BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA

Denis duduk seorang diri di kursi tunggu yang tersedia di depan ruang rawat Shanum, jari-jari tangannya saling bertaut dan kepalanya disandarkan di dinding.

Kedua matanya tertutup rapat seiring ingatannya yang tertuju pada saat dia mendatangi sebuah rumah megah yang alamatnya sama dengan kartu nama yang dibawanya. Tepatnya, lebih dari satu tahun yang lalu...

Kala itu dia ingin menjelaskan pada sang pemilik kartu nama, bahwa dia bukanlah seorang montir seperti yang dikira oleh wanita itu, sekaligus ingin mengenalnya lebih dekat karena saat pertemuan pertama itu dia langsung jatuh hati. Konyol, tapi itulah yang terjadi. Namun, begitu sampai di alamat yang ditujunya, dia dibuat terkejut dengan pesta pernikahan yang digelar di rumah itu, dan yang lebih mengejutkan lagi ketika dia melihat kedua nama mempelai pada papan karangan bunga serta foto prewedding yang terpajang di pelataran.

Dengan emosi yang membuncah di dada, dia meninggalkan rumah megah tersebut. Melajukan motornya dengan kecepatan penuh membelah jalanan menuju sebuah rumah minimalis yang dia tahu di huni oleh satu keluarga kecil yang terdiri dari sepasang suami istri beserta putra kecilnya.

Setelah sampai, dia memarkirkan motornya asal lalu berjalan dengan tergesa menuju pintu rumah itu dan mengetuknya dengan tak sabar.

'Di mana Erick?' Tanyanya begitu Liana membukakan pintu.

'Mas Erick sedang ada perjalanan bisnis keluar kota, Bang,' jawab Liana sendu, menatap Denis sekilas lalu menunduk.

Denis membuang nafas berat, dengan gelagat Liana yang hari ini tak berani menatapnya sudah menjadi jawaban bahwa adik sepupunya itu berbohong akan perjalanan bisnis Erick keluar kota.

'Hari ini Abang melihat seorang mempelai laki-laki dan kamu tahu siapa?'

Liana hanya bisa meremat ujung bajunya seiring merapatkan bibir agar tangisnya tak pecah, namun bagaimana pun dia menahan akhirnya tangisnya itu pecah juga dihadapan Denis.

'Kenapa Ana, kenapa kamu menyimpan masalahmu sendiri? Jangan takut, katakan pada Abang apa yang sebenarnya terjadi?' Denis meraih tubuh Liana dan memeluknya erat.

'Apa yang Bang Denis lihat hari ini, percayalah itu tidak seperti apa yang Abang pikirkan. Mas Erick tidak pernah mengkhianati ku.'

Hanya itu yang selalu dikatakan Ana, bahkan hingga saat ini Denis tidak bisa mendapatkan jawaban yang pasti kenapa Erick menikah lagi.

Bahkan ketika dia tahu, Erick menjatuhkan talak pada istri keduanya berkali-kali dia tidak tahu apa alasannya. Begitu sulit mendapatkan jawabannya dari Erick maupun Liana.

.

.

.

"Shanum makan yang banyak ya Sayang, biar cepat sembuh." Kata Erick dengan tatapan berkaca-kaca menatap putri kecilnya yang terlihat sangat lemah. Beberapa saat lalu, setelah petugas administrasi memberitahu dikamar mana Shanum di rawat, dia langsung berlari menuju ruangan tersebut. Memaksa menerobos masuk bahkan hampir terjadi perkelahian antara dirinya dengan Denis jika Liana tak segera melerai.

"Tapi Shanum maunya disuapin sama Papa,"

Erick tersenyum seraya mengangguk, dia meraih semangkuk bubur diatas nakas kemudian menyuapi putrinya.

"Papa jangan pergi lagi ya, Shanum kangen sama Papa." Kata gadis kecil itu setelah menelan buburnya.

Erick tersentak, dadanya bergemuruh namun, maaf sekali lagi dia belum bisa memenuhi keinginan putri kecilnya. "Shanum kan tahu kalau Papa kerja, Papa kumpulin uang yang banyak buat nanti ajak Shanum dan Mama jalan-jalan ke... ."

"Ke Italia," sambung Shanum. Netranya berbinar, rasa tak sabar untuk segera melihat menara miring yang menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi di kota Pisa. Menara yang sampai saat ini hanya dapat dia lihat dari buku bergambar yang dibelikan oleh papanya.

Liana yang duduk di sofa, meremat kedua tangannya erat bersamaan perasaannya yang tak menentu. Bagaimana kalau Denis tidak bisa menepati janjinya terhadap Shanum, bukankah lagi-lagi dia harus mengikhlaskan tanpa bisa melakukan perlawanan.

