BAB 19

Tiba saatnya pembukaan Restoran milik Hendri. Untuk hari pertama pembukaan semua makanan gratis dan itu membuat restoran sangat sibuk

"Pokoknya kamu nggak boleh cape. Kamu duduk diam di sini sambil memantau CCTV, oke" ucap Hendri

"Tapi aku mau membantumu" rengekannya

"Diam atau kau mau tubuhmu ku habiskan di sini" ancaman Hendri membuat Feli mengerucutkan bibirnya. Melihat itu membuat Hendri gemas ia mencium melumat bibir itu sampai Feli hampir kehabisan nafas

"Kebiasaan! " Dengus Feli saat ciuman itu terlepas. Hendri hanya bisa tertawa geli melihat istrinya menggerutu.

Hendri pun kembali ke bawah untuk membantu karyawan yang memang cukup kualahan hingga tak terasa hari mulai sore dan sudah cukup senggang. Baru saja Hendri hendak duduk tiba-tiba datang seseorang wanita cantik dengan pakaian yang sedikit terbuka dan ketat menghampiri Hendri

"Sudah lama tak bertemu" ucap wanita itu

Hendri mengangkat wajahnya dirinya begitu tercengang melihat sosok wanita yang sudah sangat lama tidak bertemu. Wanita itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan namun Hendri tak membalas tangan itu. Dirinya benar-benar masih syok dengan keadaan ini

" Hendri " ucap wanita itu membuyarkan rasa syok Hendri.

Hendri menggeleng kepala "Mau apa kamu kesini Tiara?"tanya Hendri dengan suara datar

Wanita yang bernama Tiara itu menarik tangannya yang terulur "Aku mau mencoba makanan yang ada di Restoran kamu" senyumnya tak pernah pudar dari bibirnya

"Semua bahan sudah habis dan kita mau tutup!"

"Aku telat ya. Baiklah, besok aku akan datang lagi. Sampai bertemu lagi Hendri" ucapnya. Ia pun berbalik meninggalkan Restoran itu

Hendri tak sadar jika ke dua tangannya sedari tadi mengepal. Bahkan ia pun tak menyadari jika istrinya ada di belakangnya

' Kenapa kau datang kembali saat kau sudah menghancurkan hatiku tanpa ampun, bahkan menghancurkan mimpi-mimpi kita bersama ' gumamnya dalam hati

Bak disambar petir, dada Feli terasa sesak bahkan bergemuruh hebat tubuhnya gemetar matanya memanas menahan air matanya yang hampir terjatuh

' Apa dia wanita yang dimaksud Hendri?' gumamnya lagi. Lamunan Feli tersadar saat Hendri mengusap air mata yang ternyata sudah jatuh di pipi Feli.

" Kamu kenapa sayang? " Tanya Hendri yang amat khawatir

"Eh itu tadi mataku kena debu" Feli mengucek matanya

"Ya ampun. Sini aku tiup" ia menarik tangan Feli lalu meniup mata yang memerah itu

" Sudah baikkan?"

Feli mengangguk. " Aku ijin pulang dulu boleh? " tanya Feli

Hendri menyernyitkan dahinya "Hm boleh. Mau aku antar?" Tawar Hendri namun Feli menolak. Akhirnya Hendri memberikan kunci mobilnya untuk dikendarai Feli. Ia pun bergegas pergi tanpa basa-basi seperti biasanya

" Ada yang aneh dengan Feli" gumamnya.

Ditengah lamunan itu seorang karyawan Hendri memberi laporan tentang restoran. Bahkan hanya dengan beberapa menit Restoran Hendri mulai dikenal banyak orang. Tentu itu karena bantuan dari kedua orang tua istri kecilnya itu.

" Kerja bagus! Setelah selesai kalian pulang dan istirahatlah". Ucapan Hendri diangguki oleh karyawan itu

Hendri menuju ruang istirahatnya ia ingin beristirahat sejenak sebelum pulang ke apartemen.

Sementara itu Feli sedang memukul stir mobilnya ia merasa marah sekaligus takut jika Hendri akan berpaling darinya, karena ia melihat sendiri betapa cantiknya wanita itu

"Sialaann!" teriaknya dalam mobil.

