yakin, jika sudah Black Eagle yg menyelidiki hasilnya tidak akan sia-sia.

   Setelah sampai di loby apartemen, cheri beranjak turun dan segera membuka helm fullface yg ia kenakan.

"Nanti malam aku jemput." Ucap Arel saat Cheri berdiri di samping motornya.

"Aku?" Beo Cheri sedikit heran, lebih banyak malunya.

"Kenapa,hm?" Arel justru bertanya balik. Matanya lekat memandang cheri

"Eh..? Gak apa kok." Jawab Cheri gugup. Ia yakin wajahnya sudah bersemu merah saat ini.

"Sana masuk !" Titah Arel setelah mengacak rambut Cheri gemas.

   Cheri hanya mengangguk dan cepat berjalan meninggalkan Arel. Dirinya benar-benar malu sekarang, tubuhnya selalu tidak bisa dikendalikan jika bersama Arel. Entah pipinya yg memerah, jantungnya yg berdetak cepat, tangannya yg Tremor,dll. Salting brutal yg di alami cheri jika mendapat perlakuan manis dari Arel.

  - Markas Black Eagle -

   Kelima Anggota inti Black Eagle sedang berkumpul dan menunggu kedatangan sang ketua. Sejak Arel menelepon Frey untuk menyelidiki CCTV , Frey juga menghubungi sahabat-sahabatnya yg lain agar berkumpul di markas.

   Tak berselang lama, ketua Black Eagle yg mereka tunggu-tunggu akhirnya datang. Arel segera menempati kursinya dan meminta jawaban Frey .

"Gue udah cek semua CCTV sekitar sana, hanya di dalam gang yg tidak ada CCTV. Untung aja, setelah keluar dr ujung gang itu, mereka terpantau lagi dari CCTV sebuah toko. Mereka naik mobil, dari plat nomornya itu adalah mobil sewaan. Arah perginya ke arah selatan dari jalan Kusuma. Dan benar, 10 menit selidiki, rekaman CCTV itu hilang seluruhnya. Gue udah sempat copy." Frey memulai penjelasan nya.

"Fix penculikan ini dan sepertinya sejalur dengan misi kita." Ucap Clay semangat.

"Gudang pabrik !" Ucap Arel hati-hati. Wajahnya masih nampak berfikir keras.

"Loe bener ,, kalau terus ke arah selatan dr jalan Kusuma sekitar 30 menit perjalanan, disana ada pergudangan pabrik yg sudah tidak beroperasi." Jelas Ansel.

"Darian ,,Jarvis,, kirim anggota ke gudang itu. Pantau dari jauh dan laporkan berkala." Titah Clay kepada keduanya.

"Siap !" Jawab Darian dan Jarvis kompak.

"Terus kumpulkan informasi apapun ! Nanti malam kita gerak, dan jangan lupa konfirmasi dengan pihak kepolisian. Sebelum berangkat nanti, kita meeting lagi dan buat strategi penangkapan dulu." Clay memberikan mandat yg diangguki semua anggota inti disana.

***

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!