Setelah berkeliling dan mencari-cari, akhirnya Cheri menemukan sebuah apartemen sederhana yg cocok untuknya dan pasti cocok juga dengan kantongnya. Bukan di pusat kota, melainkan di pinggiran kota J. Lingkungannya pun tidak padat dan tidak terlalu ramai. Rata-rata para penghuni apartemen adalah mahasiswa atau karyawan kantoran, kebanyakan juga hanya penyewa bulanan atau mingguan.
Bukan tidak mungkin anak buah ayahnya menemukan cheri, tapi setidaknya butuh waktu agak lama untuk menemukan cheri. Tabungannya pun masih lumayan banyak, Karna memang Cheri mengumpulkan jatah bulanan dari sang ayah mulai sejak awal SMP. Terkadang sang kakek juga memberinya uang jajan dan nominalnya pun lumayan.
"Akhirnya gue bisa rebahan" cheri menghempaskan tubuhnya ke atas kasur queen size yg ada di satu-satunya kamar apartemen itu.
Yaa,,apartemen Cheri ini hanya ada satu kamar yg sudah menyatu dengan kamar mandi. Ruang tamu, dapur sederhana, kamar mandi tamu, dan balkon yg tidak terlalu luas dekat dengan ruang tamu.
Mungkin untuk isi apartemen, cheri bisa mencicil membeli keperluan yg lainnya. Yg terpenting kasur, lemari, dan sofa minimalis sudah tertata rapi di unit apartemennya.
"Ntr malem ada balapan, hadiahnya lumayan. Mau ikut gak ?" Reyshaka yg masih berada disana setelah menemani cheri mencari apart yg cocok.
Cheri segera bangkit dengan antusias. "Boleh bang. Pinjem motor loe yaa?"
"Oke,,, ntr malem gue jemput." Lanjut Rey sembari bangkit dari duduknya dan melangkah ke arah pintu. "Gue balik dulu, loe hati-hati. Kalo ada apa-apa cepet hubungin gue!!"
"Siap boss"
Reyshaka pun berlalu, kini cheri menikmati kesendirian nya. Banyak rencana yg tersusun dalam pikirannya, banyak hal yg ingin dia lakukan juga tapi masih butuh banyak pertimbangan.
'huffttt.....this is my new life ! gue pasti bisa hidup sendiri dan mandiri. Semangat Cherika !!! '
Cheri menyemangati dirinya sendiri. Kemudian kembali termenung. Sangking kalutnya fikiran cheri, membuat otaknya lelah untuk berfikir. Tanpa sadar cheri memejamkan matanya dan dengan cepat dia menyelam ke alam mimpi.
***
Malam ini Ravo sedang berhadapan dengan pewaris tunggal ElvoTech. Tak bisa di pungkiri rasa panik dan takutnya Ravo kepada tuan muda satu ini. Sifatnya yg angkuh, sombong, dan semaunya sendiri ini terkenal licik dan kejam.
Anggara , seorang pria blasteran yg terkenal congkak adalah pewaris tunggal perusahaan ElvoTech (perusahan yg bergerak dalam bidang teknologi hususnya aplikasi-aplikasi yg saat ini banyak di gunakan para manusia). Selain kaya raya, Anggara sangat dikenal dengan sifat dan sikapnya yg dominan tidak bagus. Jadi jangan ditanya, semua yg berhadapan dengannya akan merasa takut (lebih tepatnya takut berurusan panjang dengan pria sombong itu)
"Kenapa kau membatalkan pertemuan denganku ?" Tanya Anggara saat Ravo bersimpuh di hadapannya. Sedangkan dia sendiri sedang duduk di atas sofa single sambil menyesap nikotin di tangannya.
"Maaf tuan muda, ada sedikit kendala. Tapi saya akan segera menyelesaikan nya." Ravo menunduk dan tak berani menatap Anggara.
"Ada apa ? Kau jangan bermain-main denganku."
"Maaf tuan muda, putri saya keberatan untuk di jodohkan. Jadi saat ini dia sedang melarikan diri. Tapi tenang saja tuan muda,, saya akan segera menemukan nya."
"Kabur rupanya."
"Tuan tenang saja, saya akan segera membawa anak saya menemui anda."
