RENCANA ~

Kelima lelaki tampan para inti anggota Black Eagle berjalan santai, sialnya terlihat cool. Bukan sedikit, tapi banyak pasang mata terlebih lagi para betina yg menatap penuh damba ke arah kelima lelaki tampan itu. Mereka berjalan biasa, tapi terlihat seperti tebar pesona.

Clay, Ansel, Frey, Darian, dan Jarvis melangkah lebar menghampiri Arel. Arel sendiri tengah melepas atribut pengaman di tangannya.

"Gimana?" Ansel menepuk bahu Arel.

"I-itu Che-cheri ?" Belum sempat Arel menjawab, Frey bertanya terbata-bata. Tangannya terulur menunjuk seseorang agak jauh dibelakang Arel.

Dengan cepat kelima lelaki lainnya mengikuti arah tunjuk Frey dan sontak membelalakkan matanya. Terkejut ? Ohh sudah pasti. Bahkan shock hingga rahang mereka menganga tak percaya dengan apa yg mereka lihat. Begitupun Arel,,, cowo tampan satu ini memang masih setia dengan wajah datarnya, tapi kenyataannya ia lebih terkejut melihat sosok gadis yg dicintainya menjadi rival balapannya.

Yaa,,saat ini anggota Black Eagle sedang berada di arena sirkuit. Dan Arel, dialah yg turun untuk balapan malam ini. Tak ayal suasana malam ini lebih ramai dari biasanya. Karna banyak yg sengaja datang hanya untuk melihat sang raja jalanan super ganteng.

"Ja-jadi yg ngalahin Arel itu si Cheri ?" Tanya Jarvis dengan wajah shock dan tegang.

"Si Arel belom kalah njir, masih seri." Jawab Darian yg matanya masih lekat menatap Cheri.

"Sialan ! Bener-bener cewe tanpa minus sih ini." Frey menimpali

"Cheri anggota geng 'Star'?" Ansel bertanya

"Anjay,,itu si Rey pake acara pegang-pegang kepala Cheri !" Pekik Clay dan reflek menutup mulutnya sendiri Karna sadar perkataan nya adalah kompor.

Arel menatap lekat ke arah Cheri, rahangnya mengeras. Arel membuka helmnya dan dengan cepat berjalan ke arah Cheri yg nampak tertawa bersama Rey. Melihat ekspresi cheri begitu bahagia dengan lelaki lain, jelas membuat darah Arel mendidih. Tangannya terkepal kuat.

Pattsss

Arel menepis kasar tangan Rey yg saat ini melingkar di pundak Cheri. Rey tersentak kaget dengan sikap Arel yg tiba-tiba. Ada apa ? Dirinya merasa tak pernah membuat masalah dengan Black Eagle. Kalaupun ada masalah dengan Black Eagle,, pasti anggota lainnya yg turun tangan. Jika Arel sudah turun secara langsung, berarti Masalah itu tidak main-main.

"Ehh...? Ar,?" Cheri terkesiap melihat Arel secara tiba-tiba berada di arena sirkuit.

"Loe kenal ?" Ini Rey yg bertanya pada Cheri.

"Heemmm, kita satu sekol--"

"Cheri, cewe gue !" Arel menjawab cepat tak mengijinkan cheri menyelesaikan kalimatnya.

"Hah...?" Rey terkejut tak percaya.

"Nah,, Arel mode posesif comeback." Celetuk Clay dari arah belakang Arel. Begitupun yg lainnya, mereka memilih menyusul Arel.

"Lah, kalian juga disini ?" Tanya Cheri saat melihat anggota Black Eagle lainnya.

"Ya iyalah Oneng ! Yg balapan kan Arel, masa kita gak Dateng kesini ." Jawab Clay asal

"Ini raja jalanan yg gue maksud Cher. Yg seri sama loe ." Ujar Rey kemudian

"Gila loe Cher,,tadi siang udah bikin kita shock shack shock, dan sekarang berulah lagi loe ?" Tanya Jarvis ke arah Cheri.

