BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU

Kiara tak bisa tidur sepanjang malam, ponselnya tak sedetikpun dia lepas dan masih berusaha menghubungi suster Maria, yang entah kenapa baru kali ini susah sekali dihubungi. Tak terhitung sudah berapa kali dia mencoba namun, hasilnya tetap sama. Nomor suster Maria masih belum aktif juga.

Begitu fajar menyingsing, Kiara langsung turun dari tempat tidur, berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian ganti. Dia tidak bisa menunggu lagi, pagi ini juga dia harus ke rumah sakit untuk mengambil sendiri pil kontrasepsi darurat itu.

Sebenarnya, masih bisa dikonsumsi untuk tiga hari ke depan. Hanya saja, reaksinya akan lebih efektif jika dikonsumsi lebih awal. Dia tidak mau ambil resiko jika menunda konsumsi pil tersebut.

Setelah berganti pakaian, kini Kiara duduk di depan meja riasnya. Mengambil foundation dan menutupi jejak kemerahan di lehernya yang ditinggalkan Denis tadi malam. Dia melirik suaminya itu dari pantulan cermin, bisa-bisanya Denis tidur dengan nyenyak sementara dirinya tak bisa tidur sepanjang malam.

Kiara menggeleng, menepis kala bayangan pergulatannya dengan Denis tadi malam, terlintas. Selesai berbenah di depan meja rias, dia pun memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu beranjak.

"Kia, kamu mau ke mana?" Tanya Denis dengan suara seraknya, khas bangun tidur. Tapi sebenarnya, dia sudah bangun sejak tadi, hanya saja sedang berpura-pura tidur sambil mengintai pergerakan istrinya.

"Aku mau ke rumah sakit," jawab Kia sambil berjalan menuju pintu kamar.

Mendengar itu, Denis dengan cepat bangkit menyingkirkan selimut dan bangkit dari pembaringannya. Mengejar Kiara yang hampir mencapai pintu, "Kamu mau apa ke rumah sakit, bukankah kamu masih cuti, Kia?" Tanyanya sambil menahan pergelangan tangan istrinya yang hendak menekan handle pintu.

"Aku ada urusan sebentar di rumah sakit. Setelah itu, aku akan langsung pulang ke rumah untuk menyelesaikan urusan kita. Maka kamu jangan kemana-mana, tunggu aku di rumah sampai pulang." Jawab Kiara, tatapannya yang begitu tegas mampu menusuk ke relung hati Denis.

"Oke, aku akan mengantar kamu ke rumah sakit. Biar aku yang menyetir mobilmu, kamu pasti masih merasa lelah kan, dengan yang kita lakukan tadi malam?" Ucap Denis sambil mengedipkan sebelah matanya, namun hatinya merasa cemas, memikirkan Liana yang belum juga menelpon Kiara untuk meminta Shanum menagih janji. Setidaknya, dengan mengantar Kiara ke rumah sakit, dia bisa mengulur waktu.

Kiara berdecak pelan, merasa kesal ketika diingatkan dengan yang terjadi tadi malam. Dia juga merutuki dirinya, yang bisa-bisanya terburai dengan permainan Denis, "Gak usah, aku hanya sebentar." Dia menarik pergelangan tangannya dari genggaman Denis, kemudian membuka pintu kamar lalu keluar.

"Tapi setidaknya kamu harus sarapan dulu sebelum pergi, Kia." Denis mengejar, mensejajarkan langkahnya dengan Kiara.

"Ya," jawab Kiara singkat. Dia memang akan sarapan terlebih dulu sebelum berangkat ke rumah sakit. Karena jujur saja, tubuhnya memang terasa lemas saat ini. Dia akui, Denis menguras habis-habisan tenaganya tadi malam.

Keduanya pun melangkah bersama menuju ruang makan. Jika raut wajah Kiara tampak tak bersahabat, lain halnya dengan Denis yang justru senyum-senyum sendiri sambil sesekali melirik Kiara yang berjalan beriringan di sampingnya.

Papa Rangga dan mama Flora yang telah berada di ruang makan, saling melirik heran saat anak dan menantunya datang. Kiara telah berpenampilan rapi, sementara Denis masih mengenakan piyama tidur.

"Selamat pagi Pa, selamat pagi Ma." Sapa Denis sembari menarik kursi lalu duduk. Hal yang sama pun dilakukan oleh Kiara.

"Pagi juga Denis, Kia," balas mama Flora dan papa Rangga serentak.

"Kamu baru bangun, Nis?" Tanya papa Rangga tiba-tiba, dia tidak bisa menahan rasa penasarannya.

Denis mengulum senyum, "Iya Pa, baru bangun. Semalam kecapekan dan tidurnya nyenyak banget," tuturnya sambil melirik Kiara.

Sementara yang dilirik nampak mengeratkan giginya serta menggenggam sendok dengan erat. Dalam hatinya merutuki Denis, kenapa harus mengatakan itu dihadapan kedua orangtuanya.

"Oh gitu," papa Rangga yang sudah paham, tersenyum sambil melirik istrinya. Pun dibalas senyuman oleh mama Flora.

Semuanya pun memulai sarapan, tak ada lagi obrolan di ruangan itu. Namun, Denis dan kedua mertuanya sesekali saling melempar senyum sambil melirik Kiara yang hanya fokus dengan makanannya.

"Tuan, ada tamu." Ucap art yang baru saja datang.

"Si... ." Belum sempat mama Flora bertanya, sudah lebih dulu terdengar suara nyaring Shanum yang datang bersama Liana.

"Halo Om Denis, Tante Kia, Kakek, Nenek." Sapa Shanum sambil melambaikan tangan. Namun, raut wajahnya terlihat datar, tak ada senyuman sama sekali. Bagaimana tidak, dia masih ngantuk sebenarnya tapi sudah dipaksa mamanya datang ke sini pagi-pagi sekali. Bahkan sepanjang malam, dia sudah berasa ikutan casting menjadi artis cilik dengan terus menghapal kalimat yang diajarkan mamanya.

Denis langsung tersenyum lega begitu melihat kedatangan adik sepupu dan keponakannya. Dia pikir, hari ini rencananya akan gagal. Namun, diluar rencana, dia yang hanya meminta Liana untuk menelpon Kiara, justru datang secara langsung.

"Hai Shanum," mama Flora yang hendak menyajikan nasi goreng ke piring suaminya, meletakkan kembali sendok lalu menghampiri Shanum, dia bersimpuh di hadapan gadis cilik itu.

"Shanum datang pagi-pagi sekali, pasti mau ajak Om Denis sama Tante Kia jalan-jalan ya?" Terka mama Flora sambil menoel hidung Shanum.

Shanum mengangguk, namun sesaat kemudian dia menggeleng begitu merasakan cubitan pelan di bagian punggungnya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan mamanya, "Shanum ke sini mau nagih janjinya Tante Kia, Nek." Ujarnya.

"Janjinya Tante Kia?" Mama Flora langsung menoleh menatap Kiara.

Kiara yang sedang mengunyah nasi goreng pun tampak berpikir, "Ah iya, Tante sudah janji mau ajak Shanum beli peralatan sekolah." Ucapnya.

"Kia maaf ya, tadi aku sudah membujuk Shanum untuk lain kali saja. Tapi Shanum nya malah nangis dan maksa buat ke sini." Kata Liana.

Shanum mengerucutkan bibirnya, padahal selama ini mamanya selalu mengajarkan untuk jujur. Tapi kenapa sekarang dia malah dipaksa harus berbohong.

"Gak apa-apa, Ana. Namanya juga anak kecil, kemauannya harus selalu dituruti." Kiara tersenyum, "Shanum udah sarapan apa belum nih?" Tanyanya kemudian.

Shanum menggeleng, "Belum Tante," jawabnya. Jangankan sarapan, mandi pun belum. Bangun tidur hanya cuci muka, ganti baju terus langsung berangkat sama mamanya.

"Ya udah, kita sarapan dulu, baru setelah itu kita pergi beli peralatan sekolah untuk Shanum." Kata Kiara.

Shanum mengangguk, dia pun duduk di kursi samping Kiara, sementara Liana duduk disebelah Denis.

Diam-diam, Denis mengedipkan sebelah matanya pada Liana. Hal tersebut ternyata dilihat oleh papa Rangga dan mama Flora, tapi keduanya langsung dapat menembak jika Denis dan Liana sedang merencanakan sesuatu. Entah apa, tapi yang pasti ada kaitannya dengan Kiara.

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

waduh, mudah" an si Shanum bisa tetap dikondisikan nanti yah, namanya bocil kan polos😄😄😄

2024-07-11

2

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

kalo dibongkar langsung pasti kiara ngk bakalan percaya ya........ namay jg lagi ketutup awan hitam..... petir halilintar bersama temanya dia anggap angin semilirrrr

2024-07-04

0

Dwi Rustiana

Dwi Rustiana

moga aja Kiara lupa ama pil daruratnya ya terus Denis junior bisa otw deh 🤭🤭🤭

2024-06-29

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!