"Berani bermain-main dengan ku rupanya." Anggara tersenyum licik. "Kau kembalilah, biarkan anak buahku yg mencarinya. Kau hanya perlu pastikan dia akan menjadi milikku, Karna aku sudah membayar mahal untuk itu"
"Baik tuan muda. Saya pastikan dia akan menjadi milik anda dan tidak akan menolak."
"Hmmm,,, kau boleh pergi."
Ravo kemudian bangkit dan berlalu meninggalkan ruangan tersebut. Sedangkan Anggara, dia sedang menikmati pemandangan wajah cantik di layar handphone nya. Tatapannya penuh nafsu dan amarah.
"Cherika....Cherika.... Kau dan tubuhmu ini akan segera menjadi milikku. Kau yg akan menjadi pendamping ku dan tidak akan pernah pergi lagi dariku !!" Anggara bergumam sendiri, menyeringai bak iblis.
"Cari gadis ini sampai dapat, dan bawa ke hadapanku dengan utuh tanpa luka." Perintah Anggara kepada ajudan kepercayaan nya.
"Baik tuan muda."
Kemudian ajudan Anggara segera memerintahkan anggotanya untuk mencari keberadaan Cherika. Anggara dibuat tergila-gila saat pertama kali melihat cheri. Yah,, hanya dari foto, namun menjadikan Anggara ter-obsesi kepada gadis cantik itu.
Bagaimana pun , Anggara harus mendapatkan Cheri. Entah dengan cara baik atau sebaliknya. Bahkan, Anggara sudah membayar mahal kepada ravo hanya untuk memiliki cheri (benar-benar seperti transaksi penjualan manusia berbasis bisnis)
Sedangkan di lain tempat...
Saat ini menunjukkan jam 21.00. Seperti yg dijanjikan, Rey menjemput Cheri di apartemen untuk mengikuti balapan. Hanya butuh sekitar 30 menit untuk sampai di sirkuit balapan yg sudah di booking oleh pelaksana.
"Nama gue udah masuk belum bang ?"
"Udah, tadi udah gue daftarin. Malem ini ada 6 orang yg turun termasuk loe."
"Ada anggota Black Eagle?"
"Gak ada, mereka gak ada yg turun. Lagi ada misi mungkin." Sedikit heran kenapa adiknya menanyakan Black Eagle. Tapi Rey tak ambil pusing.
Suasana malam ini cukup ramai. Sorak Sorai para pendukung dari tiap peserta lomba terdengar di sepanjang bangku tribun. Sedangkan para peserta lombanya, sedang bersiap-siap di paddock masing-masing.
Cheri masih terlihat duduk di atas motor Reyshaka. Saat ini Cheri ada di paddock husus geng Star yg di ketuai Reyshaka. Bukan hanya sekedar duduk, tapi Cheri sedang berkenalan dengan motor abangnya itu. Karna selama ini Cheri belum pernah balapan menggunakan motor orang lain.
"Loe siap Cher?" Bukan Rey bertanya, tapi Raka salah satu anggota Star yg Cheri juga kenal.
"Hmm,, siap bang."
"Hati-hati ajah Cher,,loe belum pernah pake motor gue." Kali ini Reyshaka yg bicara
"Sans ajah bang,, gue bisa kok."
"Yaudah,,buru ke garis start nya. Ntr lagi mulai."
Cheri menunggangi motor sport merah itu ke arah garis start. Peserta lainnya pun sudah siap sedia di garis start itu juga. Cheri sudah siap dengan helm fullface nya dan kaca tertutup. Meminimalisir kekepoan penonton kepadanya.
Sudah sejak satu menit lalu perlombaan di mulai. Cheri masih berada di urutan ketiga. Ternyata agak susah membangun chemistry dengan motor lain saat perlombaan begini. Tapi cheri masih berusaha fokus dengan motor merah yg ia kendarai.
Tak berselang lama, garis finish sudah mulai terlihat. Begitupun sorakan-sorakan dari para penonton makin terdengar. Cheri sudah tidak ingin membuang-buang waktu lagi, dengan konsentrasi penuh cheri mulai menarik pedal gas dengan kecepatan tinggi, berusaha menyalip satu lawan di depannya.
Brummmm...srakkk....ckittt.....
Suara deruman motor dan ban yg bergesekan dengan aspal saling bersahutan. Cheri berhasil sampai garis finish , dan sudah pasti menduduki urutan pertama. Cheri melajukan motor merah itu ke arah paddock Star. Dan dengan cepat pula Reyshaka dan beberapa anggota Star lainnya menghampiri Cheri.
"Wiihhh,, jago loe Cher. Congrats yaa."
"Keren si Cheri, gak main-main damage nya !"
"Hehehe....biasa ajah bang. Agak susah tadi ngendaliin motornya bang Rey." Jawab Cheri setelah membuka helm fullface nya.
"Yaudah loe istirahat dulu, gue yg ambil hadiahnya." Rey berlalu setelah mengacak anak rambut Cheri.
Sedangkan hampir seluruh manusia di sirkuit itu heboh melihat sang juara. Heboh ? Ya heboh Karna mereka baru mengetahui bahwa di balik helm fullface itu adalah seorang gadis cantik.
'Gila,,cewe ternyata. Mana cantik bgt lagi.'
'Bikin penasaran gak sih?'
'Jago bener anjay,, gue pengen kenalan!’
Dan masih banyak bisikan lain yg tertuju untuk Cheri. Cheri yg sudah biasa dengan kehebohan seperti itu, menanggapinya dengan santai bahkan terkesan tidak terlalu memperdulikan.
Reyshaka kembali dengan setumpuk uang di tangannya. Berjalan menuju Cheri dan memberikan setumpuk uang itu.
"Kita makan-makan dulu, gue yg traktir. Gimana ?" Ajak Cheri sedikit berteriak Karna suasananya yg ramai.
"Wahh,, serius Cher?"
"Iyaa,, mau kaga ?"
"Maauu..." Jawab serentak beberapa anggota Star yg ada di sana.
Mereka segera meninggalkan arena sirkuit dan menuju ke sebuah cafe yg cukup terkenal. Menikmati berbagai macam hidangan yg sudah pasti Cheri yg membayar.
***
Pagi ini Cheri bangun lebih awal dan segera bersiap dengan seragamnya. Setelah keluar dari gedung apartemen nya, cheri berjalan ke sebuah kursi tunggu untuk menunggu angkutan umum menuju ke sekolahnya. Lumayan jauh, membutuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai di sekolah. Cheri sengaja berangkat lebih pagi agar tidak terlambat.
Cheri berangkat ke sekolah dengan menggunakan masker wajah. Jaga-jaga, Karna bisa kapan saja anak buah ayahnya akan mencari keberadaan Cheri dan menyeretnya pulang.
Cheri berjalan sepanjang koridor menuju gedung berisikan deratan kelas IPS baik kelas XI dan XII. Sampai memasuki kelas pun Cheri belum berniat membuka maskernya, gadis itu lebih tertarik untuk meluruskan kakinya dan bersantai sejenak sebelum bel berbunyi.
"Kenapa ? Mulut Lo bau jigong ?" Tanya Urel saat baru saja masuk kelas dan berjalan ke arah kursinya.
Sedangkan yg ditanya hanya melirik sekilas dan lanjut dengan aktivitasnya.
"Orang nanya dijawab ege !!" Urel menabok lengan Cheri yg hanya diam sejak tadi
"Sembarangan loe, napas gue wangi." Jawab Cheri sembari melepas masker dan menyimpannya ke dalam tas ransel.
"Gue kira gigi loe rontok, makanya pake masker."
"Sialan." Cheri menoyor kepala Urel spontan. "Gue kabur dr rumah, makanya gue maskeran biar gak keliatan sama orang-orang suruhan bokap gue."
"Gila loe ? Bisa bisanya kabur dr rumah. Bosen idup enak ape gimana sih ?" Aurel terbelalak mendengar jawaban dari teman dekatnya itu
"Cckkk.....gw mau di jodohin dan gw gak mau. Makanya kaborrr."
Aurel makin terkaget-kaget dengan apa yg menimpa temannya ini. "Hah ...? Serius loe ? Trus loe dimana sekarang?"
