"Isi dulu perutmu itu!"
Arel yg sedang menuruni undakan tangga akhirnya berjalan menuju ruang makan setelah sang ayah menyapa nya pagi itu. Arel menarik kursi makannya, duduk dan menyantap sandwich yg tersedia di hadapannya.
"Bagaimana misi kemarin boy?" Kaisan memulai pembicaraannya setelah Arel duduk dengan tenang di kursinya
"Tinggal eksekusi" Arel hanya menjawab singkat.
"Hmm Baiklah, putraku memang selalu bisa di andalkan." Sahut Kaisan dengan senyuman tipisnya.
Bagaimana tidak, setiap misi yg di hadapi oleh Arel dan sahabat-sahabatnya selalu selesai dengan cepat dan memuaskan. "Besok hari peringatan untuk mommy mu.... Kau ingin menabur bunga di makam mommy ?"
Hening sejenak. Kaisan menatap putranya yg masih mengunyah sandwich itu. Sampai akhirnya Arel menjawab
"Oke,, besok kita ke makam"
Kaisan menyunggingkan senyumnya sambil mengangguk tanda setuju mendengar jawaban dr putra semata wayangnya itu. Lalu akhirnya Arel bangkit dr duduknya dan bergegas pergi ke sekolah.
"Aku pergi dulu" pamit Arel singkat lalu berjalan menuju pintu utama.
Kaisan hanya menggelengkan kepalanya. Merasa heran dengan Arel yg irit sekali dalam berbicara. Jika orang yg tidak tau, mungkin mereka akan mengira hubungan Arel dan ayahnya tidak baik. Padahal sebenarnya hubungan mereka sangat baik. Hanya saja, Arel dengan tipikal irit bicara dan terkesan cuek sedangkan Kaisan dengan tipikalnya yg sangat tegas dan selalu serius, menjadikan mereka terlihat seperti sedang bersitegang (padahal mah 2 cogan beda usia itu memang kaku).
***
'Arel makin hari makin cakep njir!'
' Definisi susah digapai kalo kaya gini '
'Gak dapet Arel, boleh gak dapet salah satu dr mereka?'
'Liatin mereka tiap hari di sekolah ajah udah untung bgt '
'Omooo,, suami masa depan kita hot bgt njayy'
Dan masih banyak celotehan siswa-siswi lainnya ketika Arel dan para sahabatnya berjalan di koridor menuju sebuah saung dekat gudang belakang sekolah. Tempat yg jarang sekali ada orang berlalu lalang di di area itu.
Anggota Black Eagle yg sudah darisananya cerdas tidak tertolong, memang sudah sering sekali membolos di jam pelajaran. Siapa yg berani melarang ? Tentu saja tidak ada. Selain donatur terbanyak di SMA Bina Nusantara adalah dari orangtua mereka, anggota Black Eagle memang disegani semua orang.
Sedangkan di lain tempat, aktivitas para siswa-siswi yg sedang menunggu bel tanda masuk berbunyi seketika dibuat terhenti. Ada apa ? Nah, perhatian mereka tertuju kepada motor sport kuning mencolok yg baru saja memasuki gerbang sekolah.
Motor sport asing yg tidak pernah terlihat sebelumnya namun tiba-tiba saja diparkirkan di parkiran sekolah tersebut. Setiap mata memandang lekat ke arah seseorang yg mengendarai motor motor sport CBR 250RR itu.
'itukan yg waktu itu ikutan balap motor ya?'
'eh iya iya bener. Yg bisa ngimbangin Arel ketua Black Eagle itu kan?'
'ngapain dia disini?’'
'Haiissshhh,, apa dia mau sekolah disini ya?'
' Asli penasaran gue'
Yah, semenjak penunggang motor sport kuning mencolok itu mengikuti balap motor dan dapat mengimbangi ketua Black Eagle, mau tidak mau, Se seantero kota membicarakannya. Selain penasaran dengan rupa dibalik helm , mereka juga mengagumi skill pemotor itu.
Kembali ke parkiran ~ setelah memarkirkan motor kuningnya, gadis itu segera membuka helm fullface nya dan sedikit merapikan rambutnya. Menggerai rambut setelah mencepol tinggi rambutnya saat menggunakan helm tadi.
'Astogeee, dia cewe ?'
'Gila gila gilaa ,,, dia keren bgt ! Mau nangis gue. Dia kan yg bisa nyeimbangin Baby Arel?'
'Omooo,,gw kira cowo keren. Ternyata cewe cantik bgt gila'
'Calon Queen sekolah nih'
'Gak ada yaa, gak ada yg bisa ngalahin Revina'
'calon calon target si Revina sih ini'
Dan masih banyak cuitan lainnya. Mereka menatap kagum, tak sedikit juga yg menatap iri. Mereka menyangka pengendara motor kuning itu adalah seorang lelaki keren, tapi mereka dibuat terpana dengan kenyataan bahwa pembalap dengan skill super keren itu adalah seorang wanita yg amat sangat cantik
Dia adalah Cherika, gadis yg membuat kehebohan di halaman parkir. Setelah merapikan penampilannya, cheri berjalan di koridor ingin menuju ke ruang kepala sekolah untuk mengkonfirmasi kehadiran nya sebagai siswi baru di sekolah tersebut.
***
-Kelas XII IPS 1-
Suasana yg sedari tadi ricuh seketika hening ketika wali kelas mereka melangkah memasuki kelas dengan siswi baru yg mengikuti di belakang nya.
"Perhatian semua, hari ini kalian kedatangan teman baru. Ibu harap kalian bisa berteman dan saling membantu"
"Pasti Bu, lebih dari temen juga boleh" Celetuk salah satu siswa di pojokan
'Huuuuuuuu'
Serempak suara sorakan terdengar dr siswa-siswi di kelas itu.
"Sudah sudah, nah kamu silahkan perkenalkan diri"
"Gue Cherika Eileen. Panggil Cheri." Cheri memperkenalkan diri singkat.
"Haisshhh,, pantes semanis cheri" saut salah satu siswa laki2 lainnya.
Cheri hanya tersenyum sekilas. "Nah Cheri, silahkan kamu duduk. Cari saja bangku kosong yg ingin kamu tempati"
"Baik Bu." Setelah menjawab Cheri mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk yg pas untuknya. Disana sudah banyak siswa laki-laki yg memberi kode agar cheri mau duduk bersama. Tapi cheri tidak tertarik dan pandangannya tertuju di satu tempat.
Cheri melangkah ke arah kursi nomor 3 dari belakang. Disebelahnya ada sudah ada gadis imut dan berpipi tembam,
"Gue boleh duduk disini ?" Tanya Cheri kepada gadis imut itu
"Eh,,iya boleh ajah" jawabnya sembari mengangkat kepalanya menatap Cheri."Gw Aurel Natasha, panggil ajah Urel" lanjutnya seraya menjulurkan tangan kepada Cheri.
"Gue Cheri"
"Loe cantik bgt gila'. Gw yg cewe ajah naksir." Urel benar-benar menatap Cheri lekat. Yah Cheri memang cantik dan tidak membosankan. Cheri yg di puji Urel hanya menarik sudut bibirnya sedikit.
"Boleh kan kita temenan ?" Lanjut Urel ketika Cheri sudah duduk nyaman di sebelahnya.
"Boleh, gue juga kan belum kenal siapapun disini"
"Yyeeyy"pekik Urel yg senang dengan jawaban Cheri. "Thanks ya Cher?” Ucap Urel kemudian yg hanya dibalas anggukan dari Cheri.
Setelahnya suasana kondusif kembali di kelas Cheri. Mereka kemudian memulai pembelajaran seperti biasa. Cheri mulai menyesuaikan diri di kelas dan sekolah barunya. Mungkin dia akan meminjam buku paket di perpustakaan pada saat jam istirahat nanti, agar bisa mengikuti pembelajaran berikutnya dengan nyaman.
***
Teng....teng....teng....
Bel berbunyi tanda istirahat, Cheri menghela nafasnya kasar. Cukup melelahkan untuk otaknya.
"Mau ke kantin gak?" Urel merapikan alat tulisnya dan menoleh melihat ke arah Cheri yg juga sedang membereskan beberapa buku catatan di mejanya.
"Gw ke perpus, pinjem buku"
"Gw temenin deh, abis dr perpus mampir kantin bentar ya. Beli ganjelan perut" Ucap Urel di iringi senyuman manisnya semanis tebu Mateng
"Ganjel batu" jawaban Cheri singkat namun mampu membelalakkan mata teman sebangkunya itu.
"Heh, gw tabok lu ya. Ngelawak loe?" Jawab Urel sambil memukul pelan lengan Cheri. Yg di pukul hanya terkekeh kecil. Ternyata Urel asyik juga, sepertinya cocok menjadi teman Cheri yg memang susah mencari teman Karna lebih sering bodo amatan.
Cheri yg ditemani Aurel pun berjalan beriringan menuju perpustakaan. Tak bisa dipungkiri, peson Cheri benar-benar kuat. Secuek apapun Cheri, dia akan selalu menjadi pusat perhatian. Cheri yg berparas cantik dan Aurel yg berwajah imut dengan pipi tembam benar benar menarik perhatian berpasang-pasang mata.
"Loe masuk ajah cher, gue nunggu diluar ya. Mau bales chat cowo gw" Ucap Urel saat berada di depan pintu perpustakaan.
Cheri berhenti sejenak lalu menatap Aurel "Loe punya cowo ? Laku juga loe ." Cheri menyahuti dengan tanpa dosa.
"Eh bangsut, gw gak kalah cantik yaa. Gini-gini cowo gue masuk jajaran most wanted di sekolah ini." Jawaban Urel panjang kali lebar sambil berkacak pinggang
"Hmmm oke-oke" Cheri manggut-manggut.
"Yaudah, gw masuk dulu." Lanjut Cheri, lalu melangkahkan kakinya masuk ke ruang perpustakaan.
- di tempat berbeda-
Dua orang cowo populer sedang berjalan beriringan meninggalkan teman-teman mereka lainnya. Setelah melewati gudang kini mereka berjalan di sepanjang koridor gedung kelas X.
"Loe berduaan bareng pacar, lah gue bareng sapa ?" Tanya salah satu dr dua cowo ganteng itu
"Makanya, punya pacar dong." Jawab cowo lainnya.
"Suombong !!! mentang-mentang udah pacaran"
"Iri loe ?"
Percakapan 2 pria tampan itu terhenti saat melihat salah satu gadis di sebuah meja kantin itu melambai kan tangannya. Tanpa berfikir panjang, mereka melangkah mendekat ke arah meja yg di tempati wanita tadi.
"Hay Beb?" Sapa salah satu pria tadi
"Iya Beb, sini duduk" Ucap Urel sambil menepuk kursi panjang sebelahnya "Aku kenalin temen baru yg langsung klop bgt sama aku" lanjut Aurel dengan gaya ceriwisnya.
Cheri masih fokus dengan benda pipih di tangannya. Sampai akhirnya Aurel menepuk tangannya "Cher, kenalin ini pacar gw. Yg gw ceritain tadi." Cheri meletakkan Handphone nya lalu menengadah melihat sosok yg diperkenalkan Aurel kepadanya. Seketika kedua matanya terbelalak,
"Clay ,, Jarvis !!"
"Cherika !!"
Ketiga orang itu memekik bersamaan. Shock ? Oh sudah pasti. Cheri tidak menyangka bertemu dengan teman-temannya dulu saat di sekolahnya yg lama di kota J. Begitupun dengan Clay dan Jarvis, mereka mengerjapkan mata seolah mencari kesadaran dengan apa yg dilihatnya sekarang. Tapi yg lebih shock adalah Aurel.
"Loh, kalian saling kenal ?" Tanya Aurel kebingungan.
- Hening.......-
"Isshhh, jawab dong. Kan aku nanya " Aurel mulai sebal Karna tidak ada yg menjawab pertanyaannya.
"Eh, iya beb. Dulu kita satu sekolah. Trus Cheri pindah ke kota lain, dan setahun kemudian kita-kita pindah ke Sekolah ini." Akhirnya Clayro menjelaskan kepada kekasihnya itu.
