BAB 6. BARU AWAL.

Setelah baca, mohon tinggalkan cap jempol nya yak, wkwkw 🤭🤭🤭

Happy reading... 🤗🤗🤗

.

.

.

Meski terkesan dadakan, namun acara lamaran tetap terlaksana dengan baik.

Kedatangan kedua orang tua Denis disambut dengan baik oleh keluarga Kiara. Mama Flora dan papa Rangga pun menyiapkan penyambutan terbaik untuk kedatangan calon besannya.

Obrolan penuh haru dan binar bahagia terpancar pada wajah-wajah tua yang tampak begitu tak sabar menanti hari pernikahan putra putri mereka.

Setelah putusan tanggal pernikahan, kedua orang tua Denis pun berpamitan pulang dengan perasaan yang benar-benar bahagia. Tidak menyangka, mereka akan berbesan dengan keluarga yang cukup disegani itu. Sementara Denis memilih untuk tinggal sebentar lagi, ada yang dia ingin bicarakan berdua dengan Kiara

Dan disinilah mereka berdua berada, di gazebo yang berdekatan dengan kolam renang. Kiara memilih diam, menunggu Denis mengutarakan apa yang pria itu ingin bicarakan dengannya.

'Kamu benar-benar lupa denganku, Kia.' Gumam Denis dalam hati sembari terus menatap Kiara, sementara yang ditatap justru menatap kearah lain. Hanya ada dua kemungkinan kenapa Kiara tidak mengingatnya lagi, karena saat itu langit masih gelap atau karena memang Kiara tidak begitu memperhatikan wajahnya. Denis tersenyum masam. Yah, seharusnya dia tidak terlalu berharap untuk itu. Memangnya dia siapa sehingga Kiara harus mengingatnya yang baru sekali bertemu. Dan hari ini, adalah pertemuan ke-tiga mereka berdua setelah beberapa hari lalu bertemu di cafe bersama Erick.

"Kalau tidak ada yang mau kamu bicarakan, aku pamit mau ke rumah sakit." Ucap Kiara yang merasa tak nyaman berduaan dengan Denis. Apalagi sejak tadi Denis terus menatapnya, meski tak melihat kearah Denis tapi dia tahu karena melihat dari bayangan air kolam renang.

"Kenapa kamu masih mau rujuk dengan Erick?" Tanya Denis. Jika dipikir, bukankah hanya membuang-buang waktu saja memberikan kesempatan pada laki-laki yang tidak tahu caranya menghargai ikatan yang sakral. Jika alasannya hanya karena cinta, bukank itu terlalu bodoh.

"Karena aku mencintainya," jawab Kiara dengan lugas.

Denis terkekeh pelan mendengarnya, "Cinta itu tak hanya buta, tapi juga konyol. Dalam waktu 1 tahun tapi sudah menjatuhkan 3 kali talak dan kamu masih mau memberinya kesempatan. Maaf, kamu terlalu naif."

"Terserah kamu mau bilang apa," cetus Kiara menahan emosi. "Dan perlu kamu ingat, kehadiranmu bukan untuk mencampuri urusan kami berdua. Kamu hanya seorang yang akan menerima bayaran setelah pekerjaanmu selesai," setelah mengatakan itu Kiara pun meninggalkan Denis seorang diri.

Denis lantas gegas menyusul Kiara, mensejajarkan langkahnya lalu berkata, "Erick tidak akan pernah bisa membayar ku." Ucapnya lalu mempercepat langkah menghampiri kedua orang tua Kiara untuk berpamitan pulang.

Kiara hanya bisa menghela nafas panjang menatap kepergian Denis, pria itu terlalu meremehkan Erick dengan mengatakan tidak bisa membayarnya. Apa Denis tidak tahu kalau Erick adalah seorang pebisnis yang sukses. Berapapun yang Denis minta, Erick pasti bisa membayarnya bahkan dua kali lipat.

Melihat kedatangan Denis, papa Rangga dan Mama Flora pun tersenyum.

"Mau pulang?" Tanya mama Flora.

"Iya Tante," jawab Denis lalu meraih tangan mama Flora dan mencium punggung tangannya.

Papa Rangga yang duduk berdekatan dengan sang istri, mengulurkan tangan menepuk pelan pundak Denis, "Hati-hati di jalan." Ujarnya.

"Iya Om," ucap Denis lalu berpindah mencium punggung tangan papa Rangga.

"Aku pamit Om, Tante."

Papa Rangga dan mama Flora serentak mengangguk, senyum menghiasi wajah keduanya mengiringi langkah Denis hingga hilang dari pandangannya.

Tak lama setelah Denis pergi, Kiara pun datang menghampiri kedua orangtuanya, "Pa, Ma, aku pamit ke rumah sakit ya." Ujarnya.

Jika biasanya pesan-pesan singkat mengiringi keberangkatan Kiara menuju rumah sakit, tapi kali ini mama Flora maupun papa Rangga justru tampak menghela nafas panjang begitu Kiara berpamitan pada mereka berdua.

"Kia, seharusnya kamu meminta cuti dalam waktu dekat ini. Ingat, pernikahan kamu dengan Denis akan dilangsungkan 2 Minggu lagi. Mulai besok lusa, kamu dan Denis juga harus mempersiapkan segala keperluan pernikahan. Papa mau kalian berdua yang menentukan seperti apa konsepnya. Tapi untuk masalah undangan, biar Papa dan Mama yang mengurus itu." Ucap papa Rangga.

Kiara tampak menarik nafas dalam-dalam, entah kenapa hari ini emosinya seakan sedang diuji. Tadi Denis, sekarang kedua orang tuanya. Padahal pernikahannya dengan Denis bukan untuk seumur hidup, tapi kenapa dia harus repot-repot mengurus segala sesuatu yang bersifat hanya sementara.

"Iya, Pa, nanti sekalian aku juga akan mengajukan cuti." Ucap Kiara akhirnya.

"Pastikan, kejadian seperti dulu tidak akan terulang lagi." Ucap papa Rangga memperingati. Dia tidak mau pernikahan putrinya kali ini, akan terjadi insiden yang membuat seluruh keluarga cemas karena Kiara harus ke rumah sakit dan belum kembali saat mendekati acara ijab kabul. Beruntungnya saat itu, ada laki-laki baik yang membantu memperbaiki mobil Kiara yang mogok, sehingga Kiara bisa sampai rumah tepat waktu.

"Iya, Pa." Kata Kiara lalu gegas berpamitan pergi.

Sesampainya di pelataran, Kiara mengerutkan keningnya melihat masih ada Denis yang sedang duduk santai diatas motornya. Yah, Denis memang datang menggunakaan motor sport kesayangannya. Seharusnya dia juga naik mobil bersama orangtuanya tapi urung karena tidak muat, kedua orangtuanya membawa parcel lamaran terlalu banyak sehingga tidak ada tempat duduk untuknya.

Kiara tidak mau mempedulikan keberadaan Denis, terserah pria itu mau pulang atau tidak. Dia berjalan menuju garasi untuk mengeluarkan mobilnya. Denis yang melihat Kiara melalui kaca spion motornya, lantas gegas menghampiri Kiara.

"Yuk, aku antar ke rumah sakit." Tawar Denis.

"Terima kasih, aku bisa pergi sendiri," tolak Kiara sambil terus berjalan menuju garasi, sampai akhirnya langkahnya terhenti ketika Denis menahan pergelangan tangannya.

Sebelum Kiara melontarkan kalimat protes, Denis sudah lebih dulu menarik tangan Kiara menuju motornya.

"Kamu apa-apaan sih, gak sopan!" Tukas Kiara seraya menarik tangannya, tapi tidak berhasil terlepas karena genggaman Denis terlalu erat.

"Lepas gak!"

"Aku lepasin tapi nanti setelah sampai di rumah sakit. Sekarang ayo naik ke motor," pinta Denis.

"Aku gak biasa naik motor." Ucap Kiara sambil berusaha menarik tangannya, tapi sialnya tenaganya kalah kuat dari Denis.

"Naik motor itu lebih menyenangkan daripada naik mobil. Kalau kamu sudah terbiasa naik motor, mobil mewah kamu itu hanya akan jadi pajangan." Ucap dneis dengan santainya.

"Mau kamu itu apa sih?" Kesal Kiara karena tak berhasil juga menarik tangannya dari genggaman Denis.

"Mau aku, mengantarkan kamu ke rumah sakit."

Mau tak mau Kiara pun akhirnya menuruti kemauan Denis daripada berdebat yang hanya akan menyita waktunya.

Denis tersenyum, dia melepas jaketnya lalu memberikannya pada Kiara. Mendengar calon istrinya itu tidak biasa naik motor, dia khawatir juga jika Kiara sampai masuk angin.

Mau tak mau Kiara pun memakai jaket Denis, terlalu malas sekali jika harus kembali ke kamar untuk mengambil jaket.

Selagi Kiara mengenakan jaketnya, Denis berlari menuju pos satpam untuk meminjam helm. Mencium helm tersebut sedikit apek, dia memutuskan untuk memakai helm itu dan memberikan helmya pada Kiara.

"Sudah siap?" Tanya Denis setelah Kiara naik ke motornya.

"Ya," jawab Kiara terdengar malas.

Denis tersenyum, dia pun gegas melajukan motornya meninggalkan pelataran.

Kiara yang tidak terbiasa naik motor, merasa takut saat Denis menambah kecepatan. Reflek dia langsung berpegang pada pundak Denis.

"Jangan pegangan di pundak," ucap Denis dengan sedikit berteriak. Jujur saja rasanya tidak nyaman.

"Terus harus pegangan di mana?" Tanya Kiara juga dengan sedikit berteriak.

"Di pinggang," kata Denis

"Huh?"

"Kamu pegangan di pundak bikin aku gak fokus. Kayak ada Barbel di pundak ku." Seru Denis, masih sempat-sempatnya dia bercanda.

"Buruan, pindahin tangannya di pinggangku."

Kiara yang merasa takut, menurut saja dengan ucapan Denis. Berpegang di pinggang sontak membuat posisinya ikut lebih meratap ke depan dan terlihat seperti sedang memeluk Denis.

'Ini baru awal, Kia.' Gumam Denis sambil tersenyum.

Terpopuler

Comments

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

bng Denis pengagum rahasia, 🤭 aura misterius penuh dgn " TTS ,, 😁

2024-12-27

2

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

👍👍👍👍👍❤️❤️❤️❤️❤️🔥🔥🔥🔥🔥 maaak author 😘

2024-12-27

1

Puji Ustariana

Puji Ustariana

kdg" ngeleg pas klik cap jempolnya author jd maafken klo gak yg gak ke klik cap jempolnya ya auhtor 🙏🏻

2024-08-23

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!