Dipa memandangi foto yang dikirimkan Abi padanya. Pria itu akan memperkenalkan Dipa pada anak gadis Arnav. Keira namanya, dan dilihat dari foto yang dikirimkan, Keira memiliki wajah yang cantik. Namun Dipa tetap harus tahu bagaimana kepribadian Keira. Apakah cocok dengan dirinya. Tapi jika dilihat dari penampilan fisik, Keira adalah tipe wanita yang diinginkannya.
Pria itu tersentak dari lamunannya ketika ponsel di tangannya tiba-tiba berdering. Melihat nama sang pemanggil adalah Kakek Abi, dengan cepat Dipa menjawab panggilan tersebut.
“Assalamu’alaikum.”
“Waalaikumussalam. Kamu lagi di mana, Dip?”
“Di kantor, kek. Ada apa?”
“Keira sudah kembali. Dia pulang dua hari yang lalu. Tapi sekarang dia ada di Jakarta. Dia akan membawa rombongan turis dari Pakistan. Kemungkinan selama seminggu dia akan memandu turis ke Bali dan Lombok. Mungkin setelah pekerjaannya selesai, kamu baru bisa bertemu dengannya.”
“Iya, kek. Makasih. Kalau boleh tahu, Keira kerja di mana?”
“Di Happy Tours and Travel.”
“Oke.”
Panggilan segera berakhir. Dipa menyalakan laptopnya kemudian dia mencari tahu tentang Happy Tours and Travel. Perusahaan yang bergerak di bidang agen perjalanan wisata itu baru berdiri tiga tahun yang lalu. Ternyata Keira mendirikan perusahaan tersebut bersama tiga orang teman kuliahnya. Karenanya wanita itu sering terjun langsung memandu turis yang hendak berkeliling Indonesia.
Dipa cukup kagum dengan keberanian Keira mendirikan perusahaan sendiri bersama teman-temannya. Walau Happy Tours and Travel tidak terlalu besar, namun perusahaan tersebut mengalami perkembangan pesat setiap tahunnya. Banyak yang memberikan ulasan positif akan pelayanan perusahaan tours and travel tersebut.
Keira memanfaatkan jaringan Arnav dan sahabat ayahnya untuk menjaring klien. Karenanya dia bisa mendapatkan banyak turis yang memakai jasa perusahaannya, Baik domestik mau pun luar negeri.
Mengetahui Keira akan memandu turis asal Pakistan berkeliling Bali dan Lombok, timbul niat Dipa untuk menjadi salah satu peserta. Dia pun segera menghubungi perusahaan tersebut. Terdengar suara seorang perempuan menjawab panggilannya.
“Selamat pagi, dengan Happy Tours and Travel. Ada yang bisa dibantu?”
“Saya ingin memesan layanan tour ke Bali dan Lombok.”
“Untuk berapa orang?”
“Hanya saya sendiri. Apa saya boleh memilih pemandunya? Saya menginginkan Keira Aurelina sebagai pemandu saya. Apa bisa?”
“Untuk kapan, pak?”
“Besok bisa?”
“Mohon maaf, bapak. Ibu Keira saat ini akan memandu turis dari Pakistan. Mereka akan berangkat ke Bali siang ini.”
“Jam berapa penerbangannya?”
“Jam satu.”
“Kalau begitu apa saya bisa mendaftar ikut bersama rombongan Pakistan.”
“Ehm.. bagaimana ya, pak.”
“Saya akan bayar berapa pun biayanya. Bagaimana? Bisa?”
“Baiklah. Nanti saya akan kirimkan rincian untuk biaya perjalanannya. Tapi bapak harus sudah tiba di bandara Soekarno Hatta paling lambat pukul setengah satu.”
Dipa melihat jam di pergelangan tangannya. Waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi. Pria itu langsung berdiri dari duduknya. Dia akan langsung pulang untuk membereskan pakaiannya lalu terbang ke Jakarta.
“Baiklah, saya akan berada di sana sebelum pukul satu. Kirimkan kemana saya harus mengirim biaya perjalanan.”
“Baik, pak.”
Panggilannya berakhir. Sebelum pergi, Dipa menemui Barra lebih dulu. pria itu mengajukan cuti dadakan selama seminggu. Secara singkat dia menjelaskan kenapa mengambil cuti mendadak. Mendengar rencana Dipa, Barra pun mendukungnya. Semoga saja dengan perjalanan kali ini, keponakannya itu bisa mendapatkan pendamping hidup.
Selain bertemu Barra, Dipa juga berpamitan pada Irvin, ayahnya. Tentu saja Irvin mendukung keputusan anaknya. Semoga saja sang anak bisa cepat menemukan perempuan tambatan hatinya.
Dengan langkah panjang Dipa berjalan menuju parkiran basement. Sambil berjalan, dia menghubungi Aric. Pria itu meminta ijin padanya agar bisa menggunakan jet pribadi untuk mengantarnya ke Jakarta. Setelah mendapatkan ijin, Dipa segera menjalankan kendaraannya menuju rumah.
Tak sampai lima belas menit Dipa sudah sampai di rumah. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya lalu membereskan pakaiannya. Dia memasukkan beberapa stel pakaian ke dalam koper, tidak lupa membawa beberapa peralatan pribadi juga. Dipa membawa tas ransel untuk membawa perlengkapan pribadinya. Setelah siap, dia segera keluar dari kamar.
“Mau kemana, Dip?” tanya Anya yang heran melihat anaknya keluar dari kamar seraya menggeret koper.
“Ma.. aku mau keliling Bali dan Lombok.”
“Kok mendadak banget?”
“Kamu pergi sama siapa?” tanya Cakra.
“Aku ikut rombongan turis dari Pakistan, eyang.”
“Pakistan?”
“Iya. Kebetulan pemandu tournya Keira, anaknya om Arnav. Aku sengaja ikut acara tournya supaya aku bisa tahu dia perempuan seperti apa.”
“Ya sudah sana berangkat. Eyang doakan semoga yang sekarang adalah jodohmu.”
“Aamiin..”
“Kamu udah bilang sama papa?”
“Udah, ma. Tadi aku udah pamit di kantor. Eyang mami mana?”
“Ada apa?” Sekar muncul dari kamar.
“Eyang, aku pergi dulu. doakan cucumu yang ganteng ini pulang dari Lombok bawa calon istri.”
“Aamiin.. eyang doakan semoga berhasil.”
Dipa mencium punggung tangan Anya, Cakra dan Sekar bergantian. Pria itu segera keluar rumah sambil menggeret kopernya. Setelah memasukkan koper ke bagasi, dia segera melajukan kendaraannya.
🌵🌵🌵
Keira melihat jam di pergelangan tangannya. waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu lebih sepuluh menit. Dia mendapatkan kabar dari kantor kalau ada peserta tambahan dalam tour kali ini. Namun sampai sekarang pria itu masih belum muncul. Keira kembali menghubungi kantornya.
“Halo, dengan Happy Tours and Travel, ada yang bisa dibantu?”
“Peserta yang baru bergabung kenapa belum datang juga?”
“Mungkin masih dalam perjalanan, bu.”
“Namanya siapa? Kirimkan pada saya biodatanya.”
“Baik, bu.”
Keira segera mengakhiri panggilan. Tak lama kemudian terdengar notifikasi di ponselnya. Pegawainya di kantor baru saja mengirimkan biodata Dipa sebagai peserta dadakan yang ingin mengkuti acara tournya. Gadis itu membaca nama yang tertera, Nabhan Pradipa. Dia seperti tidak asing dengan nama itu. Kemudian melihat foto yang dikirimkan. Keira membuka galeri lalu mencari foto yang dikirimkan Arnav padanya.
“Dia anaknya om Irvin, yang mau dikenalin ke aku. Ngapain dia ikut tour segala?” gumam Keira pelan.
Lamunan gadis itu buyar ketika mendengar suara langkah kaki disertai suara roda koper yang tergeret. Kini di hadapannya sudah berdiri Dipa. Pria itu melemparkan senyum manisnya. Di belakang Keira, beberapa turis asal Pakistan melihatnya sambil tersenyum.
“I’m sorry, I’m late," ujar Dipa seraya menangkupkan kedua tangannya sambil melihat pada teman-teman seperjalanannya.
“It’s okay.”
Dipa melemparkan senyumnya. Kemudian dia melihat pada Keira. Pria itu menangkupkan kedua tangannya sambil berkata.
“Namaste. Mera naam Dipa hai,” ujar Dika seraya menggoyangkan kepalanya seperti yang sering diperagakan orang India.
Keira memutar bola matanya malas melihat gaya tengil Dipa. Gadis itu pun membalas sapaan Dipa. Dia menggunakan bahasa Hindi ketika menjawab sapaan Dipa.
“Hamase judane ke lie aapaka svaagat hai. Mujhe aasha hai ki aap hamaare saath apanee yaatra ka aanand lenge. Jo niyam nirdhaarit kiye gaye hain unaka paalan karana na bhoolen. (Selamat bergabung bersama kami. Saya harap anda senang menikmati perjalanan bersama kami. Jangan lupa untuk mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan).”
Dipa hanya melongo saja mendengar ucapan panjang Keira. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan gadis itu. sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal, Dipa balik bertanya.
“What did yoy say? (apa yang kamu katakan?).”
Tanpa menjawab pertanyaan Dipa, Keira segera mengajak semua peserta tournya memasuki gerbang boarding pass. Dia menyerahkan 22 buah tiket lalu membayar tax service untuk semua tiket. Kemudian dia meminta semua peserta mengikutinya. Dipa mengekor dari belakang sambil menggeret kopernya. Pertemuan pertamanya dengan Keira cukup menarik di matanya. Pria itu hanya mengulum senyum saja mengingat ekspresi Keira ketika melihatnya.
🌵🌵🌵
Dipa songong pake bahasa Sarung Khan, giliran dibales bingung sendiri🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Ayuna
Keira udah tau duluan ternyata🤭
2025-01-17
1
DhilaZiya Ulyl
🤣🤣🤣🤣 bengkong kaan.... ajaran Gilang jgn dipake😂
2024-11-04
1
mio amore
waah kaya nya yg ini bakal seru nih
2024-10-08
1