"Kita - kita ?" Beo Cheri perlahan
"Iya kita semua Cher. Anggota inti Black Eagle"
Cheri tersentak, tapi kemudian berusaha tenang dari rasa terkejutnya. Clayro yg memahami reaksi Cheri kemudian tersenyum menggoda.
"Hmmm, kayaknya bakal......."
"Gausah buka atau ungkit masa lalu" Belum sempat Clay menyelesaikan ucapannya, Cheri dengan cepat menyela Karna tau arah pembicaraan Clayro akan berujung kemana. Clayro hanya manggut-manggut tanda mengerti, tapi tatapannya berbeda. Ntah, tatapan yg sulit sekali dijelaskan.
Melihat Jarvis diam mematung memandang cheri,
Plakk.....
Clay dengan cepat menampar pipi Jarvis. "Eh monyet." Jarvis terlonjak sambil memegang pipinya yg mulai memanas "Bedebah, maen nabok muka orang !" Sungut Jarvis kemudian
"Lah loe ngapain njirr liatin orang sebegitunya"
"Cheri makin cantik. Tersepona gue" ucap jarvis kemudia.
"Terpesona ogeb !! Clay menoyor kepala Jarvis " gausah aneh-aneh loe. Yg ada abis loe ntr " Clay mengingatkan sahabatnya itu.
"Ada apaan sih? Kok gw kaya orang bego sendiri gak tau jalan ceritanya" Aurel heboh sendiri Karna merasa cengo disana
"Gak ada apa-apa beb" Jawab Clay kemudian sambil mengusap surai halus kekasihnya itu. Yah, Clay yg terkenal dengan tingkah absurd dan omongannya yg blak-blakan, akan berubah manis jika sudah berhadapan dengan Aurel, kekasihnya.
Tak berselang lama, bel tanda masuk pun berbunyi. Cheri dan Aurel segera beranjak dr kantin dan segera menuju kelas mereka. Begitupun dengan Clay dan Jarvis, mereka berjalan menuju kelasnya Karna setelah ini akan ada kuis yg menanti.
***
Setelah dari kantin pada saat jam istirahat tadi, Cheri dan Aurel kini telah duduk manis di bangku kelasnya. Cheri dengan mimik mukanya yg susah di jelaskan, kini tengah menyibukkan diri dengan benda pipih di genggamannya.
"Cher,,loe beneran dulu satu sekolah sama anggota inti Black Eagle ?"
"Yaa begitulah." Cheri menjawab dengan tak mengalihkan pandangan dr benda pipih di tangannya.
"Trus loe kenapa pindah ?"
"Ngintilin bokap pindah tugas."
"Hhmmmm,,,," Aurel berdehem sambil mengusap-usap dagunya. "Trus loe Deket sama anggota Black Eagle? "
Cheri hanya menggelengkan kepalanya.
"Tapi Clay sama Jarvis ngenalin loe. Bahkan Jarvis sampe muji loe . Padahal di sekolah ini, gak ada berani Deket, berteman atau apapun itu. Kita-kita hidup di dunia ajah kayanya mereka gak tau." Aurel benar-benar sepenasaran itu.
"Gausah lebay deh." Cheri hanya menjawab singkat.
Percakapan mereka terhenti saat guru mata pelajaran geografi memasuki kelas. Cheri dan Aurel menyiapkan peralatan belajarnya dan kembali fokus kepada pembelajarannya saat ini.
Sebenarnya masih banyak pertanyaan yg ingin Aurel tau jawabannya dari teman sebangkunya ini. Namun ia tahan kekepoannya, agar Cheri tak merasa risih dengan pertanyaan-pertanyaan yg akan dia lontarkan.
Terlebih lagi, mereka baru saja dekat. Gak masuk akal kalau Aurel sekepo itu walaupun sebenarnya hal-hal dasar yg ingin dia tau. Nanti seiring waktu pasti tau,,begitu batin Aurel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Su Tejo
suka ceritany ..
2024-07-25
0
Beerus
Seru banget! 😍
2024-06-30
1