“Suci..”
Kepala Suci menoleh begitu mendengar sebuah suara memanggilnya. Dari balik kacamata hitamnya dia bisa melihat kalau pria yang tadi menegurnya dan sekarang sudah berdiri di sampingnya adalah Attar. Dosen fotografer baru di kampusnya.
“Pak Attar..”
“Kemarin kamu ngga ikut hunting, katanya lagi sakit. Udah enakan sekarang?”
“Alhamdulillah, pak.”
“Kamu ketinggalan mengerjakan tugas. Temanmu yang lain sudah selesai. Tinggal satu kali lagi pertemuan, langsung praktek cuci film.”
“Ehmm.. bagusnya kapan ya, pak?”
“Terserah kamu aja. Kebetulan saya sekarang lagi senggang. Kalau mau sekarang ayo aja. Di sini juga bagus, banyak objek yang bisa dijadikan bahan latihan.”
Suci terdiam sejenak, kemudian terlihat kepala gadis itu mengangguk. Dengan mengerjakan tugas, siapa tahu pikirannya bisa teralihkan dan tidak terus menerus memikirkan tentang Ashraf.
“Untuk tugas, kamu mau ambil tema apa?”
“Adanya tema apa aja ya, pak? Kok saya lupa, hehehe..”
“Portrait, fashion, human interest, flora and fauna, landscape, travel, arsitektur, makanan, produk atau vintage.”
“Kalau portrait yang kaya gimana?”
“Portrait itu objeknya manusia. Biasanya foto dibuat close up, seperti bikin pas foto. Bisa juga kamu ambil foto model dari jarak dekat.”
Kepala Suci mengangguk-angguk tanda mengerti. Attar mengajak Suci turun dari wood bridge. Pria itu kemudian mengajak gadis itu menuju rabbit house. Mereka akan mencoba praktek mengambil gambar flora dan fauna.
“Coba kamu lihat kelinci-kelinci ini. Mana yang paling menarik untuk dijadikan objek pemotretan.”
Mata Suci melihat pada sekumpulan kelinci yang ada di kandang. Ada yang sedang bergerombol dengan teman-temannya, ada yang sedang makan dan ada yang hanya diam di tempatnya atau tidur. Suci kemudian menangkap seekor kelinci yang sedang tertidur. Gayanya menarik perhatiannya. Tangannya menunjuk pada kelinci itu.
“Kalau begitu coba kamu ambil.”
Suci menerima kamera yang diberikan oleh Attar. Pria itu membenarkan tangan Suci saat memegang kamera. Gadis itu mendekatkan kamera ke wajahnya.
“Kacamatanya dilepas dulu, dong.”
“Eh..”
Suci melepas kacamatanya. Attar berbaik hati ingin membantu gadis itu mengamankan kacamatanya. Attar sedikit terkejut melihat mata Suci yang bengkak. Namun dia tidak mengatakan apa pun. Fokus mengarahkan Suci menggunakan kamera di tangannya.
“Kamu atur dulu bukaan lensanya. Di sini kan terang, jadi harus bagaimana bukaannya? Besar atau kecil?”
“Ehm.. kecil.”
“Bukaan diafragma atau bukaan lensa, ngga sama dengan mata manusia. Semakin besar bukaannya, maka cahaya yang masuk semakin sedikit. Semakin kecil bukaannya, cahaya yang masuk semakin besar. Jadi harus bagaimana?”
“Bukaan besar.”
“Good.”
Attar terus mengawasi Suci yang tengah mengatur bukaan diafragma. Mata Suci melihat pada Attar ketika dia sudah mengatur bukaan di angka besar. Kepala pria itu mengangguk.
“Sekarang atur shutter speed-nya. Kamu mau fokus ambil kelinci yang lagi tidur aja?”
“Iya.”
“Kalau begitu kamu ambil shutter speed panjang. Gambar akan fokus di kelinci dan objek di belakangnya yang bergerak dibuat blur.”
“Oke.. oke..”
Setelah mengatur shutter speed, Suci mulai mengambil gambar kelinci. Selanjutnya Attar mengajak Suci menuju orchid house. Seperti tadi dia mengajarkan pada Suci bagaimana cara mengambil gambar dengan benar. Penjelasan Attar yang sederhana, membuat gadis itu cepat mengerti.
“Sekarang kita coba foto bersambung.”
“Gimana, pak?”
Attar mengambil kamera. Setelah mengatur bukaan diafragma dan shutter speed. Dia mengarahkan kamera ke arah depan. Mengambil deretan pohon di depannya. Attar menekan shutter, kemudian menggeser kameranya sedikit lalu menekan shutter lagi. Sebanyak empat kali dia menggeser kamera lalu mengambil gambar.
“Itu buat apa, pak?’
“Nanti hasilnya, kamu akan lihat gambarnya bersambung.”
“Oh gitu.”
“Mau coba?”
“Boleh.”
“Ingat titik terakhir yang masuk di frame sebelah kanan. Nanti kamu mulai foto berikutnya dari titik itu.”
“Oke.”
Apa yang dikatakan Attar terdengar mudah di telinga Suci. Gadis itu segera melakukan seperti yang Attar lakukan. Dia menggerakkan tangannya sebanyak empat kali lalu mengambil gambar.
“Oke.. good.”
“Selanjutnya apa?”
“Makan. Kita pesan makan, tapi sebelumnya kami ambil fotonya dulu.”