"Aku harus minta bantuan Mami untuk mencari tahu siapa wanita itu dan bagaimana kehidupannya. Jika dia ingin membuat rumah tanggaku hancur maka aku akan membunuhnya terlebih dahulu." Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ia ingin segera sampai di rumah orangtuanya itu.

Mobil terparkir manis di halaman rumah besar itu. Feli keluar dengan tergesa-gesa

" Mami.. Mami" teriakan Feli sungguh memekakkan telinga

"Dimana Mami? " Tanya Feli kepada salah satu pembantu yang lewat

" Nyonya ada di rumah Nona Shireen"

Feli bergegas berlari menuju rumah Shireen, setelah mendapati Maminya sedang duduk dengan Felix ia segera menariknya

"Ada apa Feli? Kamu datang bukannya salam malah langsung narik tangan Mami! Dimana sopan santumu?!" Ucap Mira dengan nada marah

' aku perlu bantuan Mami ' batin Feli

Mendengar itu Mira langsung paham. Ia bergegas pulang tak lupa ia berpamitan dengan Shilla. Sampai di ruang kerja Mira, Feli menceritakan semuanya yang ia lihat.

" Mami bantu aku. Aku mau lihat kehidupan dia bagaimana" rengekannya

Mira mengusap rambut panjang anaknya "Kamu tenang ya. Nanti Mami akan urus semuanya. Sekarang tenangkan diri kamu Mami akan memantau wanita itu." Ucap Mira menenangkan anaknya.

Setelah dirasa tenang Feli kembali ke kamarnya karena ia mendapat pesan jika Hendri akan pulang. Sesampainya di kamar ia segera mandi sebelum Hendri datang. Setelah 15 menit ia keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat Hendri sudah ada di depan pintu kamar mandi.

" Apaan si ngalangin jalan tau! " Ketus Feli.

Ia melewati Hendri begitu saja. Dirinya berlari kecil ke ruang ganti. Saat berbalik ia dikejutkan lagi dengan Hendri.

"Hendrii" ucap Feli

Hendri berjalan maju mendekati Feli dan membuat Feli mundur hingga kepentok lemari itu

"Hendrii!!" Ucapnya lagi. Kedua tangan Feli hendak meraih wajah Hendri namun ia cekal

"Sakit sayang" rengekannya

' seberapa banyak yang ia dengar ' batin Hendri. Matanya tajam menatap bola mata istrinya. Yap awalnya Hendri ingin mengecek suasana ramainya restoran tadi hingga akhirnya ia melihat Feli berdiri di belakang Hendri tepat saat wanita itu berbalik badan meninggalkan Restoran

Feli memutar bola matanya jengah "Sayang!" Serunya lagi

"Apa ada alasan kenapa kamu langsung pulang?" Tanya Hendri dengan suara dingin

"Aku cuma mau pulang! Lepaskan tanganku Hendriiii!" ucap Feli setengah membentak , Hendri melepaskan tangan Feli yang ternyata mulai memerah.

" Sakit tau! " Dengusnya. Ia meninggalkan Hendri yang masih mematung di tempatnya. Feli tak menghiraukan Hendri ia hanya ingin beristirahat

" Sayaaang Mami memberikanmu laptop tapi masih di ruang tengah. Aku lupa membawanya " teriak Feli dari dalam kamar mandi

" Ya aku akan mengambilnya " Hendri segera turun ke ruang tengah untuk mengambil laptop yang istrinya maksud.

Malam tak seperti biasanya saat ini Hendri sedang berkutat dengan laptopnya di ruang tengah, ia menyadari jika sedari tadi Feli tidak terlihat. Ia pun memutuskan melihat Feli di kamar yang ternyata Feli sedang menonton film kartun kesukaannya sembari tertawa kecil. Hendri meletakkan laptopnya di meja nakas ia mencium kepala Feli secara tiba-tiba membuatnya terkejut

" Eh sayang"

"Asik banget, nonton apa si?"