"Gue punya tabungan, jadi gue beli apart sederhana di pinggiran kota." Cheri menjelaskan dengan tertunduk lesu. "Gue lagi menjalani kehidupan baru, jadi anak mandiri dalam artian sebenarnya."
"Sabar ya sayangnya akuuu,,loe kuat dan loe bisa. Kalo loe butuh sesuatu atau butuh bantuan, loe bisa hubungin gue. Gue siap bantu kok." Ucap Aurel seraya mengusap lengan Cheri.
"Heemmm,, thanks yaa."
"Eh tapi anak buah bokap loe kan pasti nyariin ke sekolah ini. Gimana dong ?"
"Tenang aja,, dari awal gue udah ngurus apa-apa sendiri. Gue daftar sekolah juga sendiri dan gue gak bilang nama sekolah gue. Jadi aman."
"Syukurlahhh" Aurel akhirnya bernafas lega. Prihatin juga melihat temannya ini. Sepertinya cukup rumit hidup yg dijalani cheri.
***
Teng...teng...teng....
Suara bel istirahat sudah berbunyi. Seluruh siswa-siswi sudah berhamburan keluar kelas, Tak terkecuali Cheri dan Aurel. Mereka berjalan beriringan di temani dengan celotehan Aurel menuju kantin untuk mengisi perut mereka.
Di sepanjang koridor menuju kantin, cheri benar-benar menjadi pusat perhatian. Sungguh, tak akan bosan memandang kecantikan Cheri. Wajahnya yg Cantik alami tanpa make up, badannya yg ramping sangat pas dengan tingginya tubuhnya yg berada di angka 160 cm.
Pujian-pujian terlontar untuk menggambarkan sosok Cheri. Namun di tempat lain, dua pasang mata menatap nyalang ke arah cheri dari kejauhan. Yah, dia Revina dan Angle....dua siswi yg mengaku sebagai Queen sekolah Bina Nusantara (hanya ngaku-ngaku yaa)
"Sok cantik banget." Kata Revina. Matanya tetap intens menatap ke arah Cheri.
"Iya bener, kesenangan dia di puji siswa lain." Angle menimpali.
"Awas ajah kalo sampe bikin masalah, abis di tangan gue tuh cewe." Revina benar-benar tak suka pada cheri (menurutku sih lebih ke iri yaa. Takut kalah saing)
Sedangkan Cheri dan Aurel berjalan ke sebuah meja di pojokan kantin setelah memesan beberapa menu makanan. Cheri duduk dengan tenang dan fokus menghabiskan makanan di hadapannya. Jujur saja, fikirannya sejak tadi malam benar-benar tidak fokus. Terlalu berat masalah hidupnya.
Sedangkan Aurel tengah asyik menceritakan segala hal kepada cheri. Entahlah, cheri bisa mendengarkan Aurel atau justru celotehan Aurel hanya angin lalu. Terlalu fokus mereka , hingga tak menyadari akan hal lain.
Byuuurrr......
"Upsyyy,,,Sorry gak sengaja" Tiba-tiba saja Revina sudah berada di sebelah meja Cheri dan Aurel. Menumpahkan segelas jus stroberi ke arah baju Cheri yg di Kalim sebagai ketidak sengajaan oleh Revina.
Cheri masih shock,,sedangkan Aurel tengah menggeram marah. "Gak sengaja ? Mata loe yg gak sengaja pindah tempat kali." Aurel menggebrak meja dengan kesal.
"Udah rel biarin ajah, yg waras ngalah. Gue ke toilet dulu." Cheri berdiri tidak ingin meladeni Revina dan ingin segera menuju ke toilet untuk membersihkan diri.
"Sialan !! Loe bilang gue gak waras ?" Pekik Revina.
"Gue gak nyebut nama tuh. Loe ngerasa ? Bagus deh." Cheri menjawab santai.
"Brengsek !" Revina sedikit berteriak kemudian melangkah mendekati Cheri
Sreekkkk....
"Akkhhhh...." Cheri mengaduh saat rambutnya ditarik kencang oleh revina.
"Gak usah sok cantik loe, sok sok baik juga !!! Cihhh....caper bgt tau gak." Seloroh Revina dengan tangan masih mencengkram kuat rambut Cheri.