"Eh tutup toples ! Apaan yg bikin ulah njir ? Cheri baru ajah nunjukin bakat, bukan bikin masalah." Clay menepuk kepala belakang Jarvis.

"Maksud gue, cheri berulah bikin gue makin terkagum-kagum ." Jarvis menjawab sambil cengengesan.

"Heh Jar ,, mending loe diem. Loe godain Cheri, besok kepala loe udah gak di tempat !" Darian mengingatkan.

Jarvis mode ngambek. Tangannya terangkat dilipat di depan dada. Bibirnya sudah mengerucut menandakan dirinya tengah kesal. Sedangkan cheri masih dengan tampang kebingungan.

"Ja-jadi ta-tadi kita balapan ?" Tanya Cheri terbata-bata menunjuk dirinya dan Arel bergantian

"Lah gue pikir Rey yg balapan trus si Cheri yg nyamperin. Ternyata kebalik ya ?" Clay cengo

"Kalian ? Kok bisa ?" Frey bertanya dengan menunjuk ke arah cheri dan Frey.

"Ekhemm,, sorry jangan salah paham Rel. Kita gak ada hubungan apa-apa." Ujar Reysakha berusaha menjelaskan saat sadar akan tatapan Arel padanya.

"Enak aja bilang kita gak ada hubungan apa-apa."

Deg

Arel tegang mendengar pernyataan spontan Cheri. Begitupun yg lainnya, mereka tak kalah terkejut. Sedangkan Rey justru menepuk jidatnya

"Dasar ogeb ! Kata-kata loe rancu bgt njirrr." Ujar Rey sambil memberi kode kepada cheri dengan matanya melirik ke arah Arel.

Cheri mengikuti arah lirikan Rey. Kepalnya menoleh menatap Arel.

Glek

Cheri kesusahan menelan salivanya, tatapan Arel begitu mengintimidasi. Cheri sadar, dirinya baru saja salah bicara. Maksudnya salah dalam menyusun kalimat.

"Ehh...jangan salah paham! Bang Rey itu Kakak sepupu gue. Kita satu marga malahan."

"What ?"

"Apa ?"

Mereka sontak kaget membelalakkan mata mendengar penuturan Cheri. Sedangkan Arel, lelaki itu akhirnya bernafas lega. Ia menghembuskan nafasnya kasar. Pandangannya sudah mulai teduh tanpa emosi.

"Wait...wait...Berarti yg waktu itu balapan pake motor kuning , adeknya ketua 'Star' dan seri ,,itu loe ?" Tanya Clay kepada cheri.

"Betul ! Itu awal-awal Cheri baru pindah ke kota ini. Kalau soal balapan, cheri belum ada tandingannya. Makanya gue ajakin dia balapan lawan Arel. Ternyata mereka seimbang." Bukan Cheri yg menjawab, melainkan Rey yg menjelaskan.

"What ?"

"Apa ?"

Dan lagi mereka kompak memekik kaget.

"Bener-bener penuh plot twist malam ini." Darian menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Bener-bener gue makin suka sama Cheri." Gumam Jarvis yg seketika mendapat tatapan tajam dari Arel. "Eh, maksud gue .... Gue makin suka makan buah cheri. Iya itu."

Sontak saja mereka yg disana tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban salah tingkah Jarvis.

"Jadi gimana ? Kalian mau tanding ulang?" Tanya Rey kepada Cheri dan Arel dengan suara bergetar berusaha menormalkan nafasnya setelah puas tertawa.

"Mau"

"Gak"

Arel dan Cheri kompak menjawab meskipun jawaban mereka berbeda. Cheri mengerucutkan bibirnya menatap Arel kesal. Arel hanya memperhatikan Cheri sedari tadi. 'Ahh...gemas sekali' batin Arel.

"Ambil uangnya, transfer ke cheri !" Titah Arel yg di tujukan kepada Rey.

"Hah..?? Maksudnya gue yg menang gitu ?" Cheri bertanya memastikan kepada Arel.

"Heemmm"

"Mode bucin juga comeback" desah Clay melihat ulah Arel.

"Pulang bareng gue !" Ajak Arel kepada cheri.

Tak perlu menunggu jawaban, Arel langsung menarik tangan Cheri berjalan menuju sepeda sport milik Arel.

"Abang...! Gue duluan ya? Bilang Tante, gue gak jadi nginep !" Teriak Cheri sambil berlari kecil menyamai langkah lebar Arel.

Suasana arena sirkuit yg awalnya ramai seketika hening. Semua penonton yg sejak tadi memperhatikan, mengira kubu Black Eagle dan Star sedang berdebat. Tapi beberapa saat , suara bisikan-bisikan mulai terdengar Karna kini Arel, sang ketua Black Eagle yg terkenal dingin, datar, dan sangat di takuti sedang menggandeng tangan seorang gadis cantik. Dan gadis itu adalah rivalnya sendiri !

"Sejak kapan ikut balapan?" Tanya Arel datar.

"Udah 2 tahunan sih,,pokoknya semenjak pindah sekolah gue banyak latihan. Kenapa ?"

"Gak usah balapan lagi !"

"Hah...? Mana bisa gitu? Gue seneng balapan, dan gue bisa jaga diri sendiri. Lagian hasil balapan tuh lumayan buat biaya hidup. Loe kan tau gue mandiri sekarang " cheri masih kekeh menjelaskan kepada Arel.

"Balapan harus sama gue !"

Cheri tak menjawab. Gadis itu hanya menarik nafas panjang dan membuangnya kasar. Arel yg sekarang benar-benar lebih manis tapi posesif. Bahkan tidak bisa ditolak kemauannya.

***

Berada di sebuah mansion mewah, pria berusaha 26 tahun sedang duduk menyilangkan kakinya di sebuah sofa single favorite nya. Tidak sedang melakukan pekerjaan, hanya duduk dan mendengar laporan-laporan dari para bawahannya.

Satu puntung rokok telah habis ia sesap, kembali pria itu menyalakan rokoknya. Laporan demi laporan ia dengarkan dan beberapa berkas yg harus ia tanda tangani. Hingga salah satu bawahannya melangkah gemetar mendekatinya dengan wajah babak belur.

"Bagaimana?"

"Maaf tuan, kami gagal membawa nona Cheri." Ucapa bawahan tersebut dengan kepala menunduk.

Ya,,pria itu adalah Anggara. Pria itu sedang berada di mansion ya pada malam hari untuk menuntaskan dan mendengar laporan-laporan pekerjaannya seharian ini.

"Gagal ? Kalian berlima, dan gagal membawa seorang gadis ? Hanya seorang!" Wajah Anggara mulai emosi. Nadanya meninggi

"Ma-maaf tuan,,tapi nona Cheri tidak selemah yg kita bayangkan. Kekuatannya di atas rata-rata tuan."

"Bedebah ! Kalian tidak benar-benar tidak becus !" Ucap Anggara penuh amarah. Tangan pria itu mencengkram kuat leher orang suruhan yg berada di hadapannya.

"Aku membayar kalian mahal dan aku tidak mau tau,,kalian harus membawa gadis cantik itu untukku. Pikirkan caranya !" Ujar Anggara lagi penuh penekanan sembari melepas cekalan tangannya.

"Ba-baik tuan."

"Pergi !" Perintah Anggara kemudian.

Anggara benar-benar murka. Rencananya malam ini untuk bersenang-senang dengan gadis obsesinya gagal. Anggara sudah mencari tau banyak tentang Cherika, dirinya juga tau bahwa Cheri adalah gadis yg ahli bela diri. Tapi, pria itu sungguh tidak menyangka bahwa sekuat itu Cheri. Bahkan dengan mudah menumbangkan 5 orang suruhannya.

