BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!

Kiara tertegun melihat dekorasi di pelaminan yang begitu indah, kalau dibandingkan ini terlihat lebih megah dibandingkan dekorasi pernikahannya dulu dengan Erick. Selama proses dekorasi, dia memang tidak pernah masuk ke ruangan tersebut, baru hari ini saja.

Meski papanya meminta dia dan Denis yang mengatur konsep pernikahan, tapi dia tidak mau membuang-buang waktu untuk itu dan memilih menyerahkan itu semua pada tim wedding organizer serta meminta untuk membuat dekorasi yang sederhana saja. Lagipula, pernikahan ini hanya sementara, jadi untuk apa membuat dekorasi yang mewah. Tapi, yang dia lihat hari ini justru sangat jauh dari kata sederhana. Entah siapa yang mengaturnya.

'Aku dan orangtuamu yang mengatur ini semua, Kia.' Ucap Denis dalam hati yang seakan dapat membaca isi pikiran Kiara.

Terpaksa untuk tersenyum di atas pelaminan, itu sangatlah tidak menyenangkan bagi Kiara. Lain halnya dengan Denis yang memasang senyum bahagia menyambut satu persatu para tamu undangan yang silih berganti memberikan ucapan selamat.

Ketika sesi pengambilan foto, Denis begitu antusias berbeda dengan Kiara yang tampak ogah-ogahan, apalagi ketika sang fotografer menginstruksikan untuk saling berhadapan dengan Denis yang memeluk pinggangnya, tentunya mereka berdua harus tersenyum saat fotografer tersebut membidikkan kameranya.

Tak sampai di situ, saat memasuki kamar pengantin untuk beristirahat. Lagi-lagi, Kiara terpaksa menuruti keinginan mama Flora untuk mengambil gambarnya berdua dengan Denis di dalam kamar. Mau tak mau dia pun menuruti saja. Dan untuk kali ini, fotografer mengintruksikan agar Denis memeluk Kiara dari belakang.

"Selamat beristirahat ya Sayang," mama Flora membelai lembut pucuk kepala putrinya lalu berpindah menepuk pundak Denis.

Hal yang sama juga dilakukan oleh mama Kasih, tapi yang berbeda dia memeluk Denis sambil berbisik, 'Bikin cucu yang banyak untuk Mama dan Papa.'

Denis hanya tersenyum menanggapinya. Kedua wanita paruh baya itu lantas keluar dari kamar pengantin dan menuju ruang keluarga dimana dua keluarga sedang berkumpul di sana.

"Silahkan kalau mau ganti baju duluan, setelah itu baru giliran aku." Kata Denis memecah kesunyian di dalam kamar pengantin itu. Namun, Kiara hanya diam dengan ekspresi wajah yang nampak tidak nyaman.

"Tunggu sebentar, aku panggilkan tim MUA dulu," ucap Denis kemudian yang mengerti kegelisahan Kiara. Gaun pengantin yang dikenakan Kiara tentulah membutuhkan bantuan seseorang untuk melepaskannya, dan dia tak mungkin menawarkan bantuan, Kiara pasti menolaknya mentah-mentah.

Tak lama kemudian, Denis kembali ke kamar dengan seorang wanita berhijab yang merupakan salah satu dari tim MUA. Denis pun keluar dari kamar demi memberikan kenyamanan untuk Kiara berganti pakaian, meski sudah resmi menjadi suami dan istri tapi dia tahu istrinya tersebut pasti tidak akan merasa nyaman dengan keberadaannya.

Beberapa menit menunggu di luar kamar, akhirnya pintu terbuka dari dalam, "Terima kasih," ucap Denis pada salah satu tim MUA yang menantu Kiara berhati pakaian.

"Sama-sama," balas wanita berhijab itu lalu pergi sambil bertanya-tanya dalam hati. Kenapa tidak suaminya saja yang membantu istrinya berganti pakaian?

Saat Denis kembali masuk ke kamar, Kiara sedang membersihkan riasan di wajahnya. Denis pun memilih untuk berganti pakaian, dia membuka koper mini miliknya yang sudah berada di dalam kamar itu. Mengambil celana bahan panjang berwarna hitam serta kemeja lengan pendek berwarna putih lalu gegas masuk ke kamar mandi. Tak lama kemudian dia keluar dengan tampilan yang lebih segar setelah sebelumnya juga membasuh wajah.

Bertepatan dengan itu, ponsel Kiara berdering. Kiara pun lantas mengangkat panggilan tersebut yang merupakan dari Erick tanpa peduli sama sekali dengan keberadaan Denis.

"Ada apa, Mas Erick?" Tanya Kiara. Denis langsung berhenti melangkah dan menatap Kiara yang menyebutkan nama Erick. Tidak bisakah laki-laki itu untuk tidak mengganggunya hari ini saja.

[Apa Bang Denis ada bersamamu?] Tanya Erick.

"Iya, ada, Mas." Jawab Kiara sambil melirik Denis yang berjalan menuju ranjang pengantin mereka.

[Berikan ponselmu pada Bang Denis, aku ingin bicara sebentar." Kata Erick, dia sudah menghubungi Denis tapi ponselnya tidak aktif.

Jelas saja, Denis memang sengaja menonaktifkan ponselnya karena dia tahu Erick pasti akan menelponnya untuk memperingatinya berulang kali, tapi tetap saja laki-laki itu tidak kehabisan akal dengan menelpon Kiara.

Kiara pun beranjak dari depan meja riasnya, menghampiri Denis yang telah duduk di tepi ranjang, "Ini, Mas Erick ingin bicara denganmu." Ujarnya seraya mengulurkan ponselnya pada Denis.

Denis tak langsung mengambil ponsel tersebut melainkan justru menatap Kiara beberapa saat.

Merasa tak nyaman terus ditatap, Kiara kembali berkata, "Mas Erick ingin bicara denganmu!" Suaranya sedikit meninggi.

Denis pun mengambil ponsel Kiara lalu dengan sengaja menghidupkan pengeras suara agar Kiara juga mendengar apa yang akan dikatakan oleh Erick.

"Ada apa, Rick?" Tanya Denis.

[Aku sudah katakan tidak bisa menunggu terlalu lama, dan malam ini segera selesai syarat itu lalu talak Kiara.] Ucap Erick begitu menggebu.

Denis mengulum senyum mendengarnya, dia melirik Kiara yang tampak biasa saja mendengar ucapan Erick. Tapi lihat saja, bagaimana reaksi Kiara setelah Erick mengatakan sendiri syarat yang harus dilakukannya.

"Rick maaf, bisakah berikan waktu untuk beberapa hari. Badanku rasanya masih pegal-pegal semua, kau tahu beberapa hari ini aku benar-benar sibuk dan tadi harus berdiri lama di pelaminan." Kata Denis.

[Tidak bisa, Bang. Malam ini juga Bang Denis harus menyentuh Kiara dan setelah itu jatuhkan talak Abang padanya. Lakukan malam ini juga!] Seru Erick.

Kiara tersentak mendengarnya, kenapa dia seakan lupa dengan apa yang akan terjadi setelah pernikahannya dengan Denis. Kiara memejamkan mata seraya membuang nafas berat, malam ini dia harus mempersiapkan diri untuk memberikan hak Denis.

"Baiklah kalau itu yang kamu mau, Rick. Aku akan melakukannya," Denis lalu mengakhiri panggilan itu.

Mendengar perkataan Denis, Kiara semakin dibuat tak karuan. Dia harus benar-benar siap malam ini menyerahkan tubuhnya pada laki-laki yang sama sekali tidak dia kenal sebelumnya. Tak terbayang harus melakukan hubungan suami-istri tanpa didasari oleh cinta.

"Kia, kamu baik-baik saja?" Tanya Denis seraya meletakkan ponsel Kiara diatas meja rias. Jujur saja, hatinya merasa tersentak melihat istrinya tersebut tampak tertekan.

Kiara membuka mata, menghela nafas panjang untuk menormalkan perasaannya. "Gak apa-apa," jawabnya.

"Ayo kita keluar, berkumpul bersama keluarga kita." Ajak Denis. Seharusnya mereka beristirahat, dia pun merasakan kakinya pegal berdiri cukup lama di pelaminan. Tapi dengan mengajak Kiara untuk keluar dari kamar, itu akan membuat istrinya merasa sedikit lebih tenang.

Kiara mengangguk, dia pun lantas berdiri lalu melangkah lebih dulu menuju pintu dengan sedikit tergesa-gesa, seakan takut Denis akan menangkap dan mengeksekusi dirinya diatas ranjang pengantin mereka.

Terpopuler

Comments

Dewa Rana

Dewa Rana

Kiara dibohongi

2024-12-16

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

ternyata si Kiara benar" ga tahu seperti apa kelakuan si Erick di luaran sana yah,,,

2024-07-11

2

Sanatun Eka Ayu Aprilya

Sanatun Eka Ayu Aprilya

apa kah orang tua Bangun Denis tau kalau kiara mantan isteri erick?

2024-07-10

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!