Satu Minggu kemudian hari pernikahan yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.
Halaman depan rumah didekorasi dengan mewah bertema biru dan putih. Kamar Feli yang dihias sedemikian rupa. Kini ia sedang duduk di meja rias sendirian sembari tersenyum
" Aku akan menikah dengan Hendri. Aku bahagia " ucapnya
" Aku lebih bahagia bisa menikahimu sayang " ucap Hendri yang tiba-tiba muncul
" Sejak kapan kamu disitu? Tanya Feli
Sejak kamu senyum-senyum sendiri. Sedari tadi aku panggil tapi kamu tak mendengar " Hendri mendekati Feli lalu mengusap lembut pipi wanita cantik itu
" Kamu sangat cantik sayang. Membuatku tak tahan " ucap Hendri
Pipi Feli bersemu merah " sayang ih, sabar dong ' ucapnya. Feli mencium bibir Hendri, ia pun dengan senang hati membalas cium itu. Ia mengangkat tubuh Feli mendudukkan di meja rias
" Sayang kita masih punya banyak waktu. Apa aku boleh? Aku sudah tak tahan! " Tanya Hendri
" Lakukan sayang! " ucap Feli yang pasrah
Dengan susah payah Hendri menyibak gaun itu. Hendri menurunkan celananya bersiap memasuki milik Feli.
" Aahhh " Feli mendongak saat milik Hendri terbenam sepenuhnya.
Hendri merasa juniornya seperti tersedot masuk. Ia menggoyang pinggulnya dengan pelan, menggoda Feli yang nampak menikmati permainan itu. Sengaja Hendri memundurkan sedikit namun tubuh Feli bergerak maju. Ia tersenyum melihat tubuh Feli yang ingin ia jamah.
" Hendriii jangan begitu " rengekannya
Hendri memompa tubuhnya suara desahan keduanya terdengar merdu. Feli mengerang saat milik hendri yang semakin masuk ke dalam. Hendri pun semakin kuat memompa tubuhnya. Feli meraih remote AC. Ia menurunkan suhunya menjadi lebih dingin namun itu tak berpengaruh karena Hendri dengan perkasa menghujam milik Feli
" Hendrii aaahhhhhh " Feli mulai pelepasan namun Hendri belum. Ia kembali memompa tubuhnya. Desahan kembali terdengar
"Sayaaaaaaaanngggg!" keduanya saling pelepasan. Hendri enggan mencabut miliknya. Cairan itu masuk ke dalam rahim Feli. Hendri tanpa ragu memasukkan cairan itu ke dalam rahim Feli karena ia akan menikahi wanita yang ia cintai itu.
Feli melihat jam " Sayang kita sudah 30 menit melakukan ini. Cepat kita bersiap-siap. Kita mandi bersama agar lebih cepat " ajak Feli
Hendri mengangguk. keduanya masuk ke kamar mandi Feli menuju shower dan ia di sudutkan di dinding Hendri menyalakan shower itu. tubuh ke duanya basah dengan lembut Hendri menyabuni tubuh Feli, Hendri pun membantu Feli menggunakan gaun pengantin yang lain karena yang tadi ia pakai sudah basah dengan keringat. Feli merias wajah. Ia tak butuh perias handal karena ia juga bisa merias wajahnya sendiri yang tak kalah dengan perias lainnya.
"Cantik" ucap Hendri.
Saat ini sepasang pengantin baru itu sedang menerima ucapan selamat. Karena berapa menit yang lalu keduanya sudah sah menjadi suami istri.
Feli yang cantik dengan gaun putih panjang disertai berlian yang menempel di seluruh gaun itu. Hendri dengan jas pengantin hitam yang sangat pas di tubuhnya membuat Hendri terlihat gagah.
" Selamat ya Fel " ucap Sintia teman dekat Feli
" Makasih" balasnya sambil tersenyum
" Oh iya tentang kejadian di Club itu aku minta maaf ya. Aku benar-benar tidak tahu. " Sintia terlihat bersalah dan menyesal
" Nggak apa-apa kok. " ucap Feli seketika ia ingat saat Gabriel hendak memperkosanya
Benar, sejak Mira mengetahui kejadian itu ia menuntut Gabriel. Menutup Club dan membuat kedua orang tua Gabriel bangkrut. Namun tak disangka Gabriel kabur dari penjara demi ambisinya memiliki Feli
Sintia merasa ngeri dengan keluarga Feli yang dengan mudah menghancurkan keluarga Gabriel ' keluarga Feli sangat mengerikan. Pantas mereka sangat disegani di seluruh dunia ' batin Sintia
Feli hanya tersenyum kikuk. Ia pun menyadari jika Mami dan Papi nya mampu melakukan apapun untuk anak-anaknya.
" Sayang mataku sakit, lampu kamera membuatku pusing" ucap Feli. Kini keduanya sedang duduk di kursi pelaminan
" Sabar sayang. Sebentar lagi. Setelah ini ada foto keluarga dan semuanya selesai " ucap Hendri sembari mengusap pipi Feli
Sementara itu sahabat lama Mira datang
" Mira aku merindukanmu! " ucapnya. Keduanya saling berpelukan melepas rasa rindu yang sudah lama tidak bertemu
" Aku juga Riska" balas Mira " kau dengan siapa? "
" Raka. Tetapi tadi ia mau bertemu suamimu dulu " ucap Riska
" Mira maafkan aku, saat pernikahan Felix aku tidak datang. Ke dua orang tua Raka meninggal karena kecelakaan pesawat "
Mira terkejut " apa? Kenapa kau tidak memberitahuku. Aku dan Shaka pasti akan datang untuk berduka"
Riska menggeleng " Tidak apa-apa Mira. Aku tau kau sedang sibuk. Maka dari itu aku dan Raka datang hari ini"
" Aku turut berduka ya " Riska mengangguk
Pun sama halnya dengan obrolan Shaka dan Raka
" Maafkan aku Tuan. Aku baru datang. " Ucap Raka
" Tidak apa-apa. Justru aku yang tidak enak karena tidak datang saat kedua orang tuamu meninggal, "
" Tak apa Tuan. Oh iya aku dengar Feli menikah dengan penjaganya sendiri. Apa itu benar? " Tanya Raka memastikan
" Ya benar "
" Anda dan Mira memang tak pernah memandang status. Kalian sangat baik " puji Raka. Keduanya pun tertawa
Tiba lah sesi pemotretan keluarga. Mereka membutuhkan waktu yang lama karena banyak yang ingin berfoto dengan pengantin baru itu. Setelah selesai Feli duduk dengan lelah ia sudah tak sanggup menahan rasa lelah, apalagi sebelum acara pernikahan dimulai Feli telah melakukan hubungan itu hingga membuatnya terasa lelah dan mengantuk.
Melihat keadaan Feli, Hendri meminta ijin kepada keluarganya untuk membawa Feli ke kamar. Melihat itu mereka menyetujui
" Sayang ayo ke kamar. Kamu butuh istirahat" ucap Hendri
" Aku lemas sayang. Aku tidak mampu berdiri "
Merasa kasian ia menggendong Feli. Suara tepukan riuh terdengar di Pesta pernikahan itu. Saat sampai di kamar dengan lembut Hendri membuka gaun Feli meski dengan susah payah akhirnya berhasil ia menutupi tubuh kecil istrinya dengan selimut
" Aku mandi dulu ya sayang" ucap Hendri. Ia melihat mata Feli yang sudah terpejam
" Kamu pasti sangat lelah. Maafkan aku yang sudah membuatmu lelah sayang. Jika tadi aku tak memulai, kamu pasti tidak akan selelah ini. " Gumamnya. Ia mencium kening dan bibir istrinya itu.
Tengah malam Feli terbangun karena badannya terasa lengket, ia pun tersadar jika dirinya telah menikah dan harus menjalani kewajibannya sebagai seorang istri. Ia menengok ke samping tapi kosong.
" Di mana Hendri?" Gumamnya. Ia melihat pintu balkon terbuka, dengan selimut yang membungkus tubuhnya Feli bergerak mendekati Hendri yang sedang bermain ponsel.
" Hendri " Hendri membalik tubuhnya menatap istrinya yang baru bangun
" Loh kok kamu bangun? " Tanyanya. Ia meletakkan ponselnya di meja lalu mendekati Feli
" Badanku terasa lengket aku mau mandi. Kamu ngapain disini ? " Tanya Feli
" Ohh ini " Hendri meraih ponselnya lalu memperlihatkan bangunan" aku mau membuka restoran. Dan tempat ini strategis sekali. Bagaimana menurutmu? "
" Emm boleh juga. Nanti aku akan meminta uang ke Mami untuk usaha kamu "
" Jangan sayang. Aku sudah punya uang yang cukup untuk membuka restoran. Aku ingin memulai semuanya dari awal. Kamu nggak perlu khawatir tentang kehidupanmu. Aku akan menjamin kehidupanmu sama seperti saat kamu masih sendiri "
Feli merasa kagum dengan suaminya. " Sayang aku mandi dulu ya. Rasanya sudah tidak nyaman "
Hendri mengangguk, ia terkekeh geli melihat tubuh kecil Feli terbungkus oleh selimut yang tebal itu Ia menutup pintu balkon dan membaringkan tubuhnya yang sudah lelah. Setelah menunggu 20 menit Feli keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya. Ia membuka lemarinya untuk mengganti selimut tadi.
" Sini " ucap Hendri
Feli langsung mendekati Hendri lalu memeluknya. " Maaf ya tadi aku ketiduran. Rasanya lelah sekali sampai aku lupa dengan kewajibanku " ucap Feli menyesal
Hendri mencium bibir Feli " Nggak apa-apa aku mengerti. Ayo kita tidur, aku tau kamu masih lelah. "
Saat hendak tidur Hendri membuka seluruh pakaiannya. Ia pun melepas handuk yang di pakai Feli dan melemparkannya ke lantai. Hanya selimut yang menutupi tubuh ke duanya. Mereka tertidur dengan berpelukan hingga pagi menjelang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments