Kencan Salah Sasaran

“Ehm.. kalau Gilang masih jomblo?” tanya Cyntia yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraan pada Gilang.

Sontak Dipa dan Gilang saling berpandangan. Cyntia masih menunggu jawaban dari Gilang sambil memandangi pria itu tanpa berkedip. Pertanyaan Cyntia tentu saja membuat Gilang jadi tidak enak hati. Bagaimana pun juga kencan ini direncanakan Juna untuk mempertemukan Dipa dengan Cyntia. Namun ternyata gadis itu malah beralih perhatian padanya.

“Kayanya aku jomblo atau ngga, ngga ngaruh deh. Kan yang ketemuan di sini kamu sama bang Dipa. Harusnya fokus kamu ke bang Dipa dong. Kenapa jadi ke aku?”

“Karena aku tahu, bang Dipa ngga tertarik sama aku.”

“Jangan asal berkesimpulan. Emang kamu tahu dari mana kalau bang Dipa ngga tertarik?”

“Kalau dia serius mau kenalan sama aku, pasti dia ngga bakalan ngajak kamu dong.”

“Maaf kalau karena aku mengajak Gilang, kamu jadi berpikir seperti itu. sebenarnya aku jaga-jaga aja. Jujur, udah dua kali aku ngalamin kencan buta dan hasilnya di luar prediksi BMKG. Makanya sekarang aku bawa GIlang. Tapi tebakan kamu sepenuhnya ngga salah. Maaf ya, kamu emang bukan tipeku.”

“Ngga apa-apa, bang. Aku juga sama. dari pada dipaksakan akhirnya malah jadi ambyar, mending kita jujur di awal.”

“Nah ini yang aku suka. Jadi kalau kamu mau kenalan sama Gilang, silakan aja.”

Dengan kesal Gilang menendang kaki Dipa. Sekarang bola liar malah bergulir padanya. Maksud hati hanya ingin menemani Dipa. Tidak disangka, Cyntia justru tertarik padanya.

“Maaf ya, Cyn. Aku udah punya pasangan.”

Refleks Dipa menolehkan kepalanya pada Gilang. Adik sepupunya itu nampak tenang ketika mengatakan hal tersebut. Raut wajah Cyntia cukup menunjukkan kekecewaan. Pria yang disukainya ternyata sudah memiliki kekasih. Namun dia sepenuhnya belum percaya.

“Yang benar? Pacar kamu siapa? Kalian udah lama pacarannya?” desak Cyntia.

“Lumayanlah, hampir setahun.”

“Siapa?” ceplos Dipa sambil mengernyitkan keningnya.

“Alya.”

Uhuk.. Uhuk..

Dipa langsung terbatuk mendengar nama Alya keluar dari mulut Gilang. Pasalnya dia tahu kalau Aya sudah memiliki kekasih. Melihat reaksi Dipa, Cyntia kembali ragu untuk mempercayai jawaban Gilang.

Gilang menyandarkan punggungnya ke kursi yang didudukinya. Matanya kemudian memandang sekeliling. Kemudian sudut matanya menangkap Alya baru saja masuk ke dalam café bersama seorang temannya. Pria itu langsung berdiri dan mendekati Alya. Mata Dipa dan Cyntia terus mengikuti pergerakannya.

“Al..” panggil Gilang pelan.

“Hey.. kamu di sini juga?”

“Iya… eung.. aku boleh minta tolong ngga?”

“Minta tolong apaan? Perasaan gue ngga enak nih.”

“Hehehe.. lo bisa kan pura-pura jadi cewek gue? Hari ini gue nganter bang Dipa ketemu cewek yang mau dijodohin sama bang Dipa. Eh tuh cewek malah suka sama gue.”

“Ya ngga apa-apa dong. Rejeki nomplok namanya.”

“Bukan tipe gue.”

“Emang tipe lo yang kaya gimana?”

“Tipeuting hahaha..”

Cyntia terus mengawasi Gilang dan Alya yang masih berbincang. Dari gerak-gerik keduanya memang terlihat akrab. Perasaan tak suka langsung merayapi hati Cyntia. Ternyata benar Gilang sudah memiliki pasangan.

