MENGAGUMI

 Teng...teng...teng.....

Bel tanda pulang sekolah di SMA Bina Nusantara. Di kelas XII IPS 1, gadis cantik bernama Cheri sedang tergesa-gesa membereskan buku nya.

"Dikejar setan loe ?" Tanya Aurel melihat tingkah Cheri yg terburu-buru.

"Ho'oh, makanya gue cepet-cepet."

"Hah.....Yg bener njir ?"

"Ssttt, gausah banyak tanya. Gue buru-buru mau balikin buku ke perpus."

"Isshhh, tungguin gue ikut. Males pulang cepet, rumah gue sepi. Mampir cafe yuk, gue yg traktir."

"Boleh deh. Yaudah yuk." Ucap Cheri dengan menarik tangan Aurel menuju perpustakaan.

Sekolah sudah mulai sepi, hanya ada beberapa murid dan anggota OSIS disana. Cheri dan Aurel berjalan santai menuju perpustakaan, seperti niat awal Cheri ingin mengembalikan buku. Di tengah perjalanan, handphone Cheri bergetar tanda pesan masuk

  +628111xxx [Ayo pulang]

Cheri berhenti sejenak memperhatikan keadaan sekitar. Tidak ada yg mencurigakan. Lalu lanjut berjalan lagi menuju tempat rencana awal.

"Ckk,, loe kenapa sih ? Mencurigakan bgt. Pesan dari siapa sih ?" Tanya Aurel kepo dengan gerak-gerik Cheri.

"Dr Arel."

"What ?" Pekik Aurel histeris. "Lah, kok bisa tau nomer loe ?" Tanya Aurel heran.

"Apa yg dia gak tau rel ? Gue tidur salto ajah pasti dia tau."

"Wait...wait.... Gue loading ."

"Dasar ogeb !! Arel itu ahli IT bahkan lebih jago dr Frey. Dia juga jenius seperti Ansel. Dia juga ahli strategi bahkan lebih dr Darian juga Jarvis. Dan lagi, dia paling kuat di antara semua, makanya dia yg jadi ketua Black Eagle. Turunan bokapnya !" Jelas Cheri panjang lebar.

"Ooo begitu...." Aurel hanya manggut-manggut. "Jadi dia nyari tau sendiri nomer loe ? Dan secepat ini dapetnya ?"

"Heemmm"

"Loe tau banyak ya tentang mereka ? Ceritain ke gue dong."

"Gak juga, cuma kan mereka emang terkenal dari dulu."

Saat ini Cheri dan Aurel sudah berjalan ke arah gerbang. Aurel yg saat ini tidak dijemput supirnya (Karna dia nyuruh supir jemputnya nanti), memutuskan berjalan saja bersama Cheri ke Cafe yg mereka rencanakan. Tidak terlalu jauh, hanya berjarak kurang lebih 300 meter. Tapi agar lebih cepat, mereka memutuskan melewati jalan pintas.

Jalan pintas yg dimaksud adalah jalan setapak dekat lapangan bersebrangan dengan SMA Bina Nusantara. Cukup terik dan sepi, Karna memang hanya ada lapangan bola luas yg biasanya ramai jika sore saja. Cheri berjalan agak gelisah, sesekali dia mengamati sekitar.

"Loe kenapa sih Cher ? Tegang amat muka loe." Tanya Aurel saat menyadari raut wajah temannya itu.

"Kok kaya ada yg ngikutin kita ya."

"Isshhh,, gak lucu deh. Jangan nakut-nakutin gue !"

"Dasar oon, ngapain juga gue nakutin elu." Jawab Cheri sekenanya dan bertepatan dengan suara dering telepon milik Aurel.

Yang menelepon adalah Clay pacar Aurel. Mereka hanya saling menanyakan keberadaan masing-masing saat ini. Saat dengan asik bertelepon, tiba-tiba saja Aurel berteriak

"Aaaaaa a...... Cheri mereka siapa ?" Tanya Aurel panik saat melihat adanya segerombolan pria berpakaian serba hitam menghadang mereka.

  [ Halooo,, beb? Kamu kenapa? ]

Suara Clay di sebrang telepon masih terdengar. Namun Cheri dan Aurel tak menggubris. Mereka tengah fokus melindungi diri mereka sendiri.

"Siapa kalian ?" Tanya Cheri lantang

"Tidak usah banyak tanya nona, lebih baik anda mengikuti kami secara baik-baik, agar anda tidak terluka." Jawab salah satu dari para penghadang. Jumlah mereka ada 5 orang.

"Gak Sudi !! Gue anti Deket-deket sama kuman."

"Kami hanya diperintahkan nona,,, maka sebelum anda kami paksa, lebih baik anda mengikuti kami secara baik-baik."

"Cihh....ogah gue." Jawab Cheri lantang.

"Tuan Anggara sudah menunggu nona, jangan sampai kami menyakiti anda."

Hening sejenak....Cheri fikir mereka suruhan dari ayahnya. Tapi apa kata mereka tadi ? Tuan Anggara ? Siapa dia ? Cheri benar-benar tidak tau dan tidak pernah merasa memiliki urusan dengan orang bernama Anggara.

"Cher, gue takut." Ucap Aurel lirih.

"Santai ajah,, tetep di belakang gue. Ngerti ?" Ujar Cheri yg kemudian dijawab sebuah anggukan oleh Aurel.

"Gue gak bakal ngikut kalian. Gue gak pernah punya masalah sama tuan kalian." Ujar Cheri lagi yg kali ini dia tujukan untuk 5 orang pria sangar di hadapannya.

"Maaf nona, anda terlalu banyak bicara." Ucap satu pria yg penampilannya paling rapi menggunakan setelan jas berwarna hitam. "Kalian,, cepat tangkap nona Cheri ! Bawa dia hidup-hidup tanpa ada luka!" Perintahnya kemudian kepada 4 orang di belakangnya.

Dua orang pria bertubuh tegap maju dengan cepat. Dan salah  satunya meraih pergelangan tangan Cheri dan menariknya kuat.

"Bedebah !"

***

'Halooo,, beb? Kamu kenapa?'

  'Halooo'

  'Aurel !!'

Clay benar-benar panik saat mendengar teriakan Aurel dari sebrang telepon. Lelaki itu terus memanggil tapi tak ada jawaban dari pacarnya. Saat ini Clay berada di parkiran sekolah bersama sahabat-sahabat nya. Berawal dari Arel yg masih ingin menunggu Cheri untuk pulang bersama.

Karena menunggu terlalu lama, akhirnya Clay menghubungi kekasih nya sekaligus untuk bertanya tentang Cheri. Clay sudah tau bahwa Aurel dan Cheri akan menuju sebuah Cafe yg tidak terlalu jauh dr sekolah. Tapi tiba-tiba saja Aurel berteriak tanpa memberi tau ada apa. Jadilah Clay panik

"Loe kenapa ?" Frey bertanya Karna melihat wajah Clay yg panik.

"Shitt ! Ikut gue,, Aurel lagi dalam bahaya, kaya nya lagi bareng Cheri juga." Jawab Clay kemudian berlari keluar gerbang dan menuju tempat yg terakhir kali di sebutkan Aurel di telepon tadi.

Tanpa aba-aba, kelima lelaki tampan berpostur tinggi tegap berlari mengikuti Clay termasuk Arel. Tak butuh waktu lama bagi mereka menemukan Cheri dan Aurel, mereka berhenti berjarak sekitar 50 meter dari tempat Cheri dan Aurel. Clay dan yg lainnya panik saat melihat Cheri dan Aurel di hadang oleh 5 orang pria berbaju serba hitam.

"Clay, Stop !" Ujar Arel memberi perintah.

"Apaan njir,,loe gak liat mereka mau diculik ?"

"Cheri bisa." Ucap Arel sekali lagi dengan sangat tenang.

"Sebisa bisanya Cheri, yg dia hadapi 5 orang Rel. Dari postur tubuh ajah udah kalah." Kini Ansel yg berkomentar. Dia juga terlihat sedikit khawatir.

"Lihat !" Perdebatan mereka terhenti saat Arel menunjuk ke arah Cheri dengan dagunya.

Serempak kelima lelaki itu mengikuti arah pandang Arel. Tanpa komando, mereka terkesiap melihat pemandangan yg agak jauh di depan mereka. Dengan jelas mereka melihat Cheri seorang diri melawan 5 orang lelaki kekar.

Sudah 3 orang yg tergelatak tak berdaya akibat ulah Cheri, Masih ada 2 pria lagi. Tanpa aba-aba, kedua pria itu maju secara bersamaan Karna dirasa lawan mereka kali ini bukan gadis sembarangan. Mereka berlari menerjang Cheri,, dengan sigap gadis cantik itu mengalungkan tangannya kepada salah satu pria itu kemudian berputar dengan cepat. Dan....tepat sasaran ! Kaki Cheri yg terangkat saat berputar tepat mengenai wajah satu pria di belakangnya. Tanpa jeda, Cheri menarik tangannya yg melingkar di leher pria lainnya dan menghantam dahi pria itu dengan dahinya sendiri. Saat kedua pria itu sedikit oleng, Cheri sedikit melompat dan menendang bagian vital pria yg masih berdiri memegangi dahinya. Kemudian beralih menginjak tengkuk pria yg limbung Karna tendangannya tadi.

