BAB 20

"Mi, tumben nonton televisi?" tanya Shireen, ia duduk di samping Mira dan disusul oleh Intan

"Iya. Mami merasa bosan di kamar,"

"Wah lagi kumpul di sini ternyata," ucap Shaka dan langsung mencium kening Mira

Mira mencium tangan Shaka lalu tersenyum "Iya Mami bosan di kamar terus,"

"Feli mana?" tanya Shaka yang tak melihat Putrinya

"Nggak tau, kayaknya pergi sama Hendri," balasnya dan Shaka mengangguk. Tak lama Felix dan Dimas ikut menyusul ke ruang tengah menonton televisi bersama. Kebersamaan yang sudah lama tak terjadi

"Berita siang ini, seorang wanita ditemukan tanpa identitas di dasar jurang. Diduga korban mengalami kecelakaan dan jatuh ke jurang. Dan berikut ciri-ciri korban. Wajah yang susah dikenali karena rusak, baju biru dengan celana Levis selutut, rambut hitam dan panjang sepinggang, korban menggunakan jam tangan Rolex dan sebuah gelang seperti yang di tampilkan di layar."

"Itu Grace!" seru Shireen yang membuat mereka menatapnya

"Sayang bagaimana kamu tau kalau itu Grace,"

"Aku melihatnya terakhir kali menggunakan pakaian itu dan jam tangan Rolex," ia masih tak menyangka jika itu pertemuannya yang terakhir

"Kamu liat di mana Shireen?"

Shireen tanpa sadar menceritakan dari awal kejadian dirinya pernah diculik oleh Grace hingga saat Shireen di tolong oleh beberapa pengawal. Tak lupa ia memberi tahu jika Feli yang menyelamatkannya

"Feli?" ucap Mira tak percaya

Seketika Shireen tersadar akan ucapannya, ia memukul kepalanya dengan pelan karena sudah memberitahukan kejadian yang seharusnya ia sembunyikan

"Maaf Mi, tapi Feli yang minta agar aku diam," ucapnya penuh penyesalan

"Terus Grace ngapain kamu sayang?" tanya Felix dengan nada khawatir

"Aku nggak diapa-apain kok, saat Grace mau menampar aku, Feli datang tepat waktunya,"

"Lalu apa yang dilakukan Kak Feli?" tanya Dimas

Shireen menggeleng "Aku nggak tau, saat itu aku disuruh pulang, tapi sebelum aku pulang aku melihat Feli menjambak bahkan membenturkan kepala Grace ke dinding."

Shaka terbelalak bagaimana bisa putrinya yang ceria itu mempunyai sifat seperti Mira.

"Assalamualaikum" suara pasangan itu menggema di ruang tengah hingga membuat mereka menjawab salam dan menatap pasangan itu

"Ada apa ini? Kok pada natap aku kayak gitu?" tanya Feli yang belum mengetahui apapun

"Jelaskan!" perintah Mira

"Jelaskan apanya?" tanya Feli bingung

"Apa yang terjadi antara kamu dan Grace. Di televisi Grace dikabarkan meninggal dan ditemukan di dasar jurang,"

Hendri terkejut ia menatap istrinya "Sayang?" ucapnya pelan

Feli menunduk "Maafin aku, aku lakuin itu karena dia mau menghancurkan pernikahan Felix dan aku juga ingat ibunya Grace pernah menggoda Papi. Itu sebabnya aku membalas dendam," jelas Feli. Shaka menggeleng tak percaya, putrinya bisa bertindak sejauh ini

Mata Mira tiba-tiba menajam dan tentu sosok Tasya kini muncul "Mami nggak pernah ngajarin kamu kayak gitu Feli!" ucapnya dengan nada dingin

Feli menatap mata Tasya dan itu membuat mereka terkejut. Tatapan itu, bukan tatapan Feli, mereka melihat jiwa psikopat dalam diri wanita manis ini

"Sejak kapan kamu begitu?" tanya Tasya

"Sejak dulu Mi, hanya saja untuk menutupi semua ini aku harus mempunyai sifat yang ceria. Maafin aku semuanya,"

Hendri sungguh tak percaya wanita yang ia nikahi adalah seorang psikopat. Ia lalu mengingat jika orangtuanya juga mempunyai sifat yang serupa.

"Hendri maafkan aku. Aku tak apa jika kamu mau menceraikan aku.. aku wanita pembunuh dingin,"

Hendri memutar tubuh Feli agar mereka berdua berhadapan ia memegang ke dua bahu Feli dan menatap matanya dengan lekat

"Sudah berapa banyak korban yang kamu lenyapkan?"

Feli mengingat-ingat "Kalau nggak salah baru 7 orang,"

Mendengar itu mereka menganga. Baru 7 orang katanya??

"Sayang, aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri. Apapun dirimu aku akan terima. Aku mencintaimu dan kamu mencintaiku,kan?"

Feli mengangguk sebagai jawaban

"Jadi jangan pernah bahas perpisahan ya, aku nggak akan pernah menceraikan kamu,"

"Hendri bawa Feli ke kamar ia terlihat lelah," ucap Shaka

Hendri pun menurut ia membawa istrinya ke kamar setelah dua orang itu menghilang Tasya menghela nafasnya

"Aku ngga menyangka Feli yang begitu ceria namun mempunyai sifat sepertiku."

******

"Sayang aku tak menyangka jika selama ini Feli mempunyai sifat Mami Tasya," ucap Shireen

"Aku juga tak menyangka jika Feli begitu. Padahal dulu ia tak pernah menunjukkan dirinya sebagai wanita psikopat," ucap Felix ia menerawang kebersamaan dengan kembarannya yang dulu sangat cengeng namun menyimpan sifat mengerikan

Shireen bangun dari kursi rias ia mendekati suaminya yang masih duduk di tepi ranjang.

"Feli mungkin mempunyai alasan menyembunyikan semua ini sayang," ia mencium bibir Felix sekilas yang ternyata masih bingung dengan sifat kembarannya

"Tapi sejak kapan dia membunuh orang? Sedangkan aku selalu bersamanya," Felix bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Ia yakin jika dirinya selalu bersama Feli.

"Sayang, apa kamu ingat saat SMA kita mengadakan camping. Mungkin saat Feli tersesat di dalam itu," ucap Shireen yang sepertinya mengingat jika Feli pernah tersesat di hutan dan kembali dengan tangan yang berdarah.

"Apa itu mungkin?" Felix menyernyitkan dahinya mengingat kejadian itu.

Sementara itu Feli sedang diintrogasi oleh suaminya. Feli bagaikan anak kelinci yang sedang dimarahi, ia hanya duduk dan tertunduk sementara Hendri berdiri menatap tajam istrinya.

"Sejak kapan kamu membunuh orang?" tanya Hendri setelah beberapa saat keduanya terdiam

"Dulu, saat aku masih SMP. Saat itu ada preman yang meminta uang sakuku, setelah aku memberikan uang preman itu malah meminta kalung yang diberikan oleh Papi, saat itu juga aku menghabisi nyawa dua preman itu dengan pisau lipat yang selalu aku bawa,"

Hendri mengusap wajahnya kasar, tak menyangka istrinya yang masih menginjak SMP sudah berani mengotori tangannya.

"Lalu bagaimana bisa polisi tak menemukan sidik jarimu?"

"Aku eum,, menggunakan sarung tangan kulit yang pernah Mami buat. Kemanapun aku pergi aku selalu memakai itu,"

Hendri mengembuskan napasnya, ia lalu memeluk istrinya yang masih tertunduk itu.

"Ya udah, itu masalalu kamu. Apapun yang terjadi sekarang kamu harus berubah, ingat kamu sudah menikah sayang,"

Feli mengangguk dalam pelukan hangat suaminya. Hendri mengusap rambut panjang itu dengan lembut membuat Feli merasakan kantuk dan akhirnya tertidur.

*******

Di sebuah rumah mewah terlihat seorang wanita sedang sibuk dengan laptopnya serta foto-foto dirinya yang berserakan di lantai

"Kamu harus jadi milikku lagi Hendri!" gumamnya

Tiara mulai mengambil botol kecil di dalam tasnya ia pun menyeringai karena telah mendapatkan rencana busuk demi mendapatkan Hendri.