" Kartun" balasnya singkat lalu kembali tertawa saat melihat adegan sang kucing kepentok tembok karena mengejar tikus. Hendri menggelengkan kepalanya ia melepas seluruh pakaiannya lalu ikut naik di atas ranjang berbaring berbantalkan paha istrinya sedangkan Feli masih serius dengan kartun itu sesekali ia menyisir rambut Hendri dengan jemarinya.

"Serius banget si sayang.. ingat loh kita ini masih pengantin baru," ucapnya namun tak ada jawaban

"Sayang?" Panggilnya

"Hm?" Sahutnya namun ia tak menatap Hendri. Hendri mendengus kesal, istrinya lebih tertarik dengan kartun daripada suaminya sendiri Hendri pun merasa cemburu akan hal itu. Ia meraih remote tv lalu mematikannya membuat Feli berdecak kesal

" Ihhh kok dimatiin sii. Tanggung itu bentar lagi mau selesai" Feli meraih remote itu lalu menyalakan lagi.

" Yaahhh kan selesai" ucap Feli dengan nada kesal, ia mematikan televisinya menaruh remote di meja nakas

" Kok kesal gitu mukanya?"tanya Hendri

"Gara-gara kamu si tadi aku nggak liat akhirnya gimana!" Feli merajuk lalu memalingkan wajahnya. Hendri menggelengkan kepalanya, ia mengubah posisinya lalu menarik Feli dalam pelukannya dan mengusap lembut rambut panjang itu

"Maafin aku ya" ucap Hendri. Namun hanya dibalas erangan saja.

"Aku tadi liat wanita cantik di Restoran. itu siapa?" Tanya Feli secara tiba-tiba

"Dia Tiara. Dia mantan kekasihku dulu" ucap Hendri jujur. Mood Feli malah bertambah buruk, ia melepas pelukan Hendri lalu membelakanginya. Melihat itu ia tau istrinya sedangkan cemburu, ia kembali memeluk istrinya dari belakang sembari mencium punggung Feli yang terbuka

" Aku udah nggak cinta lagi sama dia. Aku cuma cinta sama kamu sayang. Kamu percaya aku kan?" Ucap Hendri. Ia masih menelusuri punggung Feli sesekali meremas payudaranya

" Kamu nggak usah takut, wanita itu nggak akan pernah bisa menggantikan posisi kamu di hatiku. Kamu satu-satunya yang aku cintai istriku" kali ini Hendri mengusap milik Feli. Memang saat akan tidur mereka berdua hanya telanjang bulat.

Ia masih merasa badmood mengabaikan Hendri yang menggoda dirinya ia mencoba tidur namun sentuhan itu membuat Feli hampir kelepasan mendesah. Sekuat tenaga dia melipat bibirnya. Tapi sekuat apapun menahan desahan tubuh Feli malah menerima belaian itu yang membuat Hendri semakin senang menggoda istrinya

" Sayaang " Hendri meniup leher Feli dengan lembut membuatnya merinding

"Aku mau tidur" ucapnya dengan nada yang sudah dipastikan jika Feli menginginkan hal itu. Ia tersenyum puas, ia mengembuskan napas lagi di belakang telinga

"Sayaaang" Hendri membalik tubuh Feli lalu melumatnya secara buas, gairah itu terlihat jelas di kedua mata istrinya ia pun membalas ciuman itu namun tak sebuas Hendri. Ciuman itu terlepas saat nafas Feli mulai terengah-engah. Feli menarik kepala Hendri ia menciumnya dengan buas. Hendri segera menindih Feli membuka kedua kaki Feli lalu memasukkan miliknya

" Ahh "

Disela-sela pompaannya Hendri menjelaskan tentang wanita itu, ia berfikir cara menjelaskan yang membuat Feli badmood dan mau mendengarkan ya dengan cara ini.

" Kamu percayakan sayang? " Ucap Hendri

" Emh iyaahh,, " Feli menarik kepala Hendri ia menciumnya sebagai tanda jika ia percaya. ditengah ciuman itu Hendri menggoyangkan pinggulnya dengan cepat

"aahhhh"

Nafas keduanya terengah-engah Feli menarik kepala Hendri membenamkannya di payudaranya. Keduanya tidur dengan posisi itu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!