BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA

Liana tersenyum getir melihat putrinya dan wanita yang pernah menjadi madunya, saling bergandengan tangan memasuki sebuah pusat perbelanjaan. Sementara dirinya berjalan di belakang.

Shanum dikatakan anak-anak karena usianya yang masih terlalu dini, tapi Liana yakin putrinya sudah mengerti tentang apa itu ibu tiri. Dan entah bagaimana reaksi Shanum jika tahu, bahwa Kiara pernah menjadi ibu tirinya. Dan Kiara jangan ditanyakan lagi bagaimana reaksinya, sudah pasti sangat kecewa jika tahu, gadis kecil yang dia genggam tangannya adalah anak dari mantan suaminya.

Liana menghela nafas, berusaha untuk tidak memikirkan hal lainnya dan harus fokus dengan misinya hari ini. Menjalani misi yang entah apa tujuannya, membuatnya merasa pusing memikirkan apalagi yang harus dia lakukan dua hari ke depan untuk membuat Kiara sibuk bersamanya.

Hari ini, Liana harus berlapang dada melihat putrinya begitu asyik bersama Kiara dan seakan melupakan kehadirannya. Dia hanya mengikuti dari belakang dan hanya diam membiarkan Kiara yang begitu antusias memilihkan semua perlengkapan sekolah untuk Shanum.

Shanum pun terlihat sangat senang ketika Kiara membelikan pensil beserta kawan-kawannya secara random dengan jumlah yang menurut Liana bisa dipakai hingga lulus sekolah dasar. Tak lupa, Kiara juga membelikan beberapa buku yang akan sangat berguna untuk Shanum mengeja dan menghitung dan juga mengenal berbagai macam hewan dan tumbuhan.

Selesai dengan peralatan menulis. Kini mereka berburu ke toko yang menjual tas dan sepatu. Sama seperti sebelumnya, kali ini pun Kiara sama antusiasnya memilihkan sepatu dan tas untuk Shanum.

Meski sebenarnya merasa tak enak hati, tapi Liana menahan untuk tidak menegur Kiara yang sudah sangat berlebihan memanjangkan Shanum, demi menjalankan tugasnya dari Denis.

Saat tengah asyik memilih sepatu, ponsel Kiara berdering. Lekas dia mengangkatnya begitu melihat nama Erick yang tertera di layar ponselnya, "Halo, Mas?"

[Kia, kamu lagi di mana?] Tanya Erick.

"Lagi di Mall, sama... ."Belum sempat Kiara menyelesaikan kalimatnya, sambungan teleponnya terputus, dia pun menatap layar ponselnya dan ternyata ponselnya mati. Semalaman dia memang tidak mengisi daya karena terus berusaha menghubungi suster Maria.

"Siapa yang telepon, Tante?" Tanya Shanum yang rupanya pemasaran.

Kiara tak langsung menjawab. Anak seusia Shanum sedang aktif aktifnya bertanya saat ini, jika dia mengatakan Erick adalah mantan suaminya pasti Shanum akan bertanya hal lainnya lagi dan pertanyaannya tidak akan habis sampai dia merasa menemukan jawaban yang puas, "Temannya Tante," jawab Kiara akhirnya.

"Oh, temannya Tante cewek apa cowok?" Kembali Shanum bertanya.

Kiara tersenyum tipis sambil menggaruk pelipisnya, benar kan, Shanum akan terus bertanya sampai merasa puas. "Cowok,"

"Namanya siapa, Tante?"

"Namanya Erick," jawab Kia.

"Nama temannya Tante sama dengan nama Papanya Shanum," kata Shanum terlihat berbinar.

"Oh ya? Jadi, nama Papanya Shanum juga Erick?" Tanya Kiara, dia yang awalnya merasa risih meladeni pertanyaan Shanum, jadi merasa penasaran akan sosok suami Liana tersebut.

"Iya Tante, jangan-jangan, temannya Tante itu Papanya Shanum ya?"

Kiara terkekeh, "Temannya Tante itu belum punya anak, cuma namanya aja yang sama. Seperti di rumah sakit, Tante juga punya teman, dokter anak namanya Ana. Sama kan, seperti nama Mamanya Shanum?"

Shanum pun tersenyum sambil mengangguk, bisa-bisanya dia berpikir temannya Kiara adalah papanya hanya karena memiliki nama yang sama.

Mereka pun lanjut memilih sepatu dan tas. Tak tanggung-tanggung, Kiara membelikan tiga buah tas dan tiga pasang sepatu untuk Shanum.

Liana memperhatikan itu dengan tatapan bak kosong, saat tadi mendengar percakapan Shanum dan Kiara, hatinya serasa tersayat membayangkan ketika Erick mendatangi keluarga Kiara dengan status bujangan, padahal jelas-jelas ada anak dan istrinya yang selalu menunggu kepulangannya di rumah. Namun, dia tidak pernah menyalahkan suaminya atas hal tersebut.

Tak terasa, hanya membeli peralatan sekolah Shanum, mereka menghabiskan waktu berjam-jam bahkan sekarang sudah mendekati waktu makan siang. Setelah membayar semua belanjaan Shanum, Kiara pun mengajak ibu dan anak itu naik ke bagian lantai atas.

"Laper gak nih?" Tanya Kiara, sambil menatap Shanum dan Liana bergantian.

"Mau bilang enggak, tapi lapar. Mau bilang lapar, tapi gak enak." Liana terkekeh karena ucapannya sendiri.

"Laper laperin aja mumpung gratis." Kata Kiara juga terkekeh.

"Bener tuh, Ma." Sahut Shanum, "Mumpung gratis, kita puas puasin makan. Mama kan gak pernah ngajak Shanum makan di luar, katanya harus irit pakai uang dari Papa. Selalunya Om Denis yang ajak Shanum jalan-jalan dan beli apapun yang Shanum mau."

Liana tersenyum masam mendengar perkataan putrinya. Memang begitulah adanya, mereka berdua harus irit menggunakan uang dari Erick. Meski suaminya itu rutin mengirim uang tiap bulan, tapi jumlahnya tidak seberapa. Dan dia tidak pernah protes, karena dia bisa memahami situasinya.

"Ya udah, sekarang Shanum bebas mau makan apa aja. Tante yang akan bayar semuanya, " Kiara kembali menggenggam tangan Shanum, mengajak gadis kecil itu menuju stand stand makanan dengan berbagai menu yang begitu menggugah selera. Dia benar-benar iba mendengar perkataan Shanum tadi, entah laki-laki seperti apa ayahnya Shanum? Ternyata tak hanya jarang pulang, tapi juga tidak bisa memenuhi semua kebutuhan putrinya sendiri.

"Shanum mau yang mana aja nih?" Tanya Kiara, begitu mereka telah berada di depan stand stand makanan.

"Yang itu, Tante," Shanum menunjuk cumi balado. "Itu makanan kesukaan Shanum dan Papa," ujarnya sambil tersenyum.

Kiara terdiam sejenak, kenapa semuanya jadi kebetulan sama seperti ini. Tak hanya nama mantan suaminya dan nama papanya Shanum yang sama, tapi makanan kesukaannya juga sama. Sewaktu masih bersama Erick dulu, hampir tiap hari dia memasak cumi balado yang merupakan makanan kesukaan Erick.

Melihat Kiara diam, Liana pun mendekati dan menepuk pundaknya. "Kamu kenapa?" Dia bertanya meski sebenarnya tahu apa yang membuat Kiara terdiam.

"Gak apa-apa," jawab Kiara, dia tersenyum. "Oh ya, kalau kamu mau makan yang mana? pilih aja, bebas." Ucapnya.

"Kalau aku, samain aja sama punya kamu, biar couple." Canda Liana berusaha mencairkan suasana, agar Kiara tak terus terpikirkan tentang cumi balado itu. Dan itu berhasil, Kiara tertawa pelan mendengarnya.

"Bisa aja kamu, makanan juga bisa couple rupanya," Kiara lalu kembali menatap Shanum, "Shanum mau nambah yang mana lagi nih?" Tanyanya.

"Shanum mau Cumi Balado aja, Tante." Jawab Shanum.

"Beneran gak mau tambah dengan menu yang lainnya? Hari ini Tante pasrah deh diporotin sama kamu," kata Kiara sambil mencubit gemas hidung Shanum. Jika saja sejak awal pernikahannya, Erick tak menunda punya anak, mungkin saat ini dia juga telah memiliki buah hati bersama Erick.

"Gak tante, Shanum mau Cumi Balado aja."

Terpopuler

Comments

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

polos bgt c bocil 🤭 😁

2024-12-27

1

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

hadeh seandainya kamu tahu kebenarannya Kiara siapa mereka b-2, apa ga kamu nangis darah tahu kenyataannya

2024-07-11

1

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

entah bertahan karena liana..... bego kok dipelihara..... tuyul piara biar bnyk tuh duit gereget emak

2024-07-04

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!