Kencan

“Ehm.. sebenarnya aku udah punya seseorang.”

“Hah?”

Untuk sejenak Dipa hanya terbengong saja. Calon pertama yang dikenalkan oleh eyangnya ternyata sudah memiliki tambatan hati. Dia merasa percuma saja menyempatkan waktu datang ke sini. Lebih baik bermain game dengan Gilang. Wajah pria itu menunjukkan kekecewaan.

“Adu maaf ya, Dipa,” Risna menangkupkan kedua tangannya. dia benar-benar merasa tidak enak pada Dipa.

“Ngga apa-apa.”

“Aku benar-benar ngga enak. Awalnya aku udah nolak tawaran kakekku karena sudah punya calon sendiri. Tapi kakek memaksa. Maafin aku ya. Maaf kalau udah buat kamu berharap.”

Kembali Dipa dibuat terbengong mendengar penuturan Risna. Tidak disangka wanita di depannya ini memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Baru saja dia hendak membalas ucapan Risna, pelayan datang membawakan pesanannya. Dipa menarik piring ke dekatnya dan langsung menikmati makanan yang dipesannya.

“Oh ya, calon kamu siapa?”

“Ehm.. dia juga dosen, tapi di kampus lain.”

“Pasti belum dikenalin ke keluarga kamu.”

“Kok tahu?”

“Kalau kamu udah kenalin calon kamu, ngga mungkin kita ketemu.”

Kepala Risna mengangguk membenarkan apa yang dikatakan Dipa. Dia memang belum mengatakan tentang pria pilihannya. Dirinya masih ragu apakah keluarganya bisa menerima status kekasihnya yang seorang duda dengan seorang anak.

“Aku ngga yakin kalau keluargaku bisa menerimanya.”

“Kenapa? Calon kamu cowok kan, bukan cewek?”

“Hahaha.. ya iyalah laki-laki. Dia itu duda satu anak, makanya aku takut keluargaku bisa menerimanya.”

“Kalau kamu yakin dia laki-laki yang baik, harusnya kamu bisa memperjuangkannya. Yakinkan keluargamu kalau dia pria baik, bertanggung jawab dan bisa menjadi imam untukmu dunia dan akhirat.”

“Ya ampun Dipa, kamu baik banget sih. Aku beneran jadi ngga enak.”

“Ngga enak kenapa?”

“Bikin kamu kecewa padahal kamu udah berharap soal perjodohan ini.”

Uhuk.. Uhuk..

Air yang baru masuk ke tenggorokan membuatnya tersedak mendengar ucapan Risna. Untuk beberapa saat pria itu masih terbatuk. Setelah batuknya mereda, dia minum dulu untuk meredakan batuknya.

“Begini ya, Ris. Aku beneran ngga apa-apa. Jujur aja aku kecewa, tapi bukan kecewa dengar kamu udah punya pilihan sendiri. Aku Cuma kecewa udah buang waktu berhargaku ke sini. Kalau aku tahu kamu udah punya pilihan sendiri, kita ngga perlu ketemu kan?”

“Ooh.. aku kira kamu kecewa karena terlalu berharap. Memangnya kamu ada janji hari ini?”

“Aku mau mabar sama sepupuku.”

“Mabar? Ya ampun pantesan kamu masih jomblo, pas waktu libur malah mabar sama sepupu.”

Dipa hanya mendengkus saja. Kalau tidak ingat perempuan di depannya adalah cucu dari teman eyangnya, mungkin mulutnya sudah disumpal ceker ayam satu kilo.

“Aku itu jomblo karena pilihan bukan terpaksa. Aku emang belum nemu perempuan yang klik sama hatiku. Kamu udah punya calon atau belum buatku hasilnya sama aja. Karena kamu juga belum berhasil membuat hatiku cenat-cenut. Jadi jangan terlalu menilai tinggi diri sendiri, oke?”

Dipa mengangkat tangannya memanggil pelayan untuk membawakan bill. Pria itu mengeluarkan beberapa lembaran berwarna merah kemudian menaruhnya ke nampan kecil yang di atasnya terdapat bill. Kemudian dia bangun dari duduknya dan meninggalkan Risna begitu saja.

🌵🌵🌵

Tiga hari berselang Dipa kembali menjalani kencan buta keduanya. Pria itu kembali memilih waktu libur untuk bertemu. Karenanya dia memilih waktu di tanggal merah. Wanita yang akan dikenalkan padanya bernama Aneska. Dia adalah cucu teman dari Jojo. Usianya sudah 27 tahun tapi sampai sekarang masih betah sendiri. Saat ini Aneska bekerja di perusahaan telekomunikasi.

Mobil yang dikendarai Dipa berbelok memasuki area mall The Ocean, Aneska meminta bertemu di mall ini, tepatnya di lantai teratas gedung ini. Di sana terdapat arena ice skating. Dengan langkah panjang Dipa memasuki gedung pusat perbelanjaan tersebut. Pria itu langsung menuju lantai atas menggunakan escalator.

Sesampainya di lantai teratas mall ini, dia langsung menuju area ice skating. Di hari libur ini, ternyata sudah banyak juga pengunjung yang datang. Dipa mengambil ponselnya lalu menghubungi Aneska. Baru terdengar satu deringan, sebuah tepukan mendarat di pundaknya. Dipa langsung berbalik. Di hadapannya berdiri seorang gadis manis tengah melemparkan senyuman padanya.

“Bang Dipa, kan?” tanya gadis itu.

“Iya. Kamu siapa?”

“Aku Neska.”

“Aneska?”

Pria itu langsung membuka folder galeri dan mencari foto Aneska yang dikirimkan Jojo padanya. Dia yakin kalau gadis yang berdiri di hadapannya bukanlah Aneska. Usianya jauh lebih muda. Dipa melihat foto di ponsel lalu gadis di hadapannya. Memang ada kemiripan tapi dia yakin kalau yang berhadapan dengannya bukan Aneska.

“Kamu beneran Aneska? Kok lebih muda, mukanya juga agak beda dari di foto.”

“Hehe.. aku Sandrina, adiknya kak Neska.”

Gadis bernama Sandrina itu mengulurkan tangannya pada Dipa. Mau tak mau Dipa membalas uluran tangan Sandrina.

“Aneskanya mana?”

“Kak Neska ngga bisa datang, lagi sakit. Jadi aku yang mewakili kak Neska.”

“Kenapa harus diwakilin? Kamu tahu ngga tujuan aku mau ketemu sama Aneska?”

“Tahu. Kakek udah bilang, kalian mau dijodohkan.”

“Jadi Neska yang kirim kamu buat ketemu aku? Supaya kamu bisa jelasin sama kakakmu aku ini seperti apa?”

“Bukan. Kak Neska ngga tahu kalau aku yang pergi nemuin bang Dipa. Tadi dia minta aku wa bang Dipa buat batalin janji, tapi aku ngga batalin. Aku sengaja datang mau ketemu bang Dipa. Dan ternyata abang lebih ganteng aslinya daripada di foto.”

Dipa hanya berdehem saja. Pujian Sandrina sudah sering didengar olehnya dari para gadis yang mendekatinya. Tapi tak ayal dia senang juga mendengar pujian gadis itu.

“Terus kamu ngapain mau ketemu sama aku?”

“Kan yang jomblo bukan cuma kak Neska aja. Aku juga jomblo,” Sandrina mengedipkan sebelah matanya pada Dipa.

“Terus?”

“Ya kali aja bang Dipa lebih suka sama yang kinyis-kinyis kaya aku, hehehe..”

“Umur kamu berapa?”

“20.”

“Belum beres kuliah berarti?”

“Iya. Abang mau nunggu kan?”

Tak ada jawaban dari Dipa. Pria itu hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dipikir di kencan buta keduanya akan lebih baik dari kencan pertamanya. Namun nyatanya sama saja.

“Bang.. kita main seluncur yuk. Abang bisa, kan? Tapi kalau ngga bisa, nanti aku ajarin. Ayo, bang.”

Tanpa menunggu jawaban Dipa, Sandrina langsung menarik tangan pria itu. Mereka segera menuju loket pembelian tiket. Dipa mengeluarkan dompetnya lalu membayar tiket untuk masuk dan menyewa sepatu. Keduanya kemudian menuju pinggir arena, mengganti sepatu mereka dengan sepatu ice skating.

“Ayo, bang.”

“Sebentar.”

“Ada apa? Abang ngga bisa jalan. Sini pegangan sama aku.”

Sandrina mengulurkan tangannya. Dipa langsung meraih tangan Sandrina. Seumur-umur baru kali ini dia bermain ice skating. Jangankan ice skating, bermain sepatu roda saja tidak bisa. Pelan-pelan Sandrina membawa masuk Dipa ke arena ice skating. Tubuh Dipa bergerak-gerak, tidak bisa menahan keseimbangan. Ketika Dipa hendak terjatuh, Sandrina langsung menahannya. Dia memeluk pinggang Dipa sambil mendongakkan kepalanya.

“Kita kaya orang pacaran ya, bang. Hehehe..”

Refleks Dipa melepaskan pelukan Sandrina di tubuhnya dan hal tersebut justru membuatnya oleng. Tanpa dapat ditahan tubuhnya jatuh ke bawah dengan bokong menyentuh lantai dulu.

GUBRAK!

“Hahaha.. makanya abang jangan lepasin peganganku. Ayo aku bantu.”

Sandrina meraih tangan Dipa kemudian menariknya berdiri. Dipa langsung berpegangan ada sisi arena agar tidak terjatuh lagi.

Astaga mimpi apa gue semalem. Kenapa acara kencan gue sial mulu sih, gerutu Dipa dalam hati.