Anggara kembali duduk di sofanya. Otaknya berfikir keras bagaimana bisa membawa Cheri ke hadapannya. Jika menggunakan kekuatan saja tidak bisa, maka kali ini dirinya berfikir cara licik agar Cheri bisa segera menjadi miliknya.

***

"Kita ngebolos lagi nih ?" Tanya Darian saat baru saja sampai dan memarkirkan motornya di sekolah.

"Biasa, kumpul di gazebo. Arel mau bahas misi." Clay menjawab sambil meletakkan helm nya.

"Iya ahhh, mending bahas misi daripada ngikutin pelajaran pak beruang." Celetuk Jarvis

"Pak beruang siapa anjir ?" Clay bertanya keheranan.

"Itu, si pak Bearnard ."

"Itu guru namanya Pak Bernard ogeb !" Frey memukul keras kepala kepala belakang Jarvis.

"Loh, udah ganti ?"

"Udah buruan cabut,,gila gue lama-lama dengerin dia." Ujar Darian sambil menunjuk Jarvis.

Pagi ini mereka hanya berempat, Karna Arel dan Ansel sudah berangkat sejak tadi. Mereka berempat berjalan di koridor utama menuju gazebo belakang gudang sekolah.

Setelah melewati gudang, terdapat sebuah gazebo tua yg jelas sudah dibersihkan dan diperbaiki agar dapat dijadikan tempat berkumpul para anggota inti Black Eagle. Disana sudah terlihat Arel dan Ansel yg sama-sama sibuk dengan ponselnya.

"Sel, gimana ?" Tanya Clay yg baru saja sampai bersama ketiga lelaki lainnya.

Ansel mendongak saat mendapat pertanyaan itu. Detik berikutnya ia tegakkan punggungnya dan meletakkan ponsel yg sedari tadi ia pegang. Begitupun dengan Arel,,, ketika semuanya sudah berkumpul , mereka siap membahas misi yg akan mereka selesaikan.

"Frey ?" Arel menatap Frey seolah menuntut penjelasan.

Arel sudah mengeluarkan suara, tanpa komando mereka semua merubah raut wajah mereka menjadi lebih serius. Begitulah anggota Black Eagle, terlihat cringe memang...tapi jika menyangkut misi, mereka akan sangat serius dan mengeluarkan kemampuan mereka masing-masing.

"Oke ! Pertama, pihak kepolisian udah ngehubungin Ansel kemarin. Mereka secara official meminta kita membantu memecahkan kasus ini."

"Kedua, ini kasus udah berjalan sebulan lebih. Terakhir kita bahas dan korban terakhir sekitar dua Minggu lalu. Dan sampai sekarang, informasi dari pihak kepolisian yg gue terima cuma dikit. Polisi benar-benar sulit menemukan barang bukti, jejak dan riwayat aktivitas. Semuanya benar-benar bersih tidak terdeteksi." Frey masih menjelaskan.

"Ketiga, informasi tambahan dari detektif kepolisian. Korban terakhir adalah anak jalanan kisaran usia 11 -13 tahun, hidup sebatang kara. Dia hidup sendiri di rumah kardus daerah perkampungan kumuh. Yg melaporkan anak ini hilang adalah teman lumayan dekat. Karna beberapa hari gak turun ngamen. Polisi melalukan penyelidikan dan pencarian, tapi nihil. Satu-satunya yg polisi dapat adalah, gelang milik korban. Jatuh di depan sebuah toko roti."

"Hanya sebatas gelang yg polisi temukan ?" Tanya Clay

"Yang gue denger juga cuma sebatas gelang. Aktivitas sebelum menghilang juga tidak ada yg mencurigakan. CCTV sekitar toko roti juga gak ada yg mencurigakan." Terang Jarvis kemudian

"Anjirr,, pelakunya terlalu licin."

"Korban baru." Ucap Arel singkat.

"Maksudnya ada korban baru ?" Tanya Darian

"Tadi pagi-pagi banget, gue sama Arel dapet info kalau ada laporan dari salah satu pekerja malam di sebuah club. Katanya temen dia hilang. Mereka para pekerja club' kan ada mess husus pekerja disana sekaligus untuk melayani tamu gitu. Nah yg lapor namanya Rani, dia bilang teman  samping kamarnya udah 2 hari gak pulang. Gue sama Arel nyari tau, yg hilang ini namanya Cristine dan dia hidup sendiri. Keluarganya udah gak ada semua. Udah sebulan ini dia gak ngelayanin tamu Karna ternyata dia lagi hamil."

"Padahal beberapa Minggu ini udah gak ada kasus ya?" Darian bertanya

"Karna pelakunya nunggu keadaan tenang dulu. Sekarang dia beraksi lagi."

"Udah ada perintah dr kepolisian, trus kapan gerak ?" Tanya Clay menatap satu persatu temannya.

"Nanti malam !" Jawab Arel singkat.

"Oke kita bagi aja ! Clay, Jarvis, dan Darian ke club' nanti malam. Gue, Arel, dan satu anggota detektif kepolisian bakal datengin mess nya. Dan loe Frey, loe boleh ikut atau diem ajah di markas. Kita cari informasi sebanyak mungkin." Ansel memberi titahnya.

"Siap !" Jawab mereka kompak

XII IPS 1 -

Kelas Cheri saat ini sedang ramai dengan riuh ricuh para siswanya. Sebagian besar mereka sedang bergosip, sebagian kecil dari mereka menyelesaikan tugas yg diberikan guru. Pasalnya sedang kosong di jam pertama ini.

"Jadi ,,jadi,, loe beneran balikan sama Arel ?" Tanya Aurel dengan berbisik ke arah Cheri.

"I don't know !" Jawab singkat Cheri dengan tetap fokus menyelesaikan tugasnya.

"Ihhh,, serius Cheri." Rengek Aurel

"Ckk,,gue beneran gak tau njir. Dia emang ngajak balikan, tapi gak ngasih gue pilihan. Dia gak Nerima penolakan, dan dia sendiri yg mendeklarasikan kalo kita ini pacaran !" Ujar Cheri menjabarkan.

"Yeee si juminten...itu namanya kalian udah pacaran !"

"Tapi gue gak mau,, lebih tepatnya masih belum yakin buat balik rel." Kini Cheri beralih menatap Aurel dan duduk berhadapan.

"Yauda sii,, gak rugi juga punya cowo spek dewa. Gue juga kalo ditawarin pasti mau-mau aja."

"Arel posesif parah anying."

"Eh, masa sih ? Kembaran kulkas bisa posesif ?" Aurel terperangah mendengar ucapan Cheri.

"Behhh,, parah posesifnya. Ntr loe bakalan tau sendiri."

"Yaudah, gue anggep kita Princess 'BE' kalo gitu." Ucap Aurel dengan mata berbinar

"Apaan tuh ? Belokan empang ?"

"Astaga !! Otak loe gak bisa mikir yg bagusan dikit gitu ? Jelek amat Belokan Empang." Aurel menjitak pelan kening Cheri. Sedangkan Cheri hanya terkekeh. "BE itu kepanjangan Black Eagle, ege !"

"Cihh,, kita Princess Black Eagle gitu ?"

"Iya Cheriku yg cantik ! Kan loe bininya pak ketua, gue bininya Waketu." Jawab Aurel sambil cengengesan.

"Idihh... Kawin ajah belom, udah ngaku bininya. Dasar sinting!" Cheri menoyor kepala Aurel sambil beranjak dari kursinya.