“Gimana? Mau ngga/” desak Gilang.

“Boleh. Tapi ngga gratis ya.”

“Lo minta bayaran apa?”

“Bayarannya ngga susah. Lo harus datang kalau gue bertanding di Bandung. Sebentar lagi kan Proliga dimulai.”

“Tenang aja. Nanti gue bakalan datang bawa supporter se-kompi, khusus buat dukung elo.”

“Lo harus joged-joged sampai muka lo ketangkep kamera ya.”

“Deal!”

Setelah Gilang menyanggupi permintaan Alya, gadis itu pun mengikuti langkah Gilang ke meja yang ditempatinya tadi. Temannya pun mengikut dari belakang. Sesampainya di meja, Gilang langsung memperkenalkan Alya pada Cyntia.

“Cyn.. kenalin, ini Alya, pacar gue.”

“Alya.”

“Cyntia.”

Mata Cyntia terus melihat gadis dengan tinggi 178 cm tersebut. wajah Alya memang cantik, kulitnya putih, memakai kemeja longgar dan celana kulot panjang serta hijab yang menghiasi kepalanya.

“Pacar kamu tinggi banget, Lang,” ceplos Cyntia.

“Dia atlit voli.”

“Ooh.. kalau aku ikutan main voli palingan jadi libero doang ya, hahaha..”

“Jadi netnya juga boleh,” timpal Gilang.

“Ayo duduk.”

Gilang mengajak Alya dan temannya duduk bersama dengannya. Cyntia semakin dibuat patah hati. Keakraban antara Gilang dan Alya berjalan alami dan tidak dibuat-buat. Gadis itu benar-benar dibuat payah hati oleh Gilang. Tak sanggup melihat kedekatan Gilang dan Alya, Cyntia berpamitan lebih dulu.

“Wah Cyntia patah hati tuh,” celetuk Dipa.

“Biarin aja. Lagian dia ke sini mau dikenalin sama abang, kenapa jadi nyosor ke gue? Emang sih gue tahu kalau gue ganteng. Tapi ngga etislah nanya gue jomblo atau ngga di depan bang Dipa.”

“Narsis,” ujar Dipa dan Alya bersamaan.

“Jangan lupa janji lo. Bentar lagi proliga mau mulai.”

“Iya tenang aja. Emang kapan main di Bandung?”

“Nanti putaran kelima.”

“Ah elah masih lama. Tar gue bawa bang Dipa. Gue dandanin jadi ondel-ondel biar heboh.”

“Sue.. lo yang janji kenapa gue yang jadi tumbal. Elo aja jadi cepot biar terus joged-joged sambil goyangin v*ntat lo kaya kabayan, gual geol… gual geol..”

“Hahaha.. contohin bang,” seru Alya.

“Males.”

Suara tawa kembali terdengar. Berteman dengan Gilang dan Dipa memang membuat hidup Alya lebih berwarna. Dia kerap terhibur melihat tingkah keduanya yang terkadang di luar nalar. Karenanya Alya berpikir ulang menjadikan Gilang sebagai pacarnya. Dia tidak mampu mengendalikan tingkah Gilang yang seperti kuda lumping.

🌵🌵🌵

“Gimana, Dip?” tanya Cakra ketika pria itu baru saja kembali ke rumah.

“Zonk lagi, eyang.”

Dipa menghampiri Cakra, mencium punggung tangannya lalu menghempaskan bokongnya di samping sang eyang. Cakra mengusap puncak kepala cucunya. Ternyata mencarikan jodoh untuk cucunya, susah-susah gampang. Tiga calon yang diberikan olehnya, Jojo dan Juna semuanya masih belum ada yang cocok.

“Apanya yang ngga sreg di Cyntia?”

“Ngga tahu, eyang. Pokoknya waktu pertama lihat, langsung ngga sreg aja. Lagian dianya juga suka sama Gilang.”

“Gilang? Kok bisa?”

“Tadi aku ngajak Gilang, eh dianya langsung nanya kalo Gilang jomblo apa bukan.”

“Terus Gilangnya gimana?”

“Dia ngaku udah punya pacar. Kebetulan tadi ada Alya, digeret deh Alya jadi pacarnya.”

“Hahaha.. ada-ada aja si Gilang.”

“Udahlah eyang, ngga usah jodohin aku lagi. Biar aku cari sendiri.”

“Eh.. calon dari opa sama kakek kan belum ketemu sama kamu. Kamu ketemu dulu sama calon dari mereka. Kalau masih belum ada yang cocok, baru kamu cari sendiri. Oke?”

“Oke deh.”

Dipa tak ingin membantah ucapan eyangnya. Setidaknya dia harus menghargai upaya para tetua yang ingin membantunya lepas dari status jomblo. Pria itu berpamitan pada Cakra hendak ke kamarnya untuk membersihkan diri. Tubuhnya sudah lengket oleh keringat.

🌵🌵🌵

Kevin berjalan mondar-mandir di ruang tengah rumahnya. Dipa sudah bertemu dengan calon yang sudah disiapkan oleh Juna, Jojo dan Cakra. Namun tidak ada satu pun yang menarik perhatiannya. Kini hanya tinggal dirinya dan Abi yang belum mempertemukan Dipa dengan calon jodoh pilihan keduanya. Namun Abi sudah punya calon pasti, sedang dirinya sampai sekarang belum menemukan siapa yang hendak dikenalkan olehnya.

Mata Kevin melihat ke layar datar di depannya yang tengah menayangkan iklan asuransi. Kemudian dia teringat pada agen salah satu perusahaan asuransi terbesar di Indonesia. Wanita itu tidak hanya cantik, tapi juga pandai berbicara. Kevin sampai setuju membeli produk asuransi yang ditawarkan olehnya. Pria itu kemudian bergegas menuju kamarnya. Dia membuka laci lemari dan mencari kartu nama wanita itu.

Setelah mencari-cari, akhirnya dia menemukan selembar kartu nama bertuliskan nama Yolanda Agustin di atasnya. Kevin mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor tersebut. Cukup lama dia menunggu sampai Yolanda menjawab panggilannya.

“Selamat siang,” terdengar suara Yolanda menjawab panggilan.

“Siang. Dengan Yolanda?”

“Iya betul.”

“Ini dengan opa Kevin.”

“Ya ampun opa Kevin, apa kabar?”

“Alhamdulillah baik.”

“Opa mau beli polis apalagi?”

“Maaf opa telepon bukan mau beli polis, tapi mau menanyakan sesuatu sama kamu. Tapi di luar pekerjaan, ngga apa-apa?”

“Ngga apa-apa, opa. Mau tanya apa?”

“Umurmu berapa?”

“Tahun ini genap 27 tahun.”

“Kamu udah nikah?”

“Belum opa, aku masih jomblo.”

Kevin bersorak dalam hati mendengar status Yolanda yang masih sendiri. Sepertinya wanita ini cocok untuk dikenalkan pad Dipa. Setidaknya dia tidak akan malu di hadapan para sahabatnya, terutama si bon cabe Abimanyu Hikmat.

“Kenapa belum nikah?”

“Belum ada yang cocok aja opa. Aku masih nyari laki-laki yang mau menerimaku apa adanya.”

“Oh gitu, padahal kamu cantik dan pintar.”

“Ah opa bisa aja. Aku jadi tersanjung dipuji opa.”

Ketika Kevin sedang berbicara dengan Yolanda, Rindu masuk ke dalam kamar. wanita itu berdiri tepat di belakang suaminya, dan dia sempat mendengar Kevin memuji Yolanda tadi.

“Kalau opa kenalkan dengan cucu opa mau? Kebetulan dia juga masih jomblo. Umurnya sekarang 28 tahun, namanya Dipa. Kalau kamu setuju, nanti opa kirimkan fotonya.”

“Boleh opa. Siapa tahu jodoh dengan cucu opa.”

“Besok kamu ada waktu? Bagaimana kalau kalian bertemu di Rose Café pas jam makan siang? Nanti opa yang buat reservasi buat kalian.”

“Boleh opa. Tapi apa Dipanya ngga keberatan?”

“Ngga, tenang aja.”

“Oke opa, aku setuju.”

“Besok ya, jam makan siang di Rose Café. Jangan lupa kirim foto kamu ke opa.”

“Siap, opa.”

Panggilan Kevin berakhir. dia masih berdiri di tempatnya. Pria itu mengirimkan lebih dulu foto Dipa pada Yolanda. Usai mengirimkan foto Dipa, Yolanda pun mengirim foto dirinya. Kevin segera meneruskan foto tersebut pada Dipa dengan catatan, besok bertemu di Rose Café saat jam makan siang. Setelah mengirimkan pesan pada Dipa, Kevin membalikkan tubuhnya. Dia terkejut melihat Rindu sudah ada di hadapannya.

“Abang abis ngobrol sama siapa? Pake minta kirim foto segala.”

“Itu Yolanda. Mau abang jodohkan ke Dipa.”

“Mau jodohin Dipa ngga usah muji dia juga kan?”

“Harus dipuji biar dia mau ketemu Dipa. Kamu ngga usah cemburu. Kamu tuh tetap yang paling abang sayang. Dibanding Yolanda, kamu punya banyak kelebihan.”

“Kelebihan apa?”

“Keriput,” jawab Kevin santai sambil keluar dari kamar.

“Abaaaaaaangggg!!!”

🌵🌵🌵

Kevin pen getok dah😂

Terpopuler

Comments

Ayuna

Ayuna

Astogeh Rindu tuh panggilannya apa dulu yah😂 sampe salah nyebut pas ijab

2025-01-17

1

ummi syafiq

ummi syafiq

🤣🤣🤣

2024-10-25

1

mio amore

mio amore

parah kevin

2024-10-08

1

lihat semua
Episodes
1 Calon Untuk Dipa
2 Kencan
3 Bocil Bikin Menggigil
4 Biar Takdir Bicara
5 Dosen Pembimbing Killer
6 Pesona Dosen Baru
7 Kamu Bukan Jodohku
8 Hadirmu Alihkan Duniaku
9 Bertemu Calon Grandpa
10 Oppa
11 Kencan Salah Sasaran
12 Yolanda
13 Kena Bully
14 Berganti Taktik
15 Mulai Jinak
16 Bawaan Orok
17 Perjodohan Terselubung
18 Ikan Buntal vs Frankenstein
19 Pacar Dadakan
20 Namaste
21 Annoying Dipa
22 Kencan 24 Jam
23 Istri Tua dan Istri Muda
24 Kencan 24 Jam, Batal!
25 Rival
26 Dia Milikku
27 Raja Gombal
28 Kegalauan Keira
29 Jadi Sahabat atau Kekasih?
30 Jangan Merindukanku
31 Berburu Informasi
32 Jarvis Sakit
33 Bimbingan atau Pendamping?
34 Panas.. Panas.. Panas.. Hati ini
35 Sebuah Rasa
36 Penolakan Tegas
37 Pertengkaran
38 Perjaka Formalin
39 Di Luar Prediksi
40 Baju Couple
41 Mas dan Saya
42 Akting atau Nyata?
43 Hadiah Tanjakan dan Turunan
44 Kado Istimewa
45 Icih dan Kemod
46 Ganti Profesi
47 Detektif Arnav
48 Ketua Perserikatan Jomblo
49 Bocil Meresahkan
50 Seperti Monyet Lupa Kacangnya
51 Sepupu Durjana
52 Kejutan Dari Jarvis
53 Atasan Tak Terduga
54 The Clever, Emma
55 Calon Menantu
56 Melewati Batas Maksimum
57 Penerjemah Bikin Pusing
58 Ribut Lagi
59 Konferensi Meja Bundar
60 Bad News
61 Fortune Cookies
62 Ketegangan di Meja Makan
63 Boyband
64 Penghulu Bikin Malu
65 Memulai Lebih Dulu
66 Kecanduan Kamu
67 Solusi
68 Sarange
69 Persiapan Calon Pengantin
70 Berharap Cemburu
71 Pria Dewasa
72 Adu Kecepatan
73 Pantang Menyerah
74 Seragam Bikin Geram
75 Duet Calon Besan
76 Celetukan Bikin Malu
77 Belajar Mesra
78 Sedikit Bicara, Banyak Bekerja
79 Romantis Ala Jarvis
80 Pukulan Telak
81 Penyesalan Mendalam
82 Tak Ada Kebohongan yang Abadi
83 Suami Mandiri
84 Bumil yang Manja
85 Rahmat Bukan Rahman
86 Sumpah Gilang
87 Pretty Woman
88 Pawang Emma
89 Bandulan Bertemu Celengan Semar
90 Dendam Salah Alamat
91 Pertarungan
92 Takut Kehilangan
93 Ibu Tiri Kejam
94 Penyesalan Mendalam
95 Embel-embel
96 Menuju Hari H
97 Jalan-jalan
98 Keinginan Ibu Hamil
99 Lawan Seimbang
100 Akhir Bahagia
101 Bonus Chapter : Everlasting Happiness
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Calon Untuk Dipa
2
Kencan
3
Bocil Bikin Menggigil
4
Biar Takdir Bicara
5
Dosen Pembimbing Killer
6
Pesona Dosen Baru
7
Kamu Bukan Jodohku
8
Hadirmu Alihkan Duniaku
9
Bertemu Calon Grandpa
10
Oppa
11
Kencan Salah Sasaran
12
Yolanda
13
Kena Bully
14
Berganti Taktik
15
Mulai Jinak
16
Bawaan Orok
17
Perjodohan Terselubung
18
Ikan Buntal vs Frankenstein
19
Pacar Dadakan
20
Namaste
21
Annoying Dipa
22
Kencan 24 Jam
23
Istri Tua dan Istri Muda
24
Kencan 24 Jam, Batal!
25
Rival
26
Dia Milikku
27
Raja Gombal
28
Kegalauan Keira
29
Jadi Sahabat atau Kekasih?
30
Jangan Merindukanku
31
Berburu Informasi
32
Jarvis Sakit
33
Bimbingan atau Pendamping?
34
Panas.. Panas.. Panas.. Hati ini
35
Sebuah Rasa
36
Penolakan Tegas
37
Pertengkaran
38
Perjaka Formalin
39
Di Luar Prediksi
40
Baju Couple
41
Mas dan Saya
42
Akting atau Nyata?
43
Hadiah Tanjakan dan Turunan
44
Kado Istimewa
45
Icih dan Kemod
46
Ganti Profesi
47
Detektif Arnav
48
Ketua Perserikatan Jomblo
49
Bocil Meresahkan
50
Seperti Monyet Lupa Kacangnya
51
Sepupu Durjana
52
Kejutan Dari Jarvis
53
Atasan Tak Terduga
54
The Clever, Emma
55
Calon Menantu
56
Melewati Batas Maksimum
57
Penerjemah Bikin Pusing
58
Ribut Lagi
59
Konferensi Meja Bundar
60
Bad News
61
Fortune Cookies
62
Ketegangan di Meja Makan
63
Boyband
64
Penghulu Bikin Malu
65
Memulai Lebih Dulu
66
Kecanduan Kamu
67
Solusi
68
Sarange
69
Persiapan Calon Pengantin
70
Berharap Cemburu
71
Pria Dewasa
72
Adu Kecepatan
73
Pantang Menyerah
74
Seragam Bikin Geram
75
Duet Calon Besan
76
Celetukan Bikin Malu
77
Belajar Mesra
78
Sedikit Bicara, Banyak Bekerja
79
Romantis Ala Jarvis
80
Pukulan Telak
81
Penyesalan Mendalam
82
Tak Ada Kebohongan yang Abadi
83
Suami Mandiri
84
Bumil yang Manja
85
Rahmat Bukan Rahman
86
Sumpah Gilang
87
Pretty Woman
88
Pawang Emma
89
Bandulan Bertemu Celengan Semar
90
Dendam Salah Alamat
91
Pertarungan
92
Takut Kehilangan
93
Ibu Tiri Kejam
94
Penyesalan Mendalam
95
Embel-embel
96
Menuju Hari H
97
Jalan-jalan
98
Keinginan Ibu Hamil
99
Lawan Seimbang
100
Akhir Bahagia
101
Bonus Chapter : Everlasting Happiness

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!