"Faza, bisa antar aku ke Restoran Hendri?" ucapnya pada sang sepupu

"Bisa, kebetulan aku juga harus kembali ke rumah besar itu,"

Tiara bangun dari duduknya sementara Faza mengambil kunci mobilnya di kamarnya

"Bagaimana bisa kamu kembali? Apa laki-laki itu sudah tak mempunyai uang lagi?" tanya Faza begitu mobil mulai meninggalkan rumah

"Ayahnya bersikeras menikahkan dia dengan wanita lain, jadi aku pulang saja. Lagipula aku masih mencintai Hendri,"

"Kau rebut saja Hendri dan aku akan memenangkan hati Nona Muda Feli, aku yang lebih dulu suka padanya daripada Hendri,"

"untuk itu aku punya rencana bagus,"

"Apa itu?" taya Faza begitu penasaran

Tiara menyeringai "Kau pesankan saja hotel untukku!" perintahnya. Ia pun laku turun karena sudah sampai di Restoran Hendri.

"Apa maksudnya," Faza memikirkan ucapan Tiara ia pun lalu memesan kamar hotel lalu meninggalkan tempat itu.

Sementara itu Hendri sedang makan sendirian, Tiara datang dan langsung duduk di depan Hendri

"Hendri," panggilnya

Mood Hendri jadi buruk, ia tiba-tiba merasa enggan untuk melanjutkan makannya.

"Ada apa?" tanyanya ketus

"Aku mau pesan makanan," ucap Tiara

Hendri menoleh ke belakang, kesempatan itu ia gunakan untuk mencampurkan bubuk itu ke dalam minuman Hendri. Seorang pelayan datang membawa catatan dan mencatat pesanan Tiara.

"Baik tunggu sebentar ya," ucap pelayan itu dan pergi ke dapur

"Hendri aku minta maaf,"

"hentikan semua ini Tiara, aku tau maksud kedatanganmu kesini hanya ingin menjelaskan hal yang sama. Aku sudah muak denganmu dan aku sudah menikah nggak seharusnya kamu jadi benalu dalam rumah tanggaku!"

Tiara diam, ia semakin geram dengan ucapan yang baru saja Hendri lontarkan.

"Selamat menikmati makan malam mu, aku pergi!" sebelum Hendri pergi ia meminum air putih yang sudah tercampur dengan bubuk itu.

Tiara menatap nanar Hendri yang sudah keluar dari Restoran.

"Mbak maaf, tolong dibungkus saja, saya ada keperluan mendesak dan tolong cepat ya," pintanya

Setelah menunggu beberapa menit Tiara pergi dari Restoran dan menelusuri jalan ke rumah Mira. Ia tersenyum puas melihat mobil Hendri yang berada di sisi jalan.

"Bagus!" Tiara segera berlari dan melihat Hendri yang sudah pingsan. Dengan sekuat tenaga ia menarik pintu mobil dan akhirnya terbuka.

"Malam ini kamu akan jadi milikku Hendri,"

Tiara melajukan mobil Hendri ke hotel yang sudah Faza pesankan, dengan susah payah Tiara memapah Hendri sampai ke kamar yang dipesan. Ia pun membaringkan tubuh Hendri ke ranjang.

"Sayang aku merindukan belaian mu," Tiara mulai mencium leher Hendri tangannya bergerak membuka satu persatu kancing kemeja Hendri.

"Rupanya kamu masih seperti dulu ya, sedikit ciuman di leher mampu membuat milikmu terbangun," gumamnya

Tiara mulai melakukan aksinya

"Aahh,," Tiara bergerak naik turun membuat Hendri terbangun

"Feli, apa yang kamu lakukan sayang," ucapnya dengan nada serak, ia tak sepenuhnya sadar jika di atas tubuhnya adalah Tiara

"Aku merindukan belaian mu sayang,"

"baiklah sayang, lakukan sesukamu,"

"aahhhh" Tiara mulai kelelahan. Hendri pun membalikkan tubuhnya dan mengungkung Tiara,

"Biar aku yang melanjutkan sayang," Hendri melumat bibir itu sambil menggoyangkan pinggulnya dengan keras

"Aahhhh Hendrii,"

"Aaahhh" Hendri mencabut miliknya, ia kembali tertidur di pelukan Tiara setelah pelepasan itu

"Aku mencintaimu Hendri," ucap Tiara

"Aku juga mencintaimu istriku." gumamnya pulan.

Keduanya pun saling berpelukan hingga pagi menjelang,

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!