"Mau kemana loe ?" Tanya Aurel yg kesal

"Toilet." Teriak Cheri yg sudah di ambang pintu.

Cheri berjalan sendirian di sepanjang koridor lantai 2  gedung IPS menuju toilet di pojok lantai dua. Sedikit kecewa, Karna saat sampai toilet ternyata sedang tidak dapat digunakan. Alhasil Cheri berjalan menuruni tangga dan memutuskan untuk pergi ke toilet di gedung utama.

Gedung utama hanya ada satu lantai dan beberapa ruangan soft skill dan ruangan praktek. Dan gedung utama juga yg lebih dekat dengan Gedung IPS, maka dari itu Cheri lebih memilih toilet yg ada di situ.

Saat akan memasuki toilet, Cheri yg tidak siap dengan serangan tiba-tiba di bekap dari arah belakang tubuhnya. Bukan hanya satu orang, tapi ada 3 orang yg kemudian membopong tubuh ramping Cheri ke arah gudang.

Bugghhh...

BKetiga lelaki yg membopong tubuh cheri langsung dengan kompak melempar tubuh cheri ke arah tumpukan meja kursi di sisi kanan gudang. Jelas,,dilempar seperti itu membuat tubuh Cheri melayang ke arah properti kayu itu. Cukup keras membuat kaki kanan cidera dan lengan kanannya terluka.

Cheri bukan gadis lemah, ia bangkit dan menatap ketiga lelaki yg berseragam sama sepertinya sedang menyeringai. Tak lama dari arah samping muncul Revina dan Angle dengan senyum liciknya.

"Gimana jagoan ? Loe gak cukup kuat ternyata." Sindir Revina dengan gayanya bersendekap tangan di dada.

"Cih,, beraninya main keroyokan. Dasar mental tikus." Cibir Cheri menahan nyeri disekujur tubuhnya.

"Brengsek ! Gue bener-bener muak. Udah gue peringatin jangan cari masalah sama gue, tapi loe  nantangin gue ternyata." Suara Revina sudah mulai meninggi.

"Dasar cewe sinting ! Yg cari masalah siapa sih ? Bukannya loe yg dengki Mulu sama gue ?"

"Loe jal*Ng yg ngerayu cowo gue !" Ujar Revina dengan tatapan nyalang.

Cheri hanya menyatukan alisnya dengan wajah bingung dan menuntut jawaban.

"Semua orang di sekolah ini tau, kalau Arel punya gue ! Dan loe,,,gatel bgt anjir gangguin Arel." Bukan Revina, melainkan Angel yg menjawab.

"Arel punya loe ? Mending loe tanya langsung sama orangnya. Siapa yg ngejar-ngejar, siapa yg mohon-mohon biar bisa Deket sama gue. Sekalian tanyain, mau gak Arel sama cewe modelan kaya loe ?" Cibir Cheri masih dengan gaya santainya.

"Sialan ! Loe bener-bener anj*ng ! Loe gak bakal bisa hidup tenang disekolah ini !" Revina sudah habis kesabaran. Suaranya sudah meninggi hingga memperlihatkan urat-urat di lehernya."Kalian beri pelajaran cewe jal*ng itu, tanpa kasihan dan tanpa ampun. Terserah mau kalian apakan, menikmatinya pun boleh. Kalian udah gue bayar mahal ! Kerjakan dengan baik ." Perintah Revina kepada 3 lelaki yg sejak tadi berada di belakangnya.

Ketiga lelaki itu berjalan mendekat ke arah cheri dengan seringai licik menghiasi bibir mereka. Tak hanya itu, salah satu dari mereka membawa balok kayu cukup besar sebagai senjata. Sedangkan cheri masih santai di tempatnya. Tanpa takut dan tanpa berpindah, Karna sejujurnya kaki Cheri sedang tidak baik-baik saja.

Terpopuler

Comments

Su Tejo

Su Tejo

Hajar Cherr ..

2024-07-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!