“Oke.”
Semangat Suci yang sempat redup beberapa hari belakangan kembali muncul. Attar berhasil mengalihkan dunianya. Dulu dia paling sebal kalau sudah diminta melakukan praktek fotografi. Namun sekarang, bersama dosen yang tepat, pelajaran fotografi jauh lebih menyenangkan.
Keduanya segera menuju tempat makan yang ada di sini. Attar mengambil meja yang ada di bagian luar. Suci melihat-lihat menu yang disediakan. Lalu pilihannya jatuh pada spaghetti aglio e olio, sedang Attar memesan fish and chips.
“Kamu habis jadi sleeping beauty ya?” tanya Attar sambil mengulum senyum.
“Sleeping beauty?”
“Iya. Tuh mata kamu bengkak pasti karena kebanyakan tidur.”
Refleks Suci menutup wajah dengan kedua tangannya. Dia malu Attar membahas matanya yang masih bengkak, sisa tangisan ditinggal Ashraf. Melihat reaksi Suci membuat Attar tak bisa berhenti tersenyum. Gadis itu semakin terlihat menggemaskan di matanya. Sepertinya Attar sudah jatuh terlalu dalam pada Suci.
“Aku malah kurang tidur, pak.”
“Kenapa? Abis minum kopi sebaskom?”
“Hahaha.. bapak bisa aja. Aku tuh lagi patah hati.”
“Patah hati kenapa?”
“Ternyata selama ini aku cuma jagain jodohnya orang aja.”
“Kok bisa?”
Dengan lancar dan tanpa malu, Suci menceritakan hubungannya yang kandas bersama Ashraf. Bahkan ketika pelayan mengantarkan minuman pesanan mereka, dia tidak menjeda ceritanya. Suci membasahi dulu tenggorokannya yang kering dengan menyeruput minumannya lalu melanjutkan ceritanya.
“Itu artinya dia bukan jodoh kamu. kadang apa yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Allah. Yakin aja, Allah sudah menyiapkan jodoh lain untukmu. Yang lebih baik darinya dan pastinya baik untukmu.”
“Aamiin..”
Entah mengapa mudah sekali Suci mengungkapkan kegundahan hatinya pada pria yang baru dua kali ditemuinya. Dan status mereka saat ini adalah dosen dengan mahasiswinya. Pelayan kembali datang membawakan pesanan mereka.
“Sebelum di makan, foto dulu.”
“Oke.”
Suci nampak bersemangat sekali. Dia langsung mengambil kamera. Tanpa memerlukan bimbingan Attar, dia langsung mengatur bukaan lensa dan shutter speed. Kemudian dia mulai mengambil foto makanan di atas meja. Lebih dulu dia mengambil gambar spaghetti pesanannya, lalu mengambil gambar pesanan Attar.
“Wah kamu udah kelihatan kaya fotografer professional.”
“Masa sih, pak?”
“Iya. Ayo makan dulu.”
Keduanya kemudian menikmati makanan yang dipesan sambil berbincang ringan. Attar banyak menceritakan pengalamannya sebagai DOP di beberapa proyek film yang pernah ditanganinya. Suci juga berbagi cerita. Dia menceritakan tingkah polah para sepupunya yang terkadang bersikap absurd. Hal tersebut sukses mengundang tawa Attar.
“Aku kenal salah satu sepupumu,” kini Attar sudah mengganti panggilannya, dari saya menjadi aku.
“Oh ya, kenal di mana?”
“Dia kan suaminya Cyra. Ya pasti aku kenal.”
“Pak Attar kenal teh Cyra?”
“Kenal, dong. Kan aku temannya Bian. Waktu nikahan Bian, aku pernah lihat kamu.”
“Oh gitu. Jangan-jangan pak Attar anak temannya om Nick ya? Kan ada tuh yang kaya ahjussi Korea.”
“Hahaha.. itu papaku.”
“Pantesan agak-agak mirip. Ternyata dunia memang selebar daun singkong, masih satu circle juga kita.”
Sambil menikmati makanannya, Attar tidak bisa berhenti tertawa mendengar istilah baru yang dikatakan Suci. Dunia selebar daun singkong.
“Habis dari sini, mau kemana?”
“Ehm.. belum ada rencana sih.”
“Mau ikut ke galeri? Aku mau cetak hasil foto tadi.”
“Cetak sendiri?”
“Iya.”
“Mau dong. Aku mau lihat cara cetak foto. Dulu pernah praktek foto hitam putih aja. Belum pernah yang berwarna.”
“Habiskan makananmu. Kita berangkat ke galeri habis dari sini.”
Kepala Suci mengangguk cepat. Dia menghabiskan makanan yang dipesannya. Dalam benaknya sekarang sudah tidak ada Ashraf lagi. Attar sukses mengalihkan pikiran dan hatinya dari sang mantan.
🌵🌵🌵
Eh udah lupa aja ama Ashraf🤭
Ini visual Suci & Attar versiku
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Ayuna
Teman nick begajul semua 😂 anak2nya gak ya.
2025-01-16
1
mio amore
dipa apa kabar nih bun
2024-10-08
1
ˢ⍣⃟ₛ 𝘊𝘰𝘦ˢ☠️⃝⃟ⱽᴬ 𝐀⃝🥀
itu sih namanya ngepasin batu kali dapat berlian ya gak seh....klo dapatin yg spek dewa yunani mah 😁😁😁
2024-08-26
2