🌵🌵🌵

Dipa apes terus🤣

Nih penampakan Dipa versiku

Terpopuler

Comments

Mur Wati

Mur Wati

lah kepedean bgt nih cewek masa baru ketemu di kira udah suka

2024-12-20

1

Ayuna

Ayuna

Gesrek🤭

2025-01-16

1

DhilaZiya Ulyl

DhilaZiya Ulyl

kurang sajen kayaknya.... 😂😂🤣

2024-11-03

1

lihat semua
Episodes
1 Calon Untuk Dipa
2 Kencan
3 Bocil Bikin Menggigil
4 Biar Takdir Bicara
5 Dosen Pembimbing Killer
6 Pesona Dosen Baru
7 Kamu Bukan Jodohku
8 Hadirmu Alihkan Duniaku
9 Bertemu Calon Grandpa
10 Oppa
11 Kencan Salah Sasaran
12 Yolanda
13 Kena Bully
14 Berganti Taktik
15 Mulai Jinak
16 Bawaan Orok
17 Perjodohan Terselubung
18 Ikan Buntal vs Frankenstein
19 Pacar Dadakan
20 Namaste
21 Annoying Dipa
22 Kencan 24 Jam
23 Istri Tua dan Istri Muda
24 Kencan 24 Jam, Batal!
25 Rival
26 Dia Milikku
27 Raja Gombal
28 Kegalauan Keira
29 Jadi Sahabat atau Kekasih?
30 Jangan Merindukanku
31 Berburu Informasi
32 Jarvis Sakit
33 Bimbingan atau Pendamping?
34 Panas.. Panas.. Panas.. Hati ini
35 Sebuah Rasa
36 Penolakan Tegas
37 Pertengkaran
38 Perjaka Formalin
39 Di Luar Prediksi
40 Baju Couple
41 Mas dan Saya
42 Akting atau Nyata?
43 Hadiah Tanjakan dan Turunan
44 Kado Istimewa
45 Icih dan Kemod
46 Ganti Profesi
47 Detektif Arnav
48 Ketua Perserikatan Jomblo
49 Bocil Meresahkan
50 Seperti Monyet Lupa Kacangnya
51 Sepupu Durjana
52 Kejutan Dari Jarvis
53 Atasan Tak Terduga
54 The Clever, Emma
55 Calon Menantu
56 Melewati Batas Maksimum
57 Penerjemah Bikin Pusing
58 Ribut Lagi
59 Konferensi Meja Bundar
60 Bad News
61 Fortune Cookies
62 Ketegangan di Meja Makan
63 Boyband
64 Penghulu Bikin Malu
65 Memulai Lebih Dulu
66 Kecanduan Kamu
67 Solusi
68 Sarange
69 Persiapan Calon Pengantin
70 Berharap Cemburu
71 Pria Dewasa
72 Adu Kecepatan
73 Pantang Menyerah
74 Seragam Bikin Geram
75 Duet Calon Besan
76 Celetukan Bikin Malu
77 Belajar Mesra
78 Sedikit Bicara, Banyak Bekerja
79 Romantis Ala Jarvis
80 Pukulan Telak
81 Penyesalan Mendalam
82 Tak Ada Kebohongan yang Abadi
83 Suami Mandiri
84 Bumil yang Manja
85 Rahmat Bukan Rahman
86 Sumpah Gilang
87 Pretty Woman
88 Pawang Emma
89 Bandulan Bertemu Celengan Semar
90 Dendam Salah Alamat
91 Pertarungan
92 Takut Kehilangan
93 Ibu Tiri Kejam
94 Penyesalan Mendalam
95 Embel-embel
96 Menuju Hari H
97 Jalan-jalan
98 Keinginan Ibu Hamil
99 Lawan Seimbang
100 Akhir Bahagia
101 Bonus Chapter : Everlasting Happiness
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Calon Untuk Dipa
2
Kencan
3
Bocil Bikin Menggigil
4
Biar Takdir Bicara
5
Dosen Pembimbing Killer
6
Pesona Dosen Baru
7
Kamu Bukan Jodohku
8
Hadirmu Alihkan Duniaku
9
Bertemu Calon Grandpa
10
Oppa
11
Kencan Salah Sasaran
12
Yolanda
13
Kena Bully
14
Berganti Taktik
15
Mulai Jinak
16
Bawaan Orok
17
Perjodohan Terselubung
18
Ikan Buntal vs Frankenstein
19
Pacar Dadakan
20
Namaste
21
Annoying Dipa
22
Kencan 24 Jam
23
Istri Tua dan Istri Muda
24
Kencan 24 Jam, Batal!
25
Rival
26
Dia Milikku
27
Raja Gombal
28
Kegalauan Keira
29
Jadi Sahabat atau Kekasih?
30
Jangan Merindukanku
31
Berburu Informasi
32
Jarvis Sakit
33
Bimbingan atau Pendamping?
34
Panas.. Panas.. Panas.. Hati ini
35
Sebuah Rasa
36
Penolakan Tegas
37
Pertengkaran
38
Perjaka Formalin
39
Di Luar Prediksi
40
Baju Couple
41
Mas dan Saya
42
Akting atau Nyata?
43
Hadiah Tanjakan dan Turunan
44
Kado Istimewa
45
Icih dan Kemod
46
Ganti Profesi
47
Detektif Arnav
48
Ketua Perserikatan Jomblo
49
Bocil Meresahkan
50
Seperti Monyet Lupa Kacangnya
51
Sepupu Durjana
52
Kejutan Dari Jarvis
53
Atasan Tak Terduga
54
The Clever, Emma
55
Calon Menantu
56
Melewati Batas Maksimum
57
Penerjemah Bikin Pusing
58
Ribut Lagi
59
Konferensi Meja Bundar
60
Bad News
61
Fortune Cookies
62
Ketegangan di Meja Makan
63
Boyband
64
Penghulu Bikin Malu
65
Memulai Lebih Dulu
66
Kecanduan Kamu
67
Solusi
68
Sarange
69
Persiapan Calon Pengantin
70
Berharap Cemburu
71
Pria Dewasa
72
Adu Kecepatan
73
Pantang Menyerah
74
Seragam Bikin Geram
75
Duet Calon Besan
76
Celetukan Bikin Malu
77
Belajar Mesra
78
Sedikit Bicara, Banyak Bekerja
79
Romantis Ala Jarvis
80
Pukulan Telak
81
Penyesalan Mendalam
82
Tak Ada Kebohongan yang Abadi
83
Suami Mandiri
84
Bumil yang Manja
85
Rahmat Bukan Rahman
86
Sumpah Gilang
87
Pretty Woman
88
Pawang Emma
89
Bandulan Bertemu Celengan Semar
90
Dendam Salah Alamat
91
Pertarungan
92
Takut Kehilangan
93
Ibu Tiri Kejam
94
Penyesalan Mendalam
95
Embel-embel
96
Menuju Hari H
97
Jalan-jalan
98
Keinginan Ibu Hamil
99
Lawan Seimbang
100
Akhir Bahagia
101
Bonus Chapter : Everlasting Happiness

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!