"Gue gak punya masalah sama loe. Jadi jangan mancing gue berbuat kasar !!" Jawab Cheri dengan nada yg amat mengintimidasi. Aurel , Revina, angel, dan seluruh murid yg berada di kantin terkesiap melihat aura dingin dr si cantik Cheri.
"Jangan coba-coba ngelawan gue Dan jangan sok jagoan !! Loe gak tau siapa gue......."
Bugghhh.....
Belum selesai dengan kalimatnya, Cheri dengan gerakan cepat menarik pergelangan tangan Revina yg sedang menjambak rambutnya, dan satu tangan lainnya di punggung revina. Mengangkat bobot Revina dan dengan mudah meng-smackdown gadis itu.
Aakkkkhhhhh......
Bukan hanya teriakan dari Revina, melainkan dari seluruh pengunjung kantin yg saat ini menonton adegan Cheri menjatuhkan tubuh Revina ke tanah. Terkesan seperti membanting, tapi dengan lebih pelan agar tidak cidera.
"Gue udah bilang, jangan mancing gue." Setelah itu Cheri menarik tangan Aurel yg masih melongo tak percaya melihat kejadian yg baru saja terjadi di depan matanya.
Terdengar teriakan Revina sedang memaki dan mengumpanti cheri yg tengah berjalan menjauh dr kantin menuju toilet.
"Astogee,, gue shock !!! Gue ...gue ..." Aurel tak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Apaan sih rel,, gue emang bisa bela diri." Cheri masih nampak datar-datar saja. "Gue gak bakal nampakin kecuali ada orang yg nantangin." Ucap Cheri kemudian
"Omooo,, loe keren bgt njirrr !!! Aaaaaa......gue ngefans sama loe Cherii." Aurel berteriak danberlari kecil memeluk badan ramping Cheri.
"Lepas gak ? Atau mau gue banting juga nih ? Risih gue dipelukk peluk apalagi sama cewe modelan loe."
"Sialan loe Cher,," Sungut Aurel kesal. Tapi disisi lain Aurel juga terkagum kagum pada temannya itu. Selain super cantik ternyata juga berani dan gak gampang tertindas.
"Apaan? Gausah ngeliatin gue gitu ! Gue colok juga tuh mata." Jawaban sewot Cheri dengan mengangkat 2 jarinya membentuk peace dan mengarahkannya ke arah mata Aurel.
"Kejem bener loe."
Kemudian tawa mereka pecah. Entah apa yg membuat keduanya melepaskan tawanya. Hanya mereka yg tau.
Sedangkan di tempat yg berbeda.....
"Cewe sialan !!! Gue gak terima diginiin." Pekik Revina. Amarah membuncah, benar-benar emosinya sudah di ubun-ubun.
"Udah Rev, dia jago dan gak gampang ditindas." Angel saat ini yg menjawab.
"Maksud loe apaan ? Loe takut ? Loe gak ngedukung gue ?" Revina mencecar pertanyaan kepada Angel. Yg ditanya hanya menggeleng,
"Maksud gue Pelan-pelan rev,, dia jago ternyata. Gak bisa kalo kita adu kekuatan, kita harus pake otak." Angel memberi saran sambil menenangkan Revina.
"Loe bener !! Kita pantau dulu, kalo sampe tuh cewe berani Songong langsung kita sikat."
Saat ini Revina dan angel sedang berada di depan kelasnya saat pulang sekolah. Memperhatikan Cheri dari kejauhan yg berjalan keluar dari kelasnya untuk pulang. Kelas Cheri berada di lantai 2 gedung sebelah Utara. Sedangkan kelas Revina berada di gedung sebelah barat lantai 2 juga, sehingga dapat terlihat dengan jelas gerak-gerik Cheri keluar dari kelasnya.
Sedangkan Cheri, gadis itu berjalan santai bersama Aurel menuju gerbang sekolah. Cheri menebeng pada Aurel yg akan main ke apartemen nya. Mereka memang sudah merencanakannya sejak di kantin tadi. Sebenernya Aurel yg kepo , dia ingin melihat apartemen cheri . Yah, begitulah akhirnya mereka pulang bersama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments