Penyelidikan 1

"Kalian denger suara-suara gak sih ?" Tanya Darian setelah meneguk minuman nya

"Iya..iya..gue denger. Kaya suara orang jatoh gak sih ?" Frey menjawab

"Sejak kapan tempat kita ini jadi horor ?" Jarvis meringis dan duduk mendekat ke arah Ansel.

"Eh jamban ! Ini masih pagi,,,lagian mana ada hantu di tempat kita ini ? Yg ada takut duluan tuh hantu liat Arel ." Ucap Clay sambil melirik Arel.

"Gudang." Bukan marah, Arel justru memberi clue.

"Ohh, maksud loe suara itu dari gudang gitu ?"

Tidak menjawab, Arel justru bangkit dari duduknya dan berjalan menuju gudang. Tidak jauh namun tidak juga dekat jarak antara gazebo dan gudang sekolah. Maka dari suara berisik dari gudang hanya terdengar samar-samar saja.

Arel berhenti dekat jendela sebelah kanan gudang tersebut, agar dapat melihat ada apa di dalam sana. Begitupun kelima lelaki tampan lainnya, mereka berdiri berkerumun bersama Arel. Jelas ,kegiatan di dalam gudang membuat  ke enam lelaki itu terkejut.

"Cheri di bully anjir,, ayo tolongin !" Ucap Frey panik tapi langkahnya di hentikan oleh Arel.

"Kenapa rel ? Cewe loe lagi berantem,,loe santai bgt ege !" Clay mengomel

"Pantau dulu." Ujar Arel kemudian.

Mereka hanya menurut tanpa bantahan. Ke enam lelaki itu fokus memperhatikan apa yg terjadi di dalam gudang. Terlihat Cheri masih berdebat dengan Revina.

"Loe jal*Ng yg ngerayu cowo gue !" Ujar Revina 

"Semua orang di sekolah ini tau, kalau Arel punya gue ! Dan loe,,,gatel bgt anjir gangguin Arel." Angel melanjutkan.

 "Arel punya loe ? Mending loe tanya langsung sama orangnya. Siapa yg ngejar-ngejar, siapa yg mohon-mohon biar bisa Deket sama gue. Sekalian tanyain, mau gak Arel sama cewe modelan kaya loe ?" Cheri masih tenang.

    Mendengar jawaban Cheri, dengan spontan sudut bibir Arel tertarik membentuk sebuah senyuman tipis sekali. 'Cheri ngakuin gue' batin Arel dengan rasa senang.

"Sialan ! Loe bener-bener anj*ng ! Loe gak bakal bisa hidup tenang disekolah ini !"

 "Kalian beri pelajaran cewe jal*ng itu, tanpa kasihan dan tanpa ampun. Terserah mau kalian apakan, menikmatinya pun boleh. Kalian udah gue bayar mahal ! Kerjakan dengan baik ." Revina berteriak

Mendengar perintah Revina, membuat Arel menegang. Rahangnya mengeras dan tangannya terkepal kuat. Sungguh gila gadis penuh obsesi itu  memerintahkan tiga orang lelaki untuk menikmati gadisnya ?

Terlihat Ketiga lelaki berjalan mendekat ke arah cheri dengan seringai licik menghiasi bibir mereka. Tak hanya itu, salah satu dari mereka membawa balok kayu cukup besar sebagai senjata. Sedangkan cheri masih santai di tempatnya.

Ketiga lelaki tadi maju bersamaan, melayangkan pukulan dan tendangan. Cheri terus menghindar hingga salah satu dari lelaki itu menarik kerah seragam cheri hingga 2 kancing atasnya terpental entah kemana. Reflek, cheri menutup seragamnya dengan tangan untuk menutupi tulang selangka nya. Sedang tangan lainnya yg tadi sempat terluka, ia gunakan untuk menahan pukulan.

Bajingan !

"Rel, lengan Cheri berdarah !" Pekik Frey panik.

Arel melangkah cepat ke arah depan menuju pintu gudang. Nafasnya memburu, emosinya sudah tak terkendali. Melihat tubuh gadisnya sedikit ter-ekspos dan lengannya terluka, memantik emosinya dengan cepat.

"Wah bakal ada kiamat kecil nih,, bangunin tirex tidur." Celetuk Jarvis yg berjalan bersama teman-temannya mengikuti langkah Arel.

Brraakk

Pintu gudang di tendang kuat. Arel masuk bersama kelima sahabatnya. Mereka menatap tajam ke arah Revina dan Angel, kemudian ke arah 3 lelaki yg sejenak terdiam Karna kehadiran anggota Black Eagle. Sedangkan Cheri sudah terduduk lemas, bukan menangis tapi menahan nyeri bagian lengan dan kakinya.

"A-arel ?" Revina gugup namun dengan cepat menguasai keadaan."Arel ? Kamu nolongin aku ? Tadi gadis itu ngebully aku, untung ada 3 cowo itu yg nolongin aku." Revina menunjuk Cheri dan merekayasa kejadian.

"Eh ular api ,, loe pikir Arel bodoh ditipu pakai Rekayasa begituan ?" Ini Jarvis yg berbicara.

"Nah bener,, Loe kalau mau bego ya sendiri aja. Gak usah ngajakin yg lain !" Clay menyahuti.

"Dipikir Arel bakal percaya gitu ? Padahal mah, Arel udah liat dari tadi di jendela onoh !" Ucap Darian sambil menunjuk jendelan tempat mereka bersembunyi sebelumnya.

Mereka yg berada di gudang sebelumnya terperanjat kaget. Wajah Revina pias, Angel yg berada di sampingnya pun ketar-ketir. Sedangkan 3 lelaki yg masih mengelilingi Cheri, sudah mulai pucat pasi.

Arel melangkah mendekat ke arah ketiga lelaki itu dan Cheri yg berada di belakang mereka.

"So-sorry rel, ki-kita cuma di suruh si Revina!" Ucap salah satu lelaki itu terbata-bata.

Tanpa mau mendengar penjelasan ketiga lelaki itu, Arel terus melangkah mendekat dan memberi pukulan keras kepada salah satunya, mengangkat kakinya dan menendang yg lain. Tersisa satu, Arel menggunakan sikutnya untuk menjatuhkan satu lelaki itu. Hanya dengan sekali gerakan, ketiganya terjatuh dengan sakit yg tak main-main. Tenaga Arel, tak bisa di remehkan.

Arel melangkah mendekati Cheri dan menggendongnya ala bridal style. Cheri tak membantah, mungkin Karna tubuhnya pun masih sakit. Arel berbalik hendak meninggalkan gudang dan membawa Cheri ke UKS.

"Kalian urus sisanya !" Titah Arel saat hendak meninggalkan gudang.

Tanpa kata, kelima anggota inti Black Eagle mengangguki perkataan Arel. Dan Arel pun sudah menghilang di balik gedung.

"Ikut kita ke ruang BK dengan dengan sukarela atau dengan di seret ?" Tanya Clay dengan seringai licik nya.

***

Saat ini Cheri tengah berbaring di ranjang apartemennya. Yaa, Arel membawa Cheri pulang menggunakan taxi. Bahkan Arel membawa Cheri ke rumah sakit Karna UKS sekolah tidak dapatengobati cidera kaki Cheri yg cukup parah.

Arel membeli banyak makanan dan cemilan untuk Cheri. Karna dirinya ingin Cheri istirahat dan tidak ke sekolah dulu beberapa waktu. Luka di lengan dan kakinya cukup parah Karna membentur tumpukan kursi dan meja kayu cukup keras. Sehingga untuk berjalan pun harus bersusah payah.

"Tolong jauhin gue dan jangan pernah deketin gue lagi !"

Deg

Arel yg sedang duduk di tepi ranjang membalas beberapa pesan di ponselnya seketika terperanjat. Kepalanya yg semula menunduk menatap ponsel, dengan cepat menengadah menatap gadis yg sedang berbaring di hadapannya. Arel menatap gadisnya dengan tatapan penuh tanya ?

"Gue gak mau terlalu jauh masuk di kehidupan loe. Hidup gue udah penuh masalah, gue gak mau nambah masalah." Ujar Cheri lirih

"Cheri...."

"Please Ar,, lupain gue, lupain semuanya !" Cheri cepat menyela ucapan Arel.

"Gue gak mau !" Tegas Arel . Tangannya meraih tangan Cheri dan menggenggam nya lembut.

"Jangan egois Arel !" Jawab Cheri cepat berusaha melepas genggaman tangan Arel.

Arel menghela nafasnya berat. Belum 100% Cheri menerimanya kembali, namun Karna kejadian hari ini membuat Arel kembali di tolak.

"Cepet sembuh, gue selesaikan misi dulu." Arel mengulurkan tangannya mengusap pucuk kepala Cheri. Sedangkan Cheri membuang pandangannya ke arah lain. Arel Kembali menghela nafas beratnya. "Loe cuma butuh waktu untuk tenang. Gue pastiin setelah ini hidup loe selalu aman. Loe tetep punya gua !"

