BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?

Maap update nya siang, othor ngetiknya sambil gemetaran. Badan panas dingin. 🙈🙈

Happy reading...🤗

.

"Apa kamu sudah benar-benar siap?" Tanya Denis setelah beberapa saat terdiam. Netranya lekat menatap pada kedua mata Kiara.

"Ya, aku sudah siap!" Jawab Kiara dengan mantap.

"Baik, kita akan melakukannya malam ini," ucap Denis seraya menghela nafas panjang. Jujur, dia belum siap untuk melakukan itu, tapi Kiara sendiri yang memintanya maka dia akan menurutinya walaupun dengan berat hati.

Kedua tangan Kiara pun perlahan terlepas dari kerah baju Denis, kemudian berjalan menuju nakas, mengambil ponselnya lalu gegas menuju balkon kamar untuk menelpon seseorang.

Begitu Kiara kembali ke kamar, Denis yang sedang duduk di sofa lantas beranjak menghampiri istrinya itu.

"Kia, aku pamit keluar. Aku akan pulang setelah Maghrib," kata Denis.

Kiara hanya menjawabnya dengan anggukan. Setelah Denis keluar dari kamar, dia pun naik ke tempat tidur. Membaringkan tubuhnya dan perlahan memejamkan mata.

.

.

.

"Bang Denis, kenapa memintaku datang ke sini?" Tanya Liana begitu dia duduk di kursi yang berhadapan dengan Denis. Beberapa saat lalu kakak sepupunya itu menelpon, dan memintanya datang ke bengkel.

"Ana, Abang butuh bantuan kamu." Kata Denis dengan ekspresi wajah yang serius menatap Liana.

"Aku akan bantu selagi aku bisa membantu," ucap Liana. "Memangnya, Bang Denis ingin meminta bantuan apa dariku?" Tanyanya.

"Apa kamu bisa, menyita perhatian Kia selama 3 hari? Maksudnya, buat dia sibuk bersamamu selama 3 hari ke depan."

"Maaf Bang, aku sama sekali gak ngerti dengan maksud Bang Denis. Memangnya untuk apa membuat Kia sibuk bersamaku selama 3 hari?" Kembali Liana bertanya.

"Untuk itu Abang gak bisa menjelaskannya, tapi Abang benar-benar minta tolong sama kamu untuk membuat Kia sibuk bersamamu selama 3 hari itu. Kia sudah janji sama Shanum akan mengajaknya membeli peralatan sekolah, Abang akan kasih nomor telepon Kia dan minta Shanum menelponnya besok untuk menagih janjinya itu. Dan untuk 2 hari setelah itu tolong kamu pikirkan sendiri bagaimana caranya."

Liana terdiam berusaha mencerna. Jika Denis tidak bisa menjelaskan apa tujuannya, ada kemungkinan itu menyangkut sesuatu yang sangat pribadi.

"Ana, Abang benar-benar butuh bantuan kamu kali ini!" Suara berat Denis menyadarkan Liana dari lamunannya.

"Baiklah, Bang. Akan aku usahakan," Liana pun menyanggupi meski dia harus dibuat berpikir keras bagaimana caranya menyita perhatian Kiara selama tiga hari.

Saat keduanya larut dalam pikiran masing-masing, tiba-tiba pintu ruangan Denis terbuka dari luar.

Bukan hanya Denis dan Liana yang dibuat terkejut, seseorang yang membuka pintu ruangan pun terkejut ketika melihat tak hanya ada Denis di ruangan itu.

"Mas Erick," gumam Liana.

"Kalau kamu ke sini cuma untuk memperingati aku lagi, mending kamu pulang deh. Aku bukan anak kecil yang harus diingatkan berulang kali," tukas Denis, menatap Erick dengan jengah.

Namun, Erick tetap masuk ke ruangan itu. "Ana, bisa kamu tunggu di luar sebentar. Aku ingin bicara dengan Bang Denis."

Liana mengangguk, dia pun beranjak dari tempat duduknya. Namun, ketika hendak berbalik pergi, Erick tiba-tiba menahan pergelangan tangannya.

"Jangan langsung pulang, tunggu di luar saja. Aku juga ingin bicara denganmu setelah bicara dengan Bang Denis." Kata Erick.

Liana hanya mengangguk, dia pun keluar dari ruangan itu setelah Erick melepaskan tangannya.

Erick duduk di kursi yang sebelumnya diduduki oleh Liana, menatap Denis yang tampak tak menghiraukan keberadaannya.

"Aku tidak akan pernah bosan untuk terus memperingati Bang Denis, sampai kalian berdua benar-benar bercerai!"

"Pergilah Erick, jangan sampai membuat kesabaran ku habis. Jika bukan karena Ana yang terus menahan ku, sudah sejak dulu aku memberimu pelajaran!" Tukas Denis, kedua tangannya terkepal erat seiring menatap Erick dengan tajam.

"Ana melakukan itu karena dia sangat mencintai aku. Dan satu hal yang perlu Bang Denis tahu, aku juga sangat mencintai Ana dan sampai kapan pun akan terus mencintainya hingga nafas terakhirku." Ucap Erick, tanpa merasa takut sedikitpun dengan tatapan Denis yang begitu tajam menatapnya.

"Lalu kenapa kamu menyakiti Adikku jika kamu memang benar-benar mencintai?"

"Terkadang, kita memang harus mengorbankan sesuatu untuk mencapai tujuan kita. Aku melakukan ini juga demi Ana dan Shanum, suatu hari nanti kami bertiga akan berkumpul kembali seperti dulu." Setelah mengatakan itu, Erick pun keluar dari ruangan Denis.

"Apa sebenarnya tujuan kamu, Erick?" Denis membuang nafas berat sembari menatap punggung Erick hingga hilang dari balik pintu ruangannya.

Erick tersenyum melihat Ana yang duduk di kursi panjang depan ruangan Denis. Istrinya itu benar-benar menunggunya, "Di mana Shanum, kenapa kamu tidak mengajaknya ke sini?" Tanya Erick seraya duduk di samping Liana.

"Di rumah Mama Kasih," jawab Liana. Beberapa bulan tidak bertemu, membuatnya seakan sedang berbicara dengan orang asing. Rasa rindunya tetap saja tak mampu membuatnya bisa berbicara banyak.

Erick tersentak mendengarnya. Bukankah hubungan Liana dan orangtuanya Denis merenggang sejak dia menikahi Kiara, bahkan Liana tidak pernah lagi bertemu dengan paman dan bibinya itu, lalu kenapa sekarang Shanum bisa berada di sana.

"Bang Denis yang menjemput ku kemarin malam, aku juga menghadiri pernikahan Bang Denis dan Kiara." Ucap Liana yang paham dengan keterkejutan Erick.

Erick akhirnya mengangguk paham, "Lalu, bagaimana dengan keadaan Shanum?" Tanyanya kemudian, terakhir bertemu beberapa hari lalu, putrinya itu terlihat sangat lemah karena demam tinggi.

"Shanum sudah baik-baik saja, Mas." Jawab Liana. Erick menghela nafas lega mendengarnya.

"Lalu, kapan kamu akan pulang ke rumah kita?" Tanya Erick lagi.

"Memangnya kenapa, Mas?" Bukannya menjawab, Liana justru balik bertanya. Bahkan kali ini dia memberanikan diri menatap Erick, dari sorot matanya menggambarkan sebuah harapan besar. Mungkinkah Erick menanyakan itu karena suaminya itu juga akan pulang.

"Aku hanya bertanya. Tapi kalau kamu dan Shanum masih ingin menginap di rumah Mama Kasih, tidak apa-apa. Hanya saja, jangan membuat rumah kita kosong terlalu lama," kata Erick sembari menggenggam sebelah tangan Liana dengan erat.

Liana langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, dia tersenyum getir. Sepertinya dia terlalu berharap Erick akan pulang, dia seharusnya ingat bahwa suaminya itu akan rujuk kembali dengan Kiara.

"Ya sudah, Mas, aku pamit pulang. Takutnya Mama Kasih kewalahan menjaga Shanum,"

"Aku antar ya?" Tawar Erick.

"Aku ke sini bawa motor, Mas." Kata Liana.

"Baiklah, kalau begitu." Erick pun melepaskan genggaman tangannya. Keduanya lalu berjalan bersama menuju pelataran bengkel.

Liana menurut saja ketika Erick membantunya memasang helm, bahkan netranya yang penuh kerinduan itu tak lepas menatap suaminya.

"Hati-hati di jalan, Ana." Ucap Erick begitu Liana duduk di atas motor.

Liana hanya mengangguk, kemudian menyalakan motornya dan meninggalkan pelataran bengkel.

Setelah Liana tak terlihat lagi, Erick pun masuk ke mobilnya.

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

apa yah yang disembunyikan Erick dan ortunya yah,,,

2024-07-11

1

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

ada cewek goblok kaya liana

2024-07-04

0

Septiyani Hasanah

Septiyani Hasanah

Erik nih nuruti ortunya aja nih pasti.tapi kok ya ga punya pendirian banget.heran

2024-06-29

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!