BAB 79

Hendri duduk termenung di ruang makan, matanya menatap lurus dengan tatapan kosong. Bi Nisa merasa kasihan pada putranya yang seperti kehilangan arah, ia mendesah samar lalu menepuk bahu Hendri.

"Nak?" panggilnya.

Hendri hanya diam, namun matanya meloloskan satu tetes air mata. Bi Nisa makin kalut d...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!