Setelah berbicara panjang yg membuat rahangnya sedikit pegal, Arel beranjak meninggalkan Cheri. Lelaki itu ingin memberi ruang untuk Cheri menenangkan dirinya. Setelah itu biarkan Arel berjuang lagi untuk meyakinkan cheri kembali padanya.

Sebelum benar-benar meninggalkan apartemen cheri, Arel mengirimkan pesan kepada Clay untuk mengantarkan kekasihnya (Aurel) ke apartemen cheri. Arel tidak ingin gadisnya sendirian apalagi dalam kondisi sekarang.

Setelah mengirimi pesan dan mendapat jawaban dari Clay, barulah Arel bisa dengan tenang meninggalkan apartemen Cheri. Arel memesan taxi dan pulang menuju mansionnya dan berkumpul dengan anggota inti Black Eagle lainnya untuk membahas misi mereka.

Sedangkan Cheri yg sudah ditinggalkan Arel, gadis itu masih berbaring di ranjangnya. Pandangannya tertuju pada langit-langit kamar tidurnya. Cheri beberapa kali menarik nafas dan membuangnya perlahan untuk mencari ketenangan.

'gue cuma pengen hidup tenang, gue gak mau terlibat masalah lagi hanya Karna Deket sama Arel'

 'Tapi hati gue seolah berkata lain'

'ishh,,udahlah cheri ! Gausah bikin pikiran loe sendiri jadi stress. Jalanin ajah gimana kedepannya'

Setelah berdebat dengan fikirannya sendiri, Cheri menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Dirinya ingin istirahat, tubuhnya benar-benar lelah. Beruntunglah rasa kantuk memang sudah menghampiri, tak butuh waktu lama untuk Cheri masuk kedunia alam bawah sadarnya.

***

"Bagaimana keadaan Cheri ?" Tanya Jarvis. Saat ini mereka tengah berada di markas Black Eagle.

"Tulang kaki retak." Jawab Arel singkat.

"Si ulet keket bener-bener sinting !" Timpal Frey merasa kesal.

"Gak ada takut-takut nya,,padahal udah di skors tapi dia tetep ngancem bakal bikin hidup Cheri lebih menderita." Ini Darian yg berbicara.

Mendengar penuturan Darian, sontak saja Arel menatap Darian. Kemudian menghela nafasnya berat.

"Are you okay , Rel ?" Tanya Ansel yg melihat perubahan ekspresi Arel.

Arel menatap kelima sahabatnya sejenak lalu kemudian kembali menghela nafasnya.

"Cheri minta gue menjauh." Jawab Arel akhirnya.

Pfffttt

Clay, frey, Darian, dan Jarvis menahan tawanya. Tidak dengan Ansel, satu lelaki waras itu yg masih bersikap normal.

"Seorang Arel di tolak ?" Frey terkekeh

"Menurut gue wajar sih. Cheri udah banyak masalah terlebih dengan ayahnya. Dan sekarang Karna dekat dengan Arel, dia justru di serang Revina yg terobsesi dengan Arel. Jelas hal ini menambah beban Cheri. Makanya Cheri minta Arel menjauh, dengan harapan dia bisa hidup normal. Tapi justru si Revina yg gila." Jelas Ansel panjang lebar.

"Heemmm,,bener juga sih. Kita juga harus awasin si Revina. Perempuan itu terlalu terobsesi dan gila." Ucap Darian kemudian.

"Kita bisa lanjut bahas itu nanti. Sekarang kita atur dulu penyelidikan kita setelah ini. Loe gimana rel ? Udah bisa fokus ?" Tanya Clay kepada Arel yg terlihat sedikit uring-uringan.

"Heemmm,, lanjutkan!"

Mereka pun fokus membahas penyelidikan mereka beberapa jam lagi. Sesuai kesepakatan yg mereka putuskan untuk menyelidiki misi lanjutan mereka dengan persetujuan pihak kepolisan juga

Vinoteca Klub -

Suasana klub cukup ramai walaupun masih menunjukkan sore hari. Jam pulang kerja seperti ini memang dimanfaatkan sebagian orang untuk melepas penat dan mencari huliburan setelah seharian bekerja.

Dari arah parkiran Vinoteca klub, sudah terlihat Clay, Jarvis,dan Darian berjalan dengan penampilan casual nya. Tak perlu susah payah, mereka bisa memasuki klub itu tanpa hambatan apapun.

Ketiga lelaki itu memilih duduk di sofa panjang sedikit melingkar di pojok ruangan. Alasannya, agar mereka bisa dengan leluasa memperhatikan sekitar dan mencari apa yg mereka butuhkan.

"Hai ganteng,,mau ditemenin gak ?" Sapa seorang wanita dengan dress ketat kurang bahannya.

"Eh monyet !" Clay terlonjak kaget saat wanita itu tiba-tiba saja duduk di pangkuannya.

Darian dan Jarvis yg sempat terkaget seketika tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Clay yg tidak aman.

"Ehhmm anu, maaf Tante saya udah bawa temen. Jadi gak butuh di temenin." Entah kenapa Clay gugup.

"Sialan !! Siapa yg kamu panggil Tante ? Gue muda dan sexi kok dikata Tante-tante." Wanita itu langsung berdiri dari pangkuan Clay dan berjalan meninggalkannya sambil terus ngedumel.

"Buahahaha....! Liatin,,tampang loe udah kaya kecoa di semprot racun tau gak ?" Jarvis mengomentari wajah Clay

"Lepas perjaka asyik Clay." Kali ini Darian yg berkomentar.

"Ogah yaa,,gue bakal pertahanin perjaka gue sampe neng Aurel gue kawinin !"

"Cihhh,, gue doain besok putus loe." Cibir Jarvis

"Dengki ajah lo ! Akibat nyimpen perasaan sama si Cheri tapi terang-terangan Cheri sama sahabatnya sendiri." Clay tak mau kalah.

"Udah ! Udah ! Jangan berantem. Tuh liat cewe yg di depan table." Ucap Darian menunjuk menggunakan dagunya ke arah seorang wanita.

"Kenapa ? Jangan bilang loe mau di temenin dia ?" Tanya Jarvis yg langsung disambut pukulan di belakang kepalanya oleh Darian

"Dasar ogeb ! Maksud gue, tuh cewe gak lagi sibuk kayanya. Trus lagi orangnya lebih sedikit kalem lah dibanding tante-tante yg dipangku clay tadi. Mungkin kita bisa tanya-tanya soal Christie ke dia." Ujar Darian menjelaskan.

"Eh bangsut ! Bukan gue yg pangku, dia sendiri yg duduk di paha gue."

"Ckk,,sama ajah ! Besok kalo Aurel tau juga bakal marah." Ledek Jarvis

"Gue sumpel belerang mulut loe !"

"Huussttt,,gue kawini loe berdua ya. Ribut Mulu...ayo kita tanya-tanya!" Darian menengahi 2 sahabatnya yg berperang bacot .

Tanpa harus beranjak, Jarvis melambai ke arah wanita yg mereka maksud tadi. Saat sadar dirinya tengah di kode untuk mendekat, wanita itu mendekat ke arah Clay, Jarvis,dan Darian.

"Ada yg bisa dibantu ?" Tanya wanita itu saat sampai di hadapan mereka bertiga.

"Boleh temenin kita ? Ngobrol doang kok, ntr kita kasi tips lebih deh."

"Boleh." Jawab wanita itu kemudian duduk di sifat itu setelah dipersilakan.

"Jadi gini, kita lagi butuh sedikit informasi. Boleh kita nanya-nanya sama loe ?"

Wanita itu sedikit tersentak kemudian menatap satu persatu lelaki yg sedang duduk bersamanya. "Ka-kalian polisi ?" Tanya wanita itu was-was

"Bukan ! Tenang aja, kita bukan detektif, bukan polisi, bukan aparatur, dan lain sebagainya." Jelas Darian yg menangkap raut takut dari wajah wanita itu.

Cukup lama hening, wanita itu nampak berfikir."Okedeh, boleh. Tapi tipsnya lebih ya?" Ucap wanita itu setelahnya.

"Gampang itumah."

"Oke, sebelumnya nama gue Silvi. Kalian mau tanya apa ? Tanya Silvi

"Kita mau tanya soal pekerja disini, namanya Christie." Tanya Clay langsung.

"Gak usah takut, kita cuma pengen tau. Ceritain ajah apa yg loe tau. Ada kan yg namanya Christie?"

"Hmm ya, ada." Jawab Silvia singkat.

Jawaban Silvi inilah yg lantas membuat ketiga lelaki itu antusias. Cukup lama mereka berbincang dan bertanya kepada Silvi. Bukan hanya itu, ketiga lelaki itu juga sempat berkeliling area klub hanya sekedar menemukan tambahan informasi yg sekiranya berguna.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!