"Astaga !"
Mendengar pekikan dari arah luar, Arel yang sedang berada di toilet dengan cepat menyelesaikan kegiatannya di sana dan bergegas keluar.
Ceklek
"Cheri, sayang ?" Suara bariton Arel membuat Cheri yang sedang menangis seketika terdiam.
Cheri yang semula membenamkan wajah diantara kedua lututnya seketika mendingan mendengar suara Arel.
"Ar...? Kamu gak apa kan ? Kamu baik-baik aja kan ?" Tanya Cheri beruntun.
Arel belum sempat menjawab namun Cheri dengan segera menghambur kedalam pelukan Arel. Arel sedikit terkejut, pasalnya Cheri dalam keadaan sadar berani memulai untuk memeluknya. Namun setelahnya, Arel membalas pelukan Cheri dan mengusap lembut punggung Cheri.
Setelah puas, Arel mengurai pelukan mereka dan menatap Cheri lekat. Seolah bisa membaca fikiran Cheri, Arel mengulurkan satu tangannya untuk mengusap lembut pipi Cheri.
"Tenang aja, aku Dateng tepat pada waktunya. Kamu aman !"
"Serius ?" Tanya Cheri antusias
"Hmmm"
"Jadi, yang gantiin....."
Cheri tak melanjutkan kata-katanya, namun matanya menelisik keadaannya saat ini yang telah berganti pakaian.
"Aku minta tolong petugas cewe di hotel ini !" Ucap Arel segera untuk menghilangkan kesalah pahaman gadis dihadapannya ini.
Huuufffttt
"Kenapa bisa ditipu anak buah Anggara ?" Tanya Arel yang sebenarnya sudah penasaran dengan kejadian malam tadi.
Cheri pun menceritakan bagaimana awal mula dirinya bisa dengan mudah terjebak dalam rencana busuk Anggara. Cerita detail tanpa mengurangi atau melebih-lebihkan.
"So, kamu hawatirin aku?" Senyum Arel sudah terukir indah di bibirnya.
"Isshh,,wajar dong aku hawatirin kamu ? Mau aku cuekin ?" Ketus Cheri untuk menutupi rasa malunya.
"Perhatian kamu cuma boleh buat aku !"
"Dih, maksa" Cibir Cheri.
"Istirahat !"
"Kita bolos sekolah ? Kerjaanku gimana ? Trus Anggara dimana ?" Cheri kembali panik ketika mengingat segalanya.
"Huussttt, tenang ! Udah di urus semua, sayang" Arel lagi-lagi berusaha menenangkan Cheri.
"Anggara gimana ?"
"Ada di markas, aku serahin ke kamu. Terserah mau kamu apakan" jelas Arel
"Beneran ? Yaudah ayo sekarang ! Aku harus menyalurkan emosiku ini !" Ucap Cheri tegas sambil berdiri dari kasurnya.
Lagi-lagi Arel hanya menggeleng melihat tingkah Cheri ini. Tapi ada rasa syukur bagi Arel, untung saja gadisnya ini adalah orang yang kuat mental dan fisiknya, sehingga Cheri pulih dengan cepat dan tidak mengalami trauma sedikitpun.
***
Cheri sedang bersandar pada sebuah sofa besar dan empuk di sebuah ruangan. Tidak sendiri, Cheri sedang bersama Arel. Ya, saat ini mereka sedang berada di markas Black Eagle yang ada di mansion keluarga Anzaga. Sesuai rencana, Cheri ingin memberi pelajaran kepada Anggara.
Arel dan Cheri masih menunggu anggota Black Eagle yang lainnya. Itulah mengapa mereka masih duduk bersantai di ruangan itu.
"Wah, Queen nya Black Eagle akhirnya kesini !" Pekik Frey saat setelah membuka pintu ruangan markas tersebut.
"Lah iya, tumben si Cheri mau diajakin kesini?" Clay menimpali
"Cheri !! Kamu gak apa-apa kan ?" Tanya Jarvis lembut dan langsung duduk disamping Cheri.
Jelas aksi Jarvis membuat Arel berubah raut wajahnya. Arel menatap tajam ke arah Jarvis yang masih saja memperhatikan Cheri.
Ctaakkkk
"Aduuuhh,, sakit anying !" Umpat Jarvis ketika kepalanya terkena lemparan remot AC.
Siapa lagi pelakunya kalau bukan Arel. Lelaki tampan yang tingkat ke-posesifannya meningkat ini amat sangat tidak rela jika kekasihnya diperhatikan oleh orang lain terutama lawan jenis.
"Buahahaha,,sukurin ! Ganjenin bini orang sih loe" Ejek Clay
"Ckk, gue kan cuma nanyain keadaan Cheri" Lirih Jarvis.
"Gue gak apa kok , santai ajah" Akhirnya Cheri menjawab pertanyaan Jarvis.
"Tapi, gimana ceritanya sih kok loe sampai bisa di culik Anggara ?" Ansel akhirnya angkat bicara.
"Ada anak buah Anggara yang ke apart gue dan ngabarin kalau Arel kecelakaan...." Cheri pun kembali menceritakan detail kejadian dari awal mula dirinya ditipu sampai terakhir terbangun pagi tadi di kamar hotel.
"Gila ! Obat per*ngs*ng?" Darian shock mendengar penuturan Cheri.
"Berarti loe sama Arel udah gitu-gituan dong ? Kan semalem Arel dateng, loe masih dibawah pengaruh obat itu." Clay memicingkan matanya menatap ke arah Cheri dan Arel bergantian.
"Berisik !"
"Sialan !"
Arel dan Cheri kompak menyahuti ucapan Clay walaupun jawabannya berbeda. Arel pun sudah bersiap-siap dengan vas bunga lumayan besar yang ia raih dari atas meja disebelahnya.
"Ar...?" Cheri menegur saat Arel hendak melemparkan vas itu ke arah Clay.
"Engga, sayang" Arel meletakkan kembali vas bunga itu ke tempatnya semula.
Kelima sahabat Arel membelalak saat melihat Arel mode bucin. Bahkan Clay, Frey, dan Jarvis sudah bergaya seakan ingin muntah mendengar ucapan Arel yang super lembut kepada Cheri. Sedangkan Ansel dan Darian hanya mencebik dan merasa aneh melihat sisi lain Arel.
"Udah,,udah,, gue sama Arel gak ngapa-ngapain. Arel guyur gue pake air dingin biar gue sadar." Ucap Cheri berusaha meluruskan pikiran negatif Manusia di ruangan itu.
"Astaga telor komodo ! Malem-malem loe guyur cewe cantik pake air dingin ?" Pekik Frey
"Sungguh terlalu !" Sambung Jarvis dan Clay bersamaan.
"Udah ah, ayo anterin gue nemuin Anggara !" Ajak Cheri.
Cheri mengikuti langkah ke enam lelaki tampan yang berjalan di depannya. Cukup jauh ternyata, padahal sama-sama berada di dalam mansion Anzaga. Dapat dibayangkan seberapa kaya keturunan Anzaga ini.
Ting
Pintu lift terbuka dan nampak di depan Cheri pemandangan yang berbeda. Sebelumnya yang Cheri lihat adalah rumah bak istana, namun saat turun ke lantai paling dasar yakni ruang bawah tanah Cheri merasakan suasana yang amat sangat berbeda.
Cheri kembali berjalan mengikuti langkah para inti Black Eagle. Sampai dimana ada sebuah ruangan paling ujung dengan dua penjaga di depan pintunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments