BAB 12. DIA JUGA KORBAN

"Ayo duduk di sini," mama Kasih antusias menepuk bagian sofa kosong di sampingnya begitu anak menantunya datang. Tatapannya tak lepas menatap Kiara.

Denis langsung duduk di samping mamanya, namun baru saja duduk tapi dia langsung berdiri kembali sambil mengelus pinggangnya yang terasa panas akibat cubitan mama Kasih.

"Bukan kamu, tapi Kia," mama Kasih melotot menatap putranya, kemudian berpindah menatap Kiara sambil tersenyum, "Ayo duduk sini dekat Mama," ujarnya sambil menarik tangan sang menantu.

Kiara pun duduk, sekilas dia melirik Denis yang merintih sakit sambil mengelus-elus pinggangnya. Kasihan? Tentu saja tidak! Dia rasa Denis hanya berlebihan, tidak mungkin cubitan mama Kasih bisa sesakit itu.

"Denis, kamu duduk di sini saja." Panggil papa Rangga, dia yang duduk berdampingan dengan papa Bagas, sedikit bergeser untuk memberi Denis tempat duduk.

"Pasti sakit sekali," bisik papa Bagas begitu Denis telah duduk diantaranya dan besannya.

"Sakit banget, Pa," balas Denis juga berbisik.

Papa Bagas terkekeh, dia juga pernah merasakan cubitan istrinya dan rasanya memang sangat sakit. Maklum, semasa sekolah mama Kasih pernah ikutan Taekwondo, jadi tak heran meski sudah tua tapi cubitannya bisa sesakit itu, bahkan bekas memerahnya baru hilang setelah beberapa hari.

"Nanti minta dielusin sama istri kamu, sakit dan bekasnya pasti langsung hilang." Goda papa Bagas.

Denis hanya mengulas senyum. Dalam hatinya berkata, semoga kedua orang tuanya tidak pernah tahu jika ada tujuan lain dari pernikahannya dengan Kiara. Tak terbayang bagaimana kecewanya mereka jika dia menikahi Kiara tak semata-mata karena dia memang menyukai Kiara sejak dulu, tapi karena ada kaitannya dengan Erick dan Liana.

"Om Denis akan tinggal di sini ya?" Tanya Shanum yang duduk di sebelah mama Kasih. Semua mata langsung tertuju pada gadis kecil itu, tak terkecuali Kiara, dia langsung jatuh hati pada anak manis nan cantik itu. Dalam hatinya bertanya-tanya, kenapa sepupunya Denis tak datang bersama suaminya.

"Dalam beberapa hari Om akan tinggal di sini dulu, baru nanti Om bawa Tante Kia tinggal di rumah Om," jawab Denis.

Kiara langsung menatap Denis dengan tatapan tak setuju, tapi Denis sama sekali tidak mempedulikannya, justru dia balas dengan tersenyum menatap istrinya itu.

"Kalau bisa secepatnya kalian berdua pergi berbulan madu," papa Bagas menimpali.

"Setuju, lebih cepat lebih bagus." Sahut papa Rangga.

Dengan cepat, Kiara langsung berpindah menatap papanya. Tapi sama seperti Denis, papa Rangga juga tak mempedulikan tatapan protes putrinya itu.

"Jadi nanti Om Denis tidurnya sama Tante Kia ya, sama kayak Papa dan Mamanya Shanum kalau Papa pulang?" Kembali Shanum bertanya dengan polosnya.

Denis tersenyum, "Iya Sayang. Om nanti tidurnya sama Tante Kia," jawab Denis.

Kali ini Kiara tak peduli lagi dengan obrolan itu, percuma dia protes, tak akan ada juga yang meresponnya. Fokusnya hanya tertuju pada ucapan Shanum baru saja. 'Kalau Papa pulang' itu artinya suami Liana jarang berada di rumah. Kasihan, gumamnya dalam hati. Anak sekecil Shanum, seharusnya menikmati hari-hari dengan indah didampingi kedua orangtuanya, tapi papanya justru jarang pulang. Kalau dia yang jadi Liana, sudah pasti tidak akan sanggup. Dulu saja, Erick yang sering bepergian ke luar kota hanya sebulan sekali tapi dia tetap merasa kesepian. Bagaimana dengan Liana yang suaminya jarang pulang?

"Shanum sudah sekolah apa belum?" Tanya Kiara, , dia tersenyum pada gadis kecil itu.

Shanum menggeleng, "Tapi bulan depan mau didaftarkan sekolah sama Om Denis," Jawabnya sambil menunjuk Denis.

"Iya, bulan depan aku akan mendaftarkan Shanum masuk ke sekolah Taman kanak-kanak." Kata Denis.

"Kalau peralatan sekolah, sudah beli apa belum?" Kembali Kiara bertanya pada Shanum.

"Belum, Tante," jawab Shanum.

"Mau gak nanti beli peralatan sekolahnya sama Tante?" Tawar Kiara.

Shanum langsung menatap Denis, om nya itu pernah mengatakan akan membelikan peralatan sekolahnya mendekati waktu masuk sekolah. Melihat Denis mengangguk, dia langsung paham dan kembali menatap Kiara, "Mau, Tante." Jawabnya.

Kiara pun tersenyum, dia mengulurkan tangannya mencubit gemas hidung Shanum. 'Setidak peduli itukah suaminya Liana? Sampai-sampai urusan sekolah, harus Denis yang mendaftarkannya.' Ucapnya dalam hati.

"Oh ya, Mamanya Shanum kemana, kok gak kelihatan?" Kembali Kiara bertanya.

"Ana ke dapur sama Mama kamu," mama Kasih yang menjawab.

Tadinya mama Flora ingin mengambil brownies yang dibuatnya tempo hari, disimpan dalam lemari pendingin yang memang khusus untuk kedua besanya nanti. Liana pun menawarkan diri untuk ikut ke dapur membantu mama Flora.

"Kalau gitu, aku mau susul mereka ke dapur." Kiara pun beranjak menuju dapur.

Sementara itu di dapur...

Setelah selesai memotong brownies dan menatanya di piring besar, Liana pun hendak membawanya menuju ruang keluarga tapi tangannya yang akan menyentuh piring ditahan oleh mama Flora.

"Ada apa, Tante?" Tanya Liana, dia terkejut sekaligus heran mama Flora tiba-tiba memegang tangannya.

"Maafkan Kiara ya? Tapi percayalah dia juga korban. Kia gak tahu apa-apa soal kamu dan Erick. Bukan hanya Kia, bahkan kami juga tertipu. Bisa-bisanya Erick memanipulasi identitasnya sebagai seorang Bujangan." Mama Flora ingin mengatakan itu sejak dia dan Liana masuk ke dapur. Hanya saja mengumpulkan keberanian serta menyusun kalimat yang tepat untuk mengatakannya pada Liana.

Mama Flora tahu semua itu dari suaminya, dan orang yang memberi tahu papa Rangga tak lain adalah Denis. Saat itu, papa rangga sedang membaca koran di balkon kamar, ketika ada yang menelpon. Melihat nomor tersebut asing, papa Rangga mengabaikan namun, karena nomor tersebut terus menelpon, akhirnya papa Rangga menjawab. Karena si penelpon ingin menyampaikan informasi penting, papa Rangga pun setuju untuk bertemu di sebuah cafe. Dan disitulah Denis memberitahu semuanya, serta memberitahu dialah laki-laki yang ditunjuk Erick untuk menikahi Kiara.

Dan ketika papa Rangga bertanya, apa alasan Erick menikahi Kiara sementara telah memiliki anak dan istri, tapi kemudian menjatuhkan talak hingga tiga kali lalu ingin rujuk kembali? Untuk itu Denis tidak bisa menjawab, karena diapun tidak tahu apa alasannya.

Liana tertegun mendengar permintaan maaf Flora, dia langsung menebak Denis lah yang mengatakan itu semua. Sejak awal dia juga tidak pernah menyalahkan pihak Kiara. Dia tahu keluarga Kiara tertipu, tapi dia tidak bisa membongkar itu semua karena terancam akan terpisahkan dengan putrinya.

Mama Flora menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan, kemudian kembali berkata, "Papanya Erick itu teman lama suami Tante, mereka bertemu kembali di acara lelang. Namanya ketemu teman lama, pasti lupa waktu kalau ngobrol. Dan situlah awal perjodohan Kiara dan Erick terjadi. Tante, yang saat itu memang selalu mewanti-wanti Kiara untuk segera menikah, akhirnya menerima perjodohan itu. Begitupun dengan Kiara, yang ternyata bisa menyukai Erick dengan cepat." Tuturnya.

Liana tersenyum, dia membalas menggenggam tangan mama Flora. "Kenapa Tante harus minta maa? Tante, Om Rangga maupun Kiara gak salah apapun. Aku yakin, kalian tidak mungkin melakukan perjodohan itu jika tahu siapa Mas Erick sebenarnya."

Mama Flora mengangguk, karena terlalu khawatir Kiara belum menikah juga diusianya yang terbilang sudah sangat matang untuk menikah, terlalu terburu-buru melakukan perjodohan tanpa menyelidiki terlebih dahulu.

"Tapi Kamu tenang saja. Untuk menembus penderitamu dan putrimu selama ini, Tante dan Om serta Denis tidak akan membiarkan Kiara kembali pada Erick. Mengenai apa alasan Erick melakukan itu semua, kami juga akan mencari tahu." Kata mama Flora.

Liana menundukkan pandangannya. Dia tahu apa apa alasan menikahi Kiara, tapi dia tidak memiliki keberanian untuk mengatakan itu semua karena ancaman kedua mertuanya.

"Dan Denis sudah mengatakan pada kami, bahwa sebenarnya dia sudah lama menyukai Kiara, hanya saja takdir harus mempermainkan perasaannya. Ternyata, orang yang membantu Kiara saat mobilnya mogok di hari pernikahannya dengan Erick, adalah Denis. Saat pertemuan pertama itulah Denis jatuh hati pada Kiara." Ucap mama Flora selanjutnya.

Liana cukup terkejut mengetahui tentang fakta itu. Sesaat kemudian bibirnya menyunggingkan seringai tipis, lihat saja nanti dia akan memberi pelajaran pada Denis karena telah merahasiakan itu darinya. Kadang dia berpikir jika Denis pria tidak normal karena tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun, tapi ternyata kakak sepupunya itu diam-diam menyukai istri kedua suaminya.

Obrolan keduanya terhenti ketika Kiara datang. Liana pun lekas menarik tangannya dari genggaman mama Flora lalu mengangkat piring brownies. Kiara pun membantu membawa nampan berisi minuman.

Terpopuler

Comments

Dewa Rana

Dewa Rana

biasanya di novel2 org diomongin dengar

2024-12-16

0

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

mungkin kak author belum mengizinkan, Kiara untuk tau sebenarnya. ✌️🤭😁

2024-12-27

2

Puji Ustariana

Puji Ustariana

yah syg kiara gak denger

2024-08-23

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!