"My Queen." Suara Arel lirih tapi masih di dengar oleh yg lain.

"Gue kagum." Ansel bersuara kemudian. Sontak saja kelima lelaki lainnya menoleh dan menatap Ansel.

"Wajar sih...tipe cewe yg gak menye-menye, Cantik, pinter, apalagi yg kita gak tau ?" Frey bergumam.

"Kalo diliat kemampuannya, Cheri lebih jago dibanding loe tau Frey." Ujar Darian menimpali.

"Makin pengen ngejar gue." Celetuk Jarvis yg langsung mendapat jitakan keras dari Arel.

"Santai boss, kita saingan secara sehat." Jawab Jarvis sambil menaik turunkan alisnya.

"Bacot !"

Arel menjawab sinis kemudian berjalan mendekat ke arah Cheri dan Aurel setelah terlihat Cheri berhasil menumbangkan kelima pria matang tersebut. Langkah Arel sangat cepat, sehingga tak butuh waktu lama untuk sampai di dekat Cheri. Arel menarik pinggang ramping Cheri membuat gadis itu menabrakkan kepalanya pada dada bidang Arel.

"Eh....." Cheri terlonjak Karna kaget. Ia mendongakkan kepalanya dan menatap pemilik tangan kekar yg bertengger di pinggangnya. "Ar ,,, lepasin gak ?"

"Gak papa, hm ?" Bukannya melepas tangan dari pinggang Cheri, Arel justru melontarkan pertanyaan lain kepada gadis itu.

Deg

"I-iya gu-gue gak papa,, tapi ini lepas dulu." Cheri mendadak gugup, jantungnya berpacu lebih cepat. Cheri berusaha melepas lengan Arel. 'Anjir, jantung gue lompat-lompat.' batin cheri

Arel menarik sudut bibirnya membentuk lengkungan singkat yg dapat dilihat jelas oleh Cheri. Kemudian melepas tangannya yg sebenarnya masih betah memeluk pinggang ramping gadis itu.

"Kalian liat kejadian tadi, tapi gak ada nolongin. Gimana sih ?" Sewot Aurel saat pundaknya tengah di rangkul Clay.

"Santai beb,, kita tau kemampuan Cheri. Makanya kita cuma mantau dr jauh." Clay menjawab sambil menenangkan kekasihnya itu.

"Bener rel,,loe gausah panik. See....mereka terkapar tak berdaya." Ucap Frey sambil melirik korban-korban Cheri yg tak berdaya.

"Iya tapi kan tetep ajah, Cheri tuh Cewe. Lawannya pria badannya kekar lagi." Sungut Aurel masih tak mau kalah.

"Udah sayang,, kamu bareng Cheri aman. Bahkan Arel pun kalo lawan Cheri pasti kalah." Ejek Clay melirik Arel.

"Hah ?? Sejago itu loe Cher ?" Aurel membulatkan matanya shock.

"Engga ihh...lebay --"

"Pulang !" Titah Arel sebelum Cheri menyelesaikan ucapannya.

Arel menarik pergelangan tangan Cheri berjalan balik menuju parkiran sekolah. Cheri hanya pasrah tak bisa menolak lagi. Gadis itu nampak berkali-kali membuang nafasnya kasar. Begitupun dengan kelima lelaki plus satu gadis yg melihat pemandangan itu, mereka menyusul langkah Arel dan Cheri menuju parkiran.

***

"Kenapa kabur, hm ?" Tanya Arel saat duduk di sofa milik Cheri.

"Siapa yg kabur ? Gue mau ke cafe bareng Orel, gue gak mau pulang bareng loe." Jawab Cheri sembari meletakkan segelas jus ke meja di hadapan Arel.

Saat ini keduanya sedang berada di apartemen milik Cheri. Setelah mendebat Cheri, akhirnya Arel di izinkan bertamu ke apartemen Cheri.

"Loe milik gue !"

"Ogah !"

"Gak ada penolakan."

Cheri menghembuskan nafasnya. Dirinya tengah kesal mengahadapi lelaki keras kepala di hadapannya.

"Kenapa sih Ar ? Banyak yg lebih dari gue ! Loe bisa dapetin mereka dengan mudah. Kita udah selesai dari 2 tahun lalu Ar......."

"Belum." Jawab Arel sebelum Cheri menyelesaikan ocehannya. Cheri menatap lekat lelaki tampan itu.

"Ya kenapa harus balik lagi sama gue ?" Tanya Cheri sekali lagi

"Gue Sayang !"

"Hah.....?"

"Gue Cinta !"

"Eh......"

"Lo,, gak akan ada yg bisa gantiin !"

Deg

Jantung Cheri lagi-lagi bekerja dua kali lebih cepat.Keduanya saling menatap satu sama lain. Cheri masih mencari celah kebohongan dari raut wajah Arel. Sial,,dirinya tak menemukan kebohongan dari tatapan Arel.

Keduanya kompak menyandarkan punggung mereka di sofa. Cheri menatap langit-langit, menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan.

"Baiklah....." Cheri berujar lirih." Ehh....." Dirinya membelalak saat tiba-tiba Arel berpindah di sampingnya dan memeluk Cheri dari samping.

"Thanks" Ucap Arel singkat.

Yaa,,akhirnya Cheri menyerah kepada Arel. Dengan sisa keyakinannya, ia akan kembali mencoba menjalani hubungan dengan sang mantan kekasih. Entah bagaimana kedepannya, Cheri mengikuti alurnya saja.

"Hidup gue problematik saat ini. Gue yakin, sedikit banyak loe bakal ikutan pusing dengan hidup gue Ar,," Ujar Cheri masih dalam pelukan Arel.

"I don't Care, Babe." Bisik Arel tepat di daun telinga Cheri. Cheri bergidik ngeri.

"Bi-bisa le-lepasin dulu gak ?" Mendadak Cheri gugup.

Arel melepaskan pelukannya dengan senyum tipis melekat di wajahnya. Tanpa suara, Arel menatap lekat gadis Cantik di hadapannya itu. Bohong jika Cheri tidak terpana dengan senyuman Arel yg amat sangat singkat itu.

"Cih,, depan gue senyum-senyum loe. Giliran sama orang, mahal amat." Sindir Cheri terang-terangan.

"Senyum, suara, dan protect gue cuma buat loe !"

Deg

"Sial ! Jantung gue selalu gak aman kalo bareng loe." Ujar Cheri berusaha sok sinis padahal wajahnya sudah merah seperti udang rebus.

"Mulai sekarang hati-hati!" Titah Arel tiba-tiba.

"Kenapa ?"

"Loe mau di jodohin kan ?"

"Eh...? Kok tau ?" Cheri terkesiap mendengar pertanyaan Arel.

"Apa yg gue gak tau ?"

"Suombong amat." Cheri berdecih. "Jangan-jangan, yg tadi itu ada hubungannya ?" Cheri seketika mengingat kejadian tadi dan mencari benang merah dari perkataan Arel.

"Heemmm." Arel bergumam."Anggara - dia Orang yg mau di jodohin sama loe."

"Huffttt....gue pikir anak buah bokap gue." Cheri mendesah keras. "Bokap gue gila,,dia ngejual gue cuma buat bisnis. Bokap gue udah banyak berubah Ar,, bahkan gue gak kenal bokap gue yg sekarang." Cheri menundukkan kepalanya. Tak menyangka hidupnya akan serumit ini.

Arel mengulurkan tangannya, mengusap lembut surai Cheri perlahan. Lelaki ini begitu kagum dengan Cheri. Gadis cantik, pintar, kuat, dan mandiri. Cheri selalu bisa menutupi semua masalahnya dengan keceriaan yg ia tampilkan.

"Anggara orang yg sangat licik." Arel melanjutkan. Sedangkan Cheri memutar kepalanya menatap Arel. "Pria itu akan datang lagi dengan rencana licik lainnya."

"Heemmm,,santai aja. Gue bisa ngadepinnya."

"Loe bisa manfaatin gue."

"Sialan !! Loe pikir gue cewe apaan yg suka manfaatin cowo gitu." Ketus Cheri. Reflek tangannya memukul lengan kekar Arel.

"Jangan kasar, Sayang !" Ucap Arel lembut.

Bluusshhh --

***

'Aaaaaaaa.......'

Cheri berteriak histeris, berguling-guling di kasurnya bak orang kesetanan. Wajahnya memerah, jantungnya dag-dig-dug serrr. Panggilan sayang, dari Arel masih terngiang di telinga, membuatnya salah tingkah. Seperti orang tidak waras kali ini. Padahal semasa mereka pacaran dulu pun, Arel pernah memanggilnya sayang. Tapi saat ini ditambah dengan sikap manis Arel, sehingga kegilaan Cheri meningkat.

Cheri sudah sendirian di apartemennya. Sejak setengah jam lalu Arel bertolak pulang setelah membuat Cheri salting brutal. Benar-benar hal yg tak di sangka oleh Cheri, bisa kembali menjalin hubungan dengan orang yg sama di masa lalunya.

"Anjirr,, gue kaya orang alay ! Begini bgt dah."

Cheri menggaruk kepalanya yg tak gatal. Fikirannya penuh dengan kalimat-kalimat manis dari Arel. Kenapa bisa Arel yg dulunya amat sangat cuek dan dingin sekarang bisa berubah semanis itu ? Yaa ,, walaupun hanya di depan Cheri.

Lamunan Cheri bubar saat suara dering handphone nya berbunyi keras. Menandakan ada telepon yg masuk

"Ha --" belum sempat mengucapkan halo, suara di sebarang sana menginterupsinya.

"Mau ikut balapan gak ? Hadiahnya gede."

  "Heh bang,, basa-basi dulu kek. Nyosor ajah kaya soang !" 

  "Dasar adek durhakim !! Gue yg ganteng gini loe bilang mirip soang."

  "Gantungan soang nya Abang."

  "Benar-benar Surjana ! Mau ikut gak ? Duitnya gede nih, bisa bakal beli motor sport baru."

  "Wah serius ?? Mauuu"

  "Yaudah, entar gue jemput jam 10 ya?"

  "Okedeh,,thank --"

 Tutt

"Astaga, kampret bener nih manusia. Untung Abang gue. Main matiin ajah." Cheri mengomel sendiri saat teleponnya di matikan secara sepihak sebelum Cheri menyelesaikan kalimatnya.

***

Suasana malam ini di arena sirkuit sangat ramai , bahkan lebih ramai dari biasanya. Cheri sudah lebih dulu sampai bersama Rey dan sekarang tengah duduk santai di paddock milik geng 'Star'. Cheri mengambil tempat agak ke belakang Karna ingin sejenak menjauh dari pengangnya suara bising di arena itu.

Sudah sekitar setengah jam Cheri duduk di kursi lipat sembari bermain game di ponselnya. Entah apa saja yg terjadi di sekelilingnya, Cheri benar-benar tidak memperhatikan. Gadis itu lebih asyik bermain game online dengan earphone di kedua telinganya.

"Woy Bocah ! Di teriakin dari tadi gak denger juga." Teriak Raka  dengan menarik earphone yg Cheri gunakan.

"Ehh....? Lah, udah mulai ?" Tanya Cheri cengo

"Ah-Eh-Ah-Eh,,,dari tadi gue teriak manggil loe bocah. Noh, udah di tunggu Rey di depan !"

Cheri beranjak dengan wajah cringe, berjalan ke arah Reyshaka yg tengah menunggu.

"Udah siap ?" Tanya Rey seraya mengulurkan helm kepada Cheri.

Cheri hanya mengangguk dan lekas menggunakan helm fullface nya. Cheri benar-benar fokus dengan dirinya sendiri dan tidak sedikitpun memperhatikan sekitar. Karna Cheri tau, jika dirinya kepo dengan keadaan sekitar justru membuatnya gugup.

Setelah bersiap di paddock masing-masing, 5 motor sport melaju pelan ke arah garis start. Mereka mengambil posisi dan mulai fokus dengan aba-aba yg akan diberikan. Suara sorakan para pendukung pun terdengar di seluruh arena sirkuit.

Three

  Two

  One

  Go !

Kelima motor melaju cepat saat aba-aba dimulai terdengar. Cheri masih nampak santai, dia memperhatikan para lawannya. Berusaha mencerna dan mencari celah, mempelajari gerakan lawan.

Sudah setengah jalan, Cheri memulai aksinya. Gadis itu menarik pedal gas hingga mencapai kecepatan maksimal. Motor yg ia kendarai, diajaknya meliuk-liuk melewati satu persatu lawannya hingga menyamai rivalnya di posisi depan.

Cheri sempat tak fokus, sekilas dirinya memperhatikan motor sport hitam yg saat ini sedang saling menyalip dengan motor yg ia kendarai. Seperti tak asing, tapi otaknya tak bisa mengingat Karna terlalu fokus dengan laju motornya.

Srakkk

Ckiittt

Seri -

Suara tabrakan antara ban dan aspal terdengar dari setiap motor yg di rem. Kelima motor sport masih berada di garis finish agak sedikit berjarak. Beberapa manusia entah itu teman atau penanggung jawab peserta, tengah berlarian menghampiri peserta balapan. Begitupun dengan Rey, lelaku jangkung itu berlari menuju ke arah Cheri.

"Gimana ? Mau tanding ulang ? Lagi-lagi loe Seri sama si raja jalanan."

***

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!