BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG

Tes tes, eaaa. 🤗🤗🤭🤭 Othor baru dapat info baru dari salah satu author senior. Yang judul novelnya sekarang ongoing (Yo'k Cerai) pasti tahu kan ya. 😁 Katanya, untuk mencapai retensi agar stabil itu, semua harus seimbang antara like, jumlah fans dan favorit. Gimana dong, bisa bantu gak nih? Caranya gampang cukup dengan konsisten aja dan tinggalkan cap jempol setelah baca. Dan tentunya novel ini juga sudah dimasukkan ke rak kalian. Ehe 🙈🙈🙈

Happy reading...

.

"Shanum demam pasti karena kangen sama Papa ya?" Lirih Denis yang kini berdiri di sisi ranjang pasien. Sementara Liana keluar untuk membeli air minum. Saat tadi membeli makanan, bisa-bisanya dia lupa membeli air minum.

Denis menatap sendu wajah lelap Shanum yang nampak pucat. Setiap kali melihat wajah Shanum, hatinya serasa tersayat pilu namun, dia tidak bisa berbuat banyak untuk mengembalikan kebahagiaannya selain hanya membawa Shanum jalan-jalan dan membelikan semua yang di maunya. Tapi kali ini, dia bertekad akan memperjuangkan hak gadis kecil yang seharusnya menikmati masa-masa kecilnya dengan indah.

Tuhan seakan mendukung tekadnya itu, ketika Erick mendatanginya beberapa waktu lalu di bengkel. Rencana Tuhan memang tidak ada yang tahu, tapi dia yakin ini adalah jalannya. Selain untuk memenuhi janjinya terhadap Shanum, sesuatu yang selama ini dia pendam, kini memiliki celah untuk diraihnya.

Denis duduk di kursi yang tersedia, tatapannya menengadah menatap langit-langit ruangan bernuansa putih itu dengan penuh pengharapan, seakan melihat sang maha pencipta dan meminta restu-Nya untuk setiap langkahnya.

Sementara itu, Liana yang baru saja sampai di kantin, sejenak menghentikan langkahnya ketika tatapannya tertuju pada dua sejoli yang sedang makan dan terlihat sesekali bercanda ria.

Jujur, dia iri melihat itu. Selama ini dia hanya terkurung dalam kepedihan bersama putri kecilnya. Jangankan untuk tertawa lepas seperti dua sejoli itu, senyum pun rasanya hanya terpaksa.

Tak ingin berlama-lama di sana dan membuatnya merasa sesak sendiri, Liana meraih dua botol air mineral yang ada di rak lalu gegas menuju kasir untuk membayarnya. Namun, nahas, karena tak fokus dia sampai menabrak seseorang yang sedang membawa nampan berisi makanan.

Kegaduhan yang terjadi itu mengundang perhatian semua orang yang ada di sana, tak terkecuali dua sejoli yang tengah menikmati makanannya sambil bercanda ria. Tapi mereka tidak bisa melihat siapa yang bertabrakan karena terhalang beberapa orang yang berdiri tak jauh dari depan mejanya.

"Bu maaf, saya gak sengaja." Liana menaruh air minumnya di meja kosong lalu berjongkok untuk membantu wanita paruh baya yang ditabraknya, memunguti mangkok dan piring yang isinya sudah berpindah ke lantai.

"Lihat-lihat dong Mbak kalau jalan, makanan saya jadi tumpah semua ini." Wanita paruh baya itu menggerutu.

"Sekali lagi saya minta maaf, Bu. Saya akan menggantikan makanan Ibu," Liana membuka dompetnya, mengeluarkan dua lembar uang ratusan dan memberikannya pada wanita paruh baya itu lalu membantunya berdiri.

Setelah wanita paruh baya itu berlalu, Liana pun mengambil dua botol air mineralnya yang tadi dia letakkan di meja lalu kembali mengayun langkah menuju kasir. Dan saat itulah, dua sejoli yang tadi sempat penasaran dengan dua orang yang bertabrakan itu akhirnya dapat melihatnya dengan jelas.

"Kalau dilihat dari ekspresi wajah dan sorot matanya, sepertinya dia kurang tidur. Gak fokus, makanya sampai nabrak." Ucap seorang wanita yang tak lain adalah Kiara. Sementara Erick yang duduk di sampingnya, hanya diam mematung di tempat duduknya dengan tatapan terpaku pada sosok yang berjalan menuju kasir.

Ponsel Kiara berdering, dia lantas berhenti makan lalu merogoh saku snelli nya mengeluarkan ponsel. Tertera nama suster Maria di layar ponselnya.

[Apa Dokter Kiara masih ada di rumah sakit?"] Tanya suster Maria begitu teleponnya terhubung.

"Iya, ini lagi di kantin rumah sakit. Ada apa, Sus?"

[Syukurlah. Ada pasien Ibu hamil di UGD, sedang pendarahan,]

"Saya segera ke sana," Kiara pun memutus sambungan teleponnya, dia menyimpan ponselnya kembali lalu meraih sebotol mineral kecil dan meminumnya.

"Mas, aku harus ke UGD sekarang. Gak apa-apa ya aku tinggal dulu?"

Erick pun mengalihkan pandangannya pada Kiara, "Iya, gak apa-apa. Kamu tangani saja pasien kamu, aku juga mau balik ke kantor." Kata Erick.

Kiara mengangguk, lalu dengan cepat menuju UGD. Erick pun beranjak dari tempat duduknya lalu melangkah dengan pelan menuju kasir untuk membayar makanannya. Dia berhenti melangkah dengan jarak sekitar sepuluh meter dari wanita yang berdiri membelakanginya.

Menunggu cukup lama untuk mengambil uang kembaliannya, membuat Liana akhirnya berkata, "Mbak, kembaliannya ambil saja." Dia lalu berbalik hendak pergi, tapi langkah kakinya tertahan begitu tatapannya tertuju pada laki-laki yang berdiri tak jauh darinya.

"Kamu sedang apa di sini, Ana?" Tanya Erick. Tatapannya mengindai Liana dari ujung kaki hingga ujung kepala seakan memastikan tak ada yang kurang satupun dari tubuh wanita itu. Tatapannya sendu begitu menyadari tubuh itu sedikit kurus dari terakhir kali melihatnya.

Liana tak langsung menjawab, lidahnya terasah keluh dan tenggorokannya serasa tercekat. Yang dia lakukan hanyalah menarik nafas berulang kali untuk menetralkan perasaannya yang tak menentu.

Tanpa menjawab pertanyaan Erick, Liana mengayun langkanya dengan cepat meninggalkan tempat itu seiring setetes air matanya yang jatuh membasahi pipi. Untuk saat ini, dia tidak ingin bertemu meski rindu itu menyeruak di dada. Dia ingin belajar mengikhlaskan meski Denis terus meyakinkannya akan janji-janjinya.

Kedua kaki Erick bak terpaku ditempatnya berdiri, ingin mengejar namun langkahnya tertahan oleh sebuah tujuan yang harus dia capai. Akhirnya dia hanya bisa menatap kepergian Liana dengan kedua tangan terkepal erat.

Namun, begitu Liana hilang dari pandangannya. Emosi bergejolak dalam dadanya, pertahanannya pun runtuh. Dengan setengah berlari dia menuju kearah yang dilalui Liana. Namun, sayangnya dia sudah kehilangan jejak wanita itu.

Akhirnya, Erick gegas menuju bagaimana administrasi untuk mencari informasi keberadaan Liana di sana.

"Apakah di sini ada pasien yang bernama Liana? Atau anak yang orangtuanya bernama Liana?" Tanya Erick tampak tak sabar dan raut wajahnya terlihat cemas. Dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, itu dilakukannya secara berulang kali untuk menghalau pikiran yang buruk.

Petugas bagian administrasi itu pun segera mengecek nama yang disebut oleh Erick, "Ada Pak, pasien anak bernama Shanum. Dan orangtuanya bernama Liana dan Denis."

Erick tersentak ketika nama Shanum disebut sebagai pasien, dia pun akhirnya teringat jika beberapa saat lalu bertemu Denis di rumah sakit itu.

Sementara itu di dalam ruang rawat Shanum...

"Ana, kamu kenapa ?" Tanya Denis yang memperhatikan Liana nampak melamun setelah kembali dari membeli air minum.

"Aku gak apa-apa kok, Bang?" Jawab Liana, dia tersenyum untuk meyakinkan Denis bahwa dia baik-baik saja.

Denis rasanya tak percaya begitu saja, dia ingin bertanya kembali namun urung ketika mendengar rintihan Shanum yang memanggil mamanya. Keduanya lantas beranjak dari sofa menghampiri Shanum.

"Shanum, ini Mama, Sayang." Liana mencium kening putri kecilnya itu dengan perasaan yang lega karena akhirnya Shanum membuka mata.

"Yang mana yang sakit, Sayang?" Tanya Denis sambil menggenggam tangan Shanum.

Terpopuler

Comments

Dewa Rana

Dewa Rana

jadi Kiara selingkuhan Erik ya

2024-12-16

1

Diana Subar

Diana Subar

ķayaknya shĥanum tuh anak nya erik dgn liana...betul kah thor..?

2024-08-26

0

Puji Ustariana

Puji Ustariana

hmm msh abu" ney tp kayanya erik ney bpkke tp hubnya liana sm denis n mama kasih dan jg erik apa ya ?

2024-08-23

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!