'Kalau kamu masih tidak bisa terima, silahkan tinggalkan Putraku tapi jangan bermimpi untuk bisa membawa Shanum!' Kalimat itu, selalu menghantuinya setiap malam. Dia yang seorang yatim piatu, bisa apa untuk memperjuangkan haknya. Sudah cukup selama ini dia menyusahkan paman dan bibinya yang merawatnya sedari kecil, untuk masalah rumah tangganya biarlah dia yang menangani sendiri meski harus menahan perih setiap saat.

"Ma, ayo sini."

Liana tersentak ketika putrinya memanggil, dia mengatur nafas yang memburu kemudian beranjak menghampiri Shanum. "Ada apa, Sayang?" Tanyanya setelah berdiri di samping Erick.

"Shanum mau kayak dulu, disuapin sama Mama dan Papa."

Erick dan Liana saling menatap. Dulu, itu memang selalu mereka lakukan, sebelum keadaan merenggut momen-momen itu dan membuat waktu Erick yang bahkan hampir sepenuhnya hilang untuk anak dan istrinya. Kini, begitu terasa canggung dan seakan asing untuk mereka lakukan lagi.

"Biar Papa aja yang suapi Shanum ya? Habis ini Papa mau berangkat kerja lagi loh, nanti gak bisa suapi Shanum lagi." Kata Erick yang melihat ketidaknyamanan Liana. Dia bisa memahaminya, itu semua juga karena dirinya yang tidak bisa membagi waktu dengan adil. Saat awal pernikahannya dengan Kiara, dia hanya bisa mengunjungi sekali sebulan dengan dan itupun dengan mengatakan pada Kiara, dia ada perjalanan bisnis keluar kota. Setelah jatuh talak tiga itu, bahkan dia tidak pernah mengunjungi Liana dan Shanum karena suatu alasan. Tapi, dia selalu rutin mengirimkan uang ke rekening Liana.

"Iya deh," akhirnya Shanum mengangguk lemah. Biarlah ini menjadi lampiasan karena setelahnya entah kapan lagi dia bisa bertemu papanya. Untung saja ada Denis yang selalu ada mengisi hari-hari bak sosok seorang ayah.

Setelah Shanum menghabiskan buburnya, Erick pun membantu putrinya minum obat. Dia juga mengajak putrinya bercerita sampai akhirnya Shanum kembali tidur.

"Ana, jaga Shanum ya, maaf aku tidak bisa ada di samping kalian berdua."

Liana hanya bisa mengangguk lemah, ingin sekali dia mengatakan tinggallah sebentar lagi, Mas, tapi itu percuma saja. Erick tetap akan pergi. Dia menunduk, tak sanggup untuk melihat suaminya pergi meninggalkan ruangan itu.

Namun, tiba-tiba saja dia dibuat kaget ketika Erick memeluknya seraya mencium kening. "Percayalah, Ana, aku selalu merindukanmu. Juga merindukan semua yang kita lakukan bersama," setelah mengatakan itu Erick melangkah cepat keluar dari ruangan itu tanpa menoleh lagi ke belakang. Dia tahu, Liana pasti menangis, dan dia tidak sanggup melihat itu.

Denis tersentak ketika mendengar suara pintu ruangan di buka, dia membuka mata lalu membenarkan posisi duduknya. "Sudah selesai acara kangen-kangenannya?"

Erick hanya bisa menghela nafas panjang mendengar pertanyaan bernada sindiran itu, "Terima kasih, karena selama ini Bang Denis selalu ada untuk Shanum dan Liana."

"Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang Kakak dan juga Om,"

Sekali lagi, Erick merasa tersindir tapi dia harus menelan kalimat sindiran itu meski terasa pahit.

"Aku ingatkan sekali lagi, setelah Bang Denis menikahi Kiara segera ceraikan dia. Aku tidak bisa menunggu terlalu lama!" Erick pun pergi setelah melontarkan kalimat peringatan itu.

Terpopuler

Comments

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

mnyala 🔥 bng Denis selangkah lebih maju dari Erick, smga semua rencana baik bng Denis segera cepat terealisasikan. sebelum semuanya terlambat, 💪 ❤️🔥

2024-12-27

1

Maharani Rania

Maharani Rania

hore benar tebakan ku itu istri Erik 👏👏👏

2024-12-21

1

Dewa Rana

Dewa Rana

jadi Erik poligami ya, dan Kiara gak tau bahwa dia istri kedua